
"Sayang, Leticia ada di Batam saat ini! Aku rasa kita harus menemui Leticia ke sana! Biar mami di sini dijaga sama Gianna, Rima dan para pengawal. Gimana menurut kamu, Kak?" tanya Inka yang pada akhirnya memilih memberitahukan Kanigara tentang informasi yang ia dapatkan dari Kenneth.
"Bukankah lebih baik kalo orang suruhan kita aja yang bergerak, sayang? Karena kondisi kamu juga tidak bisa bergerak normal seperti biasa kan?" saran Kanigara yang membuat Inka merasa tak puas.
Ia menatap sang suami dengan lekat sembari nunjukkan ekspresi tak berterimanya, yang membuat Kanigara menghela nafas berat. Inka akhirnya membuka suara dan menjelaskan alasan kenapa ia ingin bahwa merekalah yang harus menemui Leticia.
Kanigara pada akhirnya mengalah, dan menuruti kemauan sang istri. Hal itu membuat Inka merasa sangat senang. Mereka juga menghubungi Niskala dan Rhode untuk menjalankan rencana mereka.
Pada saat yang sudah mereka rencanakan, akhirnya Inka dan Kanigara keluar dari vila tempat persembunyian mereka. Mereka hanya terbang ke Batam berdua, karena si kembar ditugaskan untuk menjaga keluarga Inka.
****
"Kalian sudah sampai!" seru Niskala kala menjemput Inka dan Kanigara sore itu. Mereka saling berpelukan sebelum akhirnya mereka menuju kediaman keluarga Janu.
Semua staf di kediaman mereka sudah menunggu kedatangan tuan dan nyonya muda mereka. Mereka sangat gembira kala mendengar Kanigara dan Inka akan kembali pulang. Mereka menyiapkan semua hidangan kesukaan Inka dan Kanigara.
"Selamat datang kembali buat tuan dan nyonya muda," seru kepala staf kediaman itu penuh haru. Kanigara langsung menepuk bahu asisten setia sang ayah dengan lembut yang membuat lelaki paruh baya itu menitikkan air mata.
Ia juga menyalami nyonya rumah mereka dengan hangat dan mengucapkan selamat atas kehamilan Inka. Inka membalas salam kepala staf itu dengan menepuk pelan tangan Pak Gugun dan menatap lelaki itu dengan sayang.
Inka menyapa semua staf yang ada di kediaman itu satu per satu untuk melepas rasa rindunya terhadap mereka yang sudah membantu mereka selama ini.
"Riska engga kelihatan?" tanya Inka karena tak menemukan salah satu staf kesayangannya itu.
"Oh, Riska lagi cuti, Nyonya muda. Ini Fira, staf baru yang akan melayani, Nyonya muda, sampai Riska masuk kembali," jelas Pak Gugun yang membuat Inka menganggukkan kepalanya sambil tersenyum simpul dan menyalami gadis yang dimaksud oleh Pak Gugun.
__ADS_1
Inka menatap sekilas wajah gadis yang sedang tersenyum ke arahnya itu. Ia hanya mengangguk pelan dan mengajak Kanigara menuju kamar mereka.
"Istirahatlah sayang, aku ke ruang kerja Kak Niska sebentar. Kamu gapapa kan kalo aku tinggal sebentar?" tanya Kanigara. Inka hanya mengangguk dan membiarkan sang suami pergi karena ia hanya ingin merebahkan diri.
Setelah Kanigara pergi, terdengar ketukan di pintu yang membuat Inka menoleh dan mempersilakan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk.
"Saya Fira, Nyonya muda. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Fira dengan sopan.
Inka menatap wanita itu dengan intens, lalu memilih berdiam diri sesaat sebelum menjawab pertanyaan staf barunya itu.
"Boleh saya tau atas rekomendasi siapa kamu bisa masuk ke kediaman ini?" Pertanyaan Inka sontak membuat Fira terkejut. Ia terlihat gugup untuk sesaat kemudian berusaha menenangkan dirinya dan merubah raut wajahnya.
"Saya merupakan tetangga dari Pak Gugun di kampung Bu. Saya dapat kabar dari Pak Gugun kalo kediaman ini membutuhkan dua orang staf untuk menggantikan staf yang sebelumnya resign," jelas Fira yang membuat Inka mengangguk pelan beberapa kali.
