Ketika Inka Menjadi Inka

Ketika Inka Menjadi Inka
90


__ADS_3

Suara seseorang rubuh terdengar. Hal itu membuat suasana di tempat itu menjadi senyap. Leticia menatap ngeri ke arah Bimantara yang tergeletak dengan kepala yang bersimbah darah karena kepalanya yang tertembus peluru.


Tangannya bergetar hingga membuat pistol yang dipegangnya terjatuh. Ia tersungkur dengan tubuh gemetar, karena merasa bahwa dirinya telah menembak salah sasaran hingga menyebabkan Bimantara tewas.


"Leti, ambil pistolnya tembak targetmu!" teriak Ucok frustasi karena melihat alih-alih menembak Leticia malah kelihatan terguncang. Ucok yang tidak melihat kejadian tewasnya Bimantara, tak mengetahui bahwa ia telah kehilangan satu sekutunya.


"I..., itu..., di..., dia mati!" teriak Leticia yang membuat Ucok menegang. Ia seolah memahami perkataan dari Leticia. Ia mengepalkan tangannya dan merasa bahwa keberuntungan tak lagi dipihaknya.


Riska yang sudah terbebas dari cengkeraman Bimantara, langsung mengamankan Leticia dan senjata yang berada tak jauh dari tempat di mana Leticia terduduk.


Tak lama, suara sirena dari mobil pihak berwajib terdengar mendekat yang membuat Inka menghela nafas lega. Ia tak membuat tenaga lagi untuk bergerak karena nyeri yang berasal dari rahimnya terasa semakin menyiksa.


"Sayangggg..., ujar Inka lirih untuk menarik perhatian sang suami. Kanigara langsung mendekati Inka untuk memeriksa keadaan sang istri yang terlihat sangat pucat.


Kanigara segera menggendong Inka dan membawa ia keluar dari vila itu untuk mendapat pertolongan pertama dari dokter dan ambulans yang juga turut datang bersama dengan mobil pihak kepolisian.


Asher dan Melanie, ternyata telah tiba di tempat itu. Melanie segera memeriksa kondisi Inka dan meminta agar Inka segera dibawa ke rumah sakit. Kanigara meminta Asher untuk membantu Niskala untuk mengurus hal yang lain, yang langsung disetujui oleh kakak iparnya itu. Riska juga ikut bersama Inka karena tubuhnya juga terluka cukup parah.


Rhode yang datang bersama pihak berwajib langsung berlari ke dalam vila untuk memeriksa kondisi Niskala. Saat melihat Niskala yang sedang berjalan menuju keluar, Rhode langsung berlari dan memeluk lelaki itu.


Rhode menghela nafas lega karena melihat atasan dan bawahannya itu tidak terluka. Niskala tersenyum dan membalas pelukan Rhode.


"Aku baik-baik aja, makasih udah khawatir!" bisik Niskala yang membuat Rhode mengangguk pelan. Ia tak mampu membuka suaranya karena matanya sudah mengabur akibat air mata. Niskala mengelus punggung Rhode pelan untuk menenangkan gadis itu.

__ADS_1


****


Niskala, Asher dan Rhode diminta ke kantor polisi untuk memberi keterangan, sedangkan Kanigara, Inka dan Riska akan dimintai keterangan di rumah sakit.


Leticia dan Ucok sudah dibawa dan dimasukkan ke dalam sel, menunggu penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak berwajib.


Niskala, Asher dan Rhode menyusul ke rumah sakit, setelah urusan mereka di kantor polisi selesai. Rhode segera memeriksa keadaan Riska yang mengalami beberapa luka lebam di tubuhnya.


"Maaf aku terlambat datang, Ris. Harusnya aku juga membantu!" ujar Rhode merasa sangat bersalah kepada bawahannya itu. Riska hanya tersenyum sambil menepuk tangan Rhode dengan sayang.


"Aku gapapa, Bu Bos. Tenang aja!" Perkataan Riska itu membuat Rhode memeluk dirinya. Setelah kepergian Fressy, Riska adalah orang yang paling dekat dengan dirinya sehingga ia sangat menyayangi gadis itu.


Riska yang mendapat perlakuan yang begitu hangat dari Rhode, menangis tersedu. Ia tak menyangka bahwa Rhode sangat mengkhawatirkan dirinya. Hal itu membuat ia merasa disayangi. Ia juga mendapat pelukan dan ucapan terima kasih dari Inka, tepat sesaat sebelum majikannya itu jatuh pingsan saat di ambulans.


