Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Hukuman Gila Wang Chen


__ADS_3

Ying Hua mencoba menenangkan dirinya, dia tidak boleh panik dalam keadaan seperti ini. Ying Hua sudah tahu bagaimana sifat Wang Chen jika dia melawan Wang Chen dengan emosi maka Wang chen juga akan semakin kasar kepada nya.


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan lagi denganku Tuan Wang? Bukankah aku sudah membayar denda iklan itu, aku juga sudah menuruti keinginan anda untuk menjauh dari kakak anda."


Wang Chen mendecih mendengar ucapan Ying Hua, wanita ini terlalu polos atau terlalu bodoh. Tentu saja dia tidak akan membiarkan wanita ini lolos dengan begitu mudah.


"Aku sudah mengatakannya kepadamu bahwa aku ingin kamu"


"Maaf apa yang anda inginkan dariku?"


"Semuanya"


Ying Hua menatap Wang Chen dengan kesal, pria ini kenapa sangat sulit untuk dijauhi. Padahal dia sudah berusaha dengan berbagai cara agar hidup dengan tenang disini.


Aku harus mencari cara untuk keluar dari tempat ini. Pikir Ying Hua


YangYang mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia menatap lampu merah yang masih menyala lalu mengalihkan pandangannya ke handphone milik Ying Hua. Dia harus mengantarkan barang ini dengan cepat, sepertinya wanita itu sedang sibuk sekali saat ini.


YangYang berbelok ke arah kanan, tiba-tiba banyak mobil yang telah berhenti didepannya terlihat juga salah satu mobil polisi yang sedang memeriksa sebuah mobil yang berhenti ditengah jalan.


YangYang keluar dari dalam mobilnya, sepertinya kemacetan yang terjadi akan sangat lama. dia memutuskan untuk melihat apa yang terjadi, setelah mendekati lokasi kejadian dia menatap mobil yang sangat dikenalinya.


Bukankah ini adalah mobil yang pernah digunakan Ying Jiazhen, aku yakin karena nomor plat mobil Ying Jiazhen hanya digunakan oleh keluarga mereka. Tidak mungkin ini mobil Ying Hua bukan? Pikir YangYang


YangYang mencoba memastikan dengan jelas, dia pun membulatkan matanya saat melihat tas branded dengan warna peach yang dibawa oleh polisi. Yangyang dengan cepat maju dan menahan lengan polisi tersebut.


Tas ini aku mengingat nya dengan jelas, ini adalah tas yang digunakan oleh Ying Hua sebelumnya.


"Hei lepaskan tanganmu, kami sedang sibuk sekarang!" Teriak sang polisi


"Ahh..Maafkan aku, aku hanya ingin bertanya dimana pemilik mobil ini?"


"Hah kami tidak tahu dimana keberadaannya, kami hanya ingin menyingkirkan mobil ini dan beserta isinya ke kantor polisi. Kami akan mencari pemilik nya segera, lihat karena dia terjadi kemacetan!" Teriak polisi kesal


YangYang pun melepaskan lengan sang polisi, dan berterima kasih atas informasinya. Dia tahu bahwa ini adalah mobil milik keluarga Ying dan tas tadi juga menunjukkan bahwa pengendara mobil ini adalah Ying Hua, tapi kemana wanita itu sekarang. YangYang tidak bisa memberikan informasi ini kepada Ying Jiazhen, jika Jiazhen tahu dia pasti akan panik.


Aku akan mencarinya, mungkin dia tidak jauh dari sini. Pikir YangYang

__ADS_1


Ying Hua menatap wajah Wang Chen dengan penuh kemarahan, pria psikopat itu membawanya ke sebuah klub yang terkenal di ibu kota. Ying Hua membenci tempat menjijikan seperti ini, tempat ini berbau alkohol dan membuatnya ingin muntah.


Genggaman tangan Wang Chen di lengannya membuat Ying Hua meringis kesakitan, dia ingin memberontak dan kabur tapi apa dayanya pengawal Wang Chen sangat banyak jika dia kabur pastinya dirinya akan tertangkap dengan begitu mudah. Ying Hua menatap sekitarnya dengan ekspresi pucat, tempat ini adalah tempat yang membawa kenangan buruk untuknya pada kehidupan sebelumnya.


Wang Chen membuka pintu sebuah ruangan, Ying Hua terpaksa mengikuti arah kemana Wang Chen pergi. Di dalam ruangan yang remang-remang itu terlihat beberapa orang pria dan wanita saling bergelayut manja. Ying Hua menatap dengan jijik, dia sangat tidak menyukai hal seperti ini.


Ying Hua dengan keras mencoba melepaskan genggaman Wang Chen tapi pria itu menarik dirinya mendekat, Wang Chen memegang pinggang Ying Hua dengan erat. Tatapan matanya seolah-olah ingin menelanjangi Ying Hua.


Apa-apaan pria ini, kenapa dia membawa ku ke tempat menjijikan dan kotor ini.


