
Ying Hua bergantung ringan di udara melupakan tubuhnya yang penuh luka, Jianlin yang mendengar suara tersebut segera masuk dan membulatkan matanya melihat pemandangan itu. Dia segera memanggil keamanan
"Kenapa membantuku? Kamu sudah tak memerlukan aku lagi, sudah ada wanita yang mirip denganku disampingmu"
"Diam, berbicara lagi. Setelah ini aku akan menghukummu"
Ying Hua menggoyangkan tangannya untuk melepaskan diri, Xukai merasakan amarah sekaligus ketakutan yang sangat besar. Melihat kembali wajah Ying Hua, itu seperti bukan Ying Hua yang ia kenal.
---
"Apakah kamu mau mati?! Berhenti bersikap kekanakan!"
"Kekanakan? Aku? Aku hanya mempercepat rencanamu, bukankah setelah semua berakhir aku akan mati juga jadi untuk apa aku hidup jika dimanfaatkan seperti ini! Aku Ying Hua tidak akan mau diinjak seperti itu"
Lengan Xukai sudah berlumuran darah berkat pecahan kaca yang menusuk lengan kirinya, Ying Hua merasakan darah yang terus menetes dari atas. Dia melihat kebawah dengan dingin dan terus menggoyangkan tubuhnya, Xukai mencoba menahan tapi darah yang keluar membuat ia sedikit pusing.
"Hentikan!"
Ying Hua menyeringai, disaat tangannya sudah mulai terlepas. Ia berayun kencang ke belakang, Xukai merasakan tangannya yang terlepas dan membulatkan matanya penuh ketakutan, Ying Hua pun jatuh dari ketinggian gedung yang tak terbayangkan itu. Jianlin yang segera datang terkejut bukan main melihat Ying Hua yang sudah jatuh dari gedung.
__ADS_1
"I..ini tu..an"
Xukai masih diam, namun dia kembali sadar saat mendengar suara teriakan seseorang.
"Wahh!! Apa yang terjadi?!" Teriak seorang pria
Xukai mengarahkan kepalanya kebawah dan melihat gondola pembersih kaca yang tidak jauh dari ruangannya, hanya beda 2 lantai. Dia melihat sosok Ying Hua yang sudah terkapar tak sadarkan diri, darah menyelimuti tubuh kecil itu. Xukai langsung bertindak untuk melompat turun namun dicegat oleh dua keamanan dan Jianlin.
"Tuan! Jangan, tolong berpikir jernih"
"Dia masih hidup, lepaskan aku"
"Apa?!!" Teriak Jianlin
"Dan kalian berdua cepat beritahu pekerja itu untuk turun segera"
Kedua keamanan segera pergi begitupula dengan sosok Xukai dan Jianlin yang mengikuti dari belakang. Di luar gedung banyak orang penasaran dengan apa yang terjadi, namun mereka tidak berani mendekat karena keamanan mengitari gondola pembersih kaca dengan ketat. Tiba-tiba sosok Xukai keluar dari gedung dengan langkah cepat dan masuk kedalam kumpulan keamanan berbadan besar tersebut.
"Apa yang terjadi? Kenapa bos terlihat ketakutan?" Tanya pegawai yang melihat kejadian tersebut
__ADS_1
"Tidak tahu, sepertinya terjadi sesuatu yang besar. Lihat tadi, banyak darah di tubuhnya, apakah dia melukai seseorang?"
"Walaupun dia membunuh, dia tidak akan masuk penjara. Uang dan kekuasaan adalah segalanya" Balas pegawai yang lain
Xukai segera mengangkat Ying hua tak lupa ia menutupi tubuh dan wajahnya dengan jas yang ia gunakan, dia tidak ingin kejadian ini tersebar dan mempengaruhi citra Ying Hua.
"Siapkan mobilnya"
"Baik tuan"
Sebelum kejadian Ying Hua melompat
Ying Hua turun dari mobil dan berjalan cepat menuju gedung perusahaan Mao, dia berhenti dan melihat gedung besar didepannya penuh kemarahan. Matanya melihat ke atas dan menemukan gondala pembersih kaca yang tak jauh dari ruangan Xukai berada. Dia pun memikirkan sebuah cara agar Xukai tidak semena mena lagi dengannya.
"Lihat saja nanti Mao Xukai, aku akan membuatmu mengikutiku"
---
Ying hua dibawa kerumah sakit terkenal di kota itu, dia dengan cepat diberi perawatan. Xukai tetap duduk disampingnya mengawasi Ying Hua, Jianlin telah meminta tuannya untuk membersihkan diri tapi tuannya sama sekali tidak mendengarkan.
__ADS_1
KRING
Suara ponsel Xukai berbunyi, ia melihat siapa yang memanggilnya tak lain adalah Shishi. Dia pun menolak dan langsung mematikan ponselnya, dia memandang sosok wanita di atas tempat tidur dengan wajah pucat. Xukai tak bisa mengelak lagi, hatinya benar benar hancur saat Ying Hua melakukan perbuatan gila tersebut. Kini, dia tahu bahwa dia mencintai wanita gila ini. Apa yang ia harus lakukan dengan kegilaannya itu?