
Di sebuah villa di pinggiran kota, beberapa jam sebelumnya.
Mobil yang dikemudikan Steve memasuki halaman sebuah villa besar. Begitu berhenti, Kennard keluar dan langsung memasuki bangunan bergaya klasik itu. Di dalam sepi. Hanya seorang pelayan laki-laki yang menyambut kedatangannya. Dari pakaian yang dikenakannya, lelaki bernama Hans itu tampak sebagai pelayan, tapi perawakannya yang tinggi besar lebih mirip seorang bodyguard. Sebenarnyalah dia orang kepercayaan Kennard yang menangani semua bisnis gelap di dalam dan luar negeri. Meski secara resmi dia hanyalah seorang pelayan tapi dia adalah lelaki dengan profesi ganda.
“Di mana dia?” Tanya Kennard begitu tiba di ruang tamu.
“Ada di ruang bawah tanah.” Hans memberitahu lantas mengikuti Kennard yang langsung berjalan ke bagian belakang villa.
Mereka tiba di bagian dapur yang luas. Kennard berhenti di dekat ruang penyimpanan anggur lantas menekan sebuah tombol. Sebuah bagian dinding di sebelah pintu penyimpanan bergeser, menampakkan lorong dengan tangga yang menurun. Ada hawa lembab yang menyeruak dari ruangan itu. Kennnard melangkah turun ke dalam ruangan dengan penerangan suram itu.
Seorang pria bertubuh pendek gemuk terduduk dengan posisi bersimpuh di lantai. Tubuh dan lengannya terikat. Kemeja putih yang dikenakannya telah dipenuhi noda darah dan debu. Wajahnya hampir tak bisa dikenali lagi karena telah babak belur oleh bekas pukulan. Lelaki itu tampak seperti orang mati kalau saja gerakan napasnya tidak terlihat. Dia tidak merespon kedatangan orang-orang di ruangan itu.
“Bangunkan dia!” perintah Kennard.
Hans mengambil seember air dan menyiramkannya ke tubuh penuh luka itu. Lelaki yang ternyata adalah Aaron itu tersedak sesaat. Dia berupaya bangkit melihat pada orang yang datang. Saat itu sebuah lampu gantung yang terang dinyalakan di atasnya. Kennard memandang dingin pada sosok tua di depannya. Sementara Aaron hanya menatap pada lelaki muda itu dengan sorot mata ketakutan. Apakah ini lelaki yang dipanggil tuan Kent itu?
Seusai serangan di hotel yang menewaskan tangan kanannya, Bay, Aaron tak sadarkan diri. Begitu tersadar dia sudah ada di rumahnya dengan kaki yang masih nyeri tapi tampaknya peluru yang bersarang di sana sudah dikeluarkan dan bekas lukanya telah dirawat. Aaron merasa heran dia tidak dihabisi bersamaan dengan Bay. Istrinya menjelaskan bahwa ada orang-orang yang mengantarkannya dan memberitahu bahwa terjadi penyerangan di jalan. Mereka menyebut-nyebut sebuah nama, tuan Kent sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap penembakan itu. Aaron tak mengatakan apa-apa. Dia tidak mau istrinya tahu. Selama ini juga dia tidak pernah membicarakan urusannya dengan wanita itu.
__ADS_1
Aaron menghubungi temannya di kepolisian, inspektur Ronald. Dia menanyakan informasi tentang seorang yang disebut tuan Kent itu. Tapi yang didapatnya adalah sebuah nasehat untuk tidak menambah kekacauan dan menghindari bersinggungan dengan Kent.
“Apa Tuan pernah mendengar tentang lima keluarga besar di Black Mountain? Jika tuan Kent mau, dia bisa saja menghancurkan lima keluarga itu. Tapi yang perlu Tuan ketahui, para penerus dari tiga keluarga itu adalah teman baiknya. Saya tidak hendak meremehkan Tuan. Saya rasa menghadapi satu dari mereka saja Tuan mungkin tidak akan sanggup. Jangan membuat masalah lagi dengan orang itu.” Inspektur Ronald mengakhiri penjelasannya dan menutup sambungan telepon dengan tergesa. Dia tidak ingin terlibat dalam urusan ini. Hanya ada yang tidak dia mengerti, bagaimana bisa Aaron dilepaskan sementara Bay mendapatkan vonis mati dari tuan Kent?,
Aaron agak mempercayai informasi dari Ronald tapi masih penasaran bagaimana bisa gadis kecil itu berhubungan dengan seorang yang begitu berkuasa di Black Mountain, padahal Lisle baru saja pindah ke sana. Satu hal lagi, dia dibebaskan begitu saja. Apa maksud dari orang itu?
