
Sebuah ruangan bernuansa biru muda memancarkan suasana nyaman dan ceria, di dalam ruangan itu terdapat sebuah tempat tidur yang telah dihuni oleh seorang gadis cantik. Gadis itu dengan tidak eloknya mendengkur bahkan mengeluarkan tetesan air liur tanpa henti.
"Nona Ying! Nona! Apakah anda masih tidur?!" Teriak seorang pria berjas
Pria itu membalikkan tubuhnya menatap seorang wanita tua yang langsung segera pergi hendak mengambil sesuatu. Saat wanita tua itu kembali dengan cepat pria itu mengambil kunci kamar dari tangannya.
KLAK
"Nona? Nona? Astaga anda benar-benar masih tidur?!"
Pria itu menggoyangkan tubuh gadis yang masih tertidur nyenyak tersebut, gadis itu dengan lancang menendang bagian wajah pria tersebut hingga membuatnya terdorong beberapa langkah.
"Astaga!! Kalau kamu bukan nona ku sudah aku buang kamu ke laut Cina Selatan! Bangun nona Ying!"
"Umm...aku mau burger...mmm tidak pakek sayur..." Lantur Ying Hua
Aming pria berjas itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku nona nya, kenapa dia harus melayani nona se bar- bar Ying Hua. Jika bukan karena tuan Ying Jiazhen dia tidak akan mau melakukan hal seperti ini.
"Nona! Kalau anda tidak bangun, saya akan mengangkat nona langsung pergi ke lokasi syuting hari ini. Nona pasti akan malu seumur hidup!" Teriak Aming
"Haha...mmm...jangan lupa cola nya hehe" Gumam Ying Hua yang kini masih di alam mimpi
Aming dengan cepat mengangkat Ying Hua bagaikan seonggok karung, ia pun berlari keluar kamar dengan kecepatan yang luar biasa. Ying Hua yang merasa sesak napas pun membuka matanya secara perlahan, ia masih belum bisa fokus melihat apa yang terjadi. Saat dia sudah setengah sadar, Ying Hua terkejut dengan keadaannya yang kini sedang diangkat tidak terhormat oleh asisten iblis nya.
"Hei!! Apa yang kamu lakukan?!!! Turunkan aku!"
"Nona...Kita sudah terlambat, Anda tidak perlu mandi, anda tetap cantik"
"Astaga, turunkan aku sekarang! Aku pusing!"
"Maaf nona, kita tidak punya waktu banyak"
"Aming!!!!!"
Teriakan Ying Hua bagaikan angin lalu yang tidak terasa oleh siapapun bahkan oleh ibunya yang hanya melihat pemandangan tersebut dengan wajah bingung.
Lokasi Syuting Video Musik
Ying Hua yang kini berada di dalam mobilnya tidak mau keluar lantaran kesal dengan tindakan Aming. Ia tetap menempelkan pantatnya di kursi mobil, siapa yang peduli tentang syuting video musik sekarang? Tidak ada seorangpun yang memberitahukan hal seperti ini kepadanya, semuanya terasa tiba-tiba. Kemarin dia baru berbicara dengan YangYang dan sekarang dia harus syuting video musik tanpa tahu apa konsep yang akan diterapkan.
"Aku tidak suka dia, aku benar-benar tidak suka pria sok baik itu. Dia sangat seenaknya, aku adalah bintangnya kenapa dia tidak mengabariku tentang hal ini"
"Nona, ayo turun dulu. Tidak sopan jika kita berada di dalam mobil sementara para kru berjuang dengan panas dan dinginnya cuaca saat ini"
"Salah siapa aku seperti ini ha!! Kamu juga tidak mengatakan apapun dan membawaku seperti itu, apakah kamu mau aku mengadukan hal ini dengan kakakku?"
Maaf Aming...Aku benar-benar kesal, aku ingin menggertakmu sedikit dan mengingatkan kamu siapa yang kamu layani dan ikuti sekarang.
