Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Dewi Iklan


__ADS_3

Ying Hua kini sedang berada di lokasi syuting untuk iklannya, setelah beberapa Minggu Wang Wenxiao dan Wang Chen tidak muncul lagi didepannya. Ying Hua bersyukur karena hal itu, dia telah meminta pengawal kepada kakaknya. Ying Hua beralasan bahwa dia akan menjadi idol terkemuka dan butuh pengawal yang dipercaya dan bisa melindungi nya, dengan mudah kakak nya mengabulkan apa yang ia minta. Dan saat itulah kedua manusia jahat itu tidak pernah terlihat lagi.


"Sudah selesai, jangan sampai kamu menangis atau make up mu akan hilang Ying Hua" Ungkap sang penata makeup dan gaya nya itu


Wanita ini tidak sopan sekali mengatakan dengan nada tinggi seperti itu, memangnya aku ini temannya apa. Kasian sekali kamu Ying Hua seharusnya kamu tidak pernah mengejar pria bernama Wang Wenxiao itu, dia sudah menghancurkan hidup mu ini.


"Baiklah terimakasih kakak" Ungkap Ying Hua sambil pura-pura tersenyum manis.


Ying Hua keluar dari tendanya, ia melihat banyak orang yang mulai bersiap-siap untuk syuting di pagi hari ini. Ying Hua mendatangi sutradara dan memberikan salam kepadanya, tak lupa ia menyapa semua para kru produksi dan memberikan salam hangat dengan senyuman manis yang tak memudar dari wajahnya.


"Hei lihat dia, dia benar-benar berubah sekali. Dia bahkan tersenyum dan menyapa kita dulu dia selalu berteriak karena dia menganggap dirinya adalah istri keluarga Wang"


"Bukankah itu bagus jika dia sudah sadar bahwa dia tidak bisa memasuki keluarga Wang. Aku cukup suka dengan karakter nya yang baru ini, sangat melelahkan mendengar artis yang berteriak seperti orang gila" Balas wanita yang lain


"Yah setidaknya ini lebih baik, hah...kita tidak punya hiburan lagi untuk memberikan komentar benci kepadanya di media sosial" Balas yang lainnya


Ying Hua yang mendengar hal itu mengepalkan tangannya sambil tersenyum membalas kru produksi yang lain, ia melihat grup wanita kru produksi itu berada tidak jauh darinya. Haruskah membicarakan seseorang di belakang nya seperti ini? Apa komentar kebencian?!! Jadi mereka juga melihatnya sebagai hiburan untuk melepaskan kebencian mereka begitu? Dasar wanita ular!?!


Ying Hua segera berjalan ke depan, ia menatap kamera dan lampu sorot yang mengarah kepadanya. Semua orang merasa ingin tertawa melihat sosok Ying Hua yang serius, mereka berpikir bahwa bekerjasama dengan Ying Hua akan seperti berada di neraka. Bahkan sebagian dari mereka sudah menelpon keluarga nya bahwa mereka akan berkerja lembur karena harus bekerja dibawah seorang iblis.


"Ying Hua kamu sudah membaca naskahnya kan? Aku harap kamu dapat bekerjasama dengan hal ini. Aku berharap besar dengan proyek kita" Ungkap sang sutradara


"Tentu saja, aku akan melakukan yang terbaik pak" Balas Ying Hua dengan senyuman yang mekar


"Camera...slate...rolling and action"

__ADS_1


Ying Hua melakukan iklannya dengan baik, di dunianya dulu ia pernah belajar akting. Dia selalu mendapatkan peringkat tertinggi di antara trainee lainnya, kini dia akan menunjukkan aktingnya didepan dunia.


semua orang terdiam saat melihat kata-kata dan mimik wajah Ying Hua yang sangat ringan dan lancar, seolah-olah iklan ini memang hanya pantas untuknya. Dia sangat penuh dengan suasana positif dan membuat sutradara tersenyum melihat pengambilan gambar pertama dari Ying Hua, seperti yang diharapkan oleh Ying Hua. Sutradara tahu bahwa gadis muda didepannya ini adalah seorang jenius, dia pasti akan menjadi seseorang yang berhasil di masa depan.


