
Sang sekretaris mengantarkan Ying Hua kedalam kantor milik Wang Chen, setelah Ying Hua masuk pintu pun ditutup dengan keras membuat Ying Hua gugup.
Semoga aku keluar hidup-hidup dari tempat jahanam ini. Aku hanya ingin menyelesaikan masalah secara baik-baik dengan pria ini Ya Tuhan
Ying Hua menatap dari kejauhan sosok Wang Chen yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, ia memberanikan diri mendekati meja Wang Chen dan berdeham didepannya.
"Ehem"
Wang Chen melirik sekilas, dia pun mengabaikan Ying Hua dan melanjutkan pekerjaannya. Ying Hua merasa sangat marah namun dia mencoba meredamkan rasa emosional pada dirinya.
"Tuan Wang Chen yang terhormat, kedatangan saya siang ini adalah untuk membatalkan iklan tersebut. Tapi jaminan uang denda sangatlah tidak manusiawi, saya tak melakukan kontrak dengan anda jadi saya tak perlu membayar apapun karena hal ini"
Wang Chen meletakkan pena nya dengan keras ke meja kantor miliknya, Ying Hua terkejut tiba-tiba dia kehilangan keberaniannya. Tekanan dingin dari pria dihadapannya ini tak dapat membuatnya berkutik sedikitpun.
Matilah aku, apa yang harus aku lakukan. Sebenarnya apa salahku sih diperlakukan seperti ini!!
"Kamu memang tidak membuat kontrak iklan dengan perusahaan ku, tapi kamu membuat kontrak perjanjian dengan diriku."
"Kontrak perjanjian? Apa maksudmu?"
Wang Chen mengeluarkan sesuatu dari laci mejanya, ia pun meletakkan dokumen tersebut di meja. Ying Hua menatap kebingungan, dia merasa tak pernah melakukan kontrak apapun dengan Wang Chen.
__ADS_1
"Kemarilah dan lihat sendiri"
Ying Hua melangkahkan kakinya dengan lambat, rasanya sangat menakutkan sekali mendekati sosok pria dihadapannya ini. Ying Hua memanjangkan tangannya dan dengan cepat mengambil dokumen tersebut, ia pun kembali ke tempat semulanya dan membaca dokumen itu dengan teliti.
Ying Hua membulatkan matanya tak percaya, didalam dokumen itu memang telah tertera namanya serta kontrak tentang denda yang harus dibayar sesuai dengan permintaan orang pertama. Dokumen itu juga terdapat tanda tangan Ying Hua, Ying Hua akhirnya mengingat dengan jelas dokumen apa yang telah ia pegang sedari tadi.
"Aku tak mendekati kakakmu sama sekali"
"Tapi kamu membuat dirinya menjadi kesulitan kemarin malam, dia menukar mobilnya hanya untuk menjemputmu. Kamu masih saja menggoda kakakku, kamu melanggar peraturan kita"
Ying Hua ingin sekali tertawa, tapi dia tak dapat melakukan hal itu didepan Mahkluk biadab ini. Ying Hua pun menenangkan dirinya dan mengeluarkan senyum manis.
"Tuan Wang Chen kemarin malam kakakmu lah yang memaksaku untuk menaiki mobilnya, lagipula semua yang terjadi padaku adalah ulahmu. Jika kamu membiarkan aku membawa mobilku kejadian ini tak akan terjadi, jadi ini kesalahan milikmu"
"Kamu menyalahkanku? Berani sekali kamu menyalahkan ku, kamu ingin mati" Ungkap Wang Chen dingin
Ying Hua yang sedari tadi mencoba menahan rasa kesalnya tak tahan lagi, ia pun mendekati meja Wang Chen dan melemparkan dokumen tersebut diatas meja dengan kasar. Ying Hua sudah lelah menjaga image nya sebagai seorang Ying Hua yang asli, ia akan hidup dengan sifatnya sendiri.
