Ketika Inka Menjadi Inka

Ketika Inka Menjadi Inka
35


__ADS_3

Keesokan harinya Inka dan Kanigara mengantarkan Asher dan Segara sebelum mereka berangkat ke kantor. Mereka berusaha untuk tidak terlihat canggung di hadapan kakak dan sahabat dari Inka itu. Setelah berpelukan dan mengucapkan salam perpisahan, Asher dan Segara langsung memasuki ruang tunggu agar Inka dan Kanigara bisa berangkat menuju kantor.


Hari itu, Kanigara yang mengantarkan Inka berangkat ke kantor. Keheningan itu masih menyelimuti pasangan suami istri itu.


"Makasih udah ngantarin aku, Kak. Hati-hati di jalan," ujar Inka setelah Kanigara memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk kantor Inka. Sekuriti yang sudah mengenali mobil Kanigara pun segera membukakan pintu penumpang dan menyambut kedatangan Inka.


"Selamat Pagi Pak Gara, Bu Inka," sapa Pak Riswan, sang sekuriti dengan ramah. Kanigara hanya tersenyum sambil mengangguk ke arah Pak Riswan dan menatap ke arah Inka yang sudah beranjak untuk keluar.


"Nanti aku jemput. Kabari kalo kamu mau pulang, sayang!" ujar Kanigara penuh penekanan yang membuat Inka menoleh dan mengangguk sambil tersenyum manis ke arah Kanigara yang lelaki itu baca sebagai senyuman kamuflase karena Pak Riswan sedang memperhatikan mereka secara diam-diam.


"Hati-hati sayang, kabari kalo udah sampe di kantor ya," ujar Inka sambil melambaikan tangannya ke arah Kanigara yang sengaja membuka jendela mobilnya untuk melihat sang istri. Ia menunggu mobil Kanigara berlalu, baru ia memasuki kantornya.


****


"Permisi bu, ada tamu yang menunggu ibu di lobi," ujar Pak Riswan yang mendapat anggukan dari Inka.


Ehmmm, sudah datang ternyata, batin Inka sembari mengeluarkan seringaian samarnya. Inka mengetahui ada orang yang memperhatikan dirinya saat akan memasuki lift tetapi ia sengaja mengabaikan tatapan orang yang sudah ia ketahui jati dirinya itu.


"Bu...," ujar Sellah yang terputus karena Inka menyela perkataan sang sekretaris dengan mengangkat tangannya sebagai tanda bahwa ia mengerti yang ingin Sellah sampaikan.


"Biarkan mereka menunggu selama satu jam. Bilang aja saya masih ada meeting penting. Setelah sejam, antar mereka ke ruang meeting bila mereka masih sabar menunggu!" jelas Inka yang membuat Sellah mengangguk.


Kita liat seorang Bimantara Nusra apakah cukup punya kesabaran menanti seseorang yang dianggapnya mangsa?! batin Inka sembari tersenyum sinis dan memasuki ruangan kerjanya.


****

__ADS_1


Sesuai prediksi Inka, Bimantara masih menunggu untuk bisa bertemu dengan Inka. Inka mengepalkan tangannya kala mengingat perbuatan lelaki yang saat ini sedang duduk manis di ruang rapat dan menunggu dirinya dengan sabar. Ia tahu siapa Bimantara, dan seperti apa kesabarannya dulu. Lelaki yang hanya punya kesabaran bila memiliki niat terselubung, untuk menaklukkan mangsa atau musuh incarannya.


Cihhh, masih sama ternyata! Inka memperbaiki tampilannya dan berjalan anggun menuju ruang rapat, bersiap untuk menghadapi salah satu musuh lamanya itu. Sellah mengikuti atasannya itu dan membukakan pintu ruang rapat untuk Inka.


"Selamat siang, maaf menunggu lama karena ada meeting penting yang tidak bisa saya tinggalkan..., ehmm, dengan Pak Bimantara?" ujar Inka sembari mengulurkan tangannya dengan sengaja ke arah asisten pribadi Bimantara yang membuat lelaki muda itu terkejut dan langsung memperkenalkan Bimantara yang asli kepada Inka.


"Ohhh, maafkan kesalahan saya, Pak Bimantara. Saya Inka," ujar Inka sembari tersenyum manis ke arah Bimantara. Bimantara langsung menyambut uluran tangan Inka dan menjabat tangan gadis itu dengan erat dan sedikit lebih lama. Inka dengan sengaja membiarkan ketidaksopanan Bimantara itu terjadi, untuk melihat reaksi musuhnya itu.


Sellah yang melihat tindakan kurang ajar Bimantara itu, langsung berdeham dan membuat Bimantara melepaskan genggaman tangannya. Inka mengelap tangannya ke dalam saku celananya karena merasa jijik dengan sentuhan lelaki itu.


"Silakan duduk, Pak. Ada yang bisa kita bantu?" tanya Inka membuka pembicaraan.


