
Ying Hua memandang punggung cantik yang menghilang saat memasuki kerumunan, dia tidak mengerti dengan wanita itu dan semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Didalam novel memang diceritakan tentang Chen Fengying hanya saja pria itu akan membantu pemeran utama wanita Xiang Ri Kui di bab terakhir dan akhirnya Xiang Ri Kui mendapatkan gelar aktris terbaik di negeri ini dalam usia muda.
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba tiba sutradara ceroboh dan penulis berbakat menjadi kesatuan? Aku rasa novel ini sudah kacau
“Jadi kamu Ying Hua?” Tanya suara centil yang mendekatinya
Ying hua melihat sosok dengan gaun merah begitu panas di pesta ini, perlahan sosok itu mendekatinya dan menyeringai. Ying Hua tahu siapa wanita didepannya, seorang wanita yang dikatakan sudah lama mati dan kini tiba tiba hidup kembali. Bukankah itu suatu fenomena yang aneh?
“Apakah saya mengenal anda nona?” Tanya Ying Hua
“Jangan berpura pura Ying Hua, kamu tidak mungkin tak mengenal calon istri tuan Mao Xukai”
“Ahh calon istri kalau begitu perkenalkan aku Ying Hua calon tunangannya secara resmi. Apakah Xukai pernah memberitahukan hubungan kalian berdua secara resmi?” Sarkas Ying Hua
Shisi mengepalkan tangannya kesal, wanita ini berani melawannya. Ia melihat Ying Hua dari atas kebawah dan menyentuh wajahnya, mereka hampir 100% mirip tapi entah kenapa Ying Hua didepannya masih dapat menarik perhatian banyak pria yang ia inginkan.
“Sebentar lagi hari itu akan datang dan harimu jatuh kebawah juga akan datang, sebaiknya kamu berhati hati”
“Ohh aku menunggu hari itu, aku sangat menantikan disaat Xukai memutuskan hubungan ini. Kamu bisa mengambil barang bekasku, aku bisa mencari yang baru”
“Beraninya!! Kamu beraninya mengatakan hal kotor tentang Xukai! Wanita tak tahu malu!” Teriak Shisi
“Siapa yang tak tahu malu, apakah itu kamu atau aku?” Tanya Ying Hua perlahan mendekati sosok Shisi
Ying hua memajukan wajahnya dan berbisik pelan ditelinga Shisi “Aku akan mencari tahu tentang kamu, tetaplah berhati hati”
Ying hua menarik kembali wajahnya dan menyeringai, ia pun segera pergi meninggalkan sosok Shisi yang penuh dengan amarah. Shisi ingin sekali menghancurkan wajah itu sehingga hanya dia lah yang memiliki wajah ini satu satu nya.
...----------------...
Ying hua kembali memasuki ruang pesta, ia mendekati sosok sutradara drama nya dan bertegur sapa dengan yang lain. Disaat itulah acara pemotongan kue dimulai, hal ini dilalukan sebagai bentuk perayaan kepada semua orang yang telah bekerja keras.
“Terimakasih semuanya telah datang, saya tidak menyangka akan sebanyak ini. Terimakasih” Ungkap sang sutradara
__ADS_1
Sang sutradara pun memulai pemotongan kue dan satu persatu menyuapkan kue kepada para pemain inti termasuk Ying Hua, Ying Hua tersenyum cerah ke arah kamera dan semua mata memandang kepadanya. Ying hua sedikit gugup
Ying hua kembali ke posisinya dan mengobrol dengan pemain lain, disaat itulah ia melihat sosok Shisi berjalan ke salah satu pelayan dan membisikkan sesuatu. Ia yakin Shisi akan merencanakan hal yang tidak bagus disini.
Ying hua melihat arah pelayan itu berjalan pergi, tapi disisi lain dia tak ingin berurusan dengan Shisi ataupun Xukai. Ia pun memutuskan untuk membiarkan kejadian tersebut.
Pesta sudah berlangsung selama beberapa jam dan masih belum berakhir, Ying Hua sangat lelah dan kakinya sangat sakit. Dia memutuskan duduk di sudut ruangan dan memperbaiki heelsnya, Yangyang mendekat dan memeriksa tumit kaki Ying Hua.
“Apa yang kamu lakukan?!” Teriak Ying Hua terkejut
“Kamu terluka, lihat itu. Seharusnya kamu tidak menggunakan heels” Jawab Yangyang lembut
Ying Hua menarik kakinya kesal, pria ini benar benar tidak sopan. Ia pun memasang kembali heelsnya dan duduk dengan wajah cemberut.