"Ahhh nona jangan seperti itu, saya benar-benar minta maaf tapi tuan YangYang yang meminta semua ini"
"Memangnya dia siapa bisa mengatur jadwal seenaknya, dia seharusnya mencocokkan jadwal miliknya dengan milikku" Tekan Ying Hua
"Nona...Tuan YangYang adalah pria terkemuka di negeri ini, bagaimana bisa dia mencocokkan jadwal dengan kamu seharusnya kamu yang mengikuti jadwalnya"
"Berbicara denganmu sangat mengesalkan"
Ying Hua menatap para kru yang sedang bersiap - siap, dari kejauhan dirinya melihat sosok yang ingin dijambaknya. Pria itu... Ying Hua akan membuatnya membayar semua ini.
Ying Hua pun turun setelah beberapa menit atas rengekan Aming tiada henti, untungnya dia sudah berganti pakaian kasual hanya saja dia belum membersihkan tubuhnya sama sekali. Dia berharap bau tubuhnya tidak akan menyebar nanti.
"Akhirnya kamu datang...Aku kira kamu tidak akan datang" Ungkap YangYang yang muncul dari belakang Ying Hua
Ying Hua membalikkan tubuhnya dan tersenyum paksa, dia mencoba tidak mencekik leher YangYang.
__ADS_1
"Haha...entahlah karena seseorang aku harus berakhir disini. Aku mohon bantuannya Tuan YangYang" Tekan Ying Hua dengan suara direndahkan
"Tentu saja, aku sangat bersemangat untuk bekerjasama dengan mu. Aku menunggu hari ini tiba"
"Wow hahaha....Ayo kita pergi Aming, aku harus bersiap-siap sebelum aku makin liar, kalau begitu permisi Tuan"
Dia benar-benar manusia menyebalkan, bagaimana dia masih bisa tersenyum tanpa rasa bersalah !
Di ruang ganti, Ying Hua sudah menerima konsep apa yang dibuat oleh YangYang. Selama dirinya di dandan, Ying Hua membaca konsep tersebut dengan seksama. Tanpa ia sadari seseorang terus menatapnya di depan pintu ruang ganti dengan senyuman yang tak pernah luntur sama sekali.
Seharian penuh Ying Hua melakukan syuting video musiknya, dia akui kinerja YangYang sebagai orang dalam bidang musik sangatlah luar biasa. Dia bahkan tahu kesalahan kecil yang ada dan dirinya juga berdiskusi banyak hal dengan Ying Hua, membuat Ying Hua terlarut dengan suasana kerja bersama pria itu.
"Bagaimana? Apakah kamu lelah?" Tanya YangYang yang tiba-tiba muncul disampingnya
"Sedikit" Ungkap Ying Hua dengan senyum canggung
"Kamu sangat bagus dalam berakting, pantas saja kamu mendapatkan peran itu. Selamat"
"Terimakasih, aku masih pemula. Aku perlu banyak belajar"
"Sekarang kamu lebih nyaman denganku bukan?" Tanya YangYang
Ying Hua mengerutkan dahi nya, dia menatap YangYang yang berbalik melihat dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ying Hua memang mudah nyaman dengan seseorang yang memiliki hobi ataupun kecocokan yang sama dengannya.
"Aku takut...kamu...selama ini terlihat tidak menyukai jika aku mendekat atau berbicara denganmu" Ungkap YangYang
"Tidak...tidak begitu, hanya saja aku perlu beradaptasi lebih lama. Aku bukan orang yang terlalu friendly jika bertemu beberapa kali"
Ying Hua kini merasa nyaman dengan sosok YangYang, dia dapat melihat bahwa pria disampingnya ini hanya mendekati dirinya perihal pekerjaan. Kini dia bersyukur bahwa YangYang tidak memiliki ketertarikan dengannya dalam lingkup wanita, sepertinya YangYang hanya tertarik dengan dirinya karena bakatnya.
"Baguslah, aku harap kita semakin akrab"
Ying Hua melihat senyuman YangYang yang membuat matanya menjadi bulan sabit, entah kenapa dia merasa ragu untuk mengiyakan pernyataan pria tersebut. Jika membahas tentang pekerjaan, Ying Hua berharap bahwa batasnya berteman dengan pria itu hanya sampai disana tidak lebih.
