Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Kekesalan Ying Hua


__ADS_3

Ying Hua melewati meja sekretaris kakaknya, sekretaris tersebut memberi salam hormat kepada Ying Hua diikuti oleh sosok tinggi YangYang yang tersenyum manis kepada sang sekretaris muda tersebut. Ying Hua melirik dari samping wajah kemerahan yang ditampilkan sekretaris kakaknya.


Lihat...Dia memang terlalu baik, aku tidak menyukainya sama sekali. Entah kenapa aku menjadi kesal sendiri dengan pria di belakangku. Pikir Ying Hua


Ying Hua pun membuka pintu dan memasuki kantor kakaknya, terlihat Ying Jiazhen sedang sibuk dengan dokumen di meja kantornya. Ying Hua menghela napas panjang, dia meyakini bahwa Ying Jiazhen tidak pulang kerumah lagi beberapa hari ini.


"Jiazhen...Kami sudah datang" Teriak Yangyang


"Oh..Duduklah, kalian berdua datang bersama?" Tanya Jiazhen bingung melihat adiknya bersama dengan YangYang


"Tidak, kami bertemu didepan lift" Jawab YangYang


Ying Hua ingin menjawan namun YangYang selalu menjawab lebih dulu daripada dirinya, Ying Hua benar-benar merasa kesal dengan YangYang sekarang. Ying Hua pun melangkah ke arah sofa dan dengan cepat duduk sambil memainkan handphone nya.


"Kita belum memiliki nomor satu sama lain kan?" Tanya YangYang sambil tersenyum ramah


Ying Hua mengerutkan dahinya melihat tingkah pria itu, untuk apa dia menyimpan nomor orang yang tak terlalu dikenalnya. YangYang hanyalah teman kakaknya bukan temannya, dia tidak paham dengan pikiran YangYang sama sekali.


"Apakah kita harus memiliki nomor satu sama lain? Aku rasa...Aku tidak terlalu dekat denganmu Tuan YangYang"


"Hmm...Sayang sekali aku ingin berteman dengan Nona Ying. Kelihatannya nona Ying sungguh manis jika kesal seperti ini"


Benar-benar pria menjengkelkan. Kesal Ying Hua


"Hentikan itu YangYang, aku tidak akan membiarkan mu melakukan tipu muslihat dengan adikku"


"Siscon" Gumam YangYang


"Kamu mengatakan sesuatu?" Tanya Jiazhen sambil mengangkat kedua alisnya

__ADS_1


YangYang menggelengkan kepalanya, Jiazhen pun dapat bernapas lega. Dia tidak ingin pria itu memiliki hubungan dekat dengan Ying Hua, jika itu sampai terjadi dia bersedia akan memutuskan ikatan pertemanan dan bisnis dengan YangYang. Tentu saja Jiazhen tahu siapa pria di samping Ying Hua, pria yang penuh dengan misteri.


"Baguslah jika kalian sudah datang bersamaan, YangYang adikku akan melakukan shooting video klip untuk lagu terbarunya. Apakah aku bisa meminta bantuan mu untuk hal ini?" Tanya Jiazhen langsung ke intinya


Ying Hua membulatkan matanya, jadi sutradara yang ia minta kepada kakaknya adalah YangYang? Di tinggal di kota yang cukup besar dan banyak sekali sutradara terkenal dan berbakat yang bisa membuat kan video klip untuk dirinya, tapi dari semua orang kenapa harus pria di sampingnya ini?!!


"Tentu saja aku bersedia, aku juga ingin bekerjasama lebih dulu dengan nona Ying sebelum dia semakin terkenal nanti"


"Baguslah, bagaimana dengan ini Ying Hua? YangYang akan mengurus masalah videoklip tersebut. Kalian bisa mendiskusikan konsep apa yang akan kalian ambil nanti."


"Kak...Aku...Bisakah kita..ehem maksudku Tuan YangYang adalah orang tersibuk di industri hiburan, bagaimana orang seterkenal dirinya membuat video klip untuk diriku yang belum punya nama ini? Lebih baik kita menggunakan sutradara yang lain saja, bagaimana dengan sutradara iklan itu? Aku menyukainya, dia juga sangat kreatif kak"


"Apa maksudmu? Kita tidak bisa menggunakan sutradara iklan itu untuk debut panggung mu. Kita membutuhkan sutradara yang kompeten di bidangnya dan YangYang adalah ahlinya. Lagipula dia tidak sibuk sekarang, benarkan itu YangYang?"


"Tentu saja, aku sangat free. Nona Ying tidak perlu khawatir dengan keadaan ku, tapi aku merasa sangat tersentuh bahwa Nona mengkhawatirkan diriku"


Ying Hua menatap kakaknya yang terlihat menunggu jawaban dari mulut nya. Melihat wajah kakaknya yang penuh harap, Ying Hua tak dapat menolak hal tersebut. Dia pun menganggukkan kepalanya dan setuju dengan rencana Ying Jiazhen, bukankah kakaknya ingin melakukan yang terbaik untuk debutnya dan dia ingin menghargai semua usaha saudaranya.