Aaron tidak tahu bahwa sebuah hukuman yang lebih mengerikan telah menunggunya.
Ternyata dia dibebaskan dan diberi kesempatan bernapas hanya untuk melihat semua kekayaan yang dimilikinya diambil dan hidup orang-orang di sekitarnya dihancurkan. Perkebunannya tiba-tiba terbakar dan beberapa toko peralatan berburunya meledak. Semua bisnisnya luluh lantak dalam sehari. Lalu puterinya Beatrice menghilang. Bukan diculik. Sebuah telepon dari puterinya mengatakan bahwa dia pergi ke Black Mountain untuk menolong sang ayah, menjadi tebusan agar ayahnya tidak diganggu lagi. Dua hari kemudian dia menerima kabar bahwa puterinya menjadi barang lelang di sebuah klub. Istrinya yang mengetahui itu tidak sanggup menerima kenyataan, dia menembak kepalanya sendiri di depan mata Aaron.
Aaron menjadi marah luar biasa. Dia tidak peduli lagi dengan nasehat inspektur, temannya. Dikumpulkannya beberapa orang anak buah terbaiknya dan pergi ke Black Mountain setelah mendapat informasi tentang keberadaan tuan Kent.
“Sekarang sudah tahu siapa aku?” Kennard melangkah mendekati Aaron hingga lelaki itu harus mendongak untuk menatapnya.
Aaron menemukan sebuah raut menawan seorang lelaki bertubuh tinggi menjulang. Garis wajahnya nyaris sempurna. Hanya matanya memancarkan api paling hitam yang pernah dilihatnya. Sesaat dia bergidik demi melihat senyum dingin di bibir laki-laki itu. Ini jenis orang yang tidak akan tersentuh sedikit pun oleh apa pun yang dilihatnya.
Mata tua itu melebar, tampak merah dan berair. Dia tak menyangka jika seorang yang begitu berkuasa dan ditakuti di seluruh kota Black Mountain masih sangat muda dan tampan. Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan dan pengaruh itu di usianya yang mungkin belum genap tiga puluh tahun?
__ADS_1
Kennard tidak berniat menyentuh mangsanya meski hanya dengan ujung sepatu.
“Aku tidak suka mengotori tanganku meski sebenarnya aku ingin juga sedikit bermain-main denganmu. Tapi kurasa permainan ini sudah cukup membuatku puas. Kau pasti sudah mengerti kenapa aku membiarkanmu hidup beberapa hari ini.” Kennard sedikit membungkuk dan suaranya terdengar dingin. “Tentu saja agar kau tidak penasaran di neraka.”
“Manusia iblis....” Aroon mendesis geram tapi merasa tidak berdaya.
Kennard hanya tertawa mendengar umpatan itu. Dia tidak tampak tersinggung malah terlihat senang.
“Kurasa aku sudah cukup memperingatkanmu untuk tidak mengganggu gadis itu.” Kennard melangkah memutari Aaron. “Tapi sepertinya gadis kecil itu telah membuatmu hilang akal. Tentu saja. Dia memang sangat manis. Apa kau tahu rasa bibirnya? Hanya dengan menciumnya saja kau sudah cukup puas. Rasanya sudah menyamai tidur dengan seorang perawan.” Kennard berhenti di depan Aaron hanya untuk melihat jakun lelaki itu turun naik.
Kurang ajar! Orang ini masih berpikir tentang gadis milikku? Berani sekali....
Kennard memberi sebuah isyarat pada Hans. Pelayan itu menghampirinya dan menyerahkan sebuah pistol pada Kennard.
Aaron yang melihat itu malah berkata menantang. “Bunuh aku!”
Senyum Kennard terlihat licik. “Bawa dia ke halaman belakang!”
__ADS_1
Ada sebuah pintu lain dengan anak tangga yang mengarah ke halaman belakang. Hans menyeret Aaron ke sana kemudian berbalik menuju pintu keluar tadi. Kennard berada di puncak anak tangga. Steve dan Hans berdiri di belakangnya dekat pintu. Lelaki itu mengarahkan pistolnya.