
Ying Hua membuka matanya secara perlahan, cahaya putih memasuki mata nya dengan malu-malu. Ying Hua merintih karena tubuh kecil yang ia tempati sangatlah menyakitkan, ini lebih sakit dibandingkan dia membanting tulang saat di dunia asli. Ying Hua kini dapat melihat jelas ruangan yang ia tempati, ruangan ini penuh dengan nuansa hitam bahkan cat dinding pun berwarna hitam. Setahu Ying Hua rumahnya tidak ada yang memiliki dinding hitam.
"Ughh, kakiku sangat sakit. Kenapa nasib ku menjadi seperti ini sih!" Kesal Ying Hua
Ying Hua mengingat kembali perjuangan dirinya melawan serigala di hutan, bermodalkan pena kecil dia menusuk mata serigala dan menancapkan batu tajam ke jantung serigala yang ia lawan. Jika dipikirkan kembali, dia adalah orang yang beruntung bisa selamat melawan mahkluk mengerikan itu. Xukai benar-benar orang gila, dia bahkan tak pandang bulu melawan siapapun. Ying Hua tak menyangka sosok antagonis adalah sesuatu yang mengerikan, sepertinya dia harus membuat rencana untuk menghindari dan menyelamatkan keluarganya dari sosok Xukai.
CITT
Seorang pelayan wanita memasuki ruangan ya ditempati Ying Hua, pelayan itu terkejut sampai menjatuhkan handuk yang dibawa nya. Ying Hua ingin bertanya namun sang pelayan lebih dulu pergi meninggalkan dia dalam kesakitan, padahal Ying Hua mau menghilangkan dahaga hanya saja dirinya tak bisa bergerak banyak sekarang.
Suara langkah kaki yang berat mendekati ruangan Ying Hua, terlihat dari arah pintu sosok Xukai dan asisten nya melangkah cepat menuju Ying Hua. Ying Hua tentu saja bingung, kenapa dirinya bisa melihat sosok Xukai? Dan kenapa wajah pria itu sangat khawatir? Bukankah mereka musuh?
"Syukurlah kamu bangun, bagaimana apakah ada yang sakit?"
Saat telapak tangan Xukai akan menyentuh wajah Ying Hua, Ying Hua dengan cepat menepis tangan jahanam yang ingin menyentuhnya. Dia menatap dingin ke arah Xukai dan bergerak mundur, Xukai menghela napas dan menatap lemah ke arah Ying Hua. Ying Hua semakin bingung dengan arti tatapan Xukai ke arahnya.
"Kenapa kamu disini? Dimana kakakku? Apa yang kamu lakukan kepada kakakku?!!" Teriak Ying Hua
"Tenang, kamu masih pemulihan jangan terlalu emosi"
"Tenang?!! Bagaimana aku bisa tenang jika kamu ingin membunuh aku dan kakakku! Apa yang sebenarnya kesalahan kami sehingga kamu seperti ini tuan Mao Xukai"
"Semua nya hanya kesalahpahaman, aku akan menceritakan kepadamu nanti. Masalah kakakmu... Dia sedang dalam perawatan"
"Sial! Kenapa kamu menyelamatkan kami? Kamu pasti menginginkan sesuatu bukan? Orang seperti mu lebih suka menghabisi lawannya bukan menyelamatkan lawan seperti ini"
Xukai mendekat ke arah Ying Hua, Ying Hua mencoba mundur namun tak ada tempat lagi dirinya untuk mundur. Ying Hua menatap tajam dan mencoba berani melawan Xukai, namun tatapan Xukai masih sama dengan sebelumnya. Dia tak pernah melihat tatapan ini sejak berada di dunia novel, tatapan Xukai memiliki berbagai macam emosi.
"Kamu sangat mirip dengan dia"
"Siapa?"
"Seseorang yang pernah aku miliki hanya saja dia sudah lama mati"
"Aku tidak suka disamakan dengan yang lain, jadi kamu menyelamatkan ku karena aku mirip dengan orang yang kamu miliki?"
"Benar tapi salah juga, kamu mirip tapi juga sangat berbeda"
"Berhentilah bercanda denganku, bisa menjauh sekarang tuan Mao Xukai?"
Secara tiba-tiba Xukai menarik pergelangan tangan kanan Ying Hua membuat wajah Ying Hua otomatis berjarak hanya 3 cm dari Xukai, hawa napas panas milik Xukai dapat dirasakan oleh kulit wajah Ying Hua. Ying Hua melototi Xukai sementara Xukai menyeringai.
