
Peringatan : Episode kali ini terdapat banyak Flashbcak semoga bisa dimengerti. Terimakasih 🌸
Aming dan Bei berjalan menuju pintu keluar, Aming terus menerus bergumam kesal dengan prilaku Xukai “Jika nona sudah memiliki ketenaran dan kekuasaan, aku pastikan nona tidak akan mau diperintah lagi oleh Xukai. Aku sangat tidak menyukai jika salah satu keluarga Ying diperlakukan semena-mena seperti ini”
“Tuan Aming anda benar- benar setia dengan keluarga Ying dan nona”
“Dulu aku sangat tidak menyukai nona tapi sekarang aku sangat ingin melindunginya, sebelum nona terkena racun cinta tuan Wang…Dia adalah sosok yang dingin dan misterius walaupun begitu aku menyukai sikap misteriusnya”
“Bisakah anda menceritakan masa kecil nona? Saya Bei sangat penasaran”
“Hmm penasaran atau kamu ingin lebih dekat lagi dengannya?”
“Ti…tidak tidak, saya mengetahui posisi saya Tuan Aming” Jawab Bei cepat
“Kalau kamu ingin tahu panggil aku kak Aming dan jangan bersikap formal kepadaku, aku sudah lama menganggap mu sebagai adikku” Balas Aming sambil tersenyum kecil
“Baiklah kak Aming, ayo ceritakan tentang kak Ying”
“Hmm dimana aku harus memulai, baiklah dimulai saat pertama kali aku bertemu dengan nona 15 tahun yang lalu”
15 Tahun Lalu, Ying Hua ( 7 tahun )
Aming menatap rumah besar didepannya dengan mulut menganga, pantas saja menjadi salah satu keluarga terpandang di negara ini, rumah mereka saja sepeti istana ratu dan raja.
“Apakah anda bernama Aming? Tuan dan nona sedang menunggu anda di dalam” Tanya penjaga yang mendatangi Aming
“Benar saya Aming, kalau begitu bisakah saya meminta tolong untuk diantarkan kedalam tuan”
“Baiklah ayo ikuti saya”
Saat memasuki rumah dia melihat tiga sosok yang duduk dihadapannya, ada dua orang yang terlihat sudah berumur dan dipastikan mereka berdua adalah tetua di rumah ini sedangkan disisi lainnya terlihat sosok pria muda dengan wajah tegasnya memandang Aming.
“Hallo Aming, selamat datang dirumah kami” Ungkap pria berumur yang Aming kenal dengan ayah Ying
“Terimakasih tuan telah menyambut saya”
“Aming… Kami tahu bagaimana kehidupanmu dulu, kami harap kamu bisa bertahan lebih lama bersama kami” Ungkat Ibu Ying
Aming menatap ketiga orang yang sangat ingin dia lihat sedari dulu, orang-orang ini adalah orang baik yang pernah ia kenal di dunia. Dia bersama anak-anak lain terlantar telah diselamatkan dan diberikan kehidupan baru dengan nama baru, Aming tidak pernah menyesali bahwa dirinya akan dijadikan pengawal bawahan keluarga Ying. Aming akan mengabdikan kehidupannya kepada keluarga ini.
“Tentu saja tuan dan nyonya, saya akan terus bertahan dengan keluarga Ying”
“Terimakasih Aming, untuk saat ini kamu akan berada dibawah kendali anak sulungku Ying Jiazhen..Jiazhen”
Jiazhen menganggukkan kepalanya atas pernyataan sang ayah, dia pun berkata “ Perkenalkan aku Jiazhen, aku akan menjadi tuan mu mulai hari ini. Mohon kerjasamanya”
Aming tercerahkan oleh kalimat yang dilontarkan oleh Jiazhen, dia mengetahui kebanyakan keluarga terpandang atau terkenal jarang merendahkan hati mereka. Mereka selalu merasa sombong dengan orang-orang yang berstatus rendah, Keluarga Ying benar-benar keluarga yang penuh mukjizat untuknya.
“Saya Aming juga mohon kerjasamanya Tuan muda”
2 minggu kemudian…
Aming memakai setelan jas hitam dengan kacamata hitam yang bertengger di pangkal hidungnya, saat ini dia memberikan pengawasan untuk tuannya Jiazhen ke pesta bisnis. Dia berdiri di sudut aula mengawasi orang-orang yang mendekati Jiazhen.
