Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Saudara


__ADS_3

Ying Hua mencoba untuk tidak memperdulikan keberadaan Wang Wenxiao tapi pria disampingnya ini tidak berhenti menyentuh rambutnya. Apakah dia tidak mempunyai hal lain untuk dikerjakan? Kenapa dia harus bertemu dengannya padahal Ying Hua sudah berusaha untuk menghindari pria ini.


"Apakah kamu sedang berakting agar aku memerhatikan mu Ying Hua?"


Ying Hua masih tetap diam, dia tak ingin membicarakan apapun dengan Wang Wenxiao. Jika dia diam pasti pria ini akan pergi jauh darinya.


Astaga pergilah dari hidupku, kenapa aku harus bertemu dia di taman ini sih dari sekian banyak taman di kota!! Apakah author nya ingin membuatku semakin sakit kepala!


Author : 🙂


"Asal kamu tahu jika kamu berakting seperti ini terus aku tidak akan pernah tertarik denganmu. Aku tidak menyukai wanita penuh tipu daya"


Ying Hua yang tidak tahan lagi pun menatap Wang Wenxiao dengan ganas, ingin sekali dia mencakar wajah tampan itu namun Ying Hua sadar jika dia melakukannya adiknya yang psikopat akan menangkapnya lagi.


"Aku tidak berakting!" Kesal Ying Hua


"Kamu sangat jago dalam hal ini, apakah dengan menghindari ku dalam beberapa bulan ini membuatku dapat tertarik denganmu? Tentu saja jawabannya tidak"


Aku juga tidak ingin kamu tertarik denganku sialan, cari saja pemeran utama wanitamu. Berhenti mengganggu hidupku.


"Kamu hanyalah wanita bodoh dan menyebalkan, jadi jangan pernah berpikir bahwa aku akan jatuh cinta dengan sikap mu seperti ini. Apakah kamu mengerti?"


"Aku mengerti jadi kamu bisa pergi sekarang"


"Ohh kamu ingin melakukan tarik ulur denganku?"


Sialan wanita ini benar-benar membuatku semakin tidak karuan, sebenarnya dia sedang berakting atau tidak. Selama beberapa bulan ini aku mengabaikannya karena aku mengira dia sedang melakukan hal lain untuk menarik perhatian ku. Tapi sekarang kelihatannya dia tidak seperti sebelumnya


Ying Hua menatap ke arah sungai dengan sedih. Melihat wajah Ying Hua yang bersedih membuat Wang Wenxiao secara tidak sadar mengelus rambut Ying Hua. Ying Hua terperanjat kaget karena tindakannya.


"Singkirkan tanganmu dari adikku Wang Wenxiao?!!" Teriak Ying Jiazhen tidak suka

__ADS_1


Kakak?!! Bagaimana bisa dia menemukan ku disini, kenapa dia mencariku? Berani-beraninya dia datang.


"Wang Wenxiao lepaskan tanganmu dari kepala adikku"


Wang Wenxiao menarik tangannya kembali, tak lupa dia mengambil sapu tangannya dan membersihkan tangannya yang menyentuh kepala Ying Hua. Ying Hua menatap Wang Wenxiao dengan tak percaya, pria ini menganggap dirinya kotoran? Padahal dia yang berinisiatif untuk menyentuhnya.


"Aku tidak akan sudi menyentuh sesuatu dari keluarga Ying"


"Tapi kamu mengelus kepala adikku"


"Maaf tapi adikmu yang menarikku lebih dulu untuk menyentuh nya"


"Hei, aku tidak pernah meminta hal itu!" Teriak Ying Hua


"Kalau kamu marah berarti tandanya iya, lihat adikmu masih saja mengejar ku. Aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku tidak suka, tapi dia menarikku untuk bersamanya. Apa yang harus aku lakukan dengan itu Jiazhe?" Ungkap Wang Wenxiao dengan wajah dinginnya


Ying Jiazhen mengepalkan tangannya ingin sekali dia meninju wajah Wang Wenxiao tapi dia mengingat perkataan ibunya bahwa dia tak boleh berurusan dengan keluarga Wang lagi. Jiazhen menatap adiknya, dia melihat wajah Ying Hua yang memerah karena marah sepertinya apa yang dikatakan Wang Wenxiao adalah sebuah kebohongan, jika Ying Hua masih menyukainya pasti Ying Hua akan memeluk lengan Wang Wenxiao seperti biasanya.


