Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Chapter 25 (S2)


__ADS_3

Ying Hua mengambil beberapa lembar kertas dan membaca alunan not musik di kertas itu, ini lagu yang belum pernah ia coba dan terlihat sangat bagus. Ying Hua pun berkata " Aku menyukainya, aku ingin menyanyikan lagu ini"


"I..itu...i..."


"Ada apa? Apa yang salah? Kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Ying Hua menyelidik


"Maaf maaf kak Ying, bos menyuruhku untuk membuatkan lagu nona Shishi. Aku mencoba menolaknya tapi dia mengancam bahwa aku tidak boleh membuat lagu untuk kak ying lagi jadi aku terpaksa melakukannya"


"Apa?!!"


---


Ying Hua merasakan amarah yang selama ini dia bendung sudah tak tertahankan lagi, dia pun memutuskan untuk pergi menemui Xukai secara langsung. Dia tidak bisa membiarkan kerja kerasnya mendapatkan begitu mudah dipakai untuk orang yang menjadi penyebab semua kejadian ini, dia tak akan membiarkannya.


"Aku akan pergi sendiri Aming, kamu tetap disini"


"Tapi nona..."


"Ini urusanku dengan Xukai, dia tidak akan berani menyakitiku. Percayalah"


"Kak.. kak jangan pergi, ini salahku karena terlalu lemah. Kak Ying..." Teriak Bei bergerak pincang ke arah Ying Hua


Ying hua mengerutkan keningnya kesal, anak ini sudah terpengaruh oleh Xukai bahkan melukai tubuhnya sendiri. Dia tidak akan melepaskan Xukai "Jangan membuat masalah tetap disini, kamu adlaah orangku beraninya dia menyentuhmu"


Ying Hua bergegas pergi mengabaikan teriakan Bei untuk menghentikannya. Xukai benar benar sudah kelewatan, dia menganggap dirinya bisa melakukan semuanya sesuka hati. Xukai, awas saja kamu.


---


"Tuan, laporan dari pintu masuk nona sudah berada di perusahaan dan kini menuju kemari" Lapor Jianlin


Xukai menghentikan tangannya yang sibuk dengan dokumen tanpa melirik ke Jianlin, dia berkata " Biarkan saja dia, sudah waktunya dia menemuiku"


"Tuan, apakah ini tidak kelewatan? Bagaimanapun tuan Bei adalah orang kepercayaan nona, ini seperti menusuk nona dari belakang"

__ADS_1


"Kalau tidak begitu dia tak akan mau menemuiku, pergilah jangan banyak bertanya"


Jianlin keluar dengan lesu, di pintu masuk ruangan Xukai dia bertemu tatapan kebencian Nona Ying. Melihat hal itu Jianlin merinding dan segera menepi memberi jalan. Nona Ying sangat berbeda hari ini, entah kenapa seperti bukan nona Ying. Kebencian dari matanya lebih besar dari kebencian tuan nya, apakah mereka benar benar berpisah? Walaupun awalnya semua adalah rencana untuk memanfaatkan nona Ying, Jianlin entah kenapa menjadi nyaman dengan nona Ying. Dia adalah wanita yang cocok untuk tuan, sudah saatnya seseorang membawa tuan keluar dari zona gelap.


Ying Hua memasuki ruangan Xukai dan melihat sosok nya duduk dibalik meja, dia mendekatinya tanpa rasa takut dan berkata " benar benar bajingan munafik, sudah puas membuatku menderita"


Perkataan Ying Hua membuat Xukai tak suka, dia tidak menyangka Ying hua akan sekasar itu. Dia mengangkat kepalanya dan menemui sepasang mata penuh kebencian, aura kebencian membuat Xukai khawatir. Bukan ini yang dia inginkan, dia hanya ingin memberikan peringatan.


"Sudah berani berkata kasar kepada tunanganmu?"


"Tunangan?? Aku tidak pernah menganggap orang menjijikkan seperti dirimu tunanganku"


"Menjijikkan? Ying Hua bukankah kamu sudah keterlaluan?"


