
Sudah tiga hari Ying Hua berada di tempat antah berantah milik Xukai. Selama tiga hari ini Xukai tidak lagi memperlihatkan batang hidungnya, hanya para pelayan yang terus merawat Ying Hua bahkan Ying Hua tidak diizinkan keluar dari kamar. Ying Hua ingin melihat keadaan Jiazhen tapi para pelayan selalu mengatakan "Jika anda keluar satu langkah kami akan mati", Ying Hua masih memiliki hati dia tidak mungkin membiarkan orang tidak bersalah terkena imbas egoisnya.
Ying Hua duduk di balkon kamarnya dengan lesu, sepertinya tempat ini berada jauh dari dunia luar. Ying Hua dapat melihat hutan yang mengitari rumah Xukai, Ying Hua berpikir rumah ini cukup besar untuk dikatakan rumah mungkin saja ini sebuah Villa yang terletak di tengah hutan. Ying Hua merasa Xukai itu pria aneh karena mau mendirikan rumah di tempat sepi seperti ini.
"Nona Ying, silahkan ikuti saya" Ungkap Jianlin yang tiba-tiba datang tanpa suara
"Akhh!! Kenapa tiba-tiba datang seperti itu? Apakah di kamar ini tidak ada pintu?!" Teriak Ying Hua kaget
"Maafkan saya, silahkan ikuti saya"
Tidak ada basa basi sama sekali orang ini.
Ying Hua terpaksa mengikuti langkah kaki Jianlin, dia juga penasaran mau dibawa kemana. Ying Hua melewati kamar yang ditempati kakaknya dan terdiam di depan pintu, dia ingin tahu keadaan kakaknya selama tiga hari ini. Ketika Ying Hua ingin meraih ganggang pintu sebuah tangan menahan lengannya dan menggelengkan kepala kepada Ying Hua.
"Aku hanya ingin melihat kakakku"
"Tidak bisa ini perintah tuan Muda, tolong ikuti saya sekarang"
"Tuan muda? Dia kakakku kenapa untuk melihatnya aku harus meminta izin orang asing?"
"Anda sekarang berada di wilayah tuan muda, apapun yang anda lakukan harus sesuai perintah tuan"
"Baik, aku akan mengikuti mu. Ayo silahkan jalan lagi"
Dasar psiko
Ying Hua kembali mengikuti sosok Jianlin, kini mereka berdiri di depan sebuah pintu hitam yang cukup besar. Jianlin membukakan pintu untuk Ying Hua dan mempersilahkan dirinya untuk masuk, Ying Hua pun menghela napasnya dan masuk kedalam ruangan bernuansa hitam itu.
Ying Hua menatap seseorang dibalik meja dengan wajah tak suka, dia melipat kedua tangannya didepan dada dan berkata "Apa yang ingin kamu katakan?"
"Duduk"
Ying Hua menghentakkan kedua kakinya sambil berjalan menuju tempat duduk yang tersedia di depan meja milik Xukai. Yap, siapa lagi yang bisa memanggilnya selain sang pemilik rumah. Ying Hua seperti nya harus menyiapkan akting lagi untuk drama Xukai selanjutnya, pria ini tidak ada habisnya dalam membuat masalah.
Setelah Ying Hua duduk, Xukai melemparkan sebuah dokumen ke arahnya. Ying Hua melihat dokumen dan wajah dingin Xukai secara bergantian, dia pun mengambil dokumen tersebut dan membacanya dengan seksama. Ying Hua mengerutkan kening saat melihat isi dokumen aneh yang dipegang nya, rasanya seperti Dejavu.
Entah kenapa aku pernah merasakan perasaan seperti ini, ah benar... dengan pria bernama Wang Chen itu. Apakah semua pria di novel ini selalu memberikan dokumen untuk tidak menganggu mereka? Aneh sekali. Tinggal bicara saja dan lepaskan aku, aku juga akan langsung menghilang dari kehidupan pria novel.
"Tidak akan menjalin hubungan dengan keluarga Mao dan keluarga Li" Ungkap Ying Hua
"Jadi maksudnya aku tidak boleh memiliki hubungan apapun dengan kamu dan YangYang lebih tepatnya bukan?" Tambah Ying Hua
"Jika kamu pintar kamu seharusnya tahu jawabannya"
"Baik, aku juga tidak ingin memiliki hubungan dengan pria gila seperti kalian"
"Apakah yang kamu gumamkan?"
