
Ying Hua kembali ke meja makan dengan senyuman manis nya, Bei melirik Ying Hua dengan khawatir "Apakah ada sesuatu terjadi kak?"
Ying Hua terkejut dengan pertanyaan Bei, dia pikir sebuah panggilan telepon tidak terlalu mengganggu seorang Bei, Ying Hua pun menjawab " Tidak masalah, hanya urusan pekerjaan. Tidak perlu khawatir"
Bei menghela napas lega, mereka pun melanjutkan makan dengan tenang. Ying Hua bahkan telah melupakan panggilan telepon maut beberapa menit lalu tanpa mengetahui akibatnya.
Ying Hua menyelesaikan makannya dan bermain dengan Bao Yu, Bao Yu sudah memilik beberapa lemak bayi di wajah kecilnya. Sangat lucu melihat Bao Yu yang semakin gembul dan sehat berbeda ketika Ying Hua membawa anak ini dulu, Bao Yu sangat kurus bahkan tak terawat sama sekali. Ying Hua merasa bangga dengan jerih payahnya.
"Lihat kak Ying, kuda poni nya memiliki tanduk yang indah"
"Kuda poni? Bukankah itu unicorn?"
"Tidak! Ini kuda poni!" Tekan Bao Yu sambil menggembungkan pipi nya
Ying Hua tidak menahan kelucuan Bao Yu lagi, ia pun mencubit gemas kedua pipi bayi itu. Bao Yu merengek sedangkan Ying Hua tertawa bahagia, tiba-tiba tawa nya berhenti ketika mendengar bel pintu apartemen.
Ying Hua mengerutkan keningnya, siapa yang datang ke apartemen nya sekarang? Apakah itu kakaknya? Tidak mungkin, Jiazhen sekarang dalam keadaan mental lemah, apakah itu ibunya? Tidak mungkin juga, ibunya sedang merawat kakaknya atau itu ayahnya? Ayahnya bahkan tidak tahu alamat apartemen baru nya ini. Jadi siapa orang yang tahu apartemen ini selain keluarga nya dan Aming.
"Aming...Apakah kamu memesan paket atau Bei?" Tanya Ying Hua
"Tidak, saya tidak memesan apapun nona" Jawab Aming
"Begitu juga saya" Balas Bei
"Apakah itu kamu mahkluk kecil?" Tanya Ying Hua pada Bao Yu yang masih kesal
"Apa itu paket kak?" Tanya Bao Yu penasaran
Ying Hua, Aming dan Bei memiliki pertanyaan yang sama di benak mereka. Tempat ini sangat privasi dan tidak ada siapapun yang tau selain keluarga Ying Hua. Aming tiba-tiba berkata "Mungkin saja itu pemilik apartemen, ayo kita lihat"
Aku rasa aku sudah membayar apartemen ini lunas, entah kenapa perasaanku tidak nyaman.
Aming mengecheck dari layar sebelum membuka pintu, ia melihat sosok lelaki tua didepan pintu apartemen. Aming pun berkata "Halo, apa anda butuh sesuatu tuan?"
__ADS_1
"Ha..Halo saya butuh meminjam panci. Istri saya lupa meletakkan mereka dimana, bisakah saya meminjam nya sebentar?" Tanya pak tua dengan wajah pucat
"Tentu saja, tunggu sebentar"
Aming mengambil panci untuk pak tua tersebut dan segera pergi menuju pintu, Ying Hua melihat Aming mengambil panci mengambil kesimpulan bahwa ada seseorang yang ingin meminjam alat dapur itu. Ying Hua pun kembali melanjutkan kegiatannya mengganggu Bao Yu.
Saat pintu dibuka, Pak tua itu tersenyum gembira. Aming membalas dengan senyum kecil, namun senyuman nya menghilang saat sebuah tangan menahan pintu apartemen. Perlahan sang pemilik tangan menunjukkan wajah nya.
"Tu..Tuan Mao! Kenapa a..anda...ahh tunggu sebentar Tuan!"
Xukai memasuki apartemen dengan ganas membuat Aming terhuyung mundur kebelakang, benturan tubuh Xukai bukanlah main. Aming merasakan bahunya hampir patah karena tubuh batu itu.
