
Sejak insiden kedatangan truk dari dua pria yang tidak Ying Hua sukai, para staff drama selalu membicarakan dirinya. Hari Ying Hua yang awalnya tenang menjadi kacau berkat kebaikan dua pria itu, sebenarnya apa yang diinginkan YangYang dan Wang Wenxiao? Dia tidak mengerti dengan pemikiran kedua pria yang selalu membuat dirinya pusing.
YangYang...pria itu kenapa mendekati ku terus? Aku masih tidak mengerti dengan jalan pemikirannya tapi aku lebih tidak mengerti dengan Wang Wenxiao. Apakah dia berpikir aku masih suka dengannya? Bahkan aku tidak pernah bertemu dengannya lagi sejak pertemuan drama iklan itu. Apakah mereka berdua suka denganku? Tapi aku rasa itu mustahil...mereka bahkan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda romantis denganku.
"Cut" Teriak sutradara
Ying Hua tersadar berkat teriakan sutradara, sutradara itu berteriak keras kepadanya dan berkata "Ying Hua bisakah kamu fokus! Hari ini sangat panas, tolong jangan menunda-nunda waktu"
"Ahh maafkan aku, aku benar-benar minta maaf semuanya"
"Sudah kita akan lanjutkan malam ini untuk adegan lain, adegan sekarang kita take besok saja. Aku harap kamu dapat berkonsentrasi untuk nanti malam"
Sutradara drama nya segera pergi meninggalkan sosok Ying Hua diikuti oleh para staff dan aktor lain. Berkat kedua pria itu, aktingnya menjadi kacau. Kenapa juga sih dia memikirkan mereka? Dia tidak mengerti akan dirinya sekarang.
Ying Hua duduk di tenda sambil memeriksa handphone nya, terlihat beberapa notifikasi yang tak ia baca. Salah satu notifikasi dari YangYang membuatnya penasaran, Ying Hua pun membuka pesan dari pria misterius itu.
"Aku mengirimkan truk makanan untukmu, aku harap itu bisa memberikan semangat kepada kamu dan staff drama. Fighting"
"Fighting apanya, gara-gara truk mu itu aku jadi kacau sekarang. Tidak mungkin aku memiliki perasaan kepadamu bukan? Tidak tidak boleh! Ying Hua sadarkan dirimu, kamu tidak boleh menyukai siapapun disini. Tapi mereka memang tampan semua untung saja aku sering melihat idol tampan waktu di dunia ku dulu"
"Nona anda sedang berbicara dengan siapa?" Tanya Aming
"Aku hanya bicara sendiri" Kesal Ying Hua
"Nona anda selalu kesal jika saya bertanya, apakah anda sedang mengalami siklus wanita?"
"Hei!! Jangan mengatakan hal memalukan seperti itu kepada wanita, pantas saja kamu jomblo seumur hidup"
"Nona saya ini tidak jomblo hanya tidak berminat untuk mencari pasangan. Daripada saya bagaimana dengan anda nona? Anda saja tidak memiliki pasangan sama sekali padahal anda terkenal dan terlahir di keluarga terpandang"
"Aku...aku...aku hanya ingin fokus dengan karirku. Siapa yang butuh pria jika aku akan memiliki segalanya hahaha"
"Terserah anda"
Ying Hua dan Aming saling membalas ucapan, berkat Aming pikiran Ying Hua menjadi lebih tenang. Setidaknya pertengkaran mereka membuat Ying Hua melupakan kedua sosok pria yang menghantuinya.
Ying Hua melanjutkan syuting nya di malam hari, berbeda saat siang, malam hari begitu dingin. Ying Hua mengeratkan jaket yang ia gunakan untuk menghalau dinginnya malam. Syuting kali ini harus memakan waktu tidurnya, tapi itu tidak masalah selama dia bisa menjalani impian nya ini.
"Hei hei cepat kesana! Tuan besar telah datang!" Teriak salah satu staff wanita
Ying Hua yang sedang meninjau adegannya bersama sutradara pun mengalihkan pandangannya kepada keributan yang terjadi di lokasi syuting. Siapa lagi yang kali ini membuat keributan? Ying Hua sudah lelah melihat banyak drama di dalam drama hari ini.
