
Ketiga anggota keluarga Janu itu bergegas ke arah ruang tamu dimana mereka melihat penampakan Leticia yang tak biasa. Pakaian Leticia terlihat kotor dan sobek di beberapa bagian. Penampilannya berantakan dan ada lebam merah di bagian pipi gadis itu.
"Garaaaa!" seru Leticia lirih yang membuat Kanigara langsung mendekati sahabat kecilnya itu. Leticia langsung melemparkan dirinya ke dalam pelukan Kanigara sembari menangis tersedu. Kanigara berusaha menenangkan Leticia dengan mengelus punggung gadis yang terlihat sangat lemah itu.
Kanigara langsung mengajak Leticia untuk duduk. Leticia mengikuti Kanigara untuk duduk tapi ia menolak untuk melepaskan pelukannya. Inka yang melihat pemandangan itu hanya mendengus pelan. Kanigara menunggu Leticia tenang agar bisa menanyai sahabat kecilnya itu.
Niskala dan Inka memilih duduk di sofa yang berhadapan dengan Leticia dan Kanigara. Mereka hanya menatap Leticia dengan pandangan tak terbaca.
"Pa..., papi..., berusaha nikahin aku sama lelaki hidung belang. A..., aku nolak! Tapi papi malah marah dan mukulin aku sampe kayak gini, Gar. Tolong aku, Gar! A..., aku engga mau pulang! Papi engga sayang aku lagi! Aku harus kemana, Gar? Tolong aku, please...," seru Leticia dengan terbata yang membuat Kanigara terkejut, karena seumur hidupnya ia belum pernah melihat Buana mengangkat tangannya di hadapan Leticia.
"Itu benaran, Leti? Karena aku belum pernah ngeliat Om Buana marah ke kamu! Bahkan untuk meninggikan suaranya aja engga pernah, apa mungkin Om Buana sampai tega mukulin kamu?" tanya Niskala datar sembari menatap Leticia dengan pandangan curiga.
" Kak Niska, boleh engga percaya sama aku! Kakak bisa langsung konfirmasi ke papi kalo aku bohong!" seru Leticia yang memandang Niskala dengan tatapan terluka. Inka memilih tetap diam, sedangkan Kanigara menatap Niskala dengan pandangan menegur yang dibalas Niskala dengan tatapan acuh.
Ia tetap tak mempercayai cerita Leticia, karena ia mengenal Buana dengan sangat baik. Pria licik itu tak akan berkutik di depan putri semata wayangnya itu, karena wajah Leticia yang mirip sekali dengan almarhumah ibunya. Hal itu membuat Buana sangat memanjakan putrinya itu.
Leticia memohon kepada Kanigara agar mengijinkan dirinya untuk tinggal sementara di kediaman keluarga Janu, karena ia tak ingin kembali ke kediaman keluarga Aru lagi. Ia juga meminta ijin kepada Niskala dan Inka untuk menerima keberadaannya di kediaman mereka. Niskala mendesah pelan dan membiarkan Kanigara untuk memutuskan hal itu.
Inka yang sejak tadi hanya diam, juga memberikan hak kepada Kanigara untuk memutuskan perihal permintaan Leticia. Kanigara menatap Niskala dan Inka bergantian karena merasa serba salah. Ia sebenarnya tak yakin dengan cerita Leticia, tapi ia tak mungkin membiarkan Leticia pergi tanpa tujuan yang tak jelas dengan kondisinya yang seperti itu.
Kanigara melemparkan tatapan permintaan maaf kepada Inka dan Niskala, dan mengijinkan Leticia untuk menginap di kediaman mereka. Inka menyuruh Murni salah satu staf yang ada di kediaman mereka untuk membantu Leticia membersihkan diri dan menunjukkan kamar tamu sebagai kamar sementara Leticia.
__ADS_1
Niskala, Kanigara dan Inka melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda. Tak lama Leticia datang setelah selesai membersihkan diri dan bergabung dengan mereka. Leticia langsung mengambil tempat duduk yang berada di sebelah Kanigara yang membuat Inka mencibir.
"Inka, makasih buat pinjaman gaunnya ya," seru Leticia sambil tersenyum lemah ke arah Inka. Inka hanya tersenyum simpul sambil menganggukkan kepalanya. Leticia bersorak senang karena rencananya berhasil dan ia bisa mendapat tempat tinggal di kediaman keluarga Janu sehingga ia selangkah lebih dekat lagi dengan tujuannya untuk memisahkan Kanigara dan Inka.