****


"Tadi Inka pingsan di ambulans kak, ini masih dilakukan pemeriksaan. Kenapa aku begitu lambat?! Aku engga bisa ngebayangin kalo sampai terjadi sesuatu sama Inka dan bayi kami!" ujat Kanigara sembari mengusap kasar wajahnya karena frustasi dan merasa sangat bersalah.


Asher dan Niskala berusaha untuk menenangkan Kanigara dan mengatakan bahwa Inka dan calon bayi mereka akan baik-baik saja, karena Inka adalah wanita yang kuat.


"Inka gimana, Pak?" tanya Rhode yang telah selesai mengunjungi Riska di ruang dimana gadis itu dirawat.


"Inka masih di ICU, Melanie yang menemani Inka di dalam!" balas Niskala. Rhode terlihat cemas saat mendengar perkataan dari kakak ipar Inka itu. Niskala yang melihat kekhawatiran pada wajah Rhode mengulurkan tangannya dan menarik tangan Rhode untuk duduk di sampingnya.

__ADS_1


Rhode sedikit terkejut dengan sentuhan Niskala itu, tetapi ia menuruti keinginan atasannya itu.


"Mereka akan baik-baik saja!" bisik Niskala yang membuat Rhode mengangguk pelan. Rhode terkejut saat melihat lengan Niskala yang sejak tadi terluka. Rhode langsung menangkap lengan Niskala dan memeriksa luka teriris yang ada di lengan lelaki itu.


"Kenapa engga bilang bapak juga luka?" seru Rhode kesal yang membuat Niskala tersenyum.


"Cuma luka kecil, Rhode," ujar Niskala. Namun Rhode sama sekali tak menggubris perkataan Niskala, karena ia telah lebih dahulu menyeret Niskala ke poliklinik untuk diperiksa.


****


"Sayang, bangun! Maafin aku karena datang terlambat!" seru Kanigara saat Inka sudah berada di ruang VVIP tempat ia dirawat. Inka dinyatakan koma, sementara untuk janin yang ada di rahim Inka sesuai pemeriksaan dinyatakan aman.


Keesokan harinya, Elisha, Gianna, Segara dan si kembar tiba di rumah sakit. Elisha sangat khawatir dengan keadaan sang putri yang berulang kali mengalami koma sejak ia menikah dengan Kanigara. Ia mengajak Asher dan Melanie untuk berbicara empat mata yang membuat putra dan menantunya itu terkejut.


Asher tidak menentang atau mengiyakan permintaan sang ibu. Ia tahu bahwa permintaan Elisha itu semata-mata karena ia mengkhawatirkan kondisi Inka. Melanie berusaha menenangkan Elisha dengan mengajak sang ibu mertua berjalan-jalan di taman yang ada di rumah sakit.


"Apa??? Aku engga bisa ngabulin permintaan mami. Aku engga bisa pisah dari Inka dan calon bayi kami, Ash!" seru Kanigara frustasi karena mendengar perkataan dari sahabat sekaligus kakak iparnya itu.


"Ini hanya dalam artian sementara, Kani. Aku tau mungkin kedengarannya egois tapi mami ngerasa trauma karena Inka berulang kali mengalami koma selama beberapa bulan ini" balas Asher yang membuat Kanigara tertegun.


Niskala, Rhode, Gianna dan Segara memilih diam karena mereka tak tahu harus memberikan saran seperti apa atas permintaan Elisha itu. Mereka mengetahui dengan jelas alasan mengapa Elisha sampai meminta hal seperti itu, tetapi di sisi lain mereka tak tega harus memisahkan Kanigara dengan istri dan calon buah hati mereka.


Kanigara menjambak rambutnya karena frustasi, ie berjalan mondar-mandir karena merasa depresi. Ia tak tahu harus bagaimana, ia menyadari bahwa sejak menikah dengan Kanigaralah kehidupan Inka selalu menyerempet bahaya. Dan karena dia jugalah, Inka pernah meninggal secara mengenaskan.

__ADS_1


"Baiklah, bawalah Inka ke rumah sakit terbaik! Tolong selamatkan istri dan buah hatiku!"


****


__ADS_2