Ketika Inka Menjadi Inka

Ketika Inka Menjadi Inka
10


__ADS_3

"Selamat atas pernikahan kalian, Gara sayang," ujar Leticia sambil memeluk Kanigara dengan erat. Inka terlihat santai dan tak menunjukkan perasaan yang sebenarnya.


Akhirnya si ular betina muncul juga! batin Inka. Emosi dalam dada Inka bergemuruh, tetapi ia berusaha menahan sekuat tenaganya agar ia tak melakukan sesuatu yang akan menggagalkan usaha dan rencana yang sudah ia siapkan selama ini. Gianna terus mengamati gerak-gerik dari Inka, mewaspadai bila tiba-tiba sahabat itu kehilangan ketenangannya karena kehadiran Leticia. Wanita muda itu merupakan salah satu musuh Inka dari masa lalunya yang menoreh luka paling dalam.


Kanigara terlihat senang dengan kehadiran sahabat masa kecilnya itu. Leticia melirik ke arah sang mempelai wanita yang terlihat sedang berbicara dengan sang ibu yang berada di depannya.


"Wahhh, ini dia pemeran utama wanita kita. Gara emang engga pernah salah milih pasangan. Istri kamu cantik banget!" seru Leticia dengan raut wajah yang terlihat senang sambil memeluk Inka yang membuat Inka mengumpat dalam hati. Inka tersenyum malu mendengar pujian tak tulus dari musuhnya itu. Gianna menatap geli ke arah Inka yang mampu bersandiwara dengan baik, yang membuat Segara di sampingnya bingung.


"Kamu ngapain senyam-senyum kayak orang kesambet gitu?" tanya Segara sambil menyenggol bahu Gianna dengan bahunya. Gianna segera memelototi sahabatnya itu yang membuat Segara langsung mengangkat kedua tangannya, tanda bahwa ia tak akan mempertanyakan lagi segala tingkah yang Gianna tunjukkan selama pesta. Gianna hanya menganggukkan kepalanya dengan mantap dan kembali melihat ke arah Inka.


"Sayang kenalin, ini Leticia sahabat kecil aku," ujar Kanigara yang membuat Leticia menatap sayang ke arah lelaki itu. Inka hanya tersenyum simpul dan menatap Leticia dengan santai.


"Halo salam kenal, saya Inka istri Kak Kani," balas Inka dengan santun. Leticia terlihat geli karena perkataan Inka yang terlalu formal di telinganya.


"Santai aja sayangku, ke depan kita harus jadi teman baik ya. Aku sedih karena kamu udah ngambil sahabat kesayangan aku," ujar Leticia dengan mimik sedih tetapi kemudian ia tiba-tiba tertawa.


"Aku becanda sayang, aku bahagia untuk kalian berdua," lanjut Leticia yang dibalas Inka dengan senyum simpulnya.


Becanda?! Cihhh! batin Inka dengan wajah yang tetap penuh dengan senyuman walau ia sudah muak dengan semua sandiwara Leticia itu.


****


"Ayo sini say, aku kenalin sama sahabat-sahabat Gara lainnya!" ujar Leticia yang mendekati Inka saat melihat Kanigara tak berada di sisi gadis itu. Inka mengangguk pelan. Gianna berniat menyusul Inka, tetapi Inka memberikan tanda agar Gianna tetap diam di tempatnya yang membuat gadis itu mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Ini Bram, ini Vincent. Mereka juga sahabat dekat Kanigara selain aku dan kakak kamu tentunya." Leticia memperkenalkan Inka dengan dua orang lelaki yang pernah ia temui pada pesta pernikahan mereka di kehidupan pertamanya.


Alurnya sama, batin Inka sembari menyembunyikan senyum sinisnya. Ia menyalami kedua lelaki yang diperkenalkan sebagai sahabat suaminya itu. Mereka bercakap-cakap sebentar sebelum akhirnya Inka bermaksud pamit undur diri dan kembali ke pelaminan.


It's show time, beib! batin Inka. Ia bergerak seperti biasa dan mulai membalikkan tubuhnya. Inka tahu saat itu seseorang sedang menginjak ujung kebayanya yang menyapu lantai. Ia dengan sengaja menyentak kebayanya secara tiba-tiba dan menggenggamnya kuat sehingga sepatu orang yang menginjak kebaya itu tersangkut di payet kebayanya dan terjatuh.


Pandangan mata semua orang yang ada di ruangan itu tertuju pada kejadian itu. Inka mulai memainkan perannya.


"Aduhhh ya ampun Leticia, kenapa kamu bisa jatuh?" ujar Inka yang terlihat panik sembari melirik ke arah sandal pesta Leticia masih menyangkut di ujung kebayanya dan berusaha membantu Leticia untuk berdiri. Leticia terlihat enggan menerima uluran tangan Inka, tetapi karena ia melihat Kanigara mendekat ia mengulurkan tangannya dengan terpaksa. Bram dan Vincent yang awalnya terkejut dengan insiden itu juga berusaha membantu Leticia untuk berdiri.


"Ada apa ini?" tanya Kanigara yang sudah berada di dekat kedua gadis itu.


"Ga....," ujar Leticia dengan wajah memelas tapi langsung dipotong oleh Inka.


"Sayang Leticia terjatuh karena engga sengaja nginjak kebaya aku. Kebetulan aku mau berbalik jadi engga liat," ujar Inka dengan wajah polos dan raut muka bersalah.


