Kekasih Terpaksa Sang Penguasa

Kekasih Terpaksa Sang Penguasa
Bab 62. Kapan Kita Menikah?


__ADS_3

“Hm.” Lisle hanya menggumam tak jelas. Sejujurnya dia tidak tahu harus mengatakan apa.


Kennard menunduk, menautkan alis mendengar jawaban Lisle.  Itu membuatnya tidak puas. “Kenapa cuma hm?”


“Kenapa aku harus patuh?” ujar  Lisle hati-hati. Dia menyembunyikan wajahnya rapat-rapat di pelukan laki-laki itu, tidak berani melihat langsung pada  Kennard. Dia takut membuat laki-laki ini marah lagi jika membantah. Namun ada hal yang harus diluruskan sejak awal.


“Karena kau selalu terlibat masalah setiap kali kau tidak patuh.” Kennard menjawab sambil berusaha mencari wajah Lisle yang bersembunyi.


Itu bukan jawaban yang diinginkan Lisle. Jadi dia mengangkat wajahnya, menarik dirinya sedikit hingga bisa menatap langsung ke mata lelaki itu meski dengan sedikit mendongak.


“Maksudku, kenapa aku harus patuh pada Tuan? Aku siapa Tuan? Jenis hubungan seperti apa yang ada di antara kita? Tuan tidak sedang bermain-main denganku ‘kan? Kalau Tuan cuma bermain-main, lebih baik aku kembali ke apartemen saja.” Lisle menekuk bibirnya. Dia merasa sangat tidak puas dengan ketidakpekaan  Kennard. Laki-laki ini ternyata tidak pandai dalam urusan hati.


Kennard menggertakkan giginya. Wajahnya terlihat muram seketika. Gadis ini meragukan keseriusannya. Apa harus dia mengatakannya secara terus terang baru Lisle mengerti? Lagipula, selama ini tak ada gadis yang menolak meski sekedar bermain-main dengannya.


“Kalau aku ingin bermain-main, aku tak akan bersusah payah mengurusimu,” ujar Kennard kesal. Meski menurutnya, semua yang dilakukannya selama ini untuk gadis itu hanyalah sebuah hal yang sepele, tapi dia cukup dipusingkan dengan pikiran tentang Lisle.


“Lalu?” ujar Lisle dengan ekspresi menunggu, penuh harap.


“Lalu apa?” Kennard seperti orang bingung saat mengulangi ucapan Lisle.


“Lalu, apakah aku sekarang adalah kekasih Tuan?” Lisle memainkan jari-jarinya pada kancing kemeja Kennard.


“Bukankah sejak dulu aku sudah mengatakannya. Kau gadisku, milikku, kekasihku....” Suara Kennard terdengar gemas.


“Kalau begitu, aku akan kembali ke apartemenku,” sahut Lisle cepat. Dia terlihat kecewa sendiri.


Kennard terperangah dibuatnya. Bukan itu reaksi yang dia harapkan. Bukankah gadis itu berharap sebuah hubungan yang serius dan tidak main-main.

__ADS_1


“Aku sudah memperjelas hubungan kita,” ujar Kennard. “Kenapa kau katakan ingin kembali ke apartemenmu?” tanyanya.


“Karena dengan status sebagai kekasih Tuan, itu berarti Tuan masih belum benar-benar serius.” Suara Lisle terdengar sedih.


“Hm, lalu?” Kennard tampak belum mengerti.


“Apa Tuan tidak ingin melamarku?” tanya Lisle ragu-ragu.


Sekilas ada kilatan aneh di mata kelam itu. Kennard menatap gadis kecil di depannya nyaris tak berkedip. Sebelumnya, tidak ada gadis yang meminta hal seperti ini padanya. Tepatnya, tidak ada yang berani. Jika saja mereka bisa bersamanya selama beberapa hari, bagi mereka itu merupakan sebuah keberuntungan. Siapa yang berani mengharap posisi nyonya Kent? Tapi gadis ini....


“Kau menjadi serakah,” ujar Kennard namun tidak sedikit pun menjadi kesal. Bertentangan dengan kebiasaan, entah kenapa dia menyukai ide itu. Dia mulai membayangkan Lisle sebagai nyonya Kent yang baik hati. Tanpa dia sadari, sudut bibirnya terangkat.


“Aku tidak serakah. Aku hanya ingin menikah dengan orang yang kucintai dan mencintaiku.” Lisle kembali cemberut. Dia tidak terima dituduh serakah. Apa semua gadis yang ingin dinikahi bisa disebut serakah?


“Tapi aku tidak peduli kalau pun kau serakah. Apa pun yang kau inginkan akan kuberikan. Aku mampu, jadi kenapa tidak?” ujar Kennard angkuh.


