Kekasih Terpaksa Sang Penguasa

Kekasih Terpaksa Sang Penguasa
Bab 40. Lisle, Kau Membuat Orang Celaka


__ADS_3

“Aku tidak ada kepentingan lagi di sana, Thomas....” Lisle entah kenapa merasa hatinya nyeri.


“Nona, di sini menjadi sangat suram begitu Nona pergi. Wajah Tuan selalu terlihat seperti ingin membunuh orang.” Thomas memberitahu.


Itu tidak ada hubungannya denganku ‘kan? Bisa saja tuan Kent sedang dibuat marah oleh hal lain. Lisle menggumam dalam hati.


“Mungkin tuan sedang punya masalah dengan bisnisnya....” Lisle mengusulkan sebuah alasan.


“Tidak, Nona. Tuan sedang mengincar keluarga Caldwell. Dia bersama Steve tadi malam di ruang kerja. Waktu saya mengantarkan minuman, saya mendengar tuan Kent mengatakan bahwa beberapa jam lagi keluarga Caldwell akan hancur.”


“A... apa yang kau katakan? Keluarga Caldwell?” Lisle tiba-tiba merasa jantungnya seperti melompat. Steve kemaren telah memberinya peringatan. Apakah ini ada hubungannya? Bagaimana tuan Kent bisa menghubungkan Lisle dengan keluarga itu?


“Nona, apa Nona memiliki hubungan dengan Ralph Caldwell? Sepertinya tuan sangat marah pada orang itu. Tuan berkata, Nona tidak akan pergi kalau bukan karena laki-laki itu....” Thomas berkata pelan.


Lisle menggeleng. “Tidak. Tentu saja tidak....” Kepalanya menjadi pusing membayangkan hal buruk yang akan menimpa keluarga Caldwell. Benarkah itu disebabkan olehnya?


“Thomas, aku harap yang kau katakan itu tidak benar. Aku sungguh tidak ingin seseorang celaka karena aku. Dipikirkan bagaimana pun itu rasanya tidak masuk akal. Aku bukan siapa-siapa bagi tuan Kent. Tidak mungkin tuan Kent mau bersusah payah mengurusi hal kecil seperti itu...”


Terdengar helaan napas berat dari ujung sambungan. Thomas mengakhiri sambungan setelah tak tahu lagi harus berkata apa untuk membelokkan pikiran Lisle yang terlampau lurus dan polos.

__ADS_1


Sepanjang siang Lisle merasa gelisah di kamarnya. Dia hanya makan sarapan dan kembali berbaring. Pikiran yang kacau membuat Lisle enggan melakukan apa pun.


Sore hari Celine muncul mengagetkan Lisle. Katanya dia mengambil cuti hari ini dari kerja malamnya.


“Tadi aku bertemu Ralph. Dia menanyakanmu. Kau benar-benar tidak memiliki hubungan apa pun dengannya?” Celine orang ketiga yang meragukan adanya hubungan antara Lisle dan Ralph.


“Ya tuhan, Celine. Sudah beberapa kali kubilang, kami hanya berteman. Itu pun tidak terlalu akrab. Kami pernah bicara beberapa kali.” Lisle berusaha meyakinkan.


“Tapi sepertinya Ralph menyukaimu....” Celine teringat tatapan mata Ralph pada Lisle, tatapan yang dipenuhi cinta.


“Apa setiap orang yang menyukaiku memiliki hubungan denganku?” Lisle merasa lelah untuk membuat sahabatnya itu percaya.


Lisle mendesah sedih. Ditangkupkannya kedua telapak tangan ke wajah. Jadi sepertinya ini benar-benar ada hubungan dengannya. Bagaimana tuan Kent menyerang keluarga itu karena dia? Jika saja bukan karena kesepakatan konyol itu, mungkin Lisle akan merasa tersanjung, tapi karena dia tahu tuan Kent hanya sedang menunjukkan harga dirinya yang tinggi, Lisle jadi merasa ini sangat keterlaluan.


“Celine, aku ingin menceritakan sesuatu padamu. Aku tidak tahu, apakah kamu akan mempercayainya. Kalau bukan karena kejadian ini, aku pasti tidak akan pernah menceritakannya padamu sampai kapan pun....” Lisle memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Celine.


