Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Iklan Wang Wenxiao (3)


__ADS_3

Aming dan Bei menutup pintu pelan, mereka telah bertelepati sebelumnya. Aming dan Bei memutuskan untuk memberikan ruang bagi Ying Hua dan Xukai agar hubunhan mereka semakin maju


“Bei bukankah kamu menyukai nona ku? Apakah kamu sekarang menyerah?” Tanya Aming


“Aku sudah berkata sebelumnya, selama kak Ying Bahagia aku akan menemaninya”


“Sangat gentleman, kamu pasti akan menemukan wanita mu sendiri”


“Entahlah” Jawab Bei sambil tersenyum kecil


...----------------...


Ying Hua kembali duduk di depan cermin rias, ia mencoba menyibukkan dirinya dan mengabaikan sosok Xukai yang kini duduk di sofa terus menatap dirinya.


Kesunyian di ruang itu membuat Ying Hua tidak nyaman, apalagi Xukai merupakan pria yang kadang sok dingin. Setelah mengenal nya selama beberapa bulan, Ying Hua merasa Xukai cukup cerewet. Ying Hua tak tahan dengan dinginnya ruangan itu, dia pun berkata “Apakah kamu tidak ingin mengatakan sesuatu kepadaku atas tindakan asusila beberapa jam lalu?”


“Asusila? Apa yang salah? Kamu tunanganku kan?” Tanya Xukai santai


Ying Hua memukul meja didepannya cukup keras, ia mengernyitkan dahinya karena tak menyangka itu cukup menyakitkan dan semua tindakannya dilihat oleh Xukai.


“Sakit? Kenapa memukul meja dengan tangan kurus itu?” Goda Xukai


“Berhenti berbicara” Kesal Ying Hua


“Baik”


Ying Hua merasa berbicara dengan Xukai tak akan ada ujungnya, pria ini selalu membalikkan apa yang dikatakannya. Ying Hua pun kembali berkata kesal “Bukankah aku tidak mengizinkan hal itu? Kedua belah pihak harus setuju sehingga hal itu bisa dikatakan bukan tindakan asusila!”


Xukai tetap diam, dia hanya menatap Ying Hua. Ying Hua merasa diabaikan dan semakin kesal, ia pun berdiri dan menunjuk Xukai dengan jari telunjuknya


“Kamu benar-benar tidak sopan, sekarang kamu mengabaikanku! Aku disini adalah korban”


“Bukankah kamu meminta ku untuk diam? Aku sudah diam dan sekarang kamu memarahiku? Apakah laki-laki selalu salah dimata wanita itu benar?”


“Berhenti menggodaku!”


“Aku tidak menggodamu”


Ying Hua menahan kemarahan di dalam hatinya, ia selalu menanamkan dalam pemikirannya bahwa Xukai adalah pria dengan psikologis tak normal. Dia harus tenang dan memaklumi prilaku pria ini, Ying berkata lembut “Kalau begitu minta maaf kepadaku”


“Atas apa?” Tanya Xukai


“Aa..aatas apa?!! Kamu bahkan melupakan sesuatu yang telah kamu lakukan!”


“Memangnya aku melakukan apa sehingga aku harus meminta maaf kepadamu?” Tanya Xukai


Ying Hua mengepalkan tangannya, dia memejamkan matanya sebentar namun bayangan saat ia berciuman dengan Xukai muncul kembali. Tanpa sadar Wajah Yinh Hua memerah, ia pun menggelengkan kepalanya agar bayangan tak senonoh itu menghilang.


Kenapa ciuman dengan pria gila ini aku terus mengingatnya sedangkan aku pernah berciuman dengan Wang Chen tapi sama sekali tidak mengingat apapun!


“Sudah selesai mengingat sesuatu?” Bisik Xukai didekat telinga Ying Hua


Ying Hua merasakan aroma mint di indra penciumannya, telinganya merinding hebat saat suara bisikan Xukai terdengar. Ying hua membuka matanya dan saat itu dia sangat terkejut melihat sosok Xukai berada didepannya, ia dengan cepat mundur sayangnya Ying Hua kehilangan keseimbangan, ia pun menutup matanya untuk menerima rasa sakit yang akan datang.


