
Ying Hua menatap derasanya hujan dari luar jendela, dunia yang ia tempati sangatlah berbeda dengan dunia nya dulu. Sebenarnya apakah dia telah mati atau dia hanya bermimpi panjang dalam komanya?
Wang Wenxiao..Xiang Ri Kui!!! Beraninya mereka memperlakukan ku seperti itu! Jika bukan karena perusahaan Wang, aku tak akan mau mendekati pria busuk sepertinya! Semuanya sudah berakhir! Aku… aku tak bisa kembali
...----------------...
Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Ying Hua akhirnya dipulangkan. Selama dirawat Ying Hua menahan semua rasa tak nyaman, gelisah dan kesalnya karena ruangan yang ia tempati. Terlalu banyak orang, terlalu banyak bau dan terlalu banyak suara, dia sangat tidak menyukai kehidupan barunya ini sepertinya Tuhan benar-benar membenci dirinya.
Ying Hua juga mencoba perlahan menerima wanita yang disebut sebagai ibunya, ibunya yang baru sangatlah cerewet, suka memukul kepalanya dan tak pernah berhenti membahas komputer yang selalu ia mainkan. Ying hua berpikir kehidupannya sekarang sangat miskin tapi mendengar dia memiliki komputer, Ying Hua merasa lebih baik.
Setibanya di halaman rumah, Ying Hua yang keluar dari taksi memerhatikan tempat tinggal barunya. Lingkungan barunya jauh dari kata bersih, sangat bau dan penuh bakteri, dia benar-benar tak tahan semenit ditempat ini.
“Apa yang kamu lakukan? Berdiri disana menatapi pemandangan?” Tanya sang ibu
“Apanya pemandangan” Gumam Ying Hua kesal
“Apakah ini benar-benar rumah kita? Kenapa jelek sekali, kotor dan ughh disana di..disana a..aku melihat ti..tikus!” Tambah Ying Hua histeris
“Ibu Ying?!” Teriak salah satu wanita yang sedang membawa beberapa belanjaan
__ADS_1
Wanita itu segera mendekati posisi Ying Hua dan ibunya, Ying Hua memerhatikan wanita dengan pakaian lusuh dan rambutnya yang terlihat berminyak. Ying Hua memutar bola matanya jengah, kenapa orang- orang yang dia temui semuanya tidak bersih.
“Ibu Zu!Terimakasih banyak sudah mau menjaga rumahku selama aku berada di rumah sakit” Ungkap Ibu Ying
“Aduhh tidak masalah, kita ini sudah seperti saudara…atau seperti…hmm Zu lai cepat kesini! Lihat Xiao Hua sudah pulang” Teriak Ibu Xu kepada anaknya
Zu lai yang dipanggil segera berlari mendekati ibunya, mata Ying Hua tak pernah lepas dari kedatangan orang- orang tak dikenalnya. Dia menatap dari atas ke bawah seorang anak lelaki dengan kaos bergambarkan karakter doraemon tak lupa celana biru muda yang menyakitkan mata serta rambut seperti mangkok membuat Ying Hua memasang wajah masam.
Apa-apaan gaya anak itu, apakah ini zaman purba?
“Zu lai halo” Sapa Ibu Ying
Apakah anak ini…
“Zu lai sapa Xiao Hua” Ungkap Ibu Zu
“Halo Xiao Hu”
Ying Hua tak membalas, ia membuang muka malas. kehidupan barunya benar-benar sangat menyebalkan, dia sekarang mendapatkan tetangga aneh.
__ADS_1
“Ying Hua! Sapa Zu lai! Kenapa kamu bersikap aneh sejak dirumah sakit” Teriak sang Ibu
Ying Hua menghela napas, jika berhadapan dengan ibu barunya dia benar-benar kalah telak selama ini tak ada yang berani memperlakukannya seperti ibu didepannya “Halo Zu Lai”
Zu Lai tersenyum manis tapi wajah Ying Hua masih tetap masam, ibu Ying merasa tak enak hati dengan Ibu Zu karena sikap Ying Hua yang berubah banyak sejak kecelakaan.
“Maafkan Xiao Hua, mungkin dia masih sangat lelah setelah dirawat” Ungkap Ibu Ying
“Hahaha tidak masalah, ada saatnya seseorang juga merasa lelah. Kalau begitu aku dan Zu Lai pulang dulu, jika kalian membutuhkan sup hangat datanglah kerumah ku kebetulan Zu lai merengek ingin dibuatkan sup jahe” Balas Ibu Zu
“Baiklah terimakasih atas tawarannya kalau begitu kami masuk ibu Zu”
Ibu Zu lai melihat punggung dua wanita yang menjauh, dia pun menyenggol siku sang anak yang masih termenung menatap langit.
“Kamu harus menikahi Xiao Hua, hanya dia yang bisa merawatmu. Jika kamu menikahinya, kehidupan ibu akan menjadi lebih santai. Apakah kamu mengerti Xiao Lai?”
“Menikah? Hmm menikah dengan ibu”
“Hah! Bukan dengan ibu tapi dengan Xiao Hua, sudahlah ayo masuk”
__ADS_1
Bersambung