"Tetap diam jika kamu ingin hidup" Bisik Wang Chen ditelinga Ying Hua


Hidupku bukan kamu yang mengaturnya Wang Chen, aku sudah muak dengan tingkah pria gila ini sekarang. Pikir Ying Hua


Wang Chen membawa Ying Hua untuk duduk di sofa, tangannya sebelah kiri masih memeluk pinggang ramping Ying Hua. Ying Hua sangat tidak nyaman dengan ruangan yang remang-remang ini, dia ingin secepatnya keluar dari tempat sampah ini.


Wang Wenxiao meminum minuman cocktail buatan bartender kenalannya, Wang Wenxiao memang pelanggan setia klub terkenal di kota ini. Wang Wenxiao dengan ganas meminum cocktail tersebut dalam satu tegukan.


"Apa yang terjadi denganmu? Sekarang masih siang dan kamu sudah ingin mabuk?" Tanya Bartender


"Hmm tentang wanita?" Tanya sang bartender


"Tidak"


"Tidak perlu menyembunyikan nya, aku ini pandai membaca wajah orang. Pengalaman menjadi bartender mendengarkan semua cerita orang membuatku bisa membaca segala kondisi yang terjadi kepada seseorang"


"Hah...Entahlah mungkin benar dengan apa yang kamu katakan, hanya sedikit gelisah" Jawab Wang Wenxiao


"Oh kamu tahu Wang Chen sudah datang lebih dulu daripada kamu, dia membawa seorang wanita kesini."


"Lalu? Aku sudah tahu kebiasaan anak itu"


"Tapi wanita yang dibawanya kelihatannya dipaksa untuk ikut, Wang Chen memperlakukannya dengan kasar"


Wang Wenxiao menatap cocktail nya, dia tidak begitu peduli dengan apa yang terjadi dengan Wang Chen. Wang Chen memang selalu bermain-main dengan wanita, membuang ****** nya ke siapa saja. Dia tidak ingin mendengar nama anak itu.


"Aku rasa aku pernah melihat wanita itu, dia cukup familiar" Ungkap sang Bartender

__ADS_1


"Apakah kamu mengenal wanita yang dibawa oleh Wang Chen, dia selalu membawa wanita yang berbeda setiap harinya" Jawab Wang Wenxiao


Sang Bartender menatap wajah Wang Wenxiao, dia mencoba untuk mengingat sesuatu tentang wanita yang ditarik paksa oleh Wang Chen.


"Ah benar!!! Wanita yang suka mengejar mu itu siapa namanya ahh Ying siapa..."


Wang Wenxiao tersadar dari lamunannya, dia menatap bartender dengan wajah terkejut. Tidak mungkin wanita yang dibawa oleh Wang Chen adalah wanita yang kini sedang membuat nya gelisah.


"Ying Hua?" Tanya Wang Wenxiao


"Ahh benar wanita itu dengan wajah kecil dan cantiknya. benar dia Ying Hua, aku melihatnya ditarik paksa oleh Wang Chen menuju sebuah ruangan"


"Apa?!!! dimana ruangan itu, tunjukkan padaku" Teriak Wang Wenxiao penuh amarah


Wang Chen anak itu beraninya dia menyentuh Ying Hua dan membawanya ke tempat berbahaya seperti ini.


Sementara itu Ying Hua tetap menundukkan kepalanya dengan takut, dia tak mengerti arah pembicaraan wang Chen dengan beberapa pria di ruangan tersebut. Mereka membicarakan tentang pihak A dan pihak B seperti sebuah kesepakatan.


"Baik aku setuju" Ungkap pria dengan tubuh gemuk itu


"Sangat bagus, aku akan menunggu uangnya" Jawab Wang Chen


Wang Chen segera berdiri, dia memberikan isyarat mata kepada pengawalnya untuk menahan Ying Hua di ruangan ini. Dia ingin memberikan suatu kejutan untuk Ying Hua.


Wang Chen berjalan menuju pintu, Ying Hua ingin mengikuti nya namun beberapa pengawal Wang Chen menahan tubuhnya. Ying Hua panik dengan apa yang dilakukan oleh mereka.


"Hei, kenapa aku ditahan seperti ini!! Wang Chen!! Lepaskan aku sialan!" Teriak Ying Hua


Wang Chen berhenti didepan pintu, dia pun membalikkan tubuhnya sambil menyeringai, Ying Hua menatap Wang Chen dengan jijik.


"Ying Hua kamu ingat bukan jika kamu melanggar perintah ku maka aku akan memberikan hukuman padamu, jadi layani mereka dengan baik"


A..apa???? Dia membuatku menjadi wanita murahan, sialan memangnya aku melakukan apa! pria ini memang gila!


"Lepaskan aku, tidak jangan sentuh aku sialan! lepaskan hei kamu mau pergi kemana wang Chen, hei Wang Chen!!" Teriak Ying Hua


pintu tertutup dengan rapat meninggalkan Ying Hua yang terkunci dengan beberapa pria dan wanita yang tak dikenalnya.

__ADS_1


__ADS_2