Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Chapter 30 (S2)


__ADS_3

Ying Hua tak paham kenapa Xukai membicarakan wanita itu, dia juga tak paham dengan dirinya yang sangat kesal saat ini. Dia ingin melemparkan mooncake didepannya kepada Xukai dan berteriak keras.


"Jangan memikirkan hal yang tidak tidak tentangku dan dia, aku hanya memanfaatkannya"


"Memanfaatkan dengan mempermalukanku? Kamu tidak ingat kejadian di pesta dan berita berita yang telah tersebar antara kamu dan dia?"


"kejadian di pesta adalah rencanaku untuk memancing bos nya, aku ingin rencana bos shishi bodoh itu seolah olah telah berhasil. Tidak ada hal lain, mengenai berita aku sengaja, bagaimanapun aku harus membuatnya seolah olah berhasil"


"Bos? Siapa bos nya? Apakah kamu sudah tahu?" Tanya Ying Hua yang sudah mulai mengerti arah percakapan mereka


"Kamu sudah tahu siapa musuhku bukan?" Tanya Xukai


"Apakah itu Yangyang atau keluargaku?" Tanya Ying


---


Xukai terdiam, awalnya dia memang ingin menargetkan keluarga Ying tapi sekarang dia sudah melepaskan semuanya. Dia juga berpikir keluarga Ying tak ada sangkut pautnya dengan keluarga Yang. Mereka hanya berbisnis seperti seharusnya, dan Ying Jiazhen mungkin juga tidak tahu kejadian sebenarnya. Dia menyadari dirinya terlalu gelap mata hingga melukai orang yang tak bersalah.


"Apakah kamu sekarang sedang berpikir bahwa mengincar keluargaku adalah hal yang salah?" Tanya Ying Hua


Xukai tersenyum kecil dan menatap mata yang penuh dengan binar tersebut, dari dulu hingga sekarang mata bulat itu tak pernah berubah penuh kehidupan dan kepercayaan diri. Xukai pun menjawab " Benar, aku menyadarinya sekarang"


"Hmmp kamu seharusnya sadar sejak awal, kakakku tidak ada hubungannya dengan masalah kalian berdua. Jangan libatkan kakakku lagi"

__ADS_1


"Jika kamu sudah tahu siapa musuhku jadi kamu tahukan kesimpulannya?" Tanya Xukai


"Maksudmu bos Shishi adalah Yangyang? Lalu bagaimana wanita itu masih hidup dan apa tujuan mereka?" Ying Hua terkejut dengan berita ini, bagaimana bisa pria itu bisa menggunakan Shishi kembali untuk mendekati Xukai. Wah, dia merinding sekarang.


"Yah dia bos besarnya dan bagaimana wanita itu masih hidup karena dia menyelamatkannya, aku baru mendapatkan info ini dari Jianlin. Mereka menyembunyikan wanita itu di rumah sakit tua tak terpakai di hutan, dia mengubah wajahnya sangat mirip denganmu, wajahnya dulu memang hampir mirip dengan kamu hanya saja sekarang dia merubah total hingga semirip kamu"


"Apakah kamu mengatakan bahwa aku mirip dia? Bagian mana nya yang mirip!"


"Tidak begitu mirip jika aku menatapnya secara detail, kamu memiliki mata besar dan mulut kecil. Dia memiliki mata besar yang menakutkan dan mulut tebal"


Ying Hua tertawa senang, baru pertamakali dia mendengarkan ejekan dari mulut Xukai. Dia benar benar merasa gembira karena Shishi telah diejek oleh Xukai. Ying Hua pun berkata "Apakah...Kamu masih memiliki rasa padanya? Bagaimanapun kamu snagat cinta dengannya hingga mengurungku waktu itu"


Xukai menatap Ying Hua tanpa menjawab, namun Ying Hua kesal karena Xukai tak memberikan jawaban apapun. Apakah pria ini masih mencintai wanita itu? Dia benar benar penuh kemarahan saat ini "Jadi kamu masih mencintainya?!!"


Ying Hua menganggukkan kepalanya kemudian menggelengkan kepalanya, kenapa dia terlihat seperti pasangan asli Xukai. Kenapa dia harus peduli jika pria ini masih tertarik kepada wanita itu? Bukankah itu urusannya?


