Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Bei : Si Pembuat Lagu


__ADS_3

"Dia sudah meninggal kak, kak BlackPild mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Itu ketika...dia membawa kak Bei kerumah sakit saat demam, dan karena hal itu kak bei tidak bisa berjalan lagi hiks hiks" Ungkap Bao Yu sesegukan


Ketika mendengar jawaban yang keluar dari Bao Yu, Ying Hua menatap kosong ke depan. Kenapa...bisa jadi seperti ini?


Suara tangisan anak-anak memenuhi mobil Ying Hua, Ying Hua tersadar dari lamunannya dan menghibur kedua anak itu. Tapi apa hubungan antara BlackPild dengan kedua anak ini?


"Sudah jangan menangis lagi, aku juga menjadi sedih. Semuanya akan baik-baik saja mulai sekarang, berhentilah menangis nanti kak BlackPild tidak akan bahagia jika kalian menangisinya seperti ini"


Selama di perjalanan kedua anak itu tertidur lelap, Ying Hua menatap keluar jendela dengan perasaan bingung. Dia merasa pusing dengan semua yang dialaminya sekarang, jika dia membawa kedua anak ini ke rumah dipastikan ibunya akan mengalami serangan jantung. Ying Hua melirik keduanya yang tidur dengan lelap, ia pun menatap ke arah kemudi dengan perasaan sedih.


"Aming, kamu harus merahasiakan semua ini"


"Baik nona"


Ying Hua pun mengangguk dan mengambil handphone nya, ia mencari nomor kakaknya dan bersiap-siap berakting sedih.


"Hallo? Apakah kamu ingin sesuatu?"


"Kakak...kakak aku sekarang sangat lelah, rumah kita sangat jauh sekali dari kota. Aku juga tidak ingin tinggal di hotel karena aku ingin mandiri, kakak...tolonglah adik kesayangan mu ini, aku sangat lelah berada di dalam mobil. Jadi aku tadi melihat iklan tentang apartemen di pusat kota kakak, aku benar-benar sangat lelah uhuk uhuk"


Aming menatap nona nya dari kaca kecil didepan mobil dengan datar, dia ingin mengacungkan empat jempolnya atas akting nona nya yang luar biasa. Aming ingin tahu apakah ada orang yang akan tertipu dengan akting seburuk itu?


"Jadi kamu ingin tinggal di apartemen?" Tanya Ying Jiazhen


"Kakak kamu tahu apaa yang aku inginkan, kakak adalah jin di hidupku ini"


"Baiklah, aku akan memberitahukan hal ini kepada ayah dan ibu. Tapi kamu harus pulang nanti, aku akan memesan apartemen untukmu"


"Kakak...saranghae" Ungkap Ying Hua yang tidak dimengerti oleh Ying Jiazhen


Ying Hua pun mematikan teleponnya, dia mengelap tetes air mata yang tergenang di ujung matanya. Setidaknya kedua anak ini bisa tinggal di apartemen miliknya, dia juga bisa pulang ke rumah atau ke apartemen kapanpun dia mau.


Sebuah pesan masuk dari kakaknya, Ying Jiazhen telah mengirimkan alamat apartemen untuk Ying Hua. Ying Hua benar-benar merasa takjub dengan Ying Jiazhen, dia adalah sosok kakak yang sangat baik hati dan tidak pelit.


Aku tidak akan mengecewakan mu kakak, Jinnie ku yang berharga, mengabulkan semua apa yang aku minta.


"Aming pergi ke alamat ini yah"


"Baik nona"

__ADS_1


...----------------...


"Ohh apakah itu adikmu Jiazhen?" Tanya YangYang yang kini sedang bermain di kantor Jiazhen


"Yah, jadi kenapa kamu datang ke kantor ku?" Tanya Jiazhen heran


"Hanya ingin bersenang-senang, aku bosan berada di kantor ku"


"Aku tidak mengerti dengan tingkah mu, pergilah sebelum aku panggil penjaga. Aku sedang sibuk sekarang"


Jiazhen kembali melanjutkan pekerjaannya, dia bahkan mengabaikan teman baiknya Yangyang yang sibuk dengan pemikirannya sendiri. YangYang menatap wajah Jiazhen dengan teliti, di wajah itu terlihat kemiripan dengan Ying Hua. YangYang tersenyum dan menaikkan jari kelingking nya, dia teringat janjinya dengan Ying Hua beberapa waktu lalu.


Gadis kecil yang lucu, kenapa aku selalu memikirkannya yah. Dia sangat mirip dengan wanita itu...Apakah aku masih belum bisa melupakan kamu? Kenapa aku tidak bisa melupakan mu sama sekali? Pikir YangYang


"Hahh...Aku juga merindukanmu" Ungkap YangYang lemah


...----------------...


Ying Hua menggendong tubuh kecil Bao Yu ke dalam pelukannya, untungnya tubuh Bao Yu sangat ringan mengingat tubuhnya yang begitu kurus sedangkan Bei digendong oleh Aming. Mereka berempat menaiki lift bangunan apartemen untuk menuju apartemen Ying Hua.