“Elang 1, tuan sedang berbicara dengan salah satu keluarga Mao”
“Dimengerti”
Aming harus melaporkan setiap pergerakan dan pertemuan Jiazhen, bagaimanapun keluarga Ying adalah keluarga yang sangat diincar sejak mereka memasuki dunia perbisnisan. Jika terjadi sesuatu dengan salah satu anggota keluarga, maka untuk mencari pelaku nya akan sangat sulit. Semua keluarga yang berada di pesta bisnis ini adalah orang licik.
“Hei Pengawal!!” Teriak seorang gadis kecil dengan kuncir duanya
Aming memandang ke bawah kakinya dia melihat sosok kecil yang hampir menyerupai Jiazhen, gadis kecil itu memiliki mata bulat yang cantik dengan hidung kecil dan mulutnya yang merah seperti cherry, gaunnya yang bewarna pink memberikan efek kilau pada tubuhnya tak lupa sebuah boneka beruang coklat dipegang erat oleh gadis itu. Aming merasa dia pernah melihat sekilas sosok gadis kecil ini?
“Ada apa adik kecil? Kamu tadi mengatakan aku pengawal bukan? Tapi aku bukan pengawal”
“Bohong! Aku sering melihatmu di rumah bersama kakak!” balas nya
Kakak? Apakah dia adik Jiazhen? Kenapa aku tidak pernah melihatnya
“Apakah nona kecil adalah adik tuan muda Jiazhen?”
“Hmmp benar, bagaimana bisa bawahan sepertimu tidak mengenalku!” Gertak Ying Hua
Sabar Aming, dia hanya anak kecil
“Apa yang nona muda inginkan dari saya?”
__ADS_1
“Berikan ponselmu”
“Ponsel?”
“Cepat berikan ponselmu!!” Kesal Ying Hua
“Maaf nona tapi anak kecil tidak boleh…”
Ying hua segera memotong ucapan Aming “Kalau kamu tidak berikan keluarga ku akan jatuh, apakah kamu akan bertanggung jawab!!”
“Ahh baiklah”
Aming berpikir mungkin Ying Hua ingin memainkan ular tangga di ponsel nya karena bosan, ia melirik gadis kecil dengan boneka beruangnya pergi menjauh darinya. Dalam beberapa menit gadis itu kembali dan memberikan ponselnya kepada Aming
“Terimakasih, aku akan mengingat kebaikanmu ini”
“Ahh…haha tentu saja nona, anda bisa menggunakan ponsel saya kapan saja”
Dasar anak-anak selalu merepotkan, aku tidak menyangka tingkah nona muda sedikit tinggi.
“Apa lihat-lihat!! Kamu tidak boleh suka padaku!”
“Tentu saja tidak nona”
“Bagus…”
“Kalau begitu antarkan aku pulang” Tambah Ying Hua kecil
Pulang? Aku benar-benar harus sangat sabar dengan nona muda ini
“Tapi saya sedang bekerja nona”
“Jadi kamu ingin aku pergi sendiri, bagaimana jika ada yang menculikku!”
“Siapa yang ingin menculik nona?” Tanya Aming bingung
Bagi Aming ini adalah pesta bisnis, siapa yang mau melakukan hal repot seperti itu apalagi menculik nona muda yang menyebalkan ini
“Ada!! Ada orang yang seperti itu, dia pedofil gila! Jadi kamu harus antarkan aku pulang”
“Baiklah Elang 2 akan menggantikanmu, bagaimanapun nona muda lebih berharga daripada tuan Jiazhen”
“Bukankah tuan Jiazhen lebih berharga, dia adalah calon penerus perusahaan Ying”
“Kamu akan tahu nanti, tapi nona muda lebih banyak yang mengincar daripada tuan. Tolong jaga nona dengan baik”
“Baiklah”
Aming menatap Ying Hua yang melihat ke suatu arah dengan raut wajah penuh kesal, Aming mengikuti arah itu dan melihat sosok pria muda yang ia kira seumuran dengan tuan Jiazhen. Pria muda itu tiba-tiba mengalihkan pandangannya kepada Aming dan kemudian mengangguk sambil tersenyum manis.
“Apakah nona suka pria itu?”