"Berhati-hatilah, aku akan mengirimkan demo musik video nya kepadamu"
"Terimakasih, kalau begitu aku permisi terlebih dahulu"
Di dalam mobilnya Ying Hua menatap kelamnya langit malam, sudah lama dia menetap di tubuh ini dan dia mencoba untuk menghindari segala macam yang akan membawa Ying Hua menuju kematian. Namun semakin dia menghindar, ancaman itu malah semakin mengejarnya. Wang Wenxiao, Wang Chen, Xiang Ri Kui, ketiga pemeran ini selalu berada di lingkaran kehidupan miliknya, entah apa yang harus dia lakukan untuk mengurangi pertemuan dengan mereka.
Semoga aku bisa melewati semua rintangan ini dengan lancar. Aku akan menyelamatkan diriku serta Ying Hua yang asli di kehidupan kedua ini
Dua Minggu Kemudian...
Ying Hua kini sedang menikmati suasana liburannya, yah dia diberikan liburan oleh perusahaan kakaknya selama seminggu. Tentu saja Ying Hua sangat senang karena Minggu depan dia akan dihantam oleh jadwal syuting drama baru nya. Ying Jiazhen benar-benar sangat menyayangi dirinya dan tidak ingin membuat Ying Hua stress menghadapi jadwal padat.
"Nona!Nona! Lihat ini peringkat musik anda naik menjadi satu di setiap platfrom...Dan anda tahu video musik anda sudah ditonton sebanyak 10 juta! Bayangkan 10 juta nona dalam dua hari!!"
Ying Hua tersenyum kecil, dia sudah menduga hal ini. Pasti publik yang menyukai atau membenci dirinya akan penasaran dengan lagu yang dikeluarkan, mereka pasti akan berbondong-bondong menonton maupun mendengarkan lagunya. Padahal Ying Hua hanya mengharapkan masuk 100 besar di peringkat musik, siapa sangka dalam dua hari lagunya naik menjadi peringkat 1.
"Anda benar-benar hebat nona, sekarang publik mulai memandang anda dalam mata positif" Ungkap Aming gembira
"Tentu saja, aku adalah Ying Hua yang tahu akan segalanya. Kini iklan ku sudah laku keras, dan musikku mendapatkan peringkat yang luar biasa, bukankah kita harus merayakannya Aming?"
"Anda benar nona, kita harus berpesta!" Teriak Aming
"Hmm tapi aku hanya berpesta dengan orang-orang ku saja seperti Bei dan adiknya. Bagaimana dengan mu Aming?" Tanya Ying Hua dengan mata menyipit
Tentu saja dia harus mengingatkan Aming siapa tuan nya, walaupun kakaknya adalah orang yang memberikan pekerjaan kepada Aming. Tetap saja, Aming harus berpihak kepadanya jika sewaktu-waktu dia dan Ying Jiazhen berbeda pendapat. Mau diletak dimana wajahnya jika orang yang selama ini melindungi dia ternyata budak kakaknya. Dia berterimakasih kepada Ying Jiazhen hanya saja dia juga harus waspada dengan rencana kakaknya yang terkadang dia tidak ketahui, Ying Jiazhen merupakan orang yang cukup berbahaya jika dalam keadaan marah. Dia tidak ingin kakaknya terjerumus kedalam kejahatan.
"Nona...i.. itu....jangan membuat saya dilema nona"
"Ada apa denganmu? Apakah sulit untuk memilih pihak mana yang kamu layani?"
__ADS_1
"Bagaimanapun tuan muda adalah..."
"Baiklah aku mengerti, tuan mu adalah kakakku hanya saja aku ingin memberimu peringatan. Jangan mengadu sesuatu yang negatif kepada kakakku, aku tidak ingin dia mengambil tindakan gegabah. Kamu juga harus tahu...aku butuh sosok mu Aming, aku tidak ingin kehilangan wajahku saat orang-orang tahu bahwa kamu adalah orang kakakku. Kamu tahu bukan siapa saja musuh-musuh ku? Mereka pasti akan memandangku sebelah mata karena masih berkutat dengan kekuatan kakakku. Aku tidak ingin membawa nama kakak didalam masalah hidupku, dia sudah banyak mengalami kesulitan karena adiknya yang nakal ini. Apakah kamu mengerti?"
