
"Dia sekarang ada di sebuah pulau di perbatasan. Tak ada satu informasi apapun tentang pulau itu. Tapi kami curiga dia membangun kekuatannya di sana. Kami kesulitan menembus sistem pertahanannya." David menjelaskan secara singkat. Dia tidak memiliki kepentingan dengan orang bernama Zion itu. Tapi keberadaannya membuat David ikut merasa tidak aman. Kennard memiliki orang-orang yang lebih kompeten dalam hal ini. Jadi, meskipun sedikit merepotkan, dia datang langsung untuk memberitahu presdir grup Diamond ini.
Dan Kennard belum sempat berkomentar apapun ketika panggilan dari Jill membuat ponselnya berbunyi.
"Hallo?" Kennard mendengarkan suara di ujung saluran.
Ekspresinya tetap dingin. Tapi ada yang berubah dari sorot matanya.
David mengawasi dari tempat duduknya dan merasa ada yang tidak beres.
"Bagaimana dengan ponselnya?" Suara Kennard tampak masih tenang. Lelaki itu mendengarkan lagi.
Setelah beberapa saat, Kennard mengakhiri sambungan. Dia terdiam beberapa saat menatap permukaan meja yang mengkilap.
"Ada masalah?" tanya David dengan penasaran.
Kennard menatap David sekilas lalu berkata, "Lisle menghilang dari pengawasan orang-orangku."
"Sial!" Maki David. "Apa kau perlu bantuan?"
"Tidak perlu. Suruh saja orangmu mengirimkan hasil penyelidikan kalian pada Lucas di pulau. Aku akan urus istriku sendiri." Kennard bangkit dari duduknya. Sambil berjalan keluar dia menghubungi Steve dengan ponselnya.
"Baiklah. Aku juga harus pergi sekarang. Kalau perlu bantuan kau bisa menghubungiku nanti." David juga bangkit dari duduknya dan mengikuti Kennard pergi dari ruangan itu.
***
__ADS_1
Penjara kota, saat makan siang.
Antrian panjang tahanan yang hendak mengambil jatah makan siang tampak mengular hingga pintu masuk ruang makan yang besar. Meja-meja panjang berbaris kaku dan polos dalam warna abu-abu. Beberapa orang yang sudah mendapat jatah makan siangnya berjalan pelan menuju meja-meja itu.
Tidak seperti yang lain yang makan bersama satu dua teman, Sally sendirian membawa tempat makannya menuju sebuah meja paling sudut. Dia kelihatan tidak pernah berbicara atau menyapa siapapun sejak mulai masuk. Sebenarnya, dia memang tidak memiliki teman.
Sally merasa jijik dengan para tahanan itu, karenanya dia tidak pernah ingin berteman dengan salah satu dari mereka. Dia selalu menanamkan ke dalam pikirannya bahwa sebentar lagi dia akan pergi dari tempat terkutuk ini. Orang itu menjanjikan beberapa bulan lagi. Dia akan datang untuk membebaskan Sally.
Kadang dia ingin tertawa setiap dari mereka membicarakan masa hukuman yang lama. Sally sangat ingin memberitahu bahwa dia saat ini memiliki hubungan dengan seseorang yang punya kekuasaan. Dan kekuasaan itu akan membebaskannya dari tempat yang sangat dia benci ini.
Sally mengunyah roti isi yang keras pelan-pelan. Entah apa yang sudah dimasukkan para koki di dapur sebagai isian. Rasanya tidak enak. Tak ada daging. Hanya sayuran yang mungkin hampir busuk ketika tiba di meja dapur yang kotor. Lalu tangan-tangan gemuk dan berminyak para koki memotong-motongnya menjadi beberapa bagian.
Hari ini roti isinya semakin buruk. Sally berusaha keras mengunyah dan menelan. Tidak tahan lagi, dia meletakkan setengah potong yang tersisa ke atas nampan lalu mengambil gelas plastik berisi jus yang hambar.
Beberapa detik kemudian dalam kesadarannya yang menipis bahwa seseorang telah meracunnya, Sally ambruk ke lantai yang dingin.
***
Seperti janji Kennard pada Lisle semalam, dia menyuruh orang untuk menyelidiki kebenaran cerita Sally. Tetapi sore itu dia mendengar kabar kematian gadis itu yang mengenaskan begitu tiba di Palm Garden.
Tentang Celine dia juga diberitahu bahwa gadis itu terakhir kali terlihat di atas jembatan sungai Fifty. Tak ditemukan rekaman CCTV yang menunjukkan keberadaan gadis itu setelahnya. Seseorang telah bermain-main dengan kamera keamanan kota.
Kennard menarik dasi dari lehernya dan melempar sembarang seperti halnya yang dia lakukan pada jasnya. Laporan terakhir dari Hans membuatnya marah besar. Ponsel Lisle terlacak dalam bak sebuah mobil yang berhenti di pelabuhan. Sopir yang kebingungan mengaku tidak tahu-menahu soal benda yang ditemukan di mobilnya itu.
Kesimpulan Kennard, mereka telah dikelabui oleh seseorang. Meski tampaknya Lisle terlibat dalam kejadian ini, tapi dia tahu istrinya tidak sepintar itu. Seseorang membawanya pergi. Seseorang yang dia kenal.
__ADS_1
Dengan perasaan kesal, Kennard menarik laci meja di sebelah tempat tidur, bermaksud mengambil pistol yang biasa dia letakkan di sana. Sebuah kertas terlipat menarik perhatiannya. Benda yang dia cari tidak dia temukan.
Kennard mengenal tulisan kecil-kecil di atas kertas. Kuno sekali, pikirnya. Kenapa tidak mengirim email saja Dengan berdecak sebelumnya dia mulai membaca.
"Aku bertemu Bert. Ada sedikit urusan. Pistolmu aku pinjam. Bila sore aku belum kembali, mulailah mencari. Entah bagaimana caranya, aku tahu kau pasti bisa menemukanku."
Bert, ternyata. Kennard tidak tahu apakah harus marah atau malah tertawa setelah membaca pesan dari istrinya. Kertas itu diremas erat dalam genggamannya.
"Tentu saja aku akan menemukanmu." Kennard bergumam sendiri.
Entah urusan apa yang sedang dihadapi istrinya, tapi Lisle sepertinya telah mengambil resiko yang besar. Karenanya gadis itu meminjam senjata miliknya. Ada sedikit kekhawatiran pada diri Kennard. Lisle baru belajar menggunakan senjata. Dia tidak yakin jika gadis itu bisa menggunakannya dengan benar.
Hm, Bert. Kali ini aku tidak akan berbaik hati lagi.
Ponsel Kennard lagi-lagi berdering. Hari ini benda itu menjadi sangat sibuk.
Kennard melihat sekilas nama penelpon, menekan ikon terima dan berbicara. "Bagaimana? Sudah kau dapatkan lokasinya?"
"Kota Efron. Obyek masih terus bergerak. Saya akan kirimkan posisi pastinya jika obyek sudah berhenti." Lucas di seberang menginformasikan.
Sambungan dimatikan.
Kennard menghubungi sebuah nomor kontak lain.
"Steve. Siapkan helinya. Kita akan bepergian sebentar lagi."
__ADS_1