Setelah beberapa detik dia tak merasakan apapun, ia membuka matanya perlahan dan melihat wajah Xukai sangat dekat dengannya. Hidung mereka saling bersentuhan, dan bibir mereka hanya berada di jarak beberapa cm. Ying Hua menatap dalam mata hitam Xukai begitupula dengan Xukai.


“Dilihat lebih dekat…memang berbeda dan tan terlihat sama” Ucap Xukai


Ying Hua awalnya bingung dengan ucapan Xukai namun ia teringat tentang shishi yang memiliki kemiripan dengannya. Mungkinkah Xukai menatap dirinya untuk mengingat kenangan dengan wanita itu? Entah kenapa dia merasa tak suka, bagaimanapun ia tak ingin dijadikan wanita pengganti.


Ying Hua mencoba mendorong dada Xukai, sayangnya Xukai kembali tersadar dan menarik pinggang Ying Hua lebih dekat kini bibir mereka hampir bersentuhan. Aroma di antara keduanya saling tercium satu sama lain.


“Lepaskan”

__ADS_1


Xukai menyeringai dan menatapa bibir merah muda yang telah ia cium sebelumnya, untuk pertama kalinya dia memiliki ciuman di bibir dan dia tak menyangka bahwa ciuman wanita ini sangat manis. Apakah dia memakan permen vanilla sebelumnya?


“Apakah kamu suka permen vanilla?” Tanya Xukai


“Apa-apaan ini! Kamu lepaskan aku!”


“Jawab saja”


“Aku tidak memakan apapun! Aku juga tidak suka rasa vanilla! Sekarang lepaskan!”


“Kalau begitu…kenapa kamu terasa seperti permen kesukaanku?”


“Sialan! Apa yang coba kamu katakan! Beraninya kamu melakukan ini, ingat perjanjian pertunangan kita!” Teriak Ying Hua


Xukai mengerutkan keningnya, perjanjian pertunangan menyebalkan itu selalu saja disebutkan. Ia sekarang benar-benar menyesali telah membuat perjanjian bodoh dengan wanita ini.


“Apa!” Kesal Ying Hua karena Xukai terus menerus menatapnya


Hampir saja dia mendapatkan ciuman gratis, enak saja menciumku tanpa memberikan manfaat! Yah walaupun dia memberikan manfaat aku juga tidak setuju untuk dicium. Ahh entahlah kepalaku sangat pusing


“Aku harus pergi sekarang” Ungkap Ying Hua


Ying Hua segera melangkah menuju pintu, saat ia akan membuka pintu tersebut. Xukai segera menutupnya dan membalikkan Ying Hua, ia pun mengecup bibir Ying Hua hingga wanita itu membulatkan matanya.


“Ini aneh, rasanya seperti vanilla” Ungkap Xukai sambil berpikir keras


“Ka…kamu! Apa yang kamu lakukan!”


“Kenapa? Kita telah bertunangan, tak ada yang salah dengan sebuah kecupan”


“Tanpa izinku? Ingat perjanji…”


Xukai segera memotong dan berkata “ Aku tidak perlu izin dan mulai saat ini perjanjian pertunangan itu sudah tak ada”


“Tapi…darimana bau tubuhku yang seperti vanilla sih? Apa dia juga memiliki kelainan penciuman?” Gumam Ying Hua


Ying Hua memasuki studio syuting, beberapa staff sedang bersiap-siap. Terlihat wang wenxiao dan sutradara Gu sedang berbincang, Ying Hua menarik napasnya dan segera melangkah maju.


Tenang Ying Hua, ini adalah pekerjaan. Jangan campurkan masalah pribadi dengan pekerjaan ini. Kamu tidak boleh membuat masalah dengan Wang Wenxiao


“Sutradara Gu..Tuang Wang, saya sudah siap”


“Ahh Nona Ying, kenapa begitu cepat? Anda adalah aktris yang pertama kali saya temui sangat tepat waktu” Balas sutradara Gu senang


Sutradara gu merasa dihargai oleh sikap Ying Hua, rata-rata para idol ataupun artis yang bekerja sama dengannya selalu semena-mena. Sering datang terlambat, memarahi staffnya, meminta hal ini dan itu tapi sekarang wanita didepannya datang tepat waktu dan tidak membuat masalah apapun sejauh ini.


