
Ying Hua mengikuti alunan melodi yang memasuki gendang telinga nya, alunan melodi pertama adalah alunan yang sangat tenang dan menyegarkan. Ying Hua dapat merasakan getaran dirinya yang dibawa ke sebuah desa yang begitu asri dan tenang, alunan melodi yang sangat cocok untuk penyanyi dengan suara lembut.
"Ini bagus, tapi...aku rasa aku lebih cocok dengan alunan yang lebih kuat. Kamu tahu kan bagaimana publik melihatku, seperti melihat seorang antagonis" Ungkap Ying Hua kepada Bei
Bei menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dia pun mengotak ngatik komputer didepannya. Ying Hua dapat melihat beberapa judul instrumen yang telah dibuat oleh Bei, diantaranya ada berjudul instrumen Ying Hua satu, instrumen Ying Hua dua dan seterusnya, apakah anak ini harus menamakan judul setiap instrumen dengan namanya? Pikir Ying Hua
Bei mengklik sebuah judul "Pretty Killer", Ying Hua tertarik dengan judul yang agak menggoda ini. Bei pun meminta Ying Hua untuk kembali mendengarkan instrumen nya, Ying Hua tersenyum manis saat alunan melodi yang swag dan berdentum memasuki Indra pendengaran nya.
"Inilah yang aku cari, Bei...aku tidak menyangka kamu memiliki bakat seperti ini"
Ini seperti lagu yang pernah terkenal di duniaku dulu. Wah...Aku kira hanya BlackPild yang memiliki kemampuan membuat lagu menakjubkan ternyata adiknya lebih hebat. Tapi kenapa anak ini tidak pernah dimunculkan dalam novel yah? Pikir Ying Hua
"Apakah anda benar-benar suka dengan instrumen ini nona? Saya bisa memberikan instrumen yang lain" Ungkap Bei ragu
"Aku tahu, kamu pasti akan memberikan instrumen yang lembut dan tenang kepadaku. Aku dapat melihat nya dari matamu itu Bei. Tapi kita tidak bisa mengikuti selera publik yang lebih menyukai lagu lembut, kita harus membuat gebrakan baru. Aku ingin lagi ini, lagi yang terasa swag sekaligus seksi. Kamu tahu citraku bukanlah citra yang baik di mata publik jadi biarkan publik melihat citra ganas ku dari lagu ini" Ungkap Ying Hua sambil tersenyum lembut
Bei terpukau dengan pemikiran jenius milik Ying Hua, dia selalu memikirkan untuk membuat lagu yang diminati oleh publik tapi nyatanya sebuah lagu harus sesuai dengan penyanyi nya. Ying Hua adalah tipe wanita yang liar maka dia membutuhkan lagu untuk menghiasi sisi liarnya itu.
"Saya mengerti nona, saya akan mengerjakan liriknya"
"Tunggu, bagaimana jika lirik lagunya aku yang mengerjakan?" Tanya Ying Hua
"Tentu saja boleh nona, saya akan merevisi nya nanti jika sudah selesai"
Ying Hua bersemangat dengan hal itu, dia pun segera berdiri dan berlari keluar sambil tertawa menyenangkan. Bei yang melihat itu merasa takjub, wajahnya sangat memerah karena melihat nona Ying Hua yang tersenyum lebar. Bei menggelengkan kepalanya, dia tak boleh memiliki perasaan seperti itu kepada Ying Hua, bagaimanapun Ying Hua adalah seseorang yang tak setara dengannya.
Ying Hua duduk di sofa dengan wajah semuringah, Aming melirik nonanya yang tersenyum tanpa henti. Aming berpikir mungkin saja nonanya sudah mengalami gejala tidak waras, haruskah dia memberitahukan hal ini kepada tuan muda?
"Aming, ayo kita kembali. Besok adalah hari yang sangat besar"
"Baiklah nona"
"Bao yu, kakak pulang dulu yah. Sampai jumpa"
"Hati-hati Kak Ying Hua, semoga selamat di dalam perjalanan begitu juga dengan tuan Aming" Ungkap Bao Yu sambil tersenyum ramah
__ADS_1
Aming mengacak-acak rambut Bao yu dan segera pergi keluar, Ying Hua pun mengekori Aming. Bao Yu sangat senang karena dia memiliki seseorang yang berharga seperti kak Ying Hua disisinya.
...----------------...
Ying Hua kini berada di ruang makan keluarga nya, keluarga yang kebetulan sekali berkumpul pada hari itu. Dia melirik Jiazhen yang biasanya tak pernah pulang, kemudian ke ayahnya yang sering keluar negeri dan ibunya yang asik memakan lauk. Ying Hua merasa ini bukan sebuah kebetulan, sepertinya mereka bertiga tahu bahwa Ying Hua ada pertunjukan penting hari ini.