“Jangan sembarangan! Kamu itu tidak tahu apa-apa”
Pemarah sekali…Padahal di keluarga Ying tak ada satupun yang pemarah
“Baiklah nona, saya akan antarkan anda pulang”
Aming dan Ying hua meninggalkan pesta tersebut dengan tatapan menghunus mengarah kepada mereka berdua.
Setelah mengantarkan Ying Hua, Aming merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia menatap langit-langit kamarnya sambil merenung, nona muda keluarga Ying kelihatan aneh, gadis kecil itu seperti berpikir dewasa tidak sepeti gadis lainnya. Aming penasaran dengan apa yang dilakukan Ying Hua pada ponselnya dan pria itu mengecheck permainan ular tangga yang ia instal tapi Aming tidak menemukan jejak permainan untuk hari ini.
“Hanya ini satu-satunya permainan yang aku punya, apa yang dimainkan gadis itu kalau bukan ini?”
Sambil berpikir Aming mendapatkan pesan dari Elang 1 yang berisikan
“Hei saat kamu meninggalkan pesta dansa telah terjadi sesuatu disana, kamu tahu musuh bisnis yang selama ini kita coba cari informasi gelapnya?” Tanya Elang 1
Aming pun balas mengetik “maksudmu keluarga Xing? Apa yang terjadi?”
“Tiba-tiba speaker di pesta itu beralih ke percakapan keluarga Xing tentang judi illegal mereka, para tamu sangat terkejut apalagi tuan muda! Informasi yang sangat sulit untuk kita gali dengan penuh keajaiban Tuhan menolong kita haha. Sekarang pekerjaan kita tidak banyak lagi”
Aming mematikan ponselnya, dia mengerutkan kening dengan kejadian yang diceritakan oleh Elang 1. Setahu dirinya tidak ada yang bermusuhan dengan keluarga Xing dalam bisnis furniture selain keluarga Ying, jika bukan keluarga Ying yang melakukannya lalu siapa?
Ponsel Aming berbunyi kembali, ia melihat sebuah animasi muncul di ponselnya yaitu kelinci putih bermata merah yang melompat-lompat di layar ponselnya. Aming tentu saja tidak mengerti dengan apa yang terjadi, dan kemudian kata Done terlihat dilayarnya. Apakah ponselnya telah rusak karena dimainkan oleh nona muda?
Setelahnya Aming sering bertemu dengan Ying Hua kecil yang selalu diam-diam membawa laptop ataupun ponsel kemanapun tak lupa boneka beruang yang menemani gadis kecil itu. Sejauh yang ia tahu anak berumur 7 tahun tidak tahu cara menggunakan teknologi apakah keluarga kaya memiliki gaya hidup seperti ini?
__ADS_1
Aming jarang melihat nona mudanya memiliki teman gadis yang seumuran, dia hanya berteman dengan anak lelaki keluarga kaya lainnya sayangnya nona muda sering diabaikan, dan pengabaian itu semakin lama mengubah sikap nona nya menjadi wanita dengan image buruk.
Flashback End
“Hmm jadi kak Ying dulu adalah nona muda yang manis” Ungkap Bei memerah
“Manis? Darimana manisnya? Sejak kecil dia selalu merasa tinggi walaupun dia memang manis sih” Balas Aming sambil duduk di supir pengemudi
“Tapi aku merasa ada sesuatu yang janggal dari cerita kak Aming, setelah kak Ying meminjam ponsel tidak ada satupun jejak nya bermain disana? Lalu ada animasi kelinci muncul dengan kalimat done yang menyertainya…Aku rasa itu ada hubungannya dengan kak Ying” Tambah Bei
“Apakah kamu terlalu banyak membaca novel aneh? Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tidak mungkin anak umur 7 tahun bisa melakukan itu”
“Bukankah kak Ying sebelum meminjam ponsel mengatakan kalau kak Aming tidak meminjamkan keluarga Ying akan jatuh?”
Aming mengerutkan keningnya, apa yang dikatakan oleh Bei membuat dia mengingat sesuatu.
Aming menatap nona muda nya yang memegang boneka beruang dengan raut wajah datar, nona nya menatap kolam yang dibuat keluarga Ying sebagai tempat mencuci mata.
“Nona muda ada apa?” Tanya Aming mendekat
“Aku benci beruang”
“Kalau begitu kenapa nona memegangnya setiap hari?”