Dikejauhan Xukai menatap punggung Ying Hua yang sedang berbicara dengan sutradara Gu, tak lupa tatapan dingin ia lemparkan ke arah sosok Wang Wenxiao. Pria itu sebelumnya memiliki hubungan dekat dengan Ying Hua, dan dia tak menyukai pria ini. Tangannya sangat gatal untuk menyingkirkan Wang Wenxiao, sudah lama dia tak berburu aroma darah terakhir ia melakukannya kepada Ying Jiazhen.


Wang Wenxiao yang merasa ditatap segera mengalihkan pandangannya ke arah Xukai, dia menyeringai kecil. Tentu saja dia tak menyangka kedua orang ini sedang memainkan akting mereka dengan baik.


Menyeringai? Wang Wenxiao beraninya kamu! Pikir Xukai kesal


Ying hua tak menyadari kedua orang yang memancarkan perang dengan kedua mata nya, hanya bei dan Aming yang sedang duduk di pinggir ruangan melihat semuanya. Aming telah memesan sebuah popcorn caramel, untungnya dia tak merasa rugi membeli popcorn ini karena tontonan hari ini sangat menegangkan.


“Kak Aming, aku rasa akan terjadi perang ketiga diantara keduanya. Mereka sama-sama keras kepala, kenapa tidak ada yang memikirkan perasaan kak Ying?” Tanya Bei tak suka


“Kamu itu masih kecil, kamu tidak akan tahu rasa kepemilikan diantara satu singa dan satu harimau. Jika mereka sudah menandai mangsanya, mereka tak akan pernah melepaskan mangsa itu” Jawab Aming


“Jadi kak Ying adalah mangsa? Bagiku kak Ying seperti malaikat bukan makanan hewan” Balas Bei


“Astaga kamu ini tidak pernah belajar metafora yah, aku tak tahan bicara denganmu. Tonton saja mereka!” Kesal Aming


Bei mengerucutkan bibirnya, memangnya apa yang ia katakan salah? Kak Ying bukanlah makanan mereka, dia benar-benar tidak mengerti dengan pola pikir anak orang kaya.

__ADS_1


Ying hua memulai syutingnya, senyuman manis tak pernah luntur dari wajah kecil itu. Para staff yang awalnya bersikap buruk kepada Ying Hua kini mengakui kinerjanya. Bagi para staff artis yang tan merepotkan adalah artis yang mereka sukai.


“Cut! Bagus nona Ying, anda benar-benar membawa iklan ini sangat manis dan ceria” Teriak Sutradara Gu


“Terimakasih Sutradara Gu semua ini berkat pengarahan anda”


“Haha bagus bagus, seharusnya saya bekerjasama dengan anda dari dulu”


Ying Hua melanjutkan take adegan kedua, ketiga dan seterusnya hingga malam pun menyambut mereka semua yang berada di studio syuting. Awalnya sutradara Gu menebak syuting iklan ini akan memakan waktu lima hari, tapi melihat dari performa Ying Hua…mungkin besok syuting iklan ini selesai.


“Cut! Sudah selesai nona Ying, kita akan melanjutkannya besok”


Aming dan Bei segera mendekati Ying Hua, Aming sibuk mengelap keringat ying hua yang sama sekali tak terlihat sedangkan Bei memegang kipas kecil untuk menghilangkan hawa panas ditubuhnya. Ying Hua duduk dan meminum airnya sambil menikmati sikap kedua nya.


“Dimana pria itu?” Tanya Ying Hua


“Maksud anda Tuan Mao? Dia…entahlah” jawab Aming


“Jangan bilang dia pulang” ungkap Ying Hua tak senang


“Apakah anda cemberut nona? Wajar saja hubungan anda dan tuan saya lihat semakin membaik” Balas Aming


“Siapa yang cemberut! Aku hanya bertanya, apa yang salah jika aku menanyakan keadaan bos ku?”


Bei sedikit terkejut karena bentakan Ying Hua, ia pun berkata gugup “ta..tadi aku melihat tuan Xukai dan tuan Wang pergi kesana”


Bei mengarahkan telunjuknya kesuatu tempat di luar ruangan, Ying Hua menghela napasnya. Terserah kedua orang itu ingin berbuat apa, dia tidak mau ikut campur dengan apa yang terjadi di antara mereka.