"Sayang kenapa kamu melamun? Apakah kamu tidak baik?" Tanya ibu Ying Hua penuh dengan nada khawatir
"Ibu...Aku baik-baik saja"
"Baguslah kalau begitu, kalau kamu tidak sanggup tidak perlu pergi."
"Ibu, aku harus melakukan ini. Aku ingin menunjukkan bakat ku kepada dunia"
"Itu benar ibu, jangan mengkhawatirkan adikku tercinta. Dia adalah orang yang sangat hebat sekarang" Bela Jiazhen
"Hebat? Sehebat apakah anakku sekarang?" Tanya Ibu Ying Hua penuh semangat
"Ibu tidak tahu yah...Perusahaan kita mengalami kenaikan saham terus menerus, itu semua berkat Ying Hua. Produk iklan yang dikomersilkan nya sangat laris bahkan perusahaan kita harus menerima kritikkan karena produknya lama sekali diproduksi." Jawab Jiazhen
"Kakak" Rajuk Ying Hua
"Baiklah-baiklah maafkan aku, tapi kamu sangat manis sekarang"
"Tentu saja putri ibu itu manis dan... kenapa kamu diam saja dari tadi tuan Ying?" Tanya Ibunya kepada sang ayah yang masih sibuk makan
Ayahnya menatap putrinya dalam diam, Ying Hua jarang sekali berinteraksi dengan ayahnya. Ayah Ying selalu sibuk pergi ke luar negeri mengurus perusahaan disana, Ying Hua pun hanya menundukkan kepalanya takut. Dia takut ayahnya akan memarahinya atau tidak menyukai dirinya.
Namun dugaan Ying Hua salah, ayahnya memberikan sebuah udang yang sudah dikupas dengan bersih. Ying Hua menatap ayahnya dengan tatapan berbinar, ternyata ayahnya masih mencintai dirinya.
"Ayah.... terimakasih"
"Anakku harus makan yang banyak, kamu ada audisi besar hari ini" Ungkap Ayahnya yang terus memasukkan udang kedalam piring Ying Hua
"Benar, putriku kamu tidak usah khawatir. Ibu selalu mendoakan kamu agar menjadi selebriti besar di negeri ini"
__ADS_1
"Tentu saja kakakmu ini juga akan mendukung mu sepenuhnya, jika kamu gagal...hmm kakak akan mencarikan drama yang lain untuk adikku yang manis ini"
"Kakak jangan khawatir, aku Ying Hua pasti akan berhasil"
Mereka berempat pun tertawa di meja makan, suasana keluarga yang harmonis memenuhi rumah milik keluarga Ying. Berbanding terbalik dengan keluarga yang lain, yaitu keluarga Wang.
Keluarga Wang
Hanya suara sendok dan garpu yang memenuhi ruang makan keluarga paling berpengaruh di negeri itu, tak ada satupun lirikan dan suara yang keluar.
"Aku sudah selesai, aku pergi"
"Kembali duduk Wang Chen, apa salahnya makan bersama untuk hari ini?" Tanya Ibunya sedih
"Aku sibuk tidak punya waktu"
"Duduklah kembali Chen, dengarkan ibumu"
Wang Chen menyeringai, dia pun duduk dan bersedekap menatap kakaknya Wang Wenxiao dengan dingin.
"Ibumu? Dia juga ibumu bodoh"
"Ibuku? Dia hanya ibumu, ibuku sudah lama berada di dalam tanah" Balas Wang Wenxiao dingin
Tatapan kedua pria itu membangun suasana mencengkam diruang makan, ibu mereka bahkan berkeringat dingin karena tingkah kedua putranya. Wang Chen menggebrak meja, dia menunjuk Wang Wenxiao dengan nada penuh kebencian.
"Sekarang dia ibumu, ibuku bahkan sudah merawat anak yang menyedihkan seperti kamu. Jadi jaga bicaramu" Tekan Wang Chen
"Menyedihkan? Bukankah itu kalian berdua. Seorang wanita dan putranya yang berasal dari keluarga miskin menggoda ayahku, terlihat sangat menyedihkan" Balas Wang Wenxiao
Wang Chen menarik kerah Wang Wenxiao dengan kasar, ibunya berteriak memanggil pengawal untuk melerai mereka. Wang Chen pun melepaskan tangannya dan melirik Wang Wenxiao dingin.
"Sudah hentikan, tidak bisakah sehari saja kalian tenang! Sudahlah kalian pergi saja membuat ibu semakin pusing"
Nyonya Wang pun pergi menuju kamarnya dibantu oleh beberapa pelayan, Wang Wenxiao memperbaiki kerah pakaian nya dan segera melangkah pergi. Dia pun berhenti dijalannya ketika Wang Chen mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Dia sudah kembali, Xiang Ri Kui sudah kembali ...Aku harap kamu jangan menyakiti nya kali ini"