"Tidak ada, selanjutnya jangan pernah mencoba sok kenal denganku? Ini aneh, tapi aku akan setuju"
"Setengah aset perusahaan keluarga Ying akan berada ditangan keluarga MAO!!! Apa maksudnya ini? Aset? Kalian semua hanya mengincar aset hingga saling menjatuhkan dan membunuh? Tolong tinggalkan keluarga ku, aku masih bisa mentolerir yang lain tapi ini adalah keluargaku! Apakah kamu gila meminta aset yang sudah dibangun dengan darah dan keringat keluarga Ying!!" Teriak Ying Hua tak suka
Ying Hua melemparkan dokumen itu ke atas meja dengan kasar, orang kaya di dalam novel ini permasalahan mereka kalau tidak aset yah pasti wanita. Ying Hua tahu bagaimana Jiazhen mencoba mempertahankan usaha keluarga nya hingga membuatnya menjadi seperti sekarang.
__ADS_1
"Tidak setuju? Maka aku akan menjalankan rencana yang lain"
"Apa rencana mu yang lain itu?"
"Aku akan lebih keras dari ini"
"Apakah kamu ingin membunuh seseorang?"
"Mungkin" Jawab Xukai santai
"Sungguh gila aku berbicara dengan orang ini" Gumam Ying Hua
"Berhenti bergumam dan katakan"
"Aku tidak setuju dengan aset ini, ini adalah milik keluarga ku. Bagaimana dengan...hmm..ji...ji...ka aku berkerja dibawah perusahaan mu. Bukankah kamu memiliki usaha entertainment di kota C?"
Xukai menyeringai dia pun memanggil Jianlin, Jianlin segera masuk dan menunduk untuk mendengar apa yang dibisikkan tuannya. Jianlin mengangguk dan segera keluar dari ruangan Xukai, Ying Hua bingung melihat adegan yang begitu cepat terjadi didepannya.
"Baik, kamu akan menjadi pekerja ku selama yang aku inginkan"
"A...apa? Selama yang kamu inginkan? Maksudku seharusnya ada kontrak beberapa tahun bukan? Jangan hanya semau mu saja"
"Kontrak? Apakah kamu mengira kontrak beberapa tahun itu dapat menghasilkan setengah aset keluarga milikmu. Kamu harus bekerja 100 tahun denganku itupun baru 10% dari setengah nya."
"Jadi...Kamu akan melepaskan aku dan kakakku jika aku membayar semua hutang sakit hatimu. Kamu yang sakit hati dengan YangYang jadi kenapa juga aku dan keluargaku yang harus membayar? Apakah kamu tidak bisa berpikir rasional? Disini ada orang yang tidak bersalah dilibatkan, kakakku hanya terjebak di waktu yang tidak tepat."
"Aku tidak perduli, saham YangYang yang berada di perusahaan mu cukup besar. Jika aku tidak bisa mendapatkan nya maka aku cukup mendapatkan apa yang dia incar"
Aku melakukan ini karena tidak ingin memperpanjang masalah, lebih baik aku mati di tangannya daripada keluarga Ying yang tidak bersalah sama sekali.
Ying Hua pun berdiri dan melangkah keluar tanpa mengucapkan sepatah kata, dia ingin marah tapi tidak bisa mengeluarkan kemarahan nya didepan pria itu. Bertahan hidup dalam raga orang kaya sangatlah sulit, penuh dengan intrik licik dan ambisius mereka. Tapi Ying Hua bukanlah wanita lemah, kehidupan seperti ini tidak ada apa-apa nya dengan kehidupan di dunia nya lalu.
Ying Hua kembali ke kamarnya sambil menggerutu, Jianlin yang melihat Ying Hua pun segera mendekatinya dan memberikan sebuah ponsel. Ying Hua mengerutkan keningnya "Untuk apa ini?"
"Nona silahkan hubungi seseorang untuk menjemput anda di daerah X***, kami akan mengantar anda dan tuan Jiazhen kesana. Anda bisa pulang sekarang"
"Oh iya nona mulai sekarang anda harus menggunakan ponsel ini dan harus mengangkat setiap panggilan jika tidak kami akan melakukan sesuatu dengan keluarga anda" Tambah Jianlin
"Baik"
Jianlin mengangguk dan pergi, Ying Hua memeriksa kontak ponsel yang ia dapatkan dan hanya terdapat satu nomor yang tak dikenalnya. "Pemilik?" Ying Hua bingung nomor siapa yang memiliki nama kontak aneh seperti ini? Ying Hua menolehkan kepalanya ke arah pintu hitam dibelakang, dia pun mengerti siapa pemilik dalam kontak ponselnya.