"Yah bunuh aku kalau begitu, aku sudah pernah merasakan kematian. Aku mengatakan sekali lagi kepadamu bahwa aku tak pernah mendekati pria bernama Wang Wenxiao itu, dia kemarin malam juga memaksakku memasuki mobilnya. Jadi kalau kamu ingin menyalahkan seseorang salahkan kakakmu. Mengerti?!!!" Teriak Ying Hua
Ying Hua pun segara berbalik dan berjalan menuju pintu, ia tak peduli jika Wang Chen akan melakukan sesuatu kepada dirinya nanti. Bisa saja dia mati dan kembali ke dunia nyata, tidak buruk dengan ide seperti itu.
__ADS_1
Tiba-tiba tanpa terduga sebuah pena melayang dan menancap disaat Ying Hua akan membuka pintu. Pena tersebut tertancap tepat didepan mata Ying Hua, Ying Hua terkejut karena hal tersebut. Keringat dingin pun mulai menyelimuti tubuhnya, ia tak menyangka bahwa Wang Chen merupakan orang yang sangat nekat.
"Selangkah lagi kamu berjalan, aku akan menancapkan pena ini ke kaki milikmu"
Ucapan dingin Wang Chen membuat Ying Hua tak dapat berkutik, Ying Hua melepaskan tangannya dari ganggang pintu. Ia merasakan tubuhnya mulai melemah, jika pena itu tertancap dikepala nya habislah nyawa nya hari ini juga. Wang Chen benar-benar orang yang sangat berbahaya.
Suara langkah kaki berat Wang Chen terdengar jelas di telinga milik Ying Hua, Ying Hua tak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali. Dia sudah berusaha sekuat tenaga namun tubuhnya menolak untuk menerima perintah Ying Hua, Ying Hua meneguk ludahnya dengan kasar, dia sudah tak tahu nasibnya akan bagaimana sekarang.
Matilah aku, seharusnya aku tidak berteriak seperti itu kepadanya. Dia sangat sensitif sekali dengan hal-hal seperti itu.
Napas berat Wang Chen berada di leher Ying Hua, Ying Hua berkeringat dingin. Ying Hua tak tahu harus melakukan apa karena dirinya sudah terperangkap oleh sosok bayangan Wang Chen yang sangat besar, tangan Wang Chen perlahan melilit pinggang Ying Hua. Ying Hua merasakan dagu Wang Chen berada di bahunya. Ying Hua tak ingin hal yang dialami wanita bayaran Wang Chen terjadi kepadanya, dia pun memberanikan diri menyatakan pendapatnya.
"Tolong jangan lakukan hal ini kepadaku, aku hanya ingin hidup tenang. Aku juga akan menjauh dari kakakmu dan keluarga mu, aku berjanji pergi dari kota ini."
Namun tak ada jawaban sama sekali, hanya suara napas berat Wang Chen yang menggelitik leher Ying Hua. Ying Hua merasakan ada sesuatu yang salah, entah kenapa dia merasakan hawa napas milik Wang Chen sangat berat dan hangat. Ying Hua pun memberanikan diri menyentuh wajah Wang Chen, betapa terkejutnya Ying Hua bahwa suhu tubuh Wang Chen sangat tinggi.
Dia demam, pantas saja tadi wajah sedikit pucat. Apa yang harus aku lakukan saat ini?
Ying Hua membalikkan tubuhnya dan menompang dada Wang Chen agar tak jatuh kedepan, ia pun merangkul Wang Chen dan membawanya ke sofa yang berada di ruangan tersebut.
Kelihatannya sangat sakit, kenapa dia tiba-tiba pingsan saat aku disini sih. Haruskah aku panggil sekretaris itu? Yah aku tidak ingin memiliki urusan lagi dengan pria ini.
__ADS_1
Ying Hua memegang ganggang pintu, dia melirik sosok Wang Chen sebentar dan menghela napas. Ying Hua pun keluar dari ruangan tersebut untuk mencari sosok sekretaris Wang Chen, namun tak ada seorangpun berada di luar. Ying Hua menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia tak tahu harus melakukan apa.