"Tapi...Kamu lebih menarik daripada dia. Jangan terlalu menarik nanti seseorang akan mengincarmu"
Ying Hua menghempaskan tangan Xukai, dia menarik napas panjang dan melirik ke arah Jianlin. Namun Ying Hua merasakan sakit di dagunya saat Xukai menarik paksa wajah nya untuk melihat kembali ke sosok jahanam itu. Ying Hua mencoba melepaskan diri tapi kekuatan nya masih lah lemah.
"Aku tidak suka mata ini beralih ke pria lain"
"Siapa kamu berani mengaturku? Kamu adalah musuh sekarang"
"Benarkah? Aku musuhmu? Aku sangat bergairah dengan nama kesayanganmu ini"
"Dalam mimpimu"
Xukai melepaskan Ying Hua dan keluar dari ruangan tersebut tanpa sepatah katapun, Ying Hua hanya menatap kepergian pria itu kesal. Sementara sosok Jianlin masih berada disana dan melihat keadaan Ying Hua dengan teliti.
"Apa yang kamu lihat!"
"Maafkan saya nona, saya hanya memastikan nona baik-baik saja"
"Aku baik...Tapi bisakah aku meminta tolong?"
"Yah tentu saja"
"Aku butuh air dan informasi tentang kakakku"
"Baiklah akan saya ambilkan"
Jianlin berjalan menuju meja di dekat jendela yan telah tersedia air, Jianlin pun kembali sambil membawa segelas air untuk gadis didepannya. Jianlin sangatlah bingung dengan tingkah sang bos, kemarin dia ingin membunuh dan menyiksa gadis ini namun sekarang ingin memiliki gadis ini. Jika dilihat secara detail, gadis ini memang sangat mirip dengan orang itu hanya saja kepribadian mereka berbanding terbalik. Apakah tuannya sudah mengubah kesukaan?
"Terimakasih"
"Sama-sama nona, tentang tuan Ying dia sedang dalam perawatan dan dia baik-baik saja. Nona bisa tenang karena kualitas dokter keluarga Mao adalah yang terbaik diantara kota di negeri kita"
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa percaya jika belum melihatnya? Kalian saja ingin membunuh diriku"
"Nona tidak bisa melihat tuan Ying untuk sekarang, lebih baik nona memulihkan diri terlebih dahulu. Saya pamit"
"Tunggu ehh aww"
Ying Hua menatap kaki nya yang terluka cukup parah, kaki nya kini sudah diperban namun rasa sakit tidak berkurang sama sekali. Ying Hua menghela napas, dirinya akan mencari cara untuk keluar dari tempat ini.
...----------------...
Xukai memasuki ruang kantornya, dia duduk lesu sambil memijit pangkal hidung. Dia tak menyangka hampir membunuh gadis itu, sebenarnya dia sejak awal sudah sadar jika Ying Hua sangat mirip dengan gadis dulu hanya saja dia tidak mau terjatuh kedalam pesona rubah lagi. Entah kenapa sosok Ying Hua membuat dirinya semakin jatuh kedalam pesona rubah itu, mereka memang mirip tapi dengan nuansa yang berbeda. Ying Hua adalah gadis pemberani, tidak lemah dan tegas sedangkan Shisi gadis lemah namun tidak kenal takut. Yah kedua gadis ini sangat berani kepadanya.
Flashback
"Xukai lihat ini, cantik bukan? Aku khusu membuatkan ini untukmu"
"Mahkota bunga? Apakah aku bagus dengan mahkota ini?" Tanya Xukai
"Hmm...Sangat tampan, kamu cantik juga. Aku semakin kalah jika kamu secantik ini, aku ini wanita kenapa jadi kamu yang cantik sih"
"Hei kamu yang memasangkan nya, kenapa jadi kamu yang cemberut?"
"Aku tidak cemberut...Xukai boleh aku menanyakan sesuatu?"
"Apa itu?"
Xukai menatap Shisi yang terlihat gugup, gadis itu memilin pakaian nya sambil melirik takut ke arah Xukai. Shisi adalah sekretaris nya, mereka sudah menjalin hubungan selama 5 tahun dan hubungan ini akan dibawa Xukai menuju jenjang selanjutnya.
"Ada file yang tidak bisa aku akses tapi aku membutuhkan file itu untuk membantu kerjasama bisnis dengan keluarga Ying. Apakah kamu bisa memberikan akses kepadaku?"
Xukai mengerutkan dahinya, dia memang tidak pernah memberikan akses file rahasia perusahaan kepada siapapun bahkan keluarga nya namun melihat wajah kecil yang takut itu, Xukai luluh dan dengan cepat memberikan akses.
