
Ying Hua berada di ruangan latihan yang telah disediakan di rumahnya. Ying Hua memulai pemanasan sebelum guru tari yang disewa oleh keluarganya datang, tubuh Ying Hua sangatlah berbeda dengan tubuh miliknya di dunia nyata. Tubuh Ying Hua dalam novel terkesan sangat kaku dan kurang dalam berolahraga hingga dicengkeram oleh Wang Wenxiao saja pergelangan tangannya sudah memerah.
Ying Hua melakukan pelenturan tubuh untuk dirinya, dia harus memiliki tubuh yang bagus dan sempurna jika ingin menjadi seorang idol. Dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini, hidupnya yang sangat mewah ini dia akan memanfaatkan nya dengan baik.
Kapan lagi aku mempunyai uang sebanyak ini, menjadi seorang putri keluarga kaya sangatlah menggembirakan.
Guru tari Ying Hua telah tiba, mereka pun memulai latihan seperti biasa. Untungnya hari ini Ying Hua tak memiliki kelas kuliah, dia juga tak senang dengan kampusnya sekarang karena terlalu banyak orang yang membuat citra buruk tentang dirinya.
"Nona bagaimana jika kita memainkan satu lagi dan anda membuat gerakan sendiri? Saya ingin melihat sampai dimana kemampuan nona"
Ying Hua menganggukkan kepalanya, dia percaya diri dengan kemampuan menarinya. Dia sudah berlatih menjadi trainee idol selama bertahun-tahun dan dia adalah sosok yang terkenal dengan tarian miliknya. Musik pun diputar, Ying Hua bergerak ke tengah ruangan dan mencoba mengikuti alunan melodi musik itu.
Gerakan yang ditampilkan Ying Hua sangatlah unik dan elegan, Ying Hua menampilkan tarian balet miliknya yang telah ia pelajari selama 10 tahun. Alunan musik yang didengarnya memiliki tempo lembut dan halus jadi Ying Hua menampilkan kemampuan tarian baletnya. Dia berjinjit dan berputar-putar di tengah ruangan, tak lupa lentikkan tangannya bermain dengan alunan melodi. Tatapan mata Ying Hua juga berubah menjadi lebih feminim dan lembut.
Suara tepuk tangan terdengar setelah musik tersebut berhenti. Ying Hua menutup tariannya dengan salaman penari balet dengan menyilang kan kaki kanannya ke belakang, guru tari Ying Hua sangat takjub dengan kemampuan Ying Hua. Baru kali ini dia menyadari bahwa Ying Hua sangat berbeda dengan rumor yang beredar.
"Nona sangat luar biasa, anda adalah penari yang paling menakjubkan yang saya jumpai. Seharusnya anda pantas berada di dunia entertainment ini, rumor yang beredar tentang anda adalah hanya isapan belaka. Mulai dari sekarang saya akan menjadi fans nona"
"Terimakasih, tapi tarian guru lebih tajam daripada diriku. Aku akan belajar lebih dari guru, tolong bantuannya"
"Astaga Nona juga memiliki sifat yang sangat baik, saya harap rumor buruk yang beredar tentang anda segera menghilang."
"Saya mengharapkan hal itu juga" Ungkap Ying Hua sambil tersenyum manis
__ADS_1
Misi berhasil sekarang aku sudah mendapatkan perhatian orang ini setidaknya dia pasti akan menyebarkan berita baik tentangku, ayo pertahankan senyum manismu Ying Hua.
Setelah latihan tarinya selesai, Ying Hua memutuskan untuk beristirahat. Dia mengambil handphone nya yang terletak di dalam tas nya. Betapa terkejutnya Ying Hua ketika melihat ratusan panggilan dari nomor yang tidak dikenal, nomor itu memiliki nomor yang sama dengan orang yang menelepon nya tadi pagi.
Wang Chen sialan, masih saja tidak menyerah untuk mengancamku. Aku sudah menjauhi kakaknya sekarang dia yang malah mencoba mencari masalah dengan ku.
