
Ying Hua pun bergerak menjauh dari Xukai sementara Xukai duduk disisinya sambil menatapnya terus menerus. Ying Hua berkata " Kenapa melihatku! Bukankah kamu harus melanjutkan diskusi kita, aku anggap hal tadi tidak terjadi"
"Kamu malu dan itu sangat lucu" Ungkap Xukai
Wajah Ying Hua semakin memerah, dia pun mengambil makanan didepannya dan makan dengan kegugupan dan malu yang menyelimutinya. Pria disampingnya ini benar benar tidak tahu malu, kenapa dia bisa berubah menjadi pria idiot sih !
---
"Jadi itu sebabnya kamu mendekati Shishi hanya untuk mencari tahu siapa bos nya?" Tanya Ying Hua
"Tidak, aku mendekatinya untuk menjadikannya alat balas dendamku. Dia masih menyukaiku jadi aku harus memanfaatkannya kan?"
"Apakah benar kamu tidak ada rasa? Tidak mungkin kamu menggunakan semua sumber daya ku termasuk Bei untuk membantunya! Kamu tidak tahu betapa susahnya aku mendapatkan Bei! Aku bahkan harus merusak salah satu gaun kesukaanku"
"Kamu sepertinya sangat menyukai pria kecil itu, aku tidak suka" Ungkap Xukai dingin
Ying Hua mencoba mundur dari duduknya, dia ingin menjauh karena hawa yang dikeluarkan Xukai namun Xukai menyadari hal itu dan menarik pinggangnya mendekat. Mata mereka saling bertemu, dan dalam sekejap, seluruh dunia terasa berhenti berputar. Tatapan intens Xukai membuat hatinya berdebar-debar dengan cepat. Dia merasa terperhatikan dan telanjang, seolah rahasia-rahasia terdalamnya terbuka di hadapan orang ini.
Sensasi malu melingkupi diri Ying Hua , menjadikannya gelisah dan tidak nyaman. Rasa takut di dalam dirinya membuatnya ingin bersembunyi, berharap dapat menyingkirkan pandangan yang begitu menembus kedalaman jiwa. Pipi Ying Hua kembali terasa memerah, mengungkapkan rasa terguncang yang tak dapat ia sembunyikan.
Namun, di balik rasa malu yang menggelayut, ada sensasi aneh yang menggelitik di dalam perutnya. Ada kekuatan dalam tatapan Xukai yang membangkitkan rasa penasaran dan keinginan untuk memahami lebih jauh. Meski terjebak dalam rasa malu, Ying hua berharap dapat menemukan keberanian untuk menjelajahi koneksi yang mungkin tumbuh di antara mereka.
"Ka..Kalau begitu lepaskan tanganmu, kita harus mendiskusikan sesuatu kan?"
"Kita bisa berdiskusi seperti ini"
"Kamu benar benar tidak merasa bersalah kepadaku?! Kamu tetap saja mengancam Bei, aku tidak suka orangku diancam dan digunakan oleh orang lain"
"Maaf" Ungkap Xukai
"Ha?!!!"
Ying Hua berhenti sejenak saat melihat Xukai, tak percaya dengan perubahan yang terjadi. Matanya melebar dan mulutnya terbuka tanpa suara. Wajahnya mencerminkan kebingungan dan kejutan yang memenuhi pikirannya.
Dia merasa seolah-olah melihat sosok yang sama sekali berbeda. Sifat yang dulu familiar dan terbiasa kini telah menghilang, digantikan oleh pribadi yang asing baginya. Setiap gerakannya, setiap ekspresinya, semuanya berbeda. Dia merasa terhanyut dalam lautan kebingungan dan keheranan.
Pertanyaan melonjak di dalam pikirannya. Apakah ini benar-benar orang yang dia kenal? Bagaimana mungkin perubahan ini terjadi begitu cepat dan begitu drastis? Rasa tidak percaya memenuhi pikiran Ying Hua, dia benar benar tak menyangka jika Xukai bisa mengerti kata maaf.
__ADS_1
"ka..kamu bilang maaf tadi kan?" Tanya Ying Hua memastikan
Xukai diam tak menjawab, Ying Hua menyeringai dan berkata " Kamu memohon maaf padaku kan? Hahaha, akhirnya aku bisa melihat kekalahanmu ini. Kamu seharusnya begitu sejak dulu maka aku tidak membencimu"
"Kamu membenciku?" Tanya Xukai lemah
Xukai tak menyangka Ying Hua membencinya selama ini, melihat wajah shock Xukai...Ying Hua ingin tertawa. Dia benar benar takjub mengetahui wajah lain selain wajah dinginnya selama ini. Pria ini ternyata menyembunyikan semuanya darinya karena sebelumnya mereka tidak saling percaya, tapi apa yang membuat Xukai berubah dan percaya kepadanya?