Setelah mereka bertiga berbincang cukup lama mengenai konsep video klip untuk Ying Hua, akhirnya tanpa sadar sudah memasuki waktu makan siang. Ying Hua masih memiliki beberapa jadwal untuk siang ini, dia harus pergi sekarang atau tidak Aming akan memarahi dirinya tanpa henti.


"Kak, aku harus pergi sekarang. Ada jadwal yang harus aku lakukan"


"Ahh begitu, baiklah kamu bisa pergi sekarang. Berhati-hatilah"


Ying Hua tersenyum dan memeluk kakaknya, Ying Jiazhen sedikit kaget dengan tindakan baru Ying Hua namun dia tidak menolaknya dan menepuk punggung Ying Hua dengan lembut. Ying Hua pun memberikan salam kepada YangYang dan segera pergi dari kantor Jiazhen.


Setelah kepergian Ying Hua, kesunyian meliputi ruangan tersebut. Jiazhen menatap dingin kepada YangYang yang masih melihat ke arah adik nya menghilang, dia tidak ingin YangYang menyukai adiknya walaupun itu tidak mungkin akan terjadi.


"YangYang aku mengingatkanmu tentang Ying Hua, jangan coba-coba dengan adikku walaupun kamu adalah temanku"

__ADS_1


YangYang menyeringai dan menatap Jiazhen dengan tatapan lugu, dia tidak mengerti kenapa Jiazhen memasang benteng di sekitar adiknya itu. Apakah ada Ying Hua sangat penting untuk seorang Jiazhen?


"Jiazhen, kamu adalah pria yang sangat dingin dari semua pria yang kukenal. Tapi bersama dengan adikmu kamu menjadi pria yang hangat, melihatmu seperti itu membuatku menjadi tertantang. Apa yang menyebabkan kamu menjadi seperti itu? Aku hanya ingin tahu saja"


"Keingintahuan mu akan menjadi sebuah keserakahan nantinya, jangan melangkah lebih dari ini. Kalau kamu masih berpikiran seperti itu, aku akan memanggilkan dokter lagi untuk memeriksa mental dan otakmu yang gila itu" Sarkas Jiazhen


"Hahahaha....Aku menantikan itu" Ungkap YangYang dengan mata dinginnya


YangYang pun segera berdiri dan melangkah pergi meninggalkan ruangan Jiazhen tanpa meninggalkan salam dengan pria itu. Jiazhen memegang dahinya yang pusing tanpa henti, sebenarnya dia tidak ingin YangYang yang menjadi sutradara untuk debut adiknya tapi semua ini adalah permintaan sang ayah, Jiazhen tahu bahwa semua ini ada campur tangan dari YangYang. YangYang seperti menargetkan adiknya untuk sesuatu yang tidak dia ketahui sama sekali.


Semoga Ying Hua tidak menyukai YangYang, tapi sayangnya Ying Hua adalah gadis yang gampang jatuh hati dengan wajah tampan seperti YangYang. Ha.. sepertinya ini akan menjadi langkah yang berat untukku kedepannya. Pikir Jiazhen


Ying Hua memasuki mobil dan menutup pintu mobil itu dengan keras, Aming terkejut dengan tindakan Nona mudanya. Aming memutar bola matanya dan menghela napas panjang, nona muda setiap hari selalu temperamen. Mungkin umurnya akan bertambah tua setiap harinya jika melayani nona Ying Hua.


"Dasar pria sok tampan yah dia memang tampan tapi aku tidak suka dengannya, dia mengingatkan aku dengan seseorang psikopat di dalam novel. Membuatku merinding saja, astaga aku harus bekerjasama dengannya lagi!!!!" Teriak Ying Hua histeris


"Nona sepertinya kita harus kerumah sakit sekarang!"


"Rumah sakit! Apa yang terjadi? Apakah sesuatu terjadi dengan ibu atau ayah atau bei?" Tanya Ying Hua panik


"Bukan... sepertinya nona membutuhkan dokter karena semakin gila saja. Nona bisakah anda duduk diam dan jangan menutup pintu mobil dengan keras seperti itu, saya tahu anda adalah orang terkaya di kota ini tapi saya pasti akan terkena hukuman dari Tuan muda!"


"Dasar asisten kurang ajar, baru kali ini aku mendapatkan orang seberani dirimu kepada nona nya. Untung aku adalah orang baik"


"Kali ini apa masalahnya nona? Apakah itu pria? Sudah saya katakan hentikan tindakan anda menjadi playgirl, anda adalah seorang artis"


"Semua pria sama saja, semuanya menyebalkan"


Ying Hua pun memejamkan matanya, dia memutuskan untuk tidur daripada mendengar ocehan Aming tanpa henti. Kenapa kakaknya memberikan Aming untuk menjadi asisten nya, haruskah dia mengganti asisten kurang ajar ini?

__ADS_1


__ADS_2