__ADS_1
Ying Hua bersama sang sutradara segera mengikuti arah para staff berlari, terlihat sosok tinggi yang menggunakan jas hitam tak lupa wajah tampannya yang membuat para wanita berteriak tanpa henti. Ying Hua menyipitkan matanya, entah kenapa sosok itu terasa familiar.
Jangan bilang itu Wang Chen? Ahh tidak mungkin itu Wang Chen! Jika itu dia, aku akan membuatnya menyesal telah datang ke tempat ini
"Tuan Wang Chen selamat datang ke lokasi syuting kami, tapi kenapa anda datang hari ini? Nona Bing Bing tidak ada syuting untuk hari ini" Ungkap sang sutradara kepada sosok Wang Chen
"Aku tidak datang untuk Bing Bing, tapi aku datang untuk melihat nona Ying"
Ying Hua memutar bola matanya malas, sudah dia duga jika salah satu peran dalam novel bertindak maka semua pemeran lain akan mengerubungi dirinya seperti lintah. Pasti Wang Chen ingin menarik perhatiannya lagi, sejak insiden ciuman pertamanya itu, dia tak pernah memaafkan sosok Wang Chen yang kasar dan tak gentleman.
"Maaf tapi saya sedang sibuk tuan, anda bisa datang lain kali" Jawab Ying Hua cuek
"Benarkah? Apakah anda sedang sibuk sutradara Ming?"
"Tidak tuan muda, kami sedang beristirahat. Anda bisa melanjutkan pembicaraan anda dengan nona Ying"
"Sutradara Ming, kita masih memiliki banyak adegan yang belum di take. Lebih baik memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan adegan saya"
"Nona Ying, jangan khawatir. Kita masih memiliki banyak waktu, Tuan Wang Chen adalah tuan besar jadi kita tidak boleh membuang waktu untuknya. Biarkan dia berbicara dengan Anda. Kalau begitu saya permisi, ayo semuanya bubar. Bubar" Teriak sutradara Ming
Akan kubuat sutradara itu menyesal nanti, siapa sih yang memilihnya untuk syuting drama ini. Menyebalkan
Setelah kepergian semua orang tinggallah sosok mereka berdua di temani sapuan angin malam, Ying Hua memasang wajah cemberut sedangkan Wang Chen sibuk menatap Ying Hua dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Apa?"
"Kamu pasti telah melakukan sesuatu kepadaku bukan?"
"Apa maksud mu? Apa yang harus aku lakukan kepadamu? Bukankah selama ini kamu lah yang selalu melakukan sesuatu kepadaku!" Tekan Ying Hua
"Aku tidak melakukan apapun kepadamu, kamu lah yang membuat ku menjadi bersalah karena menuduhmu saat perkelahian antara Xiang dan Bing Bing. Kamu pasti melakukan sesuatu kepadaku!"
"Kamu bersalah karena melimpahkan semua kesalahan yang bukan salahku itu kepada ku?!! Kamu hanya memiliki Xiang Ri Kui di hati mu tanpa memikirkan perasaan orang lain, sebelum kamu menuduh seseorang untuk menyelamatkan kekasih kecilmu sebaiknya kamu cari dulu siapa pelaku nya bukan asal menuduhku. Aku sudah bersusah payah membangun citraku, aku sudah menuruti semua keinginanmu untuk menjauh dari kakakmu. Aku sudah melakukan segalanya agar kamu tidak memasuki kehidupan tenangku, tapi kenapa kamu masih seperti ini! Bisakah kamu pergi saja dan anggap aku tidak ada!"
"Apakah kamu datang hari ini untuk bertengkar denganku? Aku sedang sibuk sekarang, kamu bisa pergi dari sini" Tambah Ying Hua
Wang Chen menahan pergelangan tangan Ying Hua, dia membalikkan tubuh Ying Hua dengan gesit sehingga Ying Hua tertarik kedalam pelukan Wang Chen. Ying Hua terkejut dengan tindakan Wang Chen yang semakin hari semakin tidak bermoral.
