Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Chapter 35 (S2)


__ADS_3

Ayah Ying mendelik tidak suka, sejak awal dia tidak pernah menyukai pria bernama Yangyang itu. Walaupun pria itu teman baik anaknya entah kenapa naluri seorang ayah dia selalu merasa khawatir akan keluarga kecilnya. Ayah Ying pun berkata "Tidak masalah, untuk saat ini kita masih bisa bertahan sendiri jangan menjadi kecil. Dunia bisnis seperti itu, walaupun mereka temanmu ada saatnya mereka menusukmu dari belakang. Sebagai seorang ayah aku berharap kamu bisa menilai dan memperhatikan hal itu dengan baik Jiazhen"


"Ayah aku mengerti, aku akan mengingat nasehatmu"


Ying Hua berpikir tentang Yangyang, ada yang aneh dengan pria itu. Awalnya Yangyang selalu mencoba mendekatinya dan dia tidak tahu apa tujuan pria itu tapi nalurinya berkata bahwa pria tersebut tidak baik, dan Ying Hua selalu menghindar dan secara tiba tiba Yangyang memutuskan kontrak padahal keluarga mereka berteman baik, apa sebenarnya tujuan pria itu dengan keluarganya? Apa yang dia inginkan? Apakah Yangyang juga mengincar perusahaan mereka seperti dia mengincar perusaha


---


Ying Hua menatap langit langit kamarnya, sungguh banyak kejadian buruk yang terus terjadi. Apakah memang seharusnya dia ditakdirkan mati? Karena dia tidak ingin mengalami kematian dan terus berusaha merubah takdir maka dari itu kejadian buruk akan selalu menimpa keluarganya. Dimulai dari kakaknya Jiazhen yang kehilangan kepercayaan diri padahal dulu ketika dia membaca novel ini, sangat menyukai karakternya tapi sekarang dia ingin melindunginya karena Jiazhen adalah keluarganya.


Memikirkan kembali kejadian dia melompat dari gedung membuat dia merinding ketakutan, bagaimana dia bisa berpikir melakukan itu? Di dunianya dulu ia hidup kesulitan, untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan dia harus bekerja di restaurant hingga menjelang pagi. Ying Hua bersyukur bisa memenuhi kebutuhan makanan dirinya dan ibunya walaupun begitu dia tetap berusaha bekerja mati-matian karena tidak ingin merasakan arti kematian, dia tidak peduli dengan penampilannya yang kotor asalkan ibu nya dan dia tetap bertahan hidup. Tapi sekarang anehnya dia melakukan hal hal diluar keinginannya, apakah Ying Hua asli benar benar masih hidup didalam tubuh ini?


Ying Hua mencoba menghubungkan semua hal hal yang terjadi dihidupnya, matanya berbinar saat ia mengingat permainan di ponselnya. Ying Hua mengambil ponsel di tas mewah nya dan segera memasuki permainan tersebut, dia ingat ada seseorang aneh yang selalu mengatakan hal hal tidak jelas, entah kenapa dia memiliki perasaan terikat dengan orang ini. Tapi orang itu sudah lama tidak login dan dia tidak yakin apakah orang tersebut masih memainkan game ini.


Saat memasuki permainan, Ying Hua melihat nama pemain yang tidak aktif. Dia menghela napas kecewa, sepertinya dia sudah tidak memainkan permainan ini, lalu bagaimana dia bisa mencari tahu apa yang terjadi kepadanya? Jika ini terus terjadi mungkin saja dia bisa mati tanpa menyadarinya.


---


Disisi lain Ying Hua asli memandang pria berkacamata yang sibuk mengetik tanpa henti, dia heran kenapa pria itu masih bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum beberapa hari ini. Ying Hua memang membuat kekacauan dengan jalan cerita novelnya, itu dia lakukan karena ingin menyelamatkan kehormatannya sebagai Ying Hua.


"Kamu akan mati jika tidak makan" Ungkap Ying Hua prihatin


Penulis N memandang Ying Hua tak suka dan kembali mengetik, dia benar benar marah dengan gadis itu. Jalan cerita novelnya tidak dapat diperbaiki, dia menatap layar laptop dengan gelisah. Apakah kejadian supernatural seperti ini benar benar terjadi? Bagaimana bisa karakter di dalam novelnya keluar dan sedang memakan cemilan yang berasal dari kulkasnya. Apa mungkin dia sudah gila karena terlalu banyak bekerja?