"Kalau begitu bagaimana jika kita bekerjasama? Aku ingin balas dendam dengan keluarga Wang dan kamu dengan keluarga Yang. Aku juga tidak memiliki hubungan baik belakangan ini dengan kedua keluarga, bukankah kita berada diperahu yang sama?" Ungkap Ying Hua
"Tentu" Jawab Xukai
"Jadi, bisakah kamu mengatakan segalanya tentang rencanamu kedepan? Tolong jangan mempermalukanku lagi, aku adalah selebriti dan aku sedang membangun karirku. Jika kamu melakukannya lagi, aku tidak akan segan segan menjadikanmu musuh"
"Baiklah, aku mendengarkanmu" Balas Xukai
Ying Hua menghela napas lega, Xukai sudah menceritakan segalanya kepadanya dan itu merupakan bentuk kepercayaan. Dulunya mereka saling menatap dingin tapi sekarang dia dan Xukai sedang duduk di sofa berdampingan, Ying hua kembali memperingatkan "Jika kamu mengkhianatiku, kamu akan melihat hal yang tak terduga"
"Aku mengerti" Jawab Xukai
"Kalau begitu, bisakah kamu memperlihatkan cctv saat aku melompat dari gedung. Aku tidak percaya melakukan hal itu"
Xukai menatap raut wajah Ying hua, ia merasa Ying Hua menyembunyikan sesuatu darinya tapi dia tidak bisa bertanya karena mereka baru saja memperbaiki hubungan, biarkan dia menceritakannya nanti jika dia sudah siap. Xukai mempercayai Ying hua, dia tidak akan mengkhianatinya.
Suara pintu terbuka mengalihkan fokus mereka, Jianlin bergerak panik kearah Xukai dan berkata " Tuan, situs kita sedang diserang. Data data perusahaan kita sudah ditarik sebagian jika ini terjadi untuk beberapa menit kedepan kita.. kita akan"
"Apa? Kalian diserang?" Tanya Ying Hua terkejut
"Apakah IT kita tidak bekerja? perlukah aku turun tangan sendiri? Apa yang kalian kerjakan sehingga kita bisa diserang!!"
Xukai benar benar marah, ia segera berdiri dan ingin mengikuti Jianlin namun Ying Hua menahan tangan Xukai dan berkata " Biarkan aku membantumu, aku bisa mengembalikan semua data itu"
"Nona..ini bukan persoalan kecil, ini menyangkut..."
"Jianlin bawakan laptopnya"
"Tapi tuan..."
__ADS_1
"Apakah kamu tidak dengar!! Bawakan laptopnya" Teriak Xukai
"Ba..Baik tuan"
Laptop diserahkan kepada Ying Hua. Xukai, Aming dan Jianlin duduk mengitarinya untuk melihat apa yang akan dia lakukan, Ying Hua memutar bola matanya malas dan memulai pertunjukkannya.
Ying Hua akan melakukan reconnaissance" atau "recon" yang merujuk pada kegiatan pengumpulan informasi mengenai target atau sistem yang menjadi sasaran. Dalam hal ini, dia dapat melakukan berbagai teknik dan metode untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan perusahaan, termasuk informasi tentang infrastruktur jaringan, sistem keamanan, kelemahan yang mungkin ada, atau potensi celah yang dapat dimanfaatkan.
"Aku sudah mengambil semua data perusahaan kembali"
"Wah nona, apakah benar benar kembali?" Tanya Jianlin takjub
Tiba tiba Jianlin mendapatkan panggilan, ia pun segera menjawab panggilan dari tim IT perusahaaan.
"Tuan, data kita telah kembali tapi saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi" Ungkap IT tersebut
"Ohh..ohh hebat! Sangat hebat! Tetap pertahankan keamanan, jangan berikan celah kepada mereka" Balas Jianlin
"Baik tuan Jianlin"
Panggilan terputus, Jianlin menatap nonanya penuh rasa syukur. Seharusnya nona berkenalan sejak lama saja dengan tuan maka penyakit dingin tuannya serta semua balas dendam ini tak akan ada namun takdir berkata lain dan mereka dipertemukan sekarang. Jianlin merasa berterimakasih atas kehadiran Ying Hua dihidup tuannya.
"Terimakasih nona, perusahaan sudah diselamatkan"
"Belum selesai, kita harus membalasnya bukan?"
Ying Hua kembali mengetik, gerakan jarinya sangat cepat membuat semua orang terpukau bahkan Xukai tak meninggalkan matanya dari sosok Ying Hua. Ying Hua seperti pandora untuknya, ketika dibuka memberikan kejutan yang luar biasa didalamnya. Xukai merasakan keinginan mengenal dan memiliki Ying Hua seutuhnya.
Ying Hua melakukan hacking ke individu yang menyerang mereka, "hacking" atau "penetrasi" istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan tindakan menyerang atau mencuri data perusahaan lawan. Dalam sekejap, data dari orang tersebut tertera di layar bahkan data rekeningnya Ying Hua dapatkan.
"Dia individu dan pasti dibawah seseorang maka aku mengambil data rekeningnya juga, lihat...ini...dia melakukan transaksi dengan seseorang. Biar aku check sebentar"
Setelah beberapa detik Ying Hua mendapatkan data lawan mereka dan dia langsung memperlihatkannya kepada Xukai " Sepertinya musuh mu sudah bergerak, apa yang akan kamu lakukan?"
Xukai menatap dingin foto lawannya dan menyeringai " Bukankah kita juga bergerak sekarang, serang dia"
Ying Hua tersenyum kecil dan menjawab "Kamu harus membayarku dengan makanan"
__ADS_1
"Tentu saja, apapun untukmu"
Jianlin dan Aming saling menatap heran, Aming merasa ingin muntah sementara Jianlin merasa terkejut dengan perkembangan mereka. Mereka bergerak sangat cepat dan sudah saling mempercayai, apakah kedepannya dia akan melihat gaun putih dan tuxedo? Dia tak sabar menunggu hal itu.