"kamu tidak ingin tahu? baiklah"


"Aku ingin tahu!" Teriak Ying Hua tanpa sadar


"Kenapa kamu ingin tahu? Apakah kamu cemburu?" Goda Xukai


"Hah? A..Aku Ying Hua cemburu, tidak mungkin cih"

__ADS_1


Xukai berdiri dari sofanya dan mendekati Ying Hua, ia pun meletakkan salah satu tangannya disamping kepala Ying Hua dan secara tiba tiba mencium bibir kecil Ying Hua. Ketika bibir mereka bertemu, semuanya menjadi kabur di sekitar mereka. Dunia terasa melambat saat mereka membiarkan gairah mereka terbangun. Ciuman itu dimulai dengan sentuhan lembut, seolah memancing api yang membara. Gerakan bibir yang lembut berpadu dengan getaran berapi-api yang meningkat secara perlahan, menciptakan ikatan yang tak terbantahkan di antara mereka. Rasa manis dari bibirnya menyentuh lidahnya, mengisi mulut mereka dengan kenikmatan yang meluap-luap. Nafas mereka berpadu dalam irama yang terengah-engah, menciptakan ritme yang memikat. Setiap sentuhan bibir mereka menghasilkan guncangan getaran yang membara melalui tubuh, memperkuat gairah yang terus berkobar. Mereka tenggelam dalam kehangatan yang tak tergambarkan, kehilangan diri mereka dalam momen keintiman yang melampaui kata-kata.


Setelah bibir mereka terpisah, rasa malu membanjiri Ying Hua. Pipinya memerah, memancarkan kehangatan yang tak terelakkan dari momen yang baru saja mereka alami. Tatapan mereka saling bertemu, dan dalam tatapan itu terdapat kebingungan campur rasa ingin tahu. Detak jantungnya berdegup kencang di dada, sementara pikirannya berkecamuk dengan berbagai perasaan yang bercampur aduk.


Kecanggungan melingkupi Ying Hua, membuatnya terjebak dalam kebuntuan emosional. Ia tak bisa memungkiri bahwa ciuman itu telah membangkitkan hasrat yang terpendam, tetapi sekaligus ia merasa terguncang oleh keintiman yang tiba-tiba. Rasa malu menempel di tubuhnya seperti mantel berat, mengingatkannya pada sisi rentan yang baru saja terungkap.


Ia merasa tergoyahkan dalam keyakinannya sendiri. Apakah dia benar benar memiliki rasa dengan Xukai? Apakah ini benar-benar perasaan yang ia inginkan? Rasa malu itu membuatnya ragu pada dirinya sendiri, seolah-olah menghancurkan kepercayaan yang telah ia bangun dengan susah payah.


Namun, di balik rasa malu itu, ada percikan kebahagiaan dan kegembiraan. Meski rasa malu memenuhi Ying Hua, ada sensasi kehangatan dan kegembiraan yang melingkupi hatinya. Ia tidak bisa mengingkari fakta bahwa momen itu menghidupkan hasrat dan membuatnya merasa diperhatikan, diinginkan, dan dicintai.


Ying Hua pun mendorong Xukai dan berkata " Kamu kamu menciumku paksa lagi!"


"Bukankah kamu ingin tahu siapa yang aku cintai?" Tanya Xukai


"A..aku bertanya apakah kamu masih mencintai Shishi! Bukan siapa yang kamu cintai! Bagaimana bisa kamu menciumku!"


"Bukankah itu hal wajar karena kamu calon istriku"


Ying Hua pun bergerak menjauh dari Xukai sementara Xukai duduk disisinya sambil menatapnya terus menerus. Ying Hua berkata " Kenapa melihatku! Bukankah kamu harus melanjutkan diskusi kita, aku anggap hal tadi tidak terjadi"


"Kamu malu dan itu sangat lucu" Ungkap Xukai


Wajah Ying Hua semakin memerah, dia pun mengambil makanan didepannya dan makan dengan kegugupan dan malu yang menyelimutinya. Pria disampingnya ini benar benar tidak tahu malu, kenapa dia bisa berubah menjadi pria idiot sih !

__ADS_1


__ADS_2