__ADS_1


"hei, coba kutebak pasti kamu berpikir bahwa dirimu gila kan? Jangan merasa sendiri, aku juga merasa semua ini gila. kenapa aku harus hidup ditempat kumuh seperti ini dan melihat pria tak terawat sepertimu? Sebaiknya kamu mengembalikanku ke duniaku sekarang atau aku akan membuat banyak masalah" Ancam Ying Hua


"Aku tidak tahu bagaimana mengembalikanmu dan kamu memang gila." Delik Penulis N penuh kebencian


Ying Hua ingin menyakar wajah jelek pria itu, dia melangkah ke arahnya dan kemudian mundur setelah mencium aroma tak sedap dari tubuhnya. Aroma yang tidak sedap itu menyerang hidungnya dengan kekuatan yang memukul keras. Ia merasa seolah-olah terjebak di dalam jaringan bau busuk yang tak terhindarkan, menyebabkan perasaan tidak nyaman yang memuncak di dalam dirinya. Sudah berapa lama pria ini tidak membersihkan diri? Bahkan seekor kucing pun mampu membersihkan dirinya setiap detik, benar benar menjijikkan.


"Ughh.. Bersihkan dirimu! Menjijikkan mencium aroma rakyat jelata seperti kamu!"


Pria berkacamata itu terlihat mengerikan, wajahnya penuh dengan bulu halus bahkan kumis tipis sudah tumbuh di bawah hidungnya. Rambut panjanganya berantakkan, wajah berminyak serta bibir nya yang kering membuat Ying Hua mendelik tak suka. Bagaimana bisa dia bertemu pria semengerikan ini di hidupnya, di dunianya semua pria sangat tampan, tidak ada yang sejelek babi didepannya ini.


Sebuah gemuruh rendah terdengar dari perut pria tersebut, seperti guruh di kejauhan yang memberi tahu dunia tentang kelaparannya. Suara itu menciptakan rasa tidak nyaman, mengingatkannya akan kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Pria itu menyentuh perutnya dengan wajah pucat, dia lupa dia tidak memakan apapun selama beberapa hari ini.


Ying Hua menghela napas dan berkata "Bersihkan dirimu dan aku akan memasak makanan, kamu sudah seperti pengemis...Jangan memakan mie instan itu lagi"


Di dapur Ying Hua menatap peralatan dan bahan masakan yang sudah ia kumpulkan setelah mencari cari di dalam kulkas, pria ini tidak memiliki apapun yang bisa dimakan kecuali mie instan untungnya ada beberapa bahan makanan yang bisa ia gunakan. Tapi Ying Hua mengerutkan keningnya, kenapa dia bisa tahu bahan bahan ini bisa dimakan? Ying hua bahkan tidak pernah memasak sama sekali, tapi tindakan tubuh yang ia masuki ini sangat mengetahui semua bahan masakan yang terletak di meja dapur.


Ying Hua memutuskan untuk membuat telur pindang dan tahu manis. Telur Pindang adalah masakan khas Cina yang menggunakan telur sebagai bahan utamanya. Telur Pindang terbuat dari telur yang direndam dalam larutan berbahan dasar air, garam, dan beberapa bumbu seperti teh hitam, kulit bawang bombai, dan daun teh. Proses perebusan telur ini dilakukan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, yang membuat tekstur dan rasa telur berubah.


Telur Pindang memiliki ciri khas warna kulit telur yang berubah menjadi kecokelatan dengan tekstur yang lembut dan kenyal. Rasanya yang gurih dan sedikit asin dengan aroma khas teh membuatnya menjadi makanan yang unik dan lezat. Telur Pindang sering disajikan sebagai hidangan pendamping dalam hidangan utama atau sebagai topping dalam mie atau nasi.


Selain itu, telur juga digunakan dalam berbagai hidangan Cina lainnya, seperti Telur Kecap atau "Jidan", di mana telur direbus dan kemudian direndam dalam campuran kecap manis, saus asam, dan bumbu lainnya untuk memberikan rasa yang kaya dan manis.


Kemudian Tahu Manis adalah hidangan Cina yang terbuat dari tahu yang digoreng dan disajikan dengan saus manis yang kental. Tahu yang digunakan biasanya dipotong menjadi kotak atau balok kecil, kemudian digoreng hingga kecokelatan dan renyah di luar, namun lembut di dalam. Setelah digoreng, tahu kemudian disiram dengan saus manis yang terbuat dari campuran gula, kecap manis, saus tomat, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya.

__ADS_1


Rasa Tahu Manis adalah kombinasi manis, gurih, dan sedikit asin. Saus manisnya memberikan rasa karamel yang lezat dan memberikan tahu rasa yang menyenangkan. Hidangan ini biasanya disajikan panas dan dapat dihidangkan sebagai hidangan pembuka atau hidangan utama bersama dengan nasi putih atau mi.


Tahu Manis merupakan hidangan yang populer dan sangat disukai dalam masakan Cina. Kombinasi rasa manis dan tekstur yang renyah dan lembut membuatnya menjadi pilihan yang menyenangkan untuk dinikmati.