Inka pamit undur diri lebih dulu dengan alasan ada pekerjaan yang harus diperiksanya. Niskala menyusul dan masuk ke ruang kerjanya. Tinggallah Kanigara dan Leticia yang berada di ruang makan itu.
"Kak Niska kayaknya benci banget sama aku ya?" ujar Leticia dengan nada sedih yang membuat Kanigara terdiam. Ia mengetahui Niskala tidak pernah menyukai Leticia sudah sejak dulu. Niskala bahkan pernah memperingatkan Kanigara untuk tak bergaul terlalu akrab dengan gadis yang berada di sampingnya itu.
Namun Kanigara tak mengindahkan perkataan Niskala itu karena dulu Leticia sangat baik, lembut dan selalu ada buat Kanigara kapan pun dan di mana pun. Kanigara tak bisa memahami mengapa sang kakak begitu membenci Leticia. Padahal seingat Kanigara sewaktu kecil, Niskala juga dekat dengan Leticia. Ia tak mengerti, sejak kapan Niskala tak lagi menyukai Leticia.
****
"Masuk!" ujarnya dan melihat wajah tampan sang suami menyembul dari balik pintu.
"Apa aku mengganggu?" tanya Kanigara sembari mendekati meja kerja Inka. Inka hanya menggelengkan kepalanya dan bersiap untuk mendengar perkataan Kanigara, walau ia sudah mengetahui arah pembicaraan sang suami.
"Aku minta maaf karena membawa situasi tak nyaman buat kamu. Tapi aku engga bisa ngebiarin Leticia pergi dengan kondisi kayak gitu! Aku harap kamu bisa ngertiin aku untuk kali ini!" ujar Kanigara. Lagi-lagi Inka tak menjawab, ia hanya menggunakan bahasa tubuhnya untuk menjawab setiap perkataan dari suaminya itu.
Hal itu membuat Kanigara kesal.
"Kamu punya mulutkan?! Kenapa hanya menggeleng atau mengangguk aja?!" ujar Kanigara sedikit keras yang membuat Inka meletakkan pena yang dipegangnya, melipat tangan ke atas pangkuannya dan menatap Kanigara dengan lekat.
__ADS_1
"Apa pendapat aku dibutuhkan saat ini? Bukankah kakak udah ngambil keputusan untuk hal ini? Lalu kenapa masih bertanya? Sebagai partner yang baik, bukankah aku harus mendukung keputusan kakak?!" ujar Inka penuh penekanan yang membuat Kanigara menatapnya dengan tajam.
"Ada lagi yang mau kakak bicarakan? Kalo tidak, silakan keluar! Kerjaanku masih banyak!" ujar Inka yang membuat Kanigara menatap murka ke arah Inka. Ia langsung membalikkan badannya dan berlalu dari ruang pribadi Inka setelah membanting pintu ruangan itu dengan sangat keras.
Inka menatap nanar ke arah pintu lalu menutup matanya.
"Maaf...," ujarnya lirih.
****
Sementara itu, Leticia tertawa bahagia karena ia mengetahui pertengkaran Kanigara dan Inka dari mata-matanya di kediaman itu. Ia yakin bahwa kali ini rencananya akan berhasil. Ia akan memenangkan hati Kanigara dan menjadikan lelaki itu menjadi miliknya. Lalu mendepak Inka keluar dari kediaman keluarga Janu setelah membuat musuhnya itu menderita.
Leticia sudah menyiapkan beberapa rencana untuk menjatuhkan Inka dan membuat Kanigara membenci Inka lalu menceraikan gadis itu. Leticia sudah mulai melakukan aksinya sejak awal ia masuk ke rumah itu, dan ia senang karena aksi kecilnya mampu membuat gesekan di antara Inka dan Kanigara.
"Tunggulah Inka, neraka sudah menantimu! Berani-beraninya kau mencintai dan mengambil Kanigaraku! Saatnya untuk membalaskan dendam karena perbuatanmu itu!" ujar Leticia sembari menghujamkan pisau kecil yang di simpannya ke arah foto Inka selama beberapa kali hingga foto itu hancur dan tak menampakkan wajah Inka lagi.
****
"Mangsa sudah masuk dalam jebakan, siapkan rencana berikutnya!" ujar seseorang yang saat ini sedang tersenyum bahagia.
****
__ADS_1