
"Kakak apakah dia seseorang yang kamu benci? Kenapa kamu juga menarik tanganku"
Ying Hua merasa bingung dengan apa yang terjadi, sebenarnya ada dengan pria tampan sebelumnya. Kenapa Ying Jiazhen tiba-tiba kabur seperti orang yang merasa jijik dengan pria itu. Sangat aneh, pikir Ying Hua.
Mendengar teriakan Ying Hua, Ying Jiazhen segera berhenti dan menariknya ke depan, dia menatap Ying Hua kemudian melihat pria yang berjalan mendekati mereka. Ying Jiazhen segera memasang senyum dingin, Ying Hua sangat terkejut dengan prilakunya yang tiba-tiba berubah menjadi kekanakan.
Sebenarnya siapa pria mirip artis ini? Apakah dia seorang musuh yang dikenal oleh Ying Jiazhen. Entah kenapa semakin pria itu mendekat, perasaanku menjadi sangat gelisah.
"Kamu....Kamu kenal dia?" Tunjuk Ying Jiazhen ke arah pria tampan itu.
Ying Hua mengerutkan keningnya, tentu saja dia tidak tahu siapa sosok pria tampan itu. Mungkinkah dia artis terkenal, maka dari itu mereka harus menghindari nya agar tidak terkena tangkapan kamera paparazi. Ying Hua segera mendekat ke arah Ying Jiazhen dan berbisik kepadanya.
"Apakah dia artis terkenal? Jadi kita tidak boleh membuat masalah dengannya, begitukah?" Tanya Ying Hua dengan bingun
Melihat wajah Ying Hua yang bodoh, Ying Jiazhen tertawa riang dan merasa lega dengan jawaban Ying Hua.
"Yah benar dia artis terkenal jadi jangan buat masalah ataupun mendekatinya jika kamu tidak ingin diserang oleh para fansnya"
"Ahhh begitu, tentu saja aku tidak ingin membuat masalah apapun. Tenang saja"
Ying Hua dengan diam-diam melirik pria yang telah berdiri dekat dengan mereka. Ying Hua merasa sangat aneh bahwa pria itu memiliki eskpresi mengkerut di wajahnya. Apakah itu karena mereka membicarakan hal-hal tentang pria itu?
Dan benar saja pria itu akan berjalan mendekati mereka namun Yung Jiazhen berteriak dengan keras hampir membuat Ying Hua kehilangan organ jantung nya.
Apakah dia ini speaker? Suaranya membuatku hampir mati saja.
__ADS_1
"Akhirnya, saya dapat membalaskan dendam saya kepada Wang Wenxiao. Tentu saja keluarga Ying tidak akrab dengannya, dia memang pantas untuk tidak dikenal, dia tidak pantas untuk masuk kedalam penglihatan kita"
Mengesampingkan teriakan Ying Jiazhen, Ying Hua menarik satu kesimpulan yang pasti tentang pria yang tak jauh dari mereka.
Pria itu bermarga Wang? Apakah dia benar-benar Wang Wenxiao?!! Tapi melihat karakter nya sekarang, mungkin aku salah.
Wang Wenxiao dengan tidak peduli masuk kedalam kantor dekan. Seorang lelaki tua menyambut kedatangan Wang Wenxiao dengan hangat.
"Xiao' Ar, apakah kamu tidak melihat seseorang dari keluarga Ying? Bukankah dia adalah kekasih mu?"
"Saya tidak tahu apa yang anda bicarakan, lagipula saya tidak memiliki kekasih"
Dekan mendesah lemah bahwa nada datar pria tampan didepannya ini tidak menyukai pembicaraannya.
"Itu tidak ada hubungannya dengan saya, dekan saya datang kesini untuk membicarakan mengenai bisnis proyek. Jika anda berbicara tentang hal-hal yang tidak berkaitan, maka saya akan pergi"
"Jangan terlalu serius, aku hanya ingin membuat kehidupan cintamu berjalan lancar. Lagipula kamu adalah keponakan kesayanganku"
"Walaupun begitu anda hanya perlu mengurus urusan anda, disini anda bukan berperan sebagai keluarga saya tetapi sebagai dekan kampus ini. Tolong bersikap sesuai dengan pekerjaan anda"
Wajah dekan menggelap, anak ini...Selalu saja membuat suasana menjadi tidak nyaman.