"Gapapa kok, kamu kan engga sengaja," balas Inka sembari memasang senyum maklum. Inka langsung memeluk lengan Kanigara dan mengajaknya kembali ke pelaminan, sebelum. Leticia kembali memulai dramanya. Leticia mengepalkan tangannya karena rencananya untuk mempermalukan Inka gagal, dan malah berbalik mempermalukan dirinya sendiri. Ia mengajak Bram dan Vincent untuk meninggalkan tempat itu.


"Hit that b*tch!" gumam Gianna lirih tetapi dengan wajah sumringah penuh kemenangan. Inka sendiri menyimpan senyum sinisnya dalam hati.


Belum selesai, batin Inka sembari menggeretakkan giginya. Semua tamu segera melupakan kejadian memalukan tadi dan larut dalam acara resepsi pernikahan Inka dan Kanigara. Inka dan Kanigara sudah berganti busana dengan mengenakan gaun berwarna gold dengan desain yang serba tertutup tetapi sangat elegan, sedangkan Kanigara mengenakan tuxedo dengan warna senada untuk acara di malam hari.


Malam itu, Leticia kembali hadir dan mengganti gaunnya menggunakan gaun bertali satu, berwarna merah yang membuat dirinya terlihat mencolok. Inka mendengus kasar saat melihat penampilan sahabat Kanigara itu. Leticia bahkan dengan berani mengajak Kanigara berdansa bersamanya padahal kedua mempelai pengantin belum memulai dansa pertama mereka.

__ADS_1


Inka sama sekali tak terlihat mempermasalahkan hal itu. Ia duduk dengan santai sambil berbincang dengan sang kakak dan Niskala kakak iparnya yang kebetulan duduk di kursi yang mengapit kursinya. Asher sebenarnya ingin mempermasalahkan hal itu karena merasa Kanigara tidak bisa bersikap tegas kepada Leticia mengingat adiknya sama sekali belum diajak berdansa oleh suaminya itu. Namun Inka memegang lengan Asher sambil tersenyum yang membuat Asher mengurungkan niatnya.


"Sekarang," ujar Inka tanpa suara. Tiba-tiba seluruh lampu mendadak mati yang membuat kegaduhan sesaat kemudian menyala kembali seolah tidak terjadi apapun. Leticia kembali mengajak Kanigara berdansa, dan tak sengaja Leticia menginjak gaun malamnya yang menjuntai hingga menyentuh lantai.


Srettt! Suara sobekan kain terdengar dan Leticia menatap ngeri karena gaun yang dikenakan meluncur mulus ke bawah yang membuat pakaian dalam Leticia terlihat. Ia segera berjongkok dan mengangkat gaunnya untuk menutupi tubuh sembari berlari keluar dari tempat itu dengan wajah merah padam karena malu. Suasana di ruangan itu sontak hening bahkan Inka terlihat menutup mulutnya yang ternganga karena kejadian tadi.


Inka langsung mengambil peran sebagai istri yang baik dengan menggandeng lengan Kanigara yang masih terpaku di tempatnya karena terguncang dan mengajak suaminya itu untuk kembali duduk. Asher berperan sebagai sahabat yang baik dengan mengejar Leticia.


"Apa-apaan itu tadi?" desis Kanigara sembari meninggalkan sang istri sendiri untuk mengecek keadaan Leticia. Inka sama sekali tak menahan kepergian suaminya itu. Elisha sempat mendatangi Inka untuk menanyakan keadaan putrinya itu karena ia merasa Kanigara mengabaikan Inka demi sahabat perempuannya itu.


Inka hanya tersenyum dan menenangkan Elisha. Untuk mencairkan suasana, Niskala mengambil inisiatif untuk mengajak adik iparnya itu untuk berdansa. Gianna dan Segara kemudian mengikuti jejak mereka, dilanjutkan oleh tamu yang lain.


"Maafkan sikap Kanigara, mereka memang dekat sejak kecil. Mereka terbiasa berbagi banyak hal bersama sehingga Kanigara cenderung memanjakan Leticia. Kamu harap maklum untuk kali ini ya, Ka. Nanti kakak bakalan obrolin hal ini sama, Gara," ujar Niskala yang merasa bersalah atas sikap adiknya itu.


"Gapapa kok kak. Aku sama Gianna dan Segara juga kayak gitu. Jadi aku ngerti," balas Inka lembut sembari tersenyum. Niskala langsung menyukai Inka sejak pertama kali mereka bertemu saat acara lamaran. Ia yakin bahwa Inka adalah pasangan yang tepat untuk sang adik. Kelembutan dan sikap santun Inka telah memenangkan hati Niskala sejak awal. Ia bahagia mendapatkan adik ipar sebaik Inka.


****


Acara resepsi pernikahan Inka dan Kanigara telah selesai walau diwarnai insiden yang tak terduga. Inka sedang berendam di dalam bathtube sembari merenungkan semua kejadian yang terjadi pada hari ini.


Inka tertawa lirih, tetapi air mata membasahi pipinya. Ia mengingat betapa resepsi pernikahannya dan Kanigara pada kehidupan pertamanya justru menjadi aib memalukan yang tak bisa ia lupakan hingga saat ini. Bagaimana gaun untuk resepsi pernikahannya disabotase dan ia berhasil dipermalukan di depan khalayak ramai karena saat Inka sedang berjalan, Leticia sengaja menginjak gaun resepsinya hingga gaun itu melorot dan menampakkan pakaian dalamnya.


Pernikahan yang dihadiri oleh dua ribu undangan dan gaun pernikahan yang melorot karena diinjak seorang wanita yang sangat membenci Inka dan kini sangat dibencinya adalah momen yang tak akan pernah ia ulangi dalam kehidupan Inka yang kedua.

__ADS_1


"2 - 1, Leti sayang!"


****


__ADS_2