"Tentu saja kamu sekretaris ku, aku akan memberikan akses nya kepadamu"
"Terimakasih, aku sayang padamu"
"Aku lebih menyayangi mu"
Setelah beberapa hari mereka mengalami hari yang menyenangkan namun semua itu sirna ketika perusahaan Xukai berada di ujung tanduk, rahasia perusahaan telah bocor ke orang lain yang merupakan sahabat baiknya. Kini sahabat baik nya mengancam dia untuk memberikan semua perusahaan kepada nya, Xukai cukup panik karena yang dia tahu rahasia perusahaan hanya bisa diakses olehnya.
"Diam! Jangan menasehati ku, aku yakin Shisi tidak akan berbuat seperti itu"
"Jika begitu...Tuan coba hubungi nona, tanyakan dimana keberadaan nya sekarang. Sejak tadi saya tidak melihat nya di kantor"
Xukai melakukan panggilan dengan Shisi namun tak ada satupun yang terjawab. Xukai pun semakin gelisah, untung nya panggilan kesekian dijawab oleh Shisi sayangnya bukan Shisi yang menjawab panggilan itu.
"Hallo Xukai"
"YangYang? Apa yang kamu perbuat dengan Shisi?"
"Aku? Aku hanya menghukum gadis yang sudah mengkhianati ku, bagaimana rasa tubuh gadis ini Xukai?" Tanya YangYang
"Apa maksudmu? Aku memang memiliki hubungan dengannya tapi kami tidak pernah melakukan hal seperti itu, aku ingin menjaga Shisi sampai kami menikah. YangYang....Shisi tidak ada hubungannya dengan semua ini"
"Tentu saja ada hubungannya, dia adalah sumber utamanya. Kamu tahu tidak? Jika gadis yang kamu cintai ini adalah wanitaku sekaligus mata-mata yang aku letakkan untukmu"
"Jangan bercanda!!! Dimana Shisi sekarang?!" Teriak Xukai murka
"Datang ke pinggir hutan kota Luhan, kita akan bertemu disana"
Panggilan dengan cepat terputus, Xukai berjalan panik keluar dari ruangnya tanpa mendengarkan teriakan Jianlin sama sekali.
Xukai mengebut menyusuri jalan, dia sangat panik dan takut dengan keadaan Shisi. Ketika sampai di tempat tujuan ada beberapa mobil hitam yang terparkir dipinggir hutan, Xukai keluar dari mobilnya bermodalkan senjata api. Dia menatap tajam sosok YangYang yang sedang bersandar di samping mobilnya.
"Akhirnya kami datang Xukai, sahabat lama ku"
"Hentikan omong kosong mu dimana Shisi?"
"Ohh kamu mencari wanita itu? Shisi kemarilah"
Shisi berjalan mendekati sosok YangYang dan memeluk pria itu dengan erat didepan Xukai. YangYang menyeringai dan menciumi wajah Shisi dengan romantis, Xukai mengepalkan tangannya, dia masih tidak percaya dengan semua yang ia lihat.
"Kamu sangat mudah ditipu, Shisi adalah orangku sekaligus wanitaku. Oh benar, aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu...Tentang kecelakaan adik kecilmu itu, Shisi yang merancang nya. Kematian adik mu akan mempermudah rencana kami untuk memasuki hidup mu yang menyedihkan itu, siapa sangka sosok Shisi bisa membuat dirimu melupakan kesedihan adikmu itu"
__ADS_1
"Shisi...Apakah itu benar? Bicara!!" Teriak Xukai
"A...Ak...Aku minta maaf Xukai, a..aku"
"Berhenti berbicara *****, jadi selama ini kamu merencanakan semuanya dengan sahabat ku. Cinta itu tidak ada Shisi?"
"Aku cinta ... aku terbiasa dan cinta kepadamu tapi cinta ku lebih besar untuk YangYang. Maafkan aku"
"Jadi begitu... Sekarang apa yang kamu inginkan YangYang? Kamu sudah hampir mendapatkan segalanya"
"Belum, berikan tanda tanganmu sekarang di file ini. Jika kamu menandatangani nya, aku bisa jamin keluarga mu yang masih hidup akan selamat"Ungkap YangYang
YangYang memberikan file kepada Shisi, Shisi pun melangkah mendekati Xukai. Xukai menatap gadis yang ia cintai dulu dengan dingin dan tangannya pun melukiskan tanda tangan di sebuah file. Shisi menatap wajah Xukai sedih, dia juga tak menginginkan semua ini tapi dia juga harus bertahan hidup jika ingin lebih tinggi.