Berita mengenai pemindahan departemen Ying Hua menggemparkan seluruh universitas, karena Ying Hua terkenal dengan wanita pengejar Wang Wenxiao yang menyedihkan. Bahkan reputasinya di kota ini sudah begitu buruk.
"Apakah kamu ingin berada di asrama?" Tanya Ying Jiazhen
__ADS_1
"Tidak aku ingin dirumah saja sekarang, aku masih harus memulihkan diri"
Lagipula aku terlalu takut untuk berada di dunia asrama itu. Semua orang di kota ini tidak menyukai ku, aku harus membangun citra ku kembali seperti semula.
Empat bulan kemudian...
Penthouse Elit Silver Light.
Catatan Beethoven "Simfoni No.9" bersuara begitu indah didalam penthouse yang begitu luas, jari-jari Ying Hua menyentuh setiap Tut piano tanpa henti.
Ibu Ying melihat kemajuan putri kesayangannya, sejak Ying Hua kehilangan ingatannya dia begitu berbeda bahkan Ying Hua sangat terampil memainkan piano dengan begitu elegan dan mempesona. Ying Hua sebelumnya tak pernah bermain piano sama sekali namun belakangan ini dia selalu memainkan berbagai alat musik, ibu Ying bahkan seluruh keluarga Ying merasa senang akan hal tersebut.
Ying Hua tampak seperti Elf yang indah, terutama pemandangan langit biru sebagai latar belakangnya dengan kumpulan awan putih yang terlihat begitu lembut.
Ying Hua tentu saja dapat memainkan jenis alat musik, ketika di dunia sebelumnya dia suka memainkan alat musik diruang latihan agensinya setidaknya mereka sebagai trainee diperbolehkan menggunakan alat musik. Awalnya Ying Hua hanya melihat sekilas not- not yang ada di kertas tapi tangannya dan ingatannya begitu terampil memainkan berbagai alat musik. Mungkin itu adalah bakat nya dari lahir, sayangnya dia tak dapat mewujudkan impiannya menjadi seorang idol, di dunianya yang dulu kehidupan begitu keras dan kejam. Dia harus mempunyai uang dan kekuatan untuk bisa menjadi idol yang terkenal.
Sekarang aku sudah memiliki kekuatan dan uang bahkan keluarga Ying sangat terkenal di kota ini, aku bisa mewujudkan impian ku dan menghindari pemeran utama dan wanita dalam novel ini. Setidaknya aku tidak pernah berinteraksi dengan Wang Wenxiao di universitas, untungnya dia pria yang tidak ambil pusing. Itu bagus, rencanaku berjalan lancar.
Sudah empat bulan berlalu, Ying Hua tidak segan meminta penata rias, penata rambut, pelatih diet, pelatih tari dan nyanyian untuk dirinya. Dia harus meng-upgrade dirinya menjadi lebih baik dan memperbaiki citranya yang buruk.
Tentu saja keluarga Ying dengan gembira menyetujui permintaan Ying Hua, mereka setiap hari mendatangkan para pelatih untuk melatih putri muda mereka ini lebih baik daripada Ying Hua yang dulu suka mengejar Wang Wenxiao dan berakhir dengan buruk, ibu Ying bahkan meneteskan air mata ketika putrinya meminta para pelatih untuk melatih dirinya.
Setelah Ying Hua fokus pada kesembuhannya dia juga mendapatkan sesi rehabilitasi di rumah dengan mendatangkan dokter yang ahli dalam bidang itu. Ying Hua merasa terharu karena baru kali ini dia tidak perlu mengantri selama berjam-jam di rumah sakit bahkan dia tak perlu menggunakan kartu kesehatannya lagi.
Aku merasa sangat bahagia sekarang, bahkan jika aku ingin membeli sebuah pulau. Mereka semua pasti akan mengabulkannya, Ying Hua yang dulu kenapa kamu mengejar pria dingin dan sombong itu dan malah menyia-nyiakan semua kekayaan ini, baiklah mulai sekarang aku akan menikmati kekayaan mu. Terimakasih Ying Hua
__ADS_1