Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Panggilan


__ADS_3

Suasana hening meliputi studio mewah itu dalam beberapa detik, Ying Hua mengernyitkan dahi nya mendengar ucapan tak masuk akal Xukai. Apakah ini kepribadian gandanya? Kenapa pria ini selalu mencari masalah dengan dirinya?


"Apa maksudmu untuk pria lain? Ini lagu tentang diriku"


"Apakah itu untuk keluarga wang? Lelaki wang Wenxiao itu? Kamu masih mengharapkannya?!!"


"Sialan.... Ahh tidak maksudku jangan ucapkan nama sialan itu didepanku, lagu ini untuk diriku yang ingin melepaskan semua perasaan masa lalu." Jawab Ying Hua tegas


Xukai terdiam beberapa detik, walaupun begitu hatinya tidak setuju dengan lirik lagu ini. Kenapa tidak membuat lagu tentang perasaan masa depan saja, kenapa harus tentang masa lalu?


Ying Hua mengetahui apa yang dipikirkan Xukai dan berkata "Aku hanya ingin melupakan rasa itu dengan laguku, setelahnya aku akan merasa lebih bebas dan lepas. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun, aku (masih ingat kontrak kita) Tidak menyukainya" Tentu saja kata- kata masih ingat kontrak kita Ying Hua ucapkan dalam hati kecil nya, hanya mereka berdua yang tahu alasan pertunangan mendadak ini.


"Baik" Jawab Xukai, Xukai pun mengambil langkah mendekati Ying Hua dan duduk tenang disampingnyq, Bei sangat bingung dengan percakapan keduanya sedari awal. Bei hanya tahu rumor tidak mengenakkan Ying Hua yang dulu tapi dia masih sulit untuk mempercayainya.


"Lanjutkan pekerjaan kalian" Tambah Xukai tenang


Apakah menurutnya kami bisa bekerja dengan dia berada disini? Kenapa pria ini tidak memahami suasananya sih!


Ying Hua memutuskan untuk mengabaikan keberadaan Xukai, ia kembali menulis lirik untuk karyanya namun suara ponselnya tanpa henti berbunyi. Ying Hua menghela napas lelah dan melihat siapa yang memanggilnya.


Nomot tidak dikenal


Ying Hua menatap nomor tersebut cukup lama, ia tidak berani mengangkat panggilan tanpa nama dari ponselnya apalagi yang ia pegang sekarang adalab ponsel pribadi bukan ponsel khusus kerjanya. Panggilan itu terhenti karena Ying Hua tak mengangkatnya sama sekali namun panggilan itu kembali masuk membuat Ying Hua agak penasaran dengan identitas yang menelponnya.


"Tidak dijawab kak?" Tanya bei


"Ahh... Aku tidak tahu siapa yang menelpon, lebih baik tidaj menjawabnya"


"Mungkin saja itu dari Tuan Aming, bisa saja dia menggunakan ponsel orang lain?" Tanya Bei

__ADS_1


Ying Hua menjadi berubah pikiran, mungkin saja ini memang Aming. Apalagi asisten bodohnya itu sedikit ceroboh, ia pun menggeser tombol hijau ponselnya "Hallo, siapa ini?"


"Tebak?"


Ahh sialan, aku kenal suara ini! Wang Chen si berengsek... Bagaimana dia bisa mendapatkan nomorku!


Wang Chen merasa Ying Hua akan mematikan panggilannya, ia pun berkata


"Jika kamu mematikan panggilan ini, aku tidak segan segan melakukan yang lebih parah dari sekedat ciuman kita"


"Apalagi sekarang? Bukankah urusan diantara kita sudah selesai? Aku... (Ying Hua melirik ke arah Xukai, ia bingung... Haruskah ia mengatakan segalanya di depan pria ini?) Aku.. Sudah bertunangan sekarang, jadi aku tidak akan bersama kakakmu itu!"


Ying Hua memutuskan untuk berterus terang di depan Xukai, lagipula Xukai harus membantunya menghancurkan keluarga Wang ini. Ying Hua tentu saja tidak melepaskan manusia yang telah kasar dan melecehkannya secara paksa, jika saja orang ini bukan anak dari keluarga terkemuka. Ying hua akan menjebloskannya ke dalam penjara saat itu juga.