Disisi gedung studio syuting terdapat sebuah gudang gelap yang tak dipakai, suara rintihan seseorang membuat gudang itu tak ingin dimasuki oleh siapapun. Sosok Wang Wenxiao terkapar dilantai gudang yang dingin didepannya berdiri Xukai yang sibuk menghembuskan asap rokok.


“Hah hah, apakah huaer tahu tingkah psikopat anda tuan mao?” Tanya Wang Wenxiao remeh


Xukai menghembuskan asap rokoknya perlahan, ia pun menyeringai dan berkata “ Dia sudah tahu kalau tidak tahu untuk apa dia berani bertunangan denganku?”


Suara tawa kesakitan keluar dari mulut Wang Wenxiao, ia pun mencoba untuk berdiri dari tanah. Dia pernah mendapatkan tendangan maut Xukai dan sekarang pria ini tanpa alasan membawa dirinya dan memukulnya tanpa ampun.


“Bukankah pertunangan kalian hanya sandiwara? Katakan kepadaku apakah alasannya karena aku? Apakah Ying Hua masih tak melupakan ku dan ingin membuatku cemburu?” Tanya Wang Wenxiao percaya diri


Xukai mendelik tak suka, ia pun menjatuhkan putung rokoknya dan menginjak nya dengan kuat. Xukai kembali mendekati sosok Wang Wenxiao yang sudah babak belur dan berkata “ Apakah itu sandiwara atau tidak bukan urusanmu. Sekarang dia adalah wanitaku, jangan pernah merasa harapan sampah mu itu akan terjadi.”


“Kamu hanya mempermainkannya! Kamu memanfaatkannya kan!” Teriak Wang Wenxiao


Xukai meninju perut Wang Wenxiao dengan kekuatan penuh, darah segar keluar dari bibir Wang Wenxiao membuat ia kembali terkapar di tanah. Wang Wenxiao mencoba bernapas dengan benar tapi bagian yang ditinju oleh Xukai sangatlah menyakitkan.


“Jangan berlebihan, aku tidak seperti kamu yang selalu mempermainkannya. Setidaknya aku membantunya saat dia membutuhkanku, aku tidak pernah mengabaikan wanita yang berada disampingku”


“Tidak saya sangka anda sangat cerewet, Ying Hua benar-benat memberikan dampak kepada anda yah tuan mao…tapi jangan berharap bahwa anda akan selalu bersamanya. Ada seseorang yang lebih berbahaya dari kamu ataupun aku yang menginginkan Huaer, apakah menurutmu kamu bisa melindunginya”


Xukai berjongkong didepan Wang Wenxiao dan menarik rambutnya hingga membuat Wang Wenxiao merintih sakit, Xukai pun berkata dingin “Jika begitu aku akan membunuh mereka”


Xukai pun melepaskan rambut yang ia tarik dengan kasar, dia mengambil sapu tangan di sakunya dan membersihkan beberapa sisa darah yang terlihat ditangannya. Dia pun melemparkan sapu tangan itu ke arah Wang Wenxiao dan meninggalkan pria itu sendirian di gudang tanpa cahaya apapun.


Sutradara Gu mencari sosok Wang Wenxiao namun tak menemukannya sama sekali, Ying Hua bahkan juga ditanya mengenai sosok Wang Wenxiao yang menghilang. Ia pun berdeham dan memberitahu arah mana wang wenxiao pergi saat bei melihatnya.


“Terakhir kali saya mengambil adegan, saya melihat sosoknya sekilas pergi ke arah sana sutradara gu. Mungkin saja tuan wang sedang mencari udara segar” Ungkap Ying Hua


“Ahh baiklah, terimakasih dan berhati-hatilah saat pulang. Aku permisi”


Ying Hua menganggukan kepalanya, dia yakin Xukai pasti sedang melakukan hal buruk kepada Wang Wenxiao. Apa yang telah dilakukan Wang Wenxiao hingga menyinggung Xukai?


Aku harap Xukai tidak berencana membunuhnya, jika sampai itu terjadi…apakah dia masih tetap xukai yang sama dengan di novel?


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa klik like, favorit, dan beri vote


__ADS_2