Ying Hua sangat telaten dalam memasak, Dengan hati-hati, ia mempersiapkan setiap bahan dengan teliti. Ia mengupas dan memotong bawang dengan gerakan yang halus dan presisi. Setiap potongan bawang terlihat seragam dan sempurna. Kemudian, dengan keahliannya yang terampil, ia mengiris daging dengan ketebalan yang pas, memastikan setiap potongannya terlihat menggoda dan siap untuk dimasak.


Ia melanjutkan dengan hati-hati mengatur api di dapur. Memastikan suhu yang tepat agar masakan yang ia buat matang dengan baik. Ia menjaga setiap langkahnya dengan seksama, tak ingin melewatkan satu detik pun. Setiap kali mengaduk, mencicipi, atau memeriksa kekematangan masakan, ia melakukannya dengan kecermatan dan kesabaran.


Tangannya bergerak dengan lembut dan lincah saat ia menggabungkan bumbu-bumbu dengan proporsi yang tepat. Ia mencampurkan setiap bahan dengan cermat, memastikan bahwa setiap rasa terdistribusi merata. Ia mencium aroma sedap yang mulai tercium dari hasil masakannya, memberinya kepuasan dan semangat untuk terus melanjutkan.


Waktu berlalu, namun ia tidak terburu-buru. Ia tahu bahwa hidangan yang berkualitas membutuhkan kesabaran. Ia memantau proses memasak dengan seksama, mengatur api, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan hasil akhir yang sempurna.


Akhirnya, setelah upaya yang telaten dan kerja keras, hidangan itu siap disajikan. Ia mengatur makanan dengan indah di atas piring, memperhatikan setiap detail presentasinya. Ia puas melihat karya masakannya yang cantik dan menggoda.


Ying Hua tersenyum lebar, dia tak menyangka bahwa tubuh yang ia tempati ini adalah seorang chef super. Ying Hua asli sebenarnya tidak tahu apa yang ia lakukan entah kenapa reflek tubuh ini mengerjakan segalanya. Ternyata tubuh kecil ini memiliki bakat yang sangat luar biasa.


Ying Hua menyajikan makanan di meja makan, penulis N keluar dari kamarnya setelah membersihkan diri, Ying Hua meliriknya dan memutar bola matanya malas. Apakah pria ini tidak tahu cara membersihkan diri? Kenapa masih sama saja seperti pengemis


"Apakah kamu tidak bisa membersihkan dengan benar? Ada apa denganmu?!" Teriak Ying Hua


pria itu hanya melirik dan duduk cepat di depan meja makan, dia memandang takjub makanan yang disajikan Ying Hua. Apakah gadis ini benar benar bisa memasak? Dia tidak mau mengalami sakit perut karena masakannya tapi dia sangat lapar sekarang. Ying Hua melihat keengganan di mata pria tersebut dan berkata "tenang saja tubuh ini bisa memasak, makanan ini bisa dimakan cobalah"


Penulis N itu awalnya ragu tapi ketika aroma masakan itu menyentuh hidungnya, indera penciumannya seakan dipenuhi dengan ledakan rasa. Setiap hirupannya memanggil rasa lapar yang terpendam dan membuat perutnya berdansa kecil kegirangan, dia mengambil sumpit dan mencoba tahu manis yang berada didekatnya. Saat mencicipi makanan itu, dunia seakan berhenti sejenak. Matanya terpejam, membiarkan rasa lezat itu mengalir di dalam dirinya. Setiap elemen cita rasa terjalin dengan sempurna, menciptakan harmoni yang luar biasa di dalam mulutnya. Dia memandang takjub ke arah Ying hua, sepertinya apa yang ia katakan benar. Mungkin saja tubuh yang ditempatinya adalah seorang chef hebat, kalau Ying Hua asli yang memasak mungkin dia akan makan racun malam ini.

__ADS_1


Sebenarnya penulis N merasa kebingungan, Ying Hua asli tidak bisa memasak tetapi tubuh Ying Hua didepannya ternyata bisa memasak. Kemudian ia ingat Ying Hua yang berada di dalam novel pasti merupakan jiwa dari tubuh didepannya ini dan gadis tersebut awalnya tidak mengerti tentang dunia hacker dan sekarang bisa melakukan kejahatan itu. Penulis N juga tidak tahu kenapa arah ceritanya berubah seperti sekarang, ketika dia menyentuh laptop, dirinya bergerak secara tiba tiba dan mengetik tanpa tahu apa yang ia lakukan. Haruskah ia mengatakannya kepada gadis didepannya ini? Dia juga tidak ingin membuat cerita aneh seperti itu tapi melihat Ying Hua asli yang terus mengeluh, dia juga merasakan sedikit empati kepadanya.


__ADS_2