Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Kesalahpahaman


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 8 malam, Ying Hua yang masih menangis pun segera kembali duduk di atas tempat tidurnya. Dia meratapi apa yang terjadi tadi dan merasa bahwa semua yang ia lakukan adalah sesuatu yang bodoh.


kenapa aku menangis yah?? Pikir Ying Hua yang kebingungan


Ying Hua merasa sangat aneh sejak tadi sepertinya dia memiliki hubungan yang tidak bagus dengan Wang Chen sebelum menempati tubuh ini, sesuatu dalam hati Ying Hua yang dulu tetap masih ada saat diperlakukan dengan kejam dan kasar oleh Wang Chen, rasa itu tak lain adalah rasa takut, rasa gelisah dan rasa kebencian yang mendarah daging. Ying Hua berpikir mungkin itulah yang menyebabkan dirinya menjadi tak terkendali, tubuh ini memang miliknya tapi hati yang ada di dalam tubuh Ying Hua sekarang masih dimiliki oleh Ying Hua yang dulu.


Rasanya rumit sekali jika hati ku masih terombang-ambing seperti ini, sebenarnya kemana Ying Hua yang dulu. Apakah dia benar-benar sudah menghilang? Tapi kenapa rasa ini seperti bukan milikku.


Ying Hua pun melangkah mendekati cermin dan melihat make up diwajahnya yang mulai luntur, untung saja Ying Hua tak perlu menggunakan banyak make up karena wajah ini sudah terlahir sempurna. Tapi ia merasa malu untuk menunjukkan wajahnya didepan semua orang di apartemen, apa yang harus ia katakan nanti? Rasanya ingin menggali lubang seperti tikus tanah.


Ying Hua memegang kenop pintu, ia pun menarik napas panjang dan menghebuskan dengan perlahan. Ketika pintu terbuka, Ying Hua tak melihat ada seorangpun diruang tengah sepertinya mereka sudah tidur, pikir Ying Hua.


Ying Hua memutuskan untuk pergi ke dapur, perutnya sangat lapar sejak tadi siang. Dia tak menyadari suara langkah kaki mendekati dirinya, ketika Ying Hua berbalik sosok kecil Bao Yu mengangetkan dirinya.


"Akhhhh" Teriak Ying Hua


Pintu kamar milik Bei terbuka begitu pula dengan pintu masuk apartemen, terlihat Bei dan Aming yang berlari kencang menuju Ying Hua. Ying Hua benar-benar malu sekarang.


"Ada apa nona? Apakah Anda baik-baik saja?" Tanya Bei panik


"Nona ada apa? Jangan takut saya disini" Ungkap Aming


"Haha kak Ying hanya kaget karena aku" Jawab Bao Yu polos


Ying Hua menutupi wajahnya dengan kotak susu yang ia ambil, bagaimana dia bisa berteriak seperti itu? Ahh rasanya dia telah mengambil keputusan yang salah untuk pergi ke apartemen ini.


"Bao Yu jangan mengangetkan nona seperti itu, bagaimana jika nona terkena serangan jantung?!!" Tekan Bei


"Maafkan aku kakak, maafkan aku juga kak Ying" Ungkap Bao Yu murung


"Ahh...ahh itu bukan salah Bao Yu, tidak ada yang salah disini. Lagipula aku masih muda tidak mungkin terkena serangan jantung bei" Kesal Ying Hua


"Benar nona masih muda tuan bei, jika itu terjadi perusahaan Ying memiliki dokter yang luar biasa untuk menangani penyakit nona" Ungkap Aming percaya diri


"Hei, aku tidak sakit jangan mendoakan aku sakit!" Teriak Ying Hua tak terima


BRRR (Suara perut Ying Hua)


"Nona??" Tanya Bei


"Suara apa itu?" Tanya Aming bingung

__ADS_1


"Kak Ying lapar yah pantas saja seperti mengendap-endap tadi" Ungkap Bao Yu sambil tertawa


Bao Yu sepertinya semakin nakal yah. Pikir Ying Hua


"Ahh nona anda lapar? Saya sudah mengasingkan makanan untuk nona, saya akan hangatkan sebentar" Ungkap Bei


Wajah Ying memerah, dia tidak tahu harus merespon bagaimana. Bao Yu menarik tangan Ying Hua untuk duduk di depan meja makan sedangkan Ying Hua masih dalam keadaan linglung.


Bei meletakkan makanan yang ia hangatkan untuk Ying Hua didepannya, Ying Hua mencium aroma yang begitu lezat. Matanya berbinar saat melihat makanan didepannya, itu adalah maopu dofu kesukaan Ying Hua.