“Kalau aku tidak memegangnya tanganku akan gatal, aku harus memegangnya”
Aming tidak begitu mengerti dengan perkataan Ying Hua, dia berpikir mungkin itu adalah imajinasi anak kecil. Aming pun berkata “Lalu boneka apa yang nona suka?”
Aming menatap senyum Ying hua yang bukan senyuman lebih mengarah seringai, tiba-tiba Aming merasa nona muda ini sangat menakutkan. ying hua menatap mata Aming dan berkata senang “ Aku ingin kelinci bermata merah”
Flashback End
Aming menepuk jidatnya keras, ia pun berteriak “Benar!! Kelinci bermata merah!! Tapi apakah itu mungkin nona?” Ragu Aming
“Mungkin saja, kak Ying….Kadang aku merasa dia sangat aneh”
“Apa maksudmu? Kapan dia aneh? Dia aneh hanya saat bersama para lelaki tampan itu! Membuatku iri saja”
“Aku tidak tahu apakah aku harus mengatakan ini… Saat kak Ying bermalam di apartemen beberapa bulan lalu dia…”
Bei sedang merapikan kertas-kertas yang berserakan di meja kerjanya, hari ini dia telah bekerja keras menulis banyak lirik lagu. Dia sangat senang bisa membantu Ying hua dalam hal yang wanita itu sukai.
Saat Bei keluar dari ruang kerjanya dia melihat lampu kamar Ying Hua masih menyala, Bei pun berniat membuatkan susu hangat untuk Ying Hua dan mengetuk pintunya pelan “Kak…Apakah aku boleh masuk? Aku membawakan susu hangat untukmu”
“Masuk”
Bei membuka pintu dan melihat sosok Ying hua yang duduk di atas tempat tidur sambil menatap keluar jendela, Bei tersenyum manis dan membawakan susu hangat ke arahnya
Saat ia melewati Ying Hua dia mendengar Ying Hua berbisik aneh “Bukan Blackpid ternyata” dengan suara rendah yang tak pernah Bei dengar
Bei melirik wajah Ying Hua, ia terkejut karena wajah itu sangat menakutkan. Ying Hua menyeringai dengan mata nya yang tak berkedip ke arah Bei, Bei pun memutuskan untuk segera pergi dari kamar Ying Hua, dia merasa Ying Hua bukanlah Ying Hua yang biasanya.
Flashback End
Aming sedikit bingung mendengar cerita Bei, dia pun berkata “Mungkin saja nona sedang berakting ata mengerjai kamu”
“Itu tidak mungkin karena kak Ying membawa nama kakakku yang telah meninggal. Itu bukanlah sesuatu yang bisa dibawa bercanda kan?” tanya Bei kembali
Aming akhirnya tersadar, apa yang dikatakan Bei ada benarnya. Nona nya bukanlah karakter yang membawa orang telah meninggal sebagai bercandaan apalagi nona sudah tahu mengenai kematian kakak Bei. Jadi kenapa nona bertanya seperti itu?
“Aku rasa kak Ying memiliki kepribadian lain?” Tanya Bei ragu
“Tidak mungkin, kesehatan nya sudah diperiksa sejak ia jatuh dari tangga. Tak ada kelainan sama sekali kecuali kepribadiannya yang berubah? Kenapa semakin menjadi rumit, aku kan hanya bercerita tentang nona ku kenapa Bei kamu membuat otakku menjadi panas”
“Maaf kak Aming, aku hanya menduga-duga saja”
Disisi lain Aming dan Bei tidak mengetahui bahwa suara mereka telah disadap oleh orang lain.
Kedua orang yang menyadap itu berada di sebuah mobil hitam mini yang tak jauh dari posisi Aming dan Bei, mereka mendengarkan kedua suara Aming dan Bei dengan headphone yang telah berada di telinga mereka.
“Hmm ini informasi yang tidak berguna” Ungkap Winwin sambil mengunyah permen karet
“Ini berguna, aku yakin kita akan mendapatkan sesuatu. Mungkin saja theyoung88 adalah psikolog atau dokter yang mengobati Ying Hua kan?”
Winwin menggelengkan kepalanya, ia jengah mendengar khayalan teman bodohnya ini. Mungkin Xiao Mu yang harus pergi ke psikolog…
Bersambung
__ADS_1