
Sebuah pesan masuk ke ponsel Niskala, yang membuat lelaki itu mengerti segalanya. Ia segera menghubungi Kenneth untuk menjalankan rencana mereka. Niskala juga memberitahu Kanigara dan Asher tentang pesan yang dikirimkan kepadanya.
"K*parat!!!! Awas saja kalo dia berani menyentuh Inka! Ku bunuh dia!" teriak Kanigara yang sangat mencemaskan keadaan Inka.
"Tenanglah Kani, Inka pasti baik-baik saja. Adik kecil kita itu bukan wanita sembarangan. Kamu harus ingat siapa istrimu, Kani!" ujar Niskala mengingatkan. Kanigara mengangguk memahami maksud perkataan dari sang kakak. Walau ia tetap memiliki kekhawatiran karena kondisi Inka yang sedang mengandung.
Saat itu mereka fokus untuk mencari keberadaan dari Inka, karena Ucok sama sekali tak memberitahu lokasi dimana Inka di sekap. Ia hanya menginfokan bahwa Inka sudah berhasil mereka culik.
****
Sementara itu, di suatu tempat seseorang sedang menghubungi atasannya.
"Lokasi sudah berhasil ditemukan Bu Bos, apa yang harus kita lakuin sekarang?" tanya sang bawahan kepada atasannya itu.
"Kamu awasi semua pergerakan yang terjadi di sana! Pastikan Inka aman! Kalo seandainya Inka bergerak, kamu harus bantu dia sebelum bala bantuan datang. Kirimkan lokasi ke semua tim, sekarang!" seru sang atasan yang langsung dikerjakan oleh bawahannya itu.
Kali ini tak akan sama lagi, Nyonya muda. Kami engga akan ngebiarin nyawa nyonya melayang lagi! Karena kita sudah lebih kuat!
Sang bawahan bertekad untuk menyelamatkan majikan kesayangannya itu, walau nyawanya menjadi taruhan. Tanpa ia sadari air matanya mengalir saat mengenang masa lalu mereka. Bagaimana ketika Inka dibakar hidup-hidup di vila milik keluarga Janu. Sementara dirinya sendiri di sekap, di dalam lemari yang ada di kamar dimana Inka dibakar.
Ia harus menyaksikan sendiri bagaimana tubuh majikannya itu terbakar melalui celah pintu lemari tanpa bisa melakukan apapun, hingga akhirnya ia ikut meregang nyawa bersama sang nyonya dalam kobaran api yang melalap vila itu hingga tak berbentuk.
****
"Pergi Riskaaaa, Kak Niskaaaa, Kak Asher jangan mendekat! Pergi!!! Lari!!! Api!!! Panas!!!" teriak Inka saat melihat orang-orang yang disayanginya mencoba menyelamatkannya.
__ADS_1
Air mata Inka mengalir deras sembari terus mengusir ketiga orang yang mencoba membantunya. Api terus membakar tubuhnya tanpa henti.
"Tidakkkk!!!! Pergi kalian!!!! Jangan lagi, Tuhan! Cukup aku saja...," ujar Inka dengan suara yang semakin lama semakin lirih karena ia harus menahan sakit akibat tubuhnya yang semakin lama semakin menghitam karena dilalap api.
"Hanya 48 jam, Inka. Ingat hari, tanggal dan waktu kamu terbakar di kehidupan sebelumnya! Jika tidak maka mereka akan menyusulmu! Selesaikan apa yang kamu mulai!" ujar seseorang yang membuat Inka tersentak dan sadar dari pingsannya.
Inka mencoba mengerjap-ngerjapkan matanya dan memandang ke sekeliling. Ia merasa tak asing dengan tempat itu. Inka akhirnya menyadari bahwa ia kembali ke tempat dimana kejadian naas yang menimpanya terjadi.
Akhirnya ia mengetahui satu rahasia yang selama ini menjadi benang merah perjalanan hidup keduanya. Ia tak terbangun sendiri tetapi bersama tiga orang lain yang ternyata selama ini selalu membantunya dalam senyap.
Kak Asher, Kak Niskala, Riskaaa, kali ini kalian tak akan pergi lagi! Kalian harus bahagia walau nyawaku yang jadi taruhannya! Batin Inka sembari menahan air matanya yang mendesak keluar.