"Baiklah saya mengerti, hanya saja saya berada di pihak netral untuk sekarang nona. Saya berjanji tidak akan memberitahukan hal-hal yang akan membuat nya menjadi singa marah"
"Bagus, terimakasih Aming"
"Jadi nona....Apakah pestanya akan dimulai?" Tanya Aming
"Tentu saja, ayo kita ajak Bei dan Bao Yu pergi ke pantai malam ini"
Mereka berempat pergi menuju tepi pantai dengan Aming yang membawa beberapa makanan. Sementara itu Bei dibantu oleh Ying Hua dan Bao Yu, kaki Bei masih dalam tahap pemilihan dan dirinya belum bisa menggunakan kedua kakinya dengan baik. Untungnya dokter mengatakan bahwa kaki Bei akan bisa sembuh jika mengikuti terapi setiap Minggu.
"Nona...maafkan saya menyusahkan anda" Ungkap Bei dengan wajah sedih
"Astaga, kamu sudah aku anggap sebagai bagian keluarga ku. Jangan meminta maaf seperti itu, hatiku jadi terluka"
"Anda sangat baik, saya akan selalu bersama anda nona. Jadi jangan terlalu sedih dengan semua yang anda hadapi"
"Ada apa denganmu? Tiba-tiba menjadi bijak seperti ini?"
"Tidak ada, hanya saja wajah nona terlihat murung belakangan ini. Saya harap nona selalu bahagia"
"Begitu ternyata, aku baik-baik saja Bei. Terimakasih karena mengkhawatirkan ku"
Wajah Bei memerah karena Ying Hua yang menatapnya dengan tulus, apalagi tubuh dan wajah mereka sangat dekat saat ini. Bei berharap dirinya bisa mengontrol senyumannya.
"Ahh sangat melelahkan, saya kira kita akan berpesta seperti di klub ternyata hanya bakar-bakar saja" Ungkap Aming memelas
"Klub? Apakah menurutmu kita membawa Bao Yu ke klub? Lagipula aku tidak suka tempat berisik itu! Pergi saja jika ingin menggoyangkan pinggulmu itu!"
"Nona jahat sekali, saya jadi sakit hati karena diberi harapan palsu"
"Aku akan melempar sepatuku jika sekali lagi kamu memasang wajah menjijikan seperti itu, jangan memelas kepadaku!" Teriak Ying Hua kesal
Bagaimana dia tidak kesal, Aming sibuk mengerutkan bibirnya kedepan terus menerus dan memelas seperti anak anjing. Dia tidak pernah menghadapi tingkah Aming yang seperti ini rasanya Ying Hua ingin menimpuk batu di kepala pria itu.
"Acara bakar-bakar sambil melihat pantai sangatlah menyenangkan tuan Aming, saya suka dengan hal seperti ini"
"Bei kamu itu terlalu polos, kalau kamu mengenal klub, aku pastikan kamu akan terus ketempat itu"
"Tidak Tuan, saya tentu saja tahu apa itu klub. Dulu saya pernah bekerja ditempat seperti itu dan rasanya tidak menyenangkan"
"Kamu bekerja di klub? Bagaimana bisa?"
"Yah saya membutuhkan uang cepat jadi saya..." Ucapan Bei terpotong oleh kalimat Ying Hua selanjutnya
"Jangan bilang kamu menjual tubuhmu!!! Bagaimana bisa kamu seperti itu! Aku kecewa!"
Ying Hua melepaskan Bei dan berlari menuju lautan dengan larian lambat, Aming memutar matanya jengah pasti nona nya ini sedang berakting sok dramatis.
"Nona saya belum selesai bicara! Saya hanya menjadi pramusaji saja!" Teriak Bei yang didengar oleh Ying Hua
"Bagaimana mungkin aku bisa percaya? Apakah kamu mempunyai bukti?" Tanya Ying Hua kembali dramatis
Aming menggelengkan kepalanya, dia pun berjalan menuju Bei dan membantunya duduk. Aming pun berteriak keras kepada nona sok drama itu.
"Nona!! Jangan kembali yah! saya akan mencari tuan baru, tatah!" Ungkap Aming sambil melambaikan tangannya
Ying Hua yang mendengar hal itu pun naik pitam dan segera berlari menuju Aming, bahkan dia melemparkan sepatu nya secara bar-bar. Malam itu mereka tertawa gembira tanpa tahu apa yang terjadi keesokan harinya.
Bersambung
__ADS_1