"Lepaskan aku, apakah kamu ingin menghancurkan ku karena Xiang Ri Kui? Aku bahkan tidak pernah menyakiti wanita mu"
"Xiang bukan milikku, aku hanya melindungi nya karena janji kami berdua semasa kecil."
__ADS_1
"Terserah janji apa itu tapi lepaskan aku sekarang. Jika ada berita tentang kita berdua yang berpelukan, aku akan menghabisi keluarga mu saat itu juga"
"Hahaha benarkah? Apa yang bisa dilakukan wanita lemah seperti mu?"
Wang Chen semakin mendekati wajah Ying Hua, alarm bahaya telah terdeteksi di otaknya. Ying Hua dengan penuh kemarahan memukul wajah Wang Chen dengan dahi nya. Suara teriakan lemah Wang Chen terdengar nyaring dan menyenangkan di telinga Ying Hua.
"Sialan, kamu memang cocok untuk diperlakukan kasar. Apakah aku harus melakukan itu kepadamu?"
"Aku tidak pernah berharap untuk diperhatikan olehmu, pergi saja sana otak udang"
Ying Hua meninggalkan sosok Wang Chen yang terus berteriak serapah kepadanya, masa bodo dengan hidung nya yang mungkin patah. Siapa suruh mencari masalah dengan seorang Ying Hua ini?
Ying Hua kembali ke tendanya, dia melompat sambil meluapkan kemarahannya. Kenapa juga Wang Chen datang ke tempat syuting nya? Semua pemeran selalu mencari masalah dengannya, padahal dia belum melakukan apapun kepada mereka.
"Nona nona! Apakah anda baik-baik saja?"
"Kamu baru muncul ha! Aku hampir saja dilecehkan oleh Wang Chen si gila itu"
"Astaga nona, saya tadi pergi ke kamar mandi dan anda sudah menarik pria lain. Sudah tiga pria yang hari ini menarik perhatian semua orang, siapa yang anda pilih?"
"Apakah kamu gila! Kemari kau! Akan kupukul kau sampai tak tersisa" Ying Hua memukul Aming terus menerus hingga kemarahan nya mereda
"Aduh aduh nona tolong jangan kasar, anda ini seperti gorilla saja"
"Mati kau, mati"
Ying Hua pun menghela napasnya lelah, dia terduduk di kursi nya dan menatap bingung ke langit-langit tenda. Dia masih penasaran kenapa Wang Chen datang ke tempat ini?
"Saya tahu kenapa tuan Wang Chen bisa datang ke tempat ini"
"Apakah kamu sedang membaca pikiran ku?" Tanya Ying Hua menyelidik
"Kenapa juga saya buang-buang waktu membaca pikiran nona. Tapi nona benar-benar ingin tahu bukan? Akan saya beritahu, tuan Wang merupakan sponsor yang baru dalam drama ini. Kenapa tiba-tiba dia menjadi sponsor di drama ini? Yah jawabannya karena anda, tuan muda Ying selama sebulan ini berusaha menghalang Tuan Wang Chen untuk menemukan anda, jadi tuan Wang memiliki kesempatan nya untuk bertemu anda pada waktu syuting dan ta-da dia datang."
"Dan kamu tidak memberitahukan ku tentang hal ini? Kamu masih menganggap kakakku adalah bos mu yah?"
"Bukan bukan begitu, saya juga baru mengetahui hal ini tadi. Tuan muda menelepon saya dan menjelaskan semuanya, tuan muda hanya meminta saya untuk melindungi nona bahkan tuan muda tidak pernah menyuruh saya untuk melakukan pekerjaan seperti itu lagi. Percayalah kepada saya nona"
"Baiklah, aku percaya. Bahkan sekarang kita tidak bisa mengusir sosok yang kini duduk bersebelahan dengan sang sutradara. Aku benar-benar akan frustasi jika dia memantau ku selama sebulan ini untuk syuting, kamu harus melakukan sesuatu untukku"
"Tentu saja, saya punya rencana nona"
__ADS_1
Bersambung