Ying Hua masuk ke dalam apartemen nya dan meletakkan Bao Yu dengan pelan di atas tempat tidur, dia pun keluar dari kamar dan melihat Bei yang duduk di sofa dengan wajah termenung. Ying Hua menatap anak lelaki itu dengan teliti kelihatannya anak ini cukup besar jika dikatakan sebagai seorang anak.


"Kenapa? Kenapa anda menyelamatkan kami? Kami hanyalah anak-anak kotor, apakah anda tidak takut terkena masalah karena ayahku?"


Ahh benar, kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya. Aku akan menjadi artis dan jika publik tahu pasti akan ada berita buruk tentang hal ini.


"Aku tahu aku akan terkena masalah tapi aku ingin kalian beristirahat disini terlebih dahulu, bagaimanapun aku tidak bisa melihat kalian tersiksa seperti ini."


"Kenapa kamu mencari kak BlackPild?"


"Kamu sudah tahu bukan aku membutuhkan kemampuan nya dalam membuat lagu. Tapi sekarang sudah sirna mau bagaimana lagi bukan?"


"Bagaimana....Bagaimana jika aku yang membuatkan lagu untukmu?"


Ying Hua terdiam, dia kemudian tersenyum kecil dan mengelus kepala Bei yang kasar dan berminyak. Ying Hua melihat tatapan Bei yang tajam, apakah dia melakukan sesuatu yang salah?


"Berapa umurmu?" Tanya Bei kesal


"Aku? Aku 18 tahun"

__ADS_1


"Aku 22 tahun"


"Ohh....oh...Apa?!!!!" Teriak Ying Hua


2...2 tahun dia 22 tahun? kenapa tubuhnya sekecil ini, apakah dia berbohong? Tapi melihat dia agak tinggi itu mungkin saja tapi tubuhnya sangat kurus sekali.


"Kamu tidak percaya? Aku benar-benar berumur 22 tahun. Aku seperti ini karena ayahku"


"Apakah aku boleh bertanya?" Tanya Ying Hua ragu-ragu


"Silahkan"


"Sebenarnya apa hubungan BlackPild dengan kalian berdua?"


Bei terdiam cukup lama, dia pun menarik napasnya sambil menatap Ying Hua dengan wajah serius. Dia pun berkata :


"BlackPild adalah kakakku, itu adalah nama panggilan nya. Nama aslinya adalah Baojian, beberapa tahun lalu dia mengalami hal yang tak terduga. Kakakku tidak bisa kerja dimanapun, kami hidup sengsara dibawah tekanan ayahku. Ketika aku sakit parah kakakku membawaku ke rumah sakit tapi kami berdua mengalami kecelakaan parah, aku mengalami lumpuh di kedua kakiku sedangkan kakakku kehilangan nyawanya. Aku selalu merasa bersalah tentang hal itu....Kakakku dia adalah tulang punggung keluarga kami, aku..."


Mereka benar-benar jahat, Keluarga Wang itu mereka menghancurkan mimpi seseorang dan membuat sebuah keluarga hancur menjadi seperti ini. Aku tidak menyangka semua ini hanya untuk seorang wanita? Wanita itu apakah dia lebih cantik dariku? Tidak... dia lebih cantik karena pemeran utama sih. Akhhh menyebalkan sekali, jika dibiarkan seperti ini orang-orang yang tidak bersalah akan semakin menderita karena kekejian mereka.


Ying Hua membiarkan Bei menangis tanpa henti, dia menundukkan kepalanya dengan wajah sedih. Setelah beberapa menit berlalu, Bei mengusap air matanya dan menatap Ying Hua dengan serius.


"Aku akan membuatkan lagu untukmu, bagaimanapun aku memiliki bakat dalam hal itu. Tapi...Aku ingin kamu membayarku"


"Apakah kamu memiliki bakat itu? Aku tidak membiarkan orang yang tak berbakat membuat lagu untukku. Aku serius dalam hal ini"


"Aku juga serius, aku ingin menghasilkan uang dan menghidupi adikku. Aku ingin bebas dari kekejaman ayahku, aku akan membuat lagu yang luar biasa untukmu"


"Jangan terlalu berlebihan, aku harus melihat terlebih dahulu kemampuan mu. Besok manajerku akan membawa beberapa alat musik dan alat pembuatan lagu ketempat ini, aku harap kamu siap besok"


Ying Hua segera berdiri dia pun berjalan menuju arah pintu, Ying Hua tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan menatap Bei.


"Aku turut berdukacita, aku harap kamu dapat menunjukkan kemampuan yang kamu banggakan itu. Semoga berhasil besok"


Ying Hua pun keluar dari apartemen nya, dia berjalan dengan langkah pasti. Ying Hua tidak tahu kemampuan yang dimiliki oleh Bei, di dalam novel tidak pernah disebutkan seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam membuat lagu selain BlackPild.


"Aming besok bawakan semua keperluan dalam membuat lagu ke apartment ku. Ingat jangan sampai ketahuan kakak"


"Baik nona"

__ADS_1


__ADS_2