"Selamat tinggal" Ungkap Shisi
Shisi pun membalikkan badannya, semua orang tidak menyadari jika Xukai telah membawa senjata api. Xukai menatap datar punggung gadis yang pernah mewarnai hidupnya itu dalam sekejap suara tembakan memenuhi suasana malam. YangYang membulatkan matanya saat melihat tubuh wanita yang ia cintai tergeletak di atas jalanan. YangYang pun mengambil senjata api nya dan mengarahkan kepada Xukai, sayangnya lengan kanannya tertembak dari jarak jauh. YangYang panik dan mengetahui ada penembak jarak jauh, dia pun meminta perlindungan anak buahnya agar dirinya bisa membawa tubuh Shisi.
Sementara itu Xukai memandang kejadian itu tanpa ekspresi, hatinya sudah terlalu sakit hingga mati rasa. Dia melakukan hal bodoh sepanjang hidupnya, adik perempuan nya harus mengalami semua kejadian itu karena dia dan dia hanya menjadi pria bodoh akan cinta. Di hari itulah terlahir sosok Xukai yang bengis dan psikopat, dia bahkan memusuhi semua hal yang berkaitan dengan YangYang termasuk keluarganya Ying yang sebenarnya tidak tahu apapun.
Flashback End
Ying Hua menatap langit-langit ruangan itu dengan masam, dia tidak tahu sudah berapa jam berlalu dan dirinya sangat gatal untuk mencari kakaknya. Pikirannya benar-benar berkecamuk karena tidak tahu alasan Xukai memusuhi keluarga nya, sebenarnya apa yang telah diperbuat Jiazhen kepada Xukai?
Suara decitan pintu membangunkan Ying Hua dari rebahan nya, dia menatap seorang pelayan yang mendekat sambil membawa nampan makanan. Ying Hua bahkan tak bernafsu makan, dirinya hanya ingin melihat keadaan Jiazhen sekarang.
"Nona ayo makan"
"Tidak, aku tidak lapar"
"Nona harus makan, tuan akan marah jika nona tidak makan sekarang"
"Siapa dia berani melakukan ini itu kepadaku!"
"Makanlah atau kamu akan mati" Ungkap Xukai yang mendekati Ying Hua
"Kenapa kamu kesini? Apakah kamu sudah selesai mengingat masa lalu dengan gadismu itu?" Sarkas Ying Hua
"Jangan mengatakan hal menjijikkan seperti itu, dia bukan gadisku"
"Ohhh benarkah? Jadi apa maksud mu dengan mengatakan aku mirip dengannya? Apakah itu artinya aku menjijikan?"
"Hanya ingin membalas dendam mungkin bisa tersalurkan olehmu karena wajah kalian yang mirip" Jawab Xukai santai
"Ohh"
"Berikan makanannya" Ungkap Xukai
Pelayan itu pun memberikan makanan Ying Hua dan meninggalkan ruangan dengan tenang, Ying Hua menjaga jarak ketika Xukai duduk di atas tempat tidur. Dia masih belum bisa mempercayai pria ini, mungkin saja dia meletakkan racun di makanan itu.
"Aku tidak meletakkan apapun"
Apakah dia benar-benar bisa membaca pikiran?
"Aku tidak bisa melakukan hal aneh itu"
"Kenapa kamu selalu menjawab padahal aku tidak bertanya"
"Wajahmu menampilkan segalanya, makanlah selagi aku masih baik"
"Aku akan makan jika aku melihat kakakku"
"Aku tidak suka wanita yang banyak meminta"
"Aku juga tidak suka pria yang memaksa"
" Aku akan membawamu kepada Kakakmu, jadi makanlah"
Ying Hua menatap wajah Xukai dan makanan didepannya secara bergantian, mau tidak mau dia mengambil piring tersebut dan memakannya dengan cepat. Xukai hanya menatap datar tingkah gadis itu, walaupun rasa sakitnya yang dulu masih ada namun rasa cinta juga disana.
Setelah selesai menyantap makanannya, Ying Hua meminta janji Xukai untuk menemui kakaknya. Ying Hua mencoba berdiri dengan satu kaki dan berpegangan dengan meja, tiba-tiba sosok Xukai menggendong dirinya ala bridal style. Ying Hua berteriak dan berkata " Turunkan aku, kenapa kamu mengangkat ku. Cepat turunkan aku!!"
"Lebih cepat seperti ini, aku tidak suka orang yang lambat"
__ADS_1
Ying Hua hanya bisa pasrah dan mengalungkan tangannya di leher Xukai, dia menatap profil Xukai dari samping. Pria ini sangatlah tampan, bahkan dia lebih tampan daripada pemeran pria lain yang pernah ia jumpai hanya saja pria ini sulit ditebak pemikiran nya. Beberapa jam yang lalu mereka musuh dan beberapa jam sesudah nya mereka damai.