Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Ying Hua Asli (6)


__ADS_3

Ibu Zu lai melihat punggung dua wanita yang menjauh, dia pun menyenggol siku sang anak yang masih termenung menatap langit.


“Kamu harus menikahi Xiao Hua, hanya dia yang bisa merawatmu. Jika kamu menikahinya, kehidupan ibu akan menjadi lebih santai. Apakah kamu mengerti Xiao Lai?”


“Menikah? Hmm menikah dengan ibu”


“Hah! Bukan dengan ibu tapi dengan Xiao Hua, sudahlah ayo masuk”


...----------------...


Saat memasuki rumahnya Ying Hua mengerutkan kening sangat dalam, rumah ini terdiri dua lantai dengan beberapa perabotan yang terlihat usang dan lapuk. Ketika dia menaiki tangga untuk naik ke lantai atas, suara lapuk kayu berdecit keras. Ying Hua segera mundur cepat, apakah tangga ini ingin membunuhnya? Bagaimana ada manusia bisa tinggal di tempat seperti ini? Dia tidak bisa! Dia harus keluar dan tinggal di apartemen

__ADS_1


Ibu Ying melihat Ying Hua berjalan ke arah pintu, dia pun mendekati anaknya dan berteriak “Mau kemana! Cepat istirahat ke kamar”


Ying Hua berhenti dan membalikkan tubuhnya dan berkata protes “ Aku tidak bisa tinggal ditempat berbahaya ini”


“Apanya yang berbahaya? Dari lahir kamu sudah tinggal disini! Jangan nakal kembali ke kamar”


“Tidak! Aku akan tinggal di apartemen!” Tekad Ying Hua


Ibu Ying terkejut mendengar perlawanan sang anak, Ying Hua yang dulu tidaklah seperti ini walaupun anaknya banyak menghabiskan waktu di depan komputer. Ying Hua rajin membantu ibunya berjualan di pasar dan menuruti semua perintahnya, ia tak pernah mengeluh jika sehari hanya memakan nasi dan kecap tapi sekarang Ying Hua meminta tinggal di apartemen. Ibu Ying sudah menahan sikap anaknya sejak dirawat dirumah sakit kali ini dia tak bisa menahannya lagi.


Ying Hua terdiam, pertama kalinya dia diteriakin oleh seseorang dengan ganas. Tapi dia benar-benar tak bisa hidup ditempat tak layak ini dan berkata “ Aku yang akan mengurusnya, aku tidak bisa tinggal disini”

__ADS_1


“Ada apa dengan mu! Ada a..ahh”


Ibu Ying kehilangan keseimbangan dan memegang jantungnya erat. Seharusnya dia tak boleh berteriak ataupun kehilangan emosi sesaat karena ucapan aneh sang anak tapi tatapan Ying Hua saat berkata ingin pergi terlihat serius membuatnya sangat emosi.


“Ada apa! Ibu!!” Teriak Ying Hua


Mendengar suara keributan tetangganya, Ibu Zu Lai segera membuka pintu rumah Ying dan melihat ibu Ying sudah tak sadarkan diri. Dia pun segera menelpon ambulans semantara Ying Hua terus menangis tanpa henti, ia tidak tahu kenapa dia menangis padahal dia belum mengenal wanita yang disebut ibu ini, hatinya benar-benar terluka dan wajahnya penuh dengan penyesalan.


Di rumah sakit, dokter memberitahukan penyakit ibunya. Ibunya tak boleh terlalu emosi karena akan menyebabkan tekanan darah tinggi dan kabar buruknya ibu nya bisa terkena stroke, Ying Hua sangat terkejut dia tak menyangka bahwa dirinya hampir membunuh seseorang dan orang itu adalah ibu kandung tubuh ini.


Setelah keluar dari ruangan dokter, Ibu Zu Lai mendatangi Ying Hua dan menepuk pundaknya ringan “Jangan khawatir, ibumu adalah orang yang kuat. Aku mendengar pertengkaran kamu dengan ibu mu, Xiao Hua… Kamu harus tahu sejak dulu ibumu tak pernah merasakan apa itu istirahat, dia selalu berjuang agar kamu bahagia dan menjalani hidup lebih baik, jangan meminta lebih padanya jika kamu belum bisa membuat ibu mu bahagia dan beristirahat nyaman”

__ADS_1


Ying Hua menundukkan kepalanya, tetesan air mata terus jatuh mengenai dinginnya lantai rumah sakit itu. Ying Hua merasa bersalah dan hatinya sangatlah sakit, apakah ini perasaan dari pemilik tubuh yang ia tempati sekarang? Jika masih ada perasaan pemilik yang dulu kemana pemilik sebenarnya?


Bersambung


__ADS_2