
Ying Hua menatap pesan dari nomor tak dikenal itu dengan serius, siapa yang mengirimkan pesan aneh semacam ini? Ying Hua tak ambil pusing dan mengabaikan pesan tersebut tanpa tahu akibat dari perbuatan cerobohnya.
Keesokan paginya, Ying Hua mendengar suara keributan di rumah nya. Hari istirahat nya menjadi sirna berkat suara langkah kaki yang terus berdengung di telinga. Ying Hua dengan kesal keluar dari kamar dan melihat para pelayan yang sibuk mondar-mandir di rumahnya.
Apa yang terjadi? Kenapa semuanya terlihat panik?
Ying Hua turun kebawah dan melihat ibunya menangis dipelukkan sang ayah, Ying Hua menaruh curiga. Apakah sesuatu yang buruk telah terjadi?
"Ayah"
Ying Hua mendekati ayahnya dan menatap bingung sang ibu yang terus menangis tanpa henti, bahkan tangisannya makin keras ketika Ying Hua mencoba mendekati ibunya.
"Ayah...Ada dengan ibu?"
Ayah nya menghela napas dan berkata "Kakakmu telah hilang sejak kemarin malam, ayah beserta orang-orang suruhan ayah tidak bisa melacak keberadaan kakakmu"
Kakak? Bagaimana bisa kakak menghilang? Bahkan dalam novel tidak pernah disebutkan hal seperti ini. Apa yang harus aku lakukan?
"Bagaimana bisa kakak menghilang? Bukankah kakak memiliki pengawalan yang ketat"
"Ayah tidak tahu, kakakmu menghilang ketika ia berangkat untuk melakukan kontrak dengan pembisnis lain. Saat itulah kakakmu tak bisa dihubungi sama sekali"
Ying Hua berpikir keras, dia pun mengingat ada sebuah pesan aneh tadi malam. Tidak mungkin...Jangan bilang pesan itu dari orang yang telah membuat kakaknya menghilang. Ying Hua mengacak rambutnya dan segera beranjak pergi menuju kamar.
__ADS_1
Panggilan sang ayah tak terdengar oleh Ying Hua, ia terus menaiki tangga menuju kamar nya. Dia dengan cepat mengambil handphone nya dan menelepon nomor tak dikenal itu.
"Hallo...Apakah kamu bersama kakakku? Apakah ini penculikan?" Tanya Ying Hua setelah panggilan nya terangkat
Tidak ada suara diseberang sana, Ying Hua menggertakkkan giginya kesal. Jika terjadi sesuatu dengan Ying Jiazhen, dia tidak akan memaafkan dirinya dan orang yang telah menculik kakaknya. Apakah mereka tidak tahu bahwa kakaknya merupakan putra sulung keluarga Ying yang terkemuka.
"Apakah kamu berpura-pura tuli?!! Aku bertanya dimana kakakku sialan!! Jika kalian melukainya, akan kubuat kalian mati ditangan ku!"
"Easy girl, don't angry. Datang kepadaku dan kakakmu yang...tampan ini...mungkin saja akan selamat tergantung moodku"
Suara ini entah kenapa terdengar familiar, dimana aku pernah mendengar nya?
"Kirimkan lokasimu dan aku akan datang"
"Tentu, see you lovely girl"
Ying Hua dengan cepat mengganti pakaiannya, dia pun bergegas turun ke lantai bawah dan menatap ayah kemudian ibunya yang masih terus menangis. Ying Hua memejamkan matanya dan pergi melewati mereka.
"Huaer mau kemana?" Tanya sang ayah
"Aku mau pergi sebentar, aku akan kembali secepat mungkin ayah"
Sang ibu memanggil nama Ying Hua, tapi Ying Hua tidak punya waktu untuk mengobati tangis ibunya. Jika kakaknya kembali, maka ibunya akan berhenti menangis, hanya itu yang ingin dia lakukan.
__ADS_1
Ying Hua mengendarai mobilnya, dia menyambungkan panggilan dengan seseorang yang bisa membantu jika terjadi sesuatu diluar kendali.
"Aming, aku akan bertemu dengan penculik kakakku"
"Apa penculik? Nona! Apakah anda yakin tuan muda diculik?"
"Tentu saja, penculiknya sendiri yang mengaku padaku. Aku sedang dalam perjalanan menemuinya, jadi tugasmu adalah mengikuti radar lokasiku dan mengawasi ku jika terjadi sesuatu yang buruk. Ingat, kakakku adalah yang utama, tolong selamatkan kakakku apapun yang terjadi"
"Tapi nona..."
Ying Hua memutuskan panggilan secara sepihak, dia tahu apa kelanjutannya. Aming pasti akan melarangnya dan dia tidak punya waktu banyak untuk mendengarkan ocehan Aming.
Kakak bertahanlah, aku akan menyelamatkan mu.
Di sisi lain...
"Tuan...Tuan Ying...Apa yang harus kita lakukan dengannya?"
"Menurutmu apa yang harus dilakukan?" Tanya Xukai
"Jika nona Ying tahu keadaan tuan Ying sekarang, dia pasti akan membunuh Anda. Saya bisa mendengar suara kemarahan nya di panggilan itu" Jawab Jianlin
"Jianlin, gadis itu aku yang akan menjinakkan nya sedangkan pria itu adalah urusan mu. Aku tidak perduli dengannya"
__ADS_1
Jianlin hanya bisa meneguk ludahnya kasar, jika nona Ying tahu keadaan Ying Jiazhen saat ini, dipastikan aura membunuh akan terhunus menuju tuannya. Andai saja keluarga Ying tidak memiliki hubungan dengan orang itu... Keluarga Ying pasti akan hidup tenang dan damai saat ini. Kejadian 7 tahun lalu merupakan awal mula kenapa tuannya menjadi pria bengis dan tak bersahabat.
Bersambung