Sekali lagi Kennard terpana dengan pertanyaan Lisle. Gadis bodoh ini, kenapa hari ini menjadi lebih pandai dibanding gadis lainnya. Juga lebih berani. Suatu saat dia menemukan Lisle begitu rendah diri dan takut berharap banyak, hari ini dia melihat gadis ini begitu percaya diri, bermain-main dalam pelukannya dan mengoceh tentang pernikahan dengannya seperti seorang anak yang menginginkan mainan.


“Meski belum memikirkannya, tapi aku baru saja berharap kalau harus menikah, itu akan merupakan sebuah kejutan bagi gadisku. Aku tidak mengira malah mendengar rengekanmu yang minta dinikahi. Apa aku melakukan sesuatu yang membuatku harus bertanggungjawab dengan menikahimu?” Kennard tidak mengira Lisle menjadi secerewet ini.


“Aku tidak merengek. Aku bertanya baik-baik. Dan Tuan memang harus bertanggung jawab. Tuan sudah membuatku tidak bisa tidur nyenyak tiga bulan ini. Tuan sudah membuatku menangis sampai airmataku nyaris kering. Tuan....”


“Jadi itu kesalahanku?” potong Kennard cepat. “Siapa yang memohon ingin pergi sebelumnya?” Kennard menyusuri lekuk bibir indah itu dengan jarinya.


Dan Lisle tersipu. “Tapi Tuan....”


“Hentikan omong kosongmu. Sudah kuputuskan, kita akan menikah secepatnya.” Kennard menunduk bermaksud mencium lagi tapi segera ditolakkan oleh Lisle.

__ADS_1


“Benarkah?” Mata indah itu  bersinar cerah. Tingkah Lisle mirip anak kucing yang berbahagia. “Bagaimana dengan cincinnya? Apa Tuan akan membelikanku cincin dengan berlian paling besar? Bukankah Tuan sangat kaya?”


“Kau ingin cincin dengan berlian paling besar, apa kau sanggup memakainya?” Jika yang berkata seperti itu gadis lain, Kennard akan merasa jijik. Namun saat Lisle yang berbicara, baginya terasa lucu. Gadis ini dulu selalu menolak pemberiannya tapi hari ini merengek tentang cincin dengan berlian besar, rasanya dia ingin membeli semua cincin berlian dan memberikannya pada gadis ini.


“Tidak. Aku hanya bertanya. Tapi aku memang ingin sebuah cincin berlian untuk cincin pernikahan, meski sebuah cincin biasa juga tak apa. Tapi Tuan Kent yang agung akan merasa malu ‘kan, jika istrinya hanya mengenakan cincin murahan?” Lisle menjadi pandai bicara. Hatinya memang sedang sangat senang. Mereka akan menikah. Lisle dan tuan Kent. Hati gadis itu seperti akan meledak. Jadi, dia terus mengoceh begitu saja.


“Apa kau tidak bisa lebih berbelit-belit lagi?” Kennard  hampir tertawa mendengar ocehan Lisle yang mulai kemana-mana. ”Dan Lisle, tidak bisakah kau membiarkanku memberi kejutan untukmu? Kau menanyakan bahkan semua yang belum terpikirkan olehku.”


“Aku tidak ingin kejutan lagi. Aku sudah sangat terkejut dengan kedatangan Tuan ke gudang tempo hari. Itu membuatku nyaris kena serangan jantung.  Dan aku sangat ingin mengatakan ini pada Tuan, Tuan sangat keren!” Pipi Lisle memerah saat mengatakannya.  


Kennard tidak tahan. “Hentikan ocehanmu,” ujarnya. Dia tampak seperti seekor naga yang hendak melahap si kelinci nakal. Matanya dipenuhi hasrat.


Lisle terdiam sesaat. Mata mereka bertemu selama beberapa detik. Gadis itu tiba-tiba merasakan sesuatu yang mulai dikenalinya, laki-laki ini menjadi sangat bergairah.


“Aku harus ke toilet,” ujar Lisle tiba-tiba lalu menggeliat melepaskan diri dari pelukan Kennard . Setelahnya gadis itu lari terbirit-birit ke kamar mandi.


Kennard menyeringai menyaksikan tingkah gadis itu. “Malam ini, aku tidak akan melepaskanmu,” gumam Kennard sambil  menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Dia akan menunggu sambil memejamkan mata sejenak.


TAMAT


 ----------------------------


Terima kasih atas dukungan semua yang sudah mampir dan membaca novel ini. Terima kasih juga untuk like, komen, vote, hadiah dan tipnya. Maaf jika ada kekurangan atau pun ketidakpuasan dari novel ini. Semoga kita bisa bertemu lagi dalam novel author yang lain, entah di sini atau di pf yang lain. Yuk temenan di fb author dengan akun Latifah Erni.


Semoga semua tetap sehat dan berbahagia. Tetap semangat. Salam.....🥰🥰🥰


 

__ADS_1


__ADS_2