"And you're make up...Lancime" Ungkap Ying Hua


"Cut" Teriak sutradara dengan wajah gembira


Semua orang yang mengejek Ying Hua merasa terpana dengan apa yang mereka lihat, hanya dalam sekali take saja Ying Hua sudah berhasil membuat kru produksi terpukau. Para kru produksi kini menatap Ying Hua dengan tatapan memuja, mereka baru pertama kali melihat seseorang dengan aura natural seperti nya. Kemana saja mereka selama ini?!!


"Sangat bagus sekali Ying Hua"


"Benarkah? Bolehkah aku melihatnya pak?"


"Tentu kemarilah"


"Sekarang ke set selanjutnya"


Ying Hua mengganti pakaiannya menjadi pakaian cheerleader bewarna biru muda. Ia berjalan ketengah set dengan wajah tenang, semua orang terpana dengan kecantikan Ying Hua. Mereka hampir mengalami serangan jantung karena cahaya yang keluar dari wajah cantik itu


"Camera...Slate... Rolling and Action"


Suara musik gembira terdengar, Ying Hua menari dengan manis dan menyegarkan membuat semua orang kembali terpana akan dirinya.


"And you're makeup...Lancime"

__ADS_1


"Cut" Teriak sutradara


"Bagus sangat bagus, kenapa tidak ada kesalahan sama sekali??" Teriak sutradara heran


Ying Hua hanya tersenyum manis, ia kembali mendekati sutradara dan menonton layar. Sang editor sudah bersiap-siap dengan catatannya, ketika Ying Hua mulai berbicara kecepatan mencatatnya sangat luar biasa. Sang editor menggebu-gebu semangat saat Ying Hua menjelaskan tentang edit untuk iklan.


"Aku tidak menyangka bahwa kamu memiliki bakat dalam hal ini" Ungkap pak sutradara


"Aku hanya mempelajari nya di buku pak, jangan terlalu melebihkan aku. Semua orang bisa mempelajari nya" Ungkap Ying Hua


Tidak kami bahkan tidak tahu apa yang kamu katakan sang dewi iklan. Pikir semua orang


Ying Hua tidak mengetahui bahwa dirinya sudah dijuluki sebagai dewi iklan karena dalam sekali take saja dia sudah berhasil. Kini para kru produksi kembali menelpon keluarganya dan mengatakan bahwa mereka akan pulang ceoat, sang Dewi sudah terlahir di dunia.


Ying Hua duduk di mobilnya dengan nyaman, ia cukup lelah hari ini karena dia melakukan banyak pekerjaan. Padahal dirinya baru melakukan satu schedule saja, bagaimana jika dia melakukan lebih dari satu mungkin dia akan tepar di dalam mobil.


"Apakah kamu ingin membeli sesuatu?" Tanya sang manajer


Ying Hua telah mengganti manajernya menjadi manajer pilihan kakaknya, ia tidak menyukai manajernya yang dulu yang bertindak kasar dan semena-mena. Kini dia meminta manajer laki-laki yang bisa menguasai teknik bertarung, dia masih berjaga-jaga dari serangan Wang Chen.


"Tidak ada kak, apakah aku ada jadwal lagi setelah ini?" Tanya Ying Hua


"Ahh kamu akan bertemu dengan direktur, direktur menelpon ku tadi"


"Maksud kakak, Ying Jiazhen?" Tanya Ying Hua

__ADS_1


"Yah, Direktur ingin mengatakan sesuatu"


"Baiklah, ke kantor kakak saja. Aku akan makan siang disana" Ungkap Ying Hua


__ADS_2