Ying Hua menatap kakaknya dengan terkejut, apakah kakaknya benar-benar membelanya didepan Wang Wenxiao. Apakah kakaknya benar-benar tahu bahwa ia sudah berubah dan tak mengejar pria ini lagi?


Di antara semua karakter di novel aku paling menyukai Ying Jiazhen karena dia bertindak paling realistis diantara semuanya. Dia tidak hanya mendengarkan dari satu sisi tapi kedua sisi, aku bersyukur karena memiliki kakak yang dapat melindungi ku dan mempercayai ku seperti dia.


"Ayo Ying hua kita pergi"


"Ahh iya baiklah"


Ying Hua mengejar langkah besar Ying Jiazhen, tak lupa dia menatap kebelakang. Wajah Wang Wenxiao sangat memerah, Ying Hua menduga bahwa pria itu sedang penuh dengan amarah karena telah dipermalukan oleh kakaknya. Baru kali ini dia melihat pemeran utama dalam novel dipermalukan oleh pemeran figuran seperti kakaknya.


Rasakan itu Wang Wenxiao, sudah kukatakan jangan menggangguku. Aku mempunyai kakak yang bisa melindungi ku dan kamu mempunyai adik yang hanya bisa mengancamku, aku tidak takut dengan kalian berdua.


Ying Hua memasuki mobil Ying Jiazhen, mereka berdua terdiam cukup lama dan saling berkecamuk dalam pemikiran masing-masing. Akhirnya Ying Jiazhen menyalakan mobil dan memutuskan untuk mengantar Ying Hua kembali ke rumah.

__ADS_1


Didalam perjalanan pun tak ada satupun dari mereka yang berbicara, Ying Hua melirik diam-diam ke arah Jiazhen namun Jiazhen tetap fokus mengendarai mobilnya.


"Apakah kamu ingin membicarakan sesuatu denganku?" Tanya Jiazhen


"Ti....Tidak, aku tidak"


"Tapi kamu melirikku selama dalam perjalanan, sebentar lagi wajahku akan berlubang karena lirikan tajam mu itu"


Ying Hua memelintir pakaiannya, dia melirik Ying Jiazhen dengan takut.


"Bicaralah, bukankah kamu ingin memberitahukan ku sesuatu tentang iklan perusahaan kita?"


"Hah...Aku tidak ingin bicara itu, aku... aku hanya ingin berterimakasih kepada kakak karena telah menyelamatkan ku dari Wang Wenxiao"


"Apakah dia mengganggu mu? Coba lah jujur dengan ku Ying Hua, kalau kamu tidak bisa membicarakan hal ini kepada kedua orang tua kita, setidaknya dengan ku kamu dapat membicarakannya. Kita berdua adalah saudara, aku dan kamu pasti akan saling bergantung suatu saat nanti. Kita saling membutuhkan Ying Hua"


"Memang benar mereka mengganggu ku tapi aku masih bisa melawan mereka, apakah kakak memercayai hal itu?"


Ying Jiazhen menatap Ying Hua dan tersenyum kepadanya, dia mengelus kepala Ying Hua dengan lembut.


"Aku memercayai mu Ying Hua tapi jika kamu butuh bantuan ku katakan saja, dan aku minta maaf karena berkata hal-hal yang buruk kepadamu."


"Kakak..." Ungkap Ying Hua terharu


Ying Hua pun memeluk Ying Jiazhen, hampir saja Ying Jiazhen kehilangan fokusnya mengendarai mobil. Dia menatap Ying Hua yang masih memeluknya dan tersenyum lembut, Ying Hua yang sekarang adalah Ying Hua yang baru dan bersemangat.


"Jadi apa yang ingin kamu sampaikan tadi siang?"


"I...itu tentang iklan, tapi tidak usah mempedulikan nya. Kakak tidak perlu memikirkan permintaanku"


"Tidak, aku ingin mendengar nya. Baru kali ini Ying Hua jauh-jauh datang ke kantor kakaknya dan ingin mengatakan sesuatu yang akan mengubah perusahaan, bukankah aku harus mendengarkan apa yang dikatakan adikku ini?"

__ADS_1


Ying Hua tersenyum manis, dia pun kembali ke duduknya semula dan menatap jalanan sambil memulai pembicaraan mereka.


__ADS_2