Handphone milik Ying Hua kembali bergetar, Ying Hua menjawab panggilan tersebut dengan nada penuh kemarahan.
"Sudah aku katakan aku akan membayar dendanya, aku tidak akan melakukan iklan itu. Apa kamu mengerti?!!" Teriak Ying Hua
Tak ada satupun jawaban yang keluar dari sisi lain, Ying Hua menghela napasnya dan mematikan panggilan tersebut namun sebuah pesan masuk, Ying Hua membaca pesan itu dengan mata melotot.
"Denda 90.000 Yuan, jika anda tidak membayar denda ini kami akan menyebarkan berita ini kepada media. Bukan hanya anda saja yang hancur nona tapi keluarga anda juga"
Ying Hua mematikan handphone nya dengan penuh kemarahan, ia mengacak-acak rambut nya dan melompat-lompat dengan kesal. Bagaimana bisa ada makhluk tak berperasaan seperti Wang Chen?
Ying Hua segera bersiap-siap dan pergi dengan mobil baru miliknya, dia mendapat mobil ini setelah mobil lama miliknya masih tertinggal di tempat pertemuan mereka. Ying Hua mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang luar biasa.
Ying Hua menatap gedung tinggi menjulang didepannya, diatas gedung tersebut tertera nama keluarga yang sangat ia benci yaitu perusahaan Wang. Ying Hua memasuki parkiran mobil dan turun dari mobil dengan menggunakan masker dan kacamata hitam, dia tidak ingin wajahnya dilihat oleh orang-orang. Ying Hua takut akan ada berita buruk lagi tentang dirinya, dia sudah tak tahan dengan media berita yang berpihak kepada keluarga Wang.
Ying Hua berjalan memasuki perusahaan Wang, dia segera menuju meja resepsionis untuk meminta bantuan mereka.
"Permisi, dimana kantor tuan Wang Chen?"
__ADS_1
Wanita yang sedang sibuk berdandan di resepsionis menatap Ying Hua dengan ganas, Wanita itu pun melipat kedua tangannya sambil memandangi Ying Hua remeh.
"Apakah kamu teman tidur selanjutnya untuk Tuan muda?"
Ying Hua menyipitkan matanya, tentu saja ia ketempat menyebalkan ini karena masalah iklan. Ying Hua ingin membantah tali wanita itu malah mengatakan hal buruk tentang dirinya secara terus menerus, Ying Hua menghela napas. Persetan dengan wanita teman tidurnya, dia hanya perlu menemukan ruangan Wang Chen.
"Yah, jadi dimana ruangannya?"
"Sangat tidak sopan sekali, setelah ini kamu akan dibuang juga sama seperti yang lainnya"
"Aku tidak peduli, tunjukkan aku dimana ruangan nya!"
Wanita itu pun segera berdiri, dia pun meminta Ying Hua untuk mengikuti dirinya. Mereka berdua pun masuk kedalam lift, Ying Hua menatap bahwa lift menuju ke lantai 12.
Lift berbunyi tanda mereka telah sampai di lantai 12, Ying Hua keluar dari lift dan merasa kagum dengan bangunan di lantai ini. Lantai tersebut sangat luas dengan jendela nya yang memancarkan pantulan sinar matahari, lantai itu sangatlah terang. Untungnya Ying Hua menggunakan kacamata hitam nya sehingga matanya tak terkena silau matahari.
Aku kagum tapi juga rasanya aneh sekali melihat cahaya matahari seterang ini. Untung saja kacamata ini menyelamatkan ku.
Wanita itu berdiri di depan meja yang bertuliskan sekretaris CEO, Ying Hua menatap wanita yang sedang duduk gelisah di depan handphone nya.
"Hei, ini aku membawakan pesanan tuan muda. Wanita baru lagi, apakah kamu memesan wanita yang jelek setiap harinya? Ehem... Maksudku aku disini juga cantik dan ..."
"Ahhh apakah anda nona Ying Hua?"
__ADS_1
"Ya"
"Astaga syukurlah, silahkan masuk"