"Tu..Tuan!" Teriak Aming
Ying Hua yang mendengar teriakkan Aming mengangkat matanya dan terkejut bukan main, ia melihat sosok yang tak pernah disangkanya berada ditempat rahasia ini. Bagaimana bisa orang ini menemukan apartemennya? Bukan itu masalahnya sekarang...Apakah orang ini melacak keberadaan nya? Apakah orang ini gila?!!
"Kenapa kamu bisa disini!" Kesal Ying Hua
"Apakah ada masalah jika aku melihat simpanan tunanganku?"
"Simpanan? Apa yang kamu katakan?! Aku bukan wanita seperti itu!"
"Lalu? Kenapa memutuskan panggilan ku secara sepihak? Sayang, bukan begini cara bermain nya" Ungkap Xukai datar
"Aku akan menjelaskannya tapi kamu seharusnya meminta maaf terlebih dahulu karena masuk ke apartemen orang secara paksa" Teriak Ying Hua
"Bukankah ini milikmu? Milikmu adalah milikku, kenapa aku harus meminta maaf?"
Ahhh menyebalkan sekali! Kenapa dia ini keras kepala sih!
Ying Hua pun mengalihkan pandangannya ke Bei dan berkata "Bei bisakah kamu membawa Bao Yu kedalam sebentar, aku akan menjelaskan nanti kepadamu"
Bei yang melihat tatapan memohon Ying Hua pun terpaksa menganggukkan kepalanya, ia sebenarnya tak ingin pergi dan ingin melindungi Ying hua dari pria dingin itu. Tapi melihat keduanya seperti memiliki hubungan lebih, Bei mengalah dan membawa Bao Yu bersamanya.
__ADS_1
"Aming pergilah ke kamar Bei, aku perlu ruang dengan Tuan muda Xukai"
Aming pun mengikuti perintah Ying Hua, setelah semua orang pergi Ying Hua meminta Xukai untuk duduk. Xukai melangkah mendekati Ying Hua tanpa sepatah katapun.
"Pertama-tama aku akan bertanya dulu, kamu melacak ku bukan?"
Xukai diam, Ying Hua meyakini bahwa diam Xukai adalah iya. Ying Hua menghela napas berat, seharusnya ia tak bermain-main dengan pria antagonis novel. Pria ini memiliki banyak rahasia dan kekejaman yang lebih banyak belum diperlihatkan kepada dirinya.
"Baiklah, aku akan memaklumi hal itu kali ini karena aku juga bersalah. Tempat ini adalah apartemen ku dan pria serta anak kecil yang belum kamu lihat sebelumnya adalah penulis lagu ku dan adiknya Bao Yu. aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku ingin mengeluarkan album, maka dari itu aku berada disini"
Tapi...Kenapa aku menjelaskan semua ini kepadanya? Ini aneh
Xukai yang tetap diam membuat Ying Hua sedikit gugup, entah kenapa ia merasa seperti orang yang ketahuan berselingkuh? Kenapa ia harus merasa begitu? Dirinya dan Xukai memiliki hubungan hanya di atas kertas saja, benar Ying Hua jangan memikirkan hal-hal yang berlebihan.
"Aku tidak menyukai nya"
Pernyataan Xukai yang tiba-tiba membuat Ying Hua bingung, apa yang tidak ia suka? Apakah apartemennya? Ini adalah apartemen termahal di kota ini. Selera pria ini memang aneh.
"Pria itu...Aku akan mempekerjakan nya, bawa dia ke perusahaan."
"Apa?!! Bei? Kamu akan membawanya ke perusahaan kita??!! Ahh tidak maksudnya perusahaan mu?!!"
Ying Hua benar-benar terkejut dengan perkataan Xukai, apa yang sebenarnya dipikirkan orang ini.
"Aku tidak suka kamu menyembunyikan pria, bawa saja ke perusahaan dimana aku bisa melihat semua nya"
"Apa maksudnya itu?" Gumam Ying Hua bingung
"Ayo pergi, suruh saja asisten mu membawanya"
"Ahh ta..tapi..." Xukai menarik tangan Ying Hua keluar dari apartemen, tentu saja Aming menguping pembicaraan mereka diam-diam dan memutuskan untuk melaksanakan perintah Tuan Xukai.
"Wah benar-benar menakjubkan melihat mereka berdua bisa bersama" Gumam Aming
__ADS_1