Xukai menatap Ying Hua penasaran, ia ingin tahu siapa yang menelpon wanita ini hingga memasang wajah penuh kemarahan dan dendam. Xukai perlahan mendekati Ying Hua, Ying Hua peka bahwa Xukai ingin tahu siapa yang menelpon nya.


"Menurutmu aku akan percaya dengan pertunangan kalian itu? Hanya orang bodoh yang mempercayainya"


"Itu kata-kata yang manis seperti manis bibirmu, ahh haruskah kita mencobanya lagi?"


Xukai mengerutkan keningnya tak suka, apa maksud perkataan Wang bodoh ini. Ia menatap tajam Ying Hua untuk meminta penjelasan, Ying Hua yang ditatap sangat frustasi. Kenapa Wang sialan ini selalu mengungkit masalah ciuman itu??


Ying Hua akan mematikan panggilan namun tangan besar Xukai lebih cepat dari jari-jarinya, Xukai pun berkata "Apakah tuan muda Wang ingin menculik tunanganku? Kamu tahu siapa yang kamu lawan sekarang?"


Suasana ruangan itu sangat dingin, bahkan Bei menggigil ketakutan. Aura Xukai bukanlah main, Ying Hua juga merasa tunduk dengan aura gelap itu. Haruskah ia kabur sekarang? Apakah dia bisa selamat hari ini?


"Hmm... Tidak tertarik karena aku telah mencicipinya"


"Mencicipi??!!" Ungkap Xukai dingin

__ADS_1


Ying Hua ketakutan, ia pun memberanikan diri mendekati Xukai dan berbisik pelan ke telinganya "Dia memaksakku untuk menciumnya, aku dilecehkan. Aku berencana untuk memasukkan nya ke dalam penjara tapi... tapi kamu tahu aku tidak bisa, jadi bantu aku untuk... untuk balas dendam"


Ying hua dengan cepat menjauh, telapak tangannya berkeringat dingin rasanya seperti dikejar segerombolan serigala kelaparan.


Xukai menyeringai, ia cukup kagum dengan Ying Hua karena wanita ini berani berterus terang kepadanya. Wanita ini mempercaya dia maka dia pun akan mempercayai wanita ini.


"Mungkin tuan muda Wang terlalu berharap. Wanitaku mengatakan kau melakukan pemaksaan. Bukankah memaksa wanita adalah tindakan yang menjijikkan untuk seorang pria?"


Bukankah dia juga memaksaku untuk ini dan itu, apa dia sedang membicarakan dirinya sendirii?


"Terlalu berharap? Menjijikkan? Kau Xu..."


"Hentikan omong kosong anda, aku tahu kau akan mengancam Wanitaku lagi. Ingat siapa aku Wang... Aku bisa membuat keluargamu hancur dalam hitungan detik.... pshh.... menghilang"


TUT


Panggilan dimatikan secara sepihak oleh Xukai, Ying Hua meneguk ludahnya kasar. Dia tahu statusnya sekarang namun melihat aura tak bersahabat didepannya membuat Ying Hua tersadar bahwa Xukai sangatlah cocok untuk memerankan antagonis. Ying Hua melirik ke arah lain saat mata gelap itu menatap dingin kepadanya.


"Ikut aku"


Xukai beranjak dari duduknya dan keluar dengan langkah cepat, Ying Hua menatap horor punggung Xukai. Ia pun meminta Bei untuk kembali lebih dulu, ia akan segera menyusul.


"Maafkan aku kak, seharusnya kamu tidak perlu menerima panggilan itu. Ini semua karena kebodohanku" Ungkap Bei merasa bersalah


"Tidak, ini bukan salahmu. Itu aku yang memutuskan untuk menjawab nya, kembalilah Bao Yu pasti merindukanmu"


"Baiklah, kak... Berhati-hatilah, panggil aku atau Tuan Aming jika terjadi sesuatu"


Ying Hua tersenyum kecil, ia pun segera menyusul Xukai yang masih menunggunya diluar. Xukai kembali memimpin langkah dengan suara langkah Ying Hua mengikutinya, mereka berdua memasuki lift. Ying Hua melirik lantai yang ditekan oleh Xukai, itu adalah kantor Xukai berada... Apakah dia akan selamat sekarang? Kenapa dirinya harus terjebak dengan antagonis ini??!! Tapi semuanya sudah terjadi, dan ia mau tidak mau harus mengikuti perintah sang iblis jika ingin hidup.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2