
Wang Wenxiao mengancam untuk menjauh dari dirinya. Saat dia masih menangis dan terduduk di lantai rumah sakit yang dingin. Ying Jiazhen segera berjongkok dan membantu nya berdiri. Dia menasehati "Saya sudah memperingatkan kamu, bahwa pria itu bukanlah pria yang tepat untukmu. Wang Wenxiao bukan tipe orang yang akan luluh dengan sikap anda selama ini. Sekarang kamu hampir membahayakan nyawa wanita miliknya. Sekarang dia sudah menunjukkan sikap nya yang sebenarnya kepadamu. Sekarang kamu akhirnya sadar kan?"
Ying Hua menangis keras hingga make up nya tidak berbentuk di wajah nya lagi. Dia balas membentak " Tapi apa salahnya? Saya hanya mencintainya dengan hati saya. Tidak ada yang salah salam mencintai seseorang yang kamu sukai"
Wajah Ying Jiazhen menjadi gelap dan dia mengatakan sesuatu yang membuat Ying Hua kesal "Mencintai bukanlah hal yang salah tapi kamu Mencintai orang yang salah"
Ying Hua yang mendengar penuturan kakaknya memandangnya dengan sinis. Ying Hua tahu abhwa Wang Wenxiao tidak akan tertarik padanya bahkan setelah semua yang telah ia lakukan untuk mengejarnya. Dia bahkan bersikap dingin dan mengacuhkan dirinya seolah-olah dia tidak pernah ada di dunia ini. Tapi, mencintai seseorang tidak akan mudah untuk dihilangkan.
Dengan ingatan tersebut, Ying Hua tertidur lelap.
__ADS_1
Pada pagi harinya, ia terbangun dan itu masih terlalu pagi.
Kali ini, orang yang duduk disamping tempat tidurnya adalah ibu dari antagonis novel tersebut.
Ying Hua memikirkan sesuatu, karena dia tiba-tiba di dunia ini. Dia masih belum mengetahui bagaimana dia dapat kembali lagi ke dunia miliknya. Mungkin cara agar dia dapat kembali dengan membiarkan alur cerita berjalan semestinya dan hanya menunggu protagonis pria dan wanita bersatu dan menjadi keluarga yang menyenangkan. Apapun yang terjadi setelah itu bukan urusannya. Tapi dia harus memikirkan untuk menghindar dari protagonis pria dan wanita agar keberadaanya semakin berkurang dan mereka semakin cepat menjalin hubungan percintaan. Dengan begitu ia dapat kembali ke dunia nya dengan cepat bukan?
Adapun akhir tragis dari Ying Hua dalam novel itu tidak akan terjadi bukan? Karena dia bukan Ying Hua yang asli, dan dia juga tidak memiliki perasaan apapun terhadap Wang Wenxiao.
Setelah mendengar penuturan ibunya, Ying Hua berpikir dengan cermat "Wow aku tidak mengira ibu penjahat dari novel ini akan sebaik itu. Aku kira ia akan jahat sama seperti anaknya. Ternyata ia adalah ibu yang tulus. Ying Hua kamu tidak layak menjadi seorang putri dari ibu yang cantik dan lembut seperti ini. Berbeda dengan ibuku. Hah...Aku merindukan kemarahan ibuku yang asli sekarang"
__ADS_1
Kemudian, pikiran Ying Hua terlempar dalam kenyataan lagi "Idol terkenal? Sejak kapan Ying Hua terkenal, dalam novel disebutkan Ying Hua tidak memiliki bakat apapun tapi karena ia ingin protagonis pria meliriknya. Ia menjadi seorang idol yang selalu diolok-olok masyarakat. Berarti sekarang plot cerita pada ..."
"Ibu? Berapa umurku sekarang?" Ying Hua bertanya dengan sedih
Ibu Ying menatap dengan terkejut dan bertanya" Apakah kamu benar-benar lupa semuanya?"
"Samar-samar ibu. Aku hanya mengingat namaku saja" Ucap Ying Hua
Ibunya merasa senang, jika putrinya melupakan segalanya berarti ia juga melupakan Wang Wenxiao dalam hidupnya. Itu merupakan berita yang bagus!
__ADS_1
Dengan raut wajah yang khawatir dan perasaan yang sedikit gembira dalam beberapa hal, Ibu Ying segera memanggil dokter.
Setelah dokter memeriksanya, Ying Hua teringat sebuah kalimat dokter yang sering diucapkan ketika pasien mengalami hilang ingatan dalam sebuah drama " Berdasarkan pemeriksaan, nona Ying Hua mengalami hilang ingatan ini bisa sementara ataupun permanen"