"Dasar gila"
Ying Hua menaiki tangga menuju kamar Jiazhen, saat membuka pintu ia melihat Jiazhen yang menatap kosong ke arah jendela. Ying Hua pun mendekati Jiazhen dan menepuk pundaknya pelan "Apakah kamu baik-baik saja kak?"
"Aku baik"
"Sepertinya tidak, apa yang kamu pikirkan?"
Jiazhen terdiam cukup lama, dia pun tersenyum kecut sambil mengambil kedua telapak tangan Ying Hua dan menggenggam nya dengan erat. Tatapan Jiazhen penuh kesedihan dan rasa bersalah, Ying Hua membalas Jiazhen dengan senyuman hangatnya.
"Maafkan aku, aku tidak bisa melindungi keluarga kita dan kamu. Ini semua karena keegoisan ku untuk mempertahankan usaha keluarga kita seharusnya aku tidak menerima uluran tangan Yangyang pasti kita akan baik-baik saja"
__ADS_1
"Kak...Kamu tidak bersalah. Orang-orang gila itulah yang bersalah, kenapa kakakku harus mendapatkan perlakuan seperti ini. Kamu hanya berada di waktu yang tidak tepat, kamu saat itu sangat jatuh dan memerlukan bantuan seseorang. Kamu menerima bantuan itu tidaklah salah tapi orang yang mengulurkannya lah yang bersalah, kak...aku akan melindungi keluarga kita jangan menahan semua beban itu sendiri. Kita pasti bisa keluar dari lingkaran dendam mereka"
Jiazhen mengelus lembut kepala Ying Hua, untuk pertama kalinya Ying Hua melihat Jiazhen serapuh ini. Pria ini selalu mencoba melindungi keluarganya bahkan adiknya yang dulu sangat gila, dia tidak perduli bila semua orang memusuhi adiknya. Jiazhen tetap akan melindungi Ying Hua walaupun nyawa taruhannya.
Ying Hua menelepon Aming, ketika mendengar suara Ying Hua, Aming berteriak kerasukan dan memarahi Ying Hua dengan berbagai umpatan. Jiazhen mengambil ponsel Ying Hua dan berkata dingin " Aming, jemput kami di X***, jika kamu terlambat semenit saja. Aku akan memberikan mu kepada Nell"
Panggilan dimatikan secara sepihak oleh Jiazhen, sebelumnya Ying Hua telah menjelaskan kepada Jiazhen bahwa mereka dapat keluar dari sini. Jiazhen awalnya curiga dan bingung kenapa tiba-tiba Xukai mau mengeluarkan mereka bahkan memberikan ponsel untuk memanggil seseorang. Ying Hua mengatakan bahwa dia membuat kesepakatan dengan Xukai untuk tidak mendekati keluarga Li dan Mao. Jiazhen pun mengangguk dan berencana untuk mengeluarkan YangYang dari perusahaan nya begitupun juga saham yang dimiliki YangYang di perusahaan keluarga mereka. Jika memang tidak bisa, maka dia dan keluarganya akan siap untuk turun ke kasta yang paling dasar. Jiazhen tidak ingin keluarga nya terlibat dalam dendam yang mempertaruhkan nyawa, cukup satu nyawa sudah dipertaruhkan waktu itu.
Jiazhen dibantu oleh Ying Hua memasuki mobil keluarga Mao, sebelum memasuki mobil Ying Hua memandang jendela lantai dua rumah didepannya. Ying Hua dapat melihat sebuah bayangan hitam tinggi yang berdiri di dekat jendela, sepertinya Xukai melihat kepergian mereka. Ying Hua menyeringai dan memberikan jari tengah ke arah lantai dua, dia tahu bahwa pria itu tidak akan melihat nya sama sekali.
Lihat saja, aku tidak akan kalah oleh dendam permainan kalian.