"Menjijikkan karena bermain dengan kekuasaanmu membuat orangku melakukan permintaan menggelikan seperti itu? Siapa kamu berani mengancamnya? Kamu kira dunia hanya berputar kepadamu, aku bisa membuatmu sengsara saat ini juga"


---


Suara ketikan keyboard terus terdengar di ruangan remang remang itu, seorang gadis berkacamata dengan kebencian meluap terus mengetik di atas papan tersebut. Dilantai terlihat seorang pria tampan terbaring lemah, dia menatap gadis tersebut dengan peringatan " Kamu tidak bisa mengubah takdir yang sudah aku buat, kamu menyalahgunakan semua ini"


"Walaupun kamu membuat Xukai sengsara itu tak akan berhasil, dia tidak bisa mati."


"jadi menurutmu aku harus mati? Kalau begitu aku akan mengikuti saranmu. Kita lihat apa yang akan dilakukan Xukai dengan hal ini"


"Apa yang kamu lakukan?!!"


"Melakukan hal gila"


----


Ying Hua menatap sisi kanan ruangan Xukai terlihat kaca jendela yang menampilkan pemandangan kota, dia menyeringai dan menatap Xukai dengan kegilaan.


Xukai kamu sangat menyayangi pemilik jiwa ini bukan? Mari kita lihat apa yang akan kamu lakukan

__ADS_1


"Sepertinya kamu menyukai wanita baru itu, siapa namanya? Ah benar Shisi, haruskah aku memberi selamat"


"berhenti berbicara"


"Dia sangat mirip denganku, apakah mungkin dia wanitamu dulu yang mati kamu tembak? Apakah rasa cinta mu kepadanya masih ada?"


"Aku bilang hentikan!"


"Ternyata benar masih ada, munafik sekali kamu mengelak padahal kamu mencoba memberikan segalanya kepada wanita itu"


Jianlin yang mendengar dari balik pintu meneguk ludahnya kasar, mendengar tak ada jawaban tuannya atas pertanyaan Ying hua ia mengepalkan tangan kesal. Kenapa tuannya masih mencintai wanita licik itu? Kenapa?!


"Berhenti berbicara tentang dia"


"Kenapa? Apakah kamu mengingat kisah cintamu yang berdrama itu dengannya? Mari kita bicarakan ini sekarang, kita putuskan saja pertunangan tidak berguna ini dan lakukan apa yang kamu mau dengan wanita itu"


"Omong kosong! Aku tidak akan pernah melepaskanmu"


"Kenapa? Apakah kamu mulai menyukaiku atau kamu takut aku yang sebagai alat ini akan membantu musuhmu?"


"Diam!!"


"Jika kamu melanjutkan lagi, aku tak akan segan segan melakukannya kepadamu" Tambah Xukai


"Melakukannya? Sebelum kamu melakukannya? Aku yang akan melakukan hal itu kepada diriku terlebih dahulu"


Ying Hua menyeringai, melihat wajah liciknya Xukai merasa kekhawatiran yang sangat besar. Dia mencoba melangkah mendekati Ying Hua namun hal yang tak ia duga terjadi. Ying Hua berlari kencang ke sisi jendela dan menghantam jendela tersebut, ia berlari sekuat tenaga mencapai tangan Ying Hua.


"Brengsek! Apa yang kamu lakukan?!!" Teriak Xukai menahan tangan Ying Hua


Ying Hua bergantung ringan di udara melupakan tubuhnya yang penuh luka, Jianlin yang mendengar suara tersebut segera masuk dan membulatkan matanya melihat pemandangan itu. Dia segera memanggil keamanan


"Kenapa membantuku? Kamu sudah tak memerlukan aku lagi, sudah ada wanita yang mirip denganku disampingmu"

__ADS_1


"Diam, berbicara lagi. Setelah ini aku akan menghukummu"


Ying Hua menggoyangkan tangannya untuk melepaskan diri, Xukai merasakan amarah sekaligus ketakutan yang sangat besar. Melihat kembali wajah Ying Hua, itu seperti bukan Ying Hua yang ia kenal.


__ADS_2