Inka menghela nafas berat, ia mencoba mencari sesuatu di ruangan itu, tetapi tak menemukan apa yang ia cari. Ia melihat ke satu titik cukup lama, tetapi ia tak mengatakan apa pun. Ia hanya menatap ke titik itu dengan pandangan sayang.
****
"Wahhh, memang nyali Nyonya Muda keluarga Janu besar adanya. Sudah diculik tapi masih songong! Cihhh, b*tch!" ujar perempuan itu sembari meludahi wajah Inka.
Inka mencibir, lalu menatap gadis itu dengan tajam.
"Fira a.k.a Leticia! Apa kabar, gimana rasanya tinggal di rumah sakit jiwa selama beberapa waktu?! Hebat juga penyamaran kamu! Welcome ke vila milik keluarga kami! Gimana rasanya bersembunyi dan menjadi penyusup di vila milik orang lain?" tanya Inka dengan santai yang membuat gadis di depannya itu terkejut.
"KAU!!! P*LACUR S*ALAN! **JING!" Teriak Leticia penuh emosi, tetapi Inka sama sekali tak menunjukkan reaksi apa pun. Ia hanya memandang gadia yang tengah murka di hadapannya dengan tatapan dingin. Leticia menampar pipi Inka dengan keras yang membuat setetes darah mengalir melalui celah bibirnya.
Leticia tertawa puas saat melihat darah Inka mengalir. Ia bertepuk tangan dengan raut wajah bahagia yang membuat Inka mencebik.
__ADS_1
Leticia menatap Inka dengan murka dan hendak memukul wanita itu lagi. Tetapi suara seseorang membuat tangannya berhenti di udara.
"Sayang, Leti sayang, jangan seperti itu. Pestanya belum selesai. Kita masih menunggu para tamu berdatangan. Jangan membuat pesta di awal, sayangku!" ujar Ucok yang tiba-tiba muncul di ruangan itu. Inka menatap wajah Ucok dengan tajam.
Benar dia lelaki dalam ingatanku! Kejadian yang mirip seperti ini pun terjadi, batin Inka.
Ucok menatap Inka sambil tersenyum.
"Ahhh, ternyata nyonya muda keluarga Janu sesuai dengan yang dibicarakan orang-orang selama ini! Cantik dan punya tatapan tajam. Cocok dengan Kanigara, tapi sayang sebentar lagi wanita kesayangan keluarga Janu ini harus mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga Janu dan Alora!" Tawa Ucok dan Leticia itu menggelegar yang membuat Inka mencibir.
Leticia mencengkeram pipi Inka dengan keras, tetapi Ucok menyentuh tangan Leticia dan meminta Leticia cengkeramannya. Walau enggan tetapi ia tetap mengikuti permintaan lelaki itu.
Inka merasa penasaran dengan hubungan keduanya, ia memikirkan sesuatu agar rasa penasarannya itu bisa terpenuhi.
"Sesuai dengan perkataan kalian, bahwa aku akan segera mati. Boleh aku tau, apa sebenarnya hubungan yang terjadi di antara kalian? Karena setahu aku, Leticia adalah istri dari Bimantara!"
Mendengar pertanyaan Inka, kedua insan yang berbeda jenis kelamin itu tertawa keras seolah mencemooh Inka. Inka sengaja memasang wajah penasaran yang membuat tawa mereka terdengar semakin kencang.
"Wah, udah mau mati aja masih pake nanya! Well, karena aku kasian, dari pada nanti kamu jadi arwah penasaran, aku akan kasih tau rahasia ini cuma sama kamu! Aku dan Ucok adalah kakak adik kandung! Kami berpisah karena diadopsi oleh keluarga yang berbeda. Dan sekarang kami bersama lagi! Sisanya kamu engga perlu tau! PAHAM!" ujar Leticia yang membuat Inka terkejut.
Namun dari gerak-gerik mereka sepertinya baik Leticia dan Ucok adalah pasangan yang menyimpang karena ada hal tak lazim yang terjadi saat hari kematian Inka kala itu. Tak lama kedua orang itu keluar dari ruangan yang membuat Inka bisa bernafas lega.
Inka tahu baik Ucok dan Leticia bukanlah orang yang berpikiran normal jika salah sedikit saja maka waktu 48 jam yang ia miliki akan sia-sia. Inka mengedarkan lagi pandangannya ke sekeliling untuk memastikan sesuatu.
"Riska, keluarlah!"
__ADS_1
****