Celine memandang Lisle dengan rasa ingin tahu yang tidak dapat ditutupi dari wajahnya. Dia pikir, sekaranglah saatnya semua hal yang mengganjal pikirannya tentang sahabatnya akan terungkap. “Aku akan mendengarkan dan aku akan percaya apa saja yang kau katakan. Bukankah kita berteman. Sesama teman harus saling percaya....”


Namun saat Lisle mulai bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan tuan Kent dan pertemuan-pertemuan berikutnya hingga Lisle tinggal di rumah lelaki itu, Celine hampir menuduh gadis itu sedang berhalusinasi. Lisle dan tuan Kent, itu seperti bumi dan langit tanpa batas. Keduanya adalah perbedaan yang diciptakan untuk membuat hidup menjadi berwarna, tapi bukan untuk disatukan....

__ADS_1


“Ralph meyelidikiku. Dia bilang, dia menyukaiku dan dia sangat keras kepala ingin mengetahui semuanya. Akhirnya dia menemukan kebohongan yang dibuat tuan Kent untuk membuatku tinggal bersamanya. Jadi aku meninggalkan Palm Garden dan pulang ke sini. Steve, asisten tuan Kent dan Thomas, kepala pelayan di rumah tuan Kent sudah memperingatkanku. Mereka bilang, jika aku tak kembali, tuan Kent akan melakukan sesuatu pada keluarga Caldwell. Aku tidak bisa mempercayainya karena aku merasa tidak memiliki hubungan apa pun dengan Ralph. Tapi hari ini, rasa-rasanya itu memang benar. Orang kaya memang egois. Tuan Kent sebagai orang yang selalu disegani dan ditakuti seluruh penghuni Black Mountain tentu saja tidak suka barang miliknya diganggu....” Saat mengatakan tentang ‘barang miliknya’ itu, hati Lisle terasa sakit.


“Celine, apa yang harus aku lakukan. Kalau benar yang terjadi pada keluarga Caldwell ada hubungannya denganku, aku akan merasa sangat bersalah. Aku tidak akan bisa menanggung ini seumur hidupku....”


“Tapi apa yang bisa kau lakukan untuk memperbaikinya? Lisle, kalau pun kau kembali, perusahaan keluarga  Caldwell sudah terlanjur bangkrut.” Celine ikut sakit kepala mendengar masalah yang dihadapi Lisle. Semula dia berpikir akan luar biasa jika Lisle berpacaran dengan putera kedua keluarga Caldwell. Kemudian saat dia mengetahui gadis itu menjadi kekasih tuan Kent, dia tidak memiliki kosa kata yang lebih baik lagi untuk menyatakan keheranannya. Sayangnya, masalah yang harus dihadapi Lisle kemudian terasa tak sebanding. Gadis itu seperti hewan kecil yang terjebak dalam pertempuran naga dan harimau.


“Menurutmu, apa tuan kent akan bisa mengembalikan lagi semuanya seperti semula?” Lisle menatap Celine dengan mata yang berembun. Dia tidak rela jika Ralph dan keluarganya harus menanggung akibat dari kesalahan yang dia, Lisle, lakukan.


“Kalau pun dia bisa, aku tidak yakin dia akan mau melakukannya. Lagipula tuan Kent telah menganggap Ralph bersalah karena telah mencampuri urusannya. Ralph dan keluarganya memang sedang sial,” ujar Celine ragu.


“Sepertinya memang tidak ada jalan lain. Aku harus mencobanya. Aku... aku akan kembali ke rumah itu....” Lisle merasa seluruh tubuhnya lemas. Memikirkan kembali ke Palm Garden membuatnya ketakutan. “Kupikir, aku akan kembali sore ini juga. Lebih cepat lebih baik. Mungkin masih ada yang bisa kulakukan untuk menolong Ralph....”


***


Langit sudah gelap ketika taksi yang mengantar Lisle tiba di Palm Garden. Thomas yang membukakan pintu tidak mengira akan melihat gadis itu lagi di rumah ini.


“Nona, kupikir Nona tidak mau lagi datang ke sini.” Thomas terlihat senang.


 

__ADS_1


__ADS_2