"Saya engga basa basi lagi, kita datang untuk menawarkan kerja sama dengan perusahaan yang Ibu Inka pimpin. Saya merasa kerja sama kita akan saling menguntungkan buat perusahaan kita. Apalagi saya bisa bekerja sama dengan CEO perusahaan yang cantik dan pintar seperti Bu Inka ini!" ujar Bimantara sembari menyelipkan kata-kata pujian untuk Inka yang membuat gadis itu ingin menghajar Bimantara saat itu juga.


Inka berusaha menahan emosinya dan mulai berakting dengan tersenyum malu, yang membuat Sellah yang mengetahui sifat asli Inka sedikit terperangah karena melihat reaksi yang ditunjukkan oleh atasannya itu. Bahkan dengan Kanigara, seorang Inka tak pernah bersikap seperti itu.


Edward, sang asisten langsung menyerahkan proposal yang sudah mereka persiapkan sebelumnya. Inka menerimanya dan berjanji akan mempelajari proposal itu dan memberikan kabar kepada pihak Bimantara secepatnya.


Tanpa berlama-lama, Inka langsung menyelesaikan pertemuan itu dengan alasan harus menghadiri rapat selanjutnya. Sellah mengantarkan kepergian kedua lelaki itu hingga ke lift. Sementara Inka langsung bergerak menuju ke ruang kerjanya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tangannya.


"Sekali b*jingan, tetaplah b*jingan!" ujar Inka sinis sembari mencuci tangannya beberapa kali karena jijik.


Sementara itu Bimantara tersenyum senang setelah mereka berada di dalam mobil.


"Cantik, sexy dan milik Kanigara! Kombinasi yang sangat perfect. Nona Inka Alora, ahhh bukan, Nyonya Inka Janu..., harus jadi milikku!" ujar Bimantara sembari menyeringai licik.

__ADS_1


****


Sesuai dengan janjinya, Kanigara menjemput Inka setelah Inka mengabari sang suami bahwa ia telah selesai bekerja. Inka sudah menunggu kedatangan Kanigara di depan pintu lobi kantornya karena Kanigara menghubungi diri Inka dan mengatakan bahwa ia sudah dekat.


"Kamu mau makan di luar atau di rumah?" tanya Kanigara membuka pembicaraan.


"Di rumah aja, Kak. Aku agak capek hari ini, pengen cepat istirahat!" balas Inka yang mendapat anggukan dari Kanigara. Begitu tiba di kediaman keluarga Janu. Kanigara dan Inka langsung menuju kamar mereka untuk membersihkan diri. Saat Inka selesai membersihkan diri, ia melihat Kanigara sedang duduk di sofa seolah sedang menunggu dirinya.


"Makan bareng!" ujar Kanigara singkat yang membuat Inka mempercepat kegiatan dandannya dan mengikuti sang suami ke ruang makan. Niskala ternyata sudah duduk manis dan menunggu kedatangan mereka.


"Hai Kak, kenapa engga makan duluan?" tanya Inka saat duduk di sebelah Niskala.


"Kata Rima, kalian udah pulang. Jadi aku nunggu aja biar bisa makan bareng sama adik kecil aku yang super sibuk ini. Gimana kondisi kamu?Emang udah fit buat kerja?" tanya Niskala. Inka tersenyum manis dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan sang kakak ipar. Niskala tertawa kecil dan mengelus rambut Inka lembut yang membuat Kanigara mencebik kesal tanpa ia sadari.


Niskala dan Inka melihat ke arah Kanigara yang tampak mengerutkan dahinya kala membalas tatapan Niskala dan Inka.


"Apa? Aku engga suka menunya! Kenapa ada salmon di piring aku?" tanya Kanigara entah pada siapa. Riska yang mendengar perkataan Kanigara langsung mendekati meja sang tuan dan melihat ke arah piring yang terletak di depan suami Inka itu.


"Maaf tuan muda, akan saya ganti!" ujar Riska dengan wajah takut karena tatapan tajam Kanigara. Inka mengangkat tangannya dan menyuruh Riska untuk mundur. Riska mengikuti perintah nyonya rumahnya itu. Inka mendekati Kanigara yang duduk berhadapan dengannya.


"Sayang, aku ambilkan ulang makanannya buat kamu ya...," ujar Inka yang membuat Kanigara bergeming. Ia hanya melihat ke arah Inka yang dengan cekatan mengambilkan makanan baru untuk dirinya. Niskala yang mengetahui alasan kekesalan Kanigara hanya tersenyum geli melihat tindakan kekanakan Kanigara malam itu. Inka meletakkan makanan baru itu di depan Kanigara.


Mereka makan dengan tenang, tetapi ketenangan itu hanya berlaku sesaat karena setelahnya suara yang Inka benci menggema di kediaman mereka.


"Garaaaa! Tolong akuuu!" seru Leticia.

__ADS_1


Drama dimulai! batin Inka sembari tertawa dalam hati.


****


__ADS_2