"Nona silahkan makan" Ungkap Bei


"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Ying Hua


"Kami sudah makan nona, maaf kami mendahului nona karena saya yakin nona akan lama keluar dari kamar" Ungkap Bei membungkuk meminta maaf


"Jangan seperti itu, aku disini hanya tamu yah anggap aku sebagai tamu saja. Kalian tuan rumahnya, jadi kalian bisa berbuat apapun yang kalian inginkan" Jawab Ying Hua


Bei tersenyum manis membuat Ying Hua sedikit tertarik, jika Bei diberi makanan sehat lebih sering dan kakinya bisa kembali sembuh ia meyakini Bei tidak akan jauh berbeda dengan tuan tampan dalam novel ini. Wajah yang lugu dan polos seperti anak kecil tapi tubuhnya begitu tinggi dengan bahu lebar itu pasti akan menarik perhatian wanita.


Sayang sekali dia mengalami nasib sial dengan Xiang Ri Kui.


"Nona makanlah, jika nona tidak makan nanti saya akan dimarahi tuan muda" Ungkap Aming


"Tuan muda adalah orang yang saya..." Ucapan Aming terputus oleh kalimat Ying Hua selanjutnya


"Terserah, sukai dia semaumu"


Orientasi seksual Aming aku tidak peduli, kapan lagi aku melihatnya BL dalam dunia nyata ini.


Ying Hua menyantap makanannya dengan semangat, dia tak menyadari sedang ditatap oleh enam mata saat ini. Ketiga orang itu tak lain adalah Aming, Bei dan Bao yu, mereka merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Ying Hua hingga membuatnya menangis.


"Ahh ini enak sekali, terimakasih atas makanannya Bei"


"Sama-sama nona"


Bei dibantu dengan Bao yu membersihkan piring Ying Hua, Aming kini duduk di depan majikannya sambil menatapnya dengan intens. Ying Hua menyadari hal itu dan mulai berlari kabur ke dalam kamar.


"Nona anda tidak bisa lari lagi, anda harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi kepada saya" Ungkap Aming


"Apaa??!! Memangnya apa yang telah aku perbuat kepadamu?" Teriak Ying Hua

__ADS_1


Apakah nona dan Aming? Jadi begitu mereka sedang bertengkar karena pasangan kekasih. Pikir Bei


Jadi tuan Aming sedang hamil yah? Pikir Bao Yu masih polos


Kesalahpahaman semakin melebar, Ying Hua menatap tajam Aming, begitupula sebaliknya. Aming tak mau kalah dengan majikannya sendiri.


"Nona....Tuan muda sangat marah sekarang, dia bahkan meminta pertanggung jawaban dari saya juga. Saya tidak mau tuan muda salah paham tentang kita"


"Kamu!!! Kamu mengadukan masalah ini kepada kakakku! Kamu ingin hubungan kita hancur!" Teriak Ying Hua makin memperlebar kesalahpahaman


Jadi Aming...Aming menyukai tuan muda? Tapi Nona tidak mau putus dengan Aming? Apakah ini cinta terlarang? Pikir Bei


Oh...Kak Ying Hua sangat mencintai tuan Aming. Pikir Bao Yu sambil memakan cemilan nya


"Kalian....Kalian berdua jangan bertengkar, pasti akan ada solusi dalam hubungan kalian ini. Cinta terlarang ini pasti akan terselesaikan" Ungkap Bei


"Cinta? Apanya yang cinta, aku bahkan tak memiliki hubungan dengan Aming. Astaga Aming lain kali perbaiki kata-kata mu, lihat sekarang mereka salah paham" Ungkap Ying Hua


"Tapi nona..."


"Diam atau aku hancurkan bibir mu ini" Bisik Ying Hua kepada Aming


"Baik nona"


Mereka berempat pun duduk di depan meja makan sambil mendengarkan karangan indah Ying Hua, Ying Hua tak mungkin menceritakan tentang dirinya yang dicium oleh si iblis. Dia pun terpaksa mengarang indah kepada tiga orang ini.


"Jadi nona menangis karena nona berhasil menandatangani kontrak iklan dengan X?" Tanya Bei


"Benar, itu adalah impianku sejak kecil" Ungkap Ying Hua berpura-pura sedih


Sejak kecil apanya, itu hanya iklan pembalut sialan. Pikir Ying Hua malu


"Oh jadi begitu, saya pikir tentang apa. Untunglah dengan ini hubungan saya dengan tuan muda akan aman" Ungkap Aming


Dasar Aming dia selalu berbicara yang ambigu.


Mereka jadi salah paham tentang kita bodoh.


"Kak Ying... Pembalut itu apa?" Tanya Bao Yu


Mereka bertiga pun memasang wajah bingung dan tidak tahu bagaimana menjelaskan nya kepada Bao yu yang masih berumur delapan tahun.

__ADS_1


Aku ingin menggali lubang saja.


__ADS_2