Inka mengajak Fira mengobrol beberapa saat sebelum akhirnya Inka meminta Fira keluar dari kamar mereka karena istri Kanigara itu ingin beristirahat. Setelah Fira keluar, Inka memilih untuk ke ruang pribadinya. Ia membuka tempat penyimpanan rahasianya, kemudian mengecek sesuatu.
Dia sudah di sini! Jalankan rencana kita! Pastikan tahanan kita dikirim dengan selamat sampai di tujuan terakhirnya! Semua harus dibereskan secepatnya!
Inka kembali melakukan kebiasaannya yaitu mengetuk-ngetuk meja kerja dengan menggunakan jari telunjuknya. Ia merasa bahwa tujuannya akan segera tercapai karena para musuh mereka sudah memakan umpan yang tim Inka lemparkan.
Kali ini, aku harap semua bisa berakhir dengan baik, Tuhanku! Biarlah semua keluargaku bisa bahagia! batin Inia yang semakin membulatkan tekadnya untuk segera mengakhiri semua, sebelum kepergiannya.
****
"Mereka sudah kembali, saat melancarkan serangan kita!" ujar seseorang saat menghubungi rekannya. Sang rekan menyeringai sangat puas karena merasa target mereka malah memperlihatkan batang hidung mereka.
__ADS_1
"Mari kita menyapa nyonya muda Janu yang cantik secara langsung. Terima kasih karena sudah kembali sayangku, kita balaskan dendam kita kepada keluarga Janu dan si bodoh itu!" balas sang rekan yang membuat orang yang menghubunginya tadi tertawa puas.
Tunggulah mautmu, Inka Alora. Kali ini tak ada kesempatan bagimu untuk lari! batin seseorang sembari menggulung rambutnya membentuk sanggul yang rapi.
Gadis itu keluar dari kamarnya dan bersiap untuk melancarkan serangannya ketika musuh terlihat lengah. Mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, sehingga ia yakin kali ini tak akan ada lagi kesalahan dan nyawa Inka akan berada dalam genggamannya.
****
"Malam Nyonya muda, Tuan Muda, Tuan Besar sudah menunggu di ruang makan," ujar Fira yang mendapatkan tugas untuk memanggil Inka dan Kanigara. Pasangan suami istri itu hanya mengangguk dan meminta Fira menyampaikan pesan kepada Niskala bahwa mereka akan segera menyusul ke ruang makan.
Fira segera undur diri setelah menerima perintah dari majikannya itu. Tak lama Inka dan Kanigara tiba ruang makan dan bersantap malam bersama Niskala sembari mengobrol santai. Di tengah santap malam mereka, Inka tiba-tiba menguap dan merasa sangat mengantuk.
"Kamu ngantuk, adik kecil. Dari tadi kakak liat kamu nguap terus?" tanya Niskala sambil tertawa geli. Inka hanya tertawa dan mengatakan bahwa hormon kehamilan membuat calon ibu muda itu merasa mengantuk.
Kanigara segera mengajak Inka untuk beristirahat di kamar mereka. Inka langsung tertidur, tak lama setelah Kanigara menegakkan bantal agar Inka bisa tidur sembari ia duduk karena ibu hamil dilarang berbaring apabila baru saja mengkonsumsi sesuatu.
Kanigara menemani Inka beberapa saat, sebelum suami Inka itu memasuki ke ruangan kerjanya untuk meneruskan pekerjaan yang tertunda akibat penerbangan mereka hari ini. Inka tidur dengan sangat nyenyak, bahkan tidak terganggu dengan suara-suara yang berasal dari sekitarnya.
Satu jam kemudian, Kanigara memutuskan untuk mengecek keadaan Inka karena merasa sang istri pasti tidak nyaman bila harus duduk terus-menerus dalam tidurnya. Saat keluar ruangan, Kanigara tak menemukan istrinya di ranjang mereka. Ia mencoba mencari di kamar mandi, ruang pribadi Inka, balkon tetapi tak terlihat keberadaan dari istrinya itu
Kanigara mulai merasa was-was, ia merasakan firasat buruk yang tiba-tiba membuat dirinya menjadi cemas. Ia meminta bantuan para penjaga untuk mengelilingi kediaman mereka guna mencari keberadaan Inka.
Ia berlari ke kamar Niskala, dengan tergesa-gesa dan menggedor kamar sang kakak dengan kencang.
"Kani, kamu kenapa?" tanya Niskala yang khawatir melihat wajah pucat dari sang adik.
__ADS_1
"Kak, Inka diculik!"
****