“Apakah kamu marah? Aku minta maaf karena bersikap lancang sebelumnya. Aku hanya khawatir karena kakimu memerah”
“Terimakasih atas kekhawatiranmu tapi kamu tidak perlu bertindak seperti itu” Jawab Ying Hua kesal
Seorang pelayan mendekati mereka berdua di sudut dan menawarkan beberapa minuman “Nona tuan minumannya”
“Terimakasih” Jawab Yangyang
Ying hua mengambil salah satu minuman dan berhenti setelah melihat wajah pelayan didepannya. Anehnya pelayan ini hanya membawa dua gelas, dan dia tahu wajah itu. Wajah pelayan yang berbisik dengan Shisi, apakah Shisi merencakan sesuatu kepadanya atau Yangyang?
Apakah dia memasukkan afrodisiak didalam minuman ini? Dia ingin menjebakku dengan Yangyang? Betapa lucunya
Saat Yangyang akan meminum minumannya, tangan Ying hua bergerak lebih cepat dan melempar gelas Yangyang. Ia pun membuang air minuman digelasnya dan menatap tajam ke arah pelayan dan berkata “ Ini alkohol, jangan memberi kami minuman seperti ini”
“Xiao Hu aku meminum alkohol sejak tadi”
Ying Hua merinding mendengar nama panggilan Yangyang untuknya, dia mendelik tak suka “Aku tidak suka orang disekitarku minum alkohol dan aku benci alkohol, jangan meminum itu!”
“Baiklah baiklah, kamu bisa kembali dan membawa minuman lain untuk kami” Ungkap Yangyang kepada pelayan yang terus menundukkan kepalanya takut
__ADS_1
“Tidak perlu, aku ingin pulang. Kakiku sakit dan aku sangat lelah” Potong Ying Hua
Yangyang pun memutuskan untuk mengikuti permintaan Ying Hua hanya saja dia tak bisa begitu tiba tiba pulang tanpa berpamitan dengan beberapa orang yang dikenalnya dipesta.
“Tunggulah disini, aku akan kembali setelah berpamitan”
“Baiklah”
Ying Hua melihat sosok Yangyang semakin menjauh, pria itu ternyata sangat sibuk dan tidak bosan memasang senyum palsu. Ying Hua menghela napas, ia pun memandang kesisi lain dan menemukan sosok Shisi yang berjalan menjauh dari kerumunan pesta.
Lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan wanita licik ini!
Ying hua mengikuti sosok Shisi, ia melihat wanita itu menemui pelayan sebelumnya dan memberikan amplop merah. Ying hua yakin itu adalah uang untuk menjebaknya, dia akan membalas perbuatan wanita berbahaya ini.
Shisi terus berjalan di lorong dan berhenti di salah satu kamar dengan pintu besar, Ying Hua menyipitkan matanya. Apa yang dilakukan Shisi didepan kamar itu? Entah kenapa Shisi terlihat gugup? Apakah dikamar itu…ada sutradara? Dia ingin tidur dengan sutradara?
Saat Shisi akan mengetuk pintu, seorang pria mendekati Shisi dan berbisik ditelinganya. Ying hua menatap untuk melihat wajah pria itu tapi dia tidak bisa melihat jelas wajahnya karena terlalu jauh.
Ying hua melihat shisi berlari cepat mengikuti sosok yang tak dikenal itu, Ying Hua melangkah keluar dan mendekati pintu besar tersebut. Rasa penasarannya berkembang dan dia mencoba menempelkan telinganya dipintu untuk mengetahui siapa orang yang berada didalamnya? Atau berapa jumlah orang yang sedang bermain main?
Kret…
Suara pintu terbuka mengejutkan Ying Hua, ia kehilangan keseimbangan dan segera jatuh kesebuah pelukan panas. Tubuh yang ia peluk bertelanjang dada dan hanya mengenakan sebuah handuk untuk menutupi bagian bawahnya, tubuh ini benar benar panas dan membuat Ying Hua takut. Ia pun segera menarik diri tapi sayangnya kekuatan pihak lawan lebih besar.
“Akhh”
Pintu dibanting keras, kedua sosok terjatuh ke lantai dengan Ying Hua yang masih berada dipelukan pria itu. Saat Ying hua mencoba bangun, dia terkejut melihat wajah yang sangat ia kenal.
“Xukai!”
Ying hua melihat wajah Xukai memerah dan tubuhnya memancarkan hormong menggoda, alarm dikepala Ying Hua berbunyi keras dan ia segera melepaskan diri namun Xukai menahannya dan berkata menggoda “Tolong aku”
Bersambung
__ADS_1