Ying Hua memasuki mobil, mobil pun bergerak meninggalkan halaman rumah Xukai. Xukai sebenarnya melihat semua yang dilakukan Ying Hua dibalik jendela, lagipula jendela nya ini memang dirancang untuk tidak dapat dilihat dari luar tapi bisa melihat jelas dari dalam. Wanita itu....Dia akan mengawasinya.
Setelah sampai ke tempat yang dijanjikan, Aming segera menghampiri Ying Hua dan Jiazhen. Aming menangis tersedu-sedu saat melihat keadaan nona dan tuan muda nya, Aming pun membantu Jiazhen untuk memasuki mobil mereka. Ying Hua menatap Jianlin sebentar dan berkata "Semua yang kalian lakukan akan kembali kepada kalian, orang yang tidak bersalah tak harus dilibatkan. Kamu tahu itu bukan Jianlin?"
Setelah mengatakan hal itu Ying Hua dibantu para bodyguard nya untuk masuk kedalam mobil, mobil keluarga Ying bergegas pergi meninggalkan sosok Jianlin yang delima mendengar perkataan Ying Hua. Apa yang dikatakan Ying Hua adalah kebenaran, mereka yang tidak bersalah tak seharusnya terlibat. Tapi apa daya Jianlin, kini semua orang yang tak bersalah harus terlibat dalam arus dendam tuannya. Dia hanya bisa berharap akan ada seseorang yang bisa menyadarkan tindakan tuannya selama ini.
Semoga anda tetap sehat dan selamat nona Ying.
...----------------...
Sesampainya di kediaman keluarga Ying, semua media berkumpul seperti semut didepan rumahnya. Para bodyguard melindungi Ying Hua dan kakaknya dengan cepat, Ying Hua tak menyangka jika para media menunggu di tempat privasi seperti ini.
"Urus mereka Aming, jangan berada di lingkungan privasi ku. Jika begini bawa ke jalur hukum" Bisik Ying Hua
"Baik nona"
Aming sibuk menghalangi dan berteriak kepada para media, Ying Hua membantu Jiazhen berjalan walaupun dia juga cukup sulit berjalan. Saat pintu terbuka, pelukan hangat ibu dan ayahnya memenuhi Ying Hua dan Jiazhen. Ibunya menangis tanpa henti sementara ayahnya membantu Jiazhen untuk memasuki rumah.
"Ibu jangan menangis lagi, kami sudah kembali"
"Anakku, jika terjadi sesuatu kepada kalian mungkin ibu akan mati. Jangan pergi begitu saja, kamu harus mengatakannya kepada ayah dan ibu mu ini nak"
"Maafkan aku bu"
Ying Hua pun dibantu sang ibu memasuki rumah mereka, betapa terkejutnya Ying Hua melihat sosok yang membuat keluarga nya terlibat dengan orang itu. YangYang duduk di sofa ruangan sambil menatap Ying Hua penuh raut khawatir, Ying Hua membuang wajahnya tak suka. Sudah sejak awal dia memang mencurigai dan tak menyukai pria itu, kini rasa tak suka ini semakin besar.
"Nona Ying apakah anda baik-baik saja? Saya sangat..."
"Bisakah anda pergi tuan YangYang? Saya ingin sendiri sekarang"
"Maafkan saya jika kedatangan saya mengganggu anda"
"Huaer apa yang kamu katakan. YangYang telah membantu keluarga kita untuk menemukan kamu dan Jiazhen, jangan seperti ini nak." Ungkap sang ibu
"Maafkan aku ibu tapi aku tidak ingin kedatangan tamu saat ini walaupun dia seorang penolong" Tekan Ying Hua
Ibu Ying Hua menatap Yangyang segan, untungnya sang suami mendekat ke arah YangYang dan mengantarkan nya ke ruangan sang ayah. Ying Hua mencoba menahan emosi nya dan mendekati sang kakak yang sedari tadi menunduk kan kepala. Ibu Ying merasa ada yang tidak beres dengan ketediaman Jiazhen, dia akan menanyakan hal ini nanti.
"Beristirahatlah, jangan pikirkan apapun. ayah dan ibu akan mengurus perusahaan dan berita Ying Hua untuk saat ini. Antarkan mereka ke kamar"
Ying Hua melirik ke arah ruangannya ayahnya, dia mengepalkan tangannya kuat. Pria itu telah membuat hidupnya semakin hancur, tapi dia tak bisa berbuat apapun sama sekali.
__ADS_1