Ketika Inka Menjadi Inka

Ketika Inka Menjadi Inka
44


__ADS_3

"Dimana ini?" ujar Leticia sembari memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing. Ia juga merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Leticia mencoba melihat ke sekelilingnya. Ia merasa asing di kamar yang ia tempati saat itu. Ia mencoba menjernihkan matanya dan mengedarkan kembali pandangannya ke sekitar.


Betapa terkejutnya Leticia saat melihat seorang pria yang bert**anjang dada sedang tidur di sampingnya. Leticia mengecek penampilannya dan merasa terguncang hingga akhirnya ia berteriak sehingga membangunkan pria yang tertidur tadi.


Sang pria itu membuka matanya dan menatap Leticia dengan santai.


"Sudah bangun sayang? Maaf kalo semalam aku terlalu kasar! Aku terhanyut karena kamu!" ujar lelaki itu yang dihadiahi sebuah tamparan keras oleh Leticia. Sang lelaki itu terkejut, tetapi hanya sesaat karena sesudahnya ia mengeluarkan seringainya.


"Galak, cantik, sexy dan mengg**rahkan! Aku suka! Makasih karena kamu udah buat malamku jadi sangat indah! Kamu jangan takut, aku akan tanggung jawab. Aku rela menikahi wanita yang pintar dan hot kayak kamu!" ujar lelaki itu yang membuat Leticia meludahi wajah lelaki itu.


"Tak sudi! Dasar B*debahhh! B*jingan! Aku laporkan kau ke polisi!" Sorot penuh kebencian Leticia tujukan pada lelaki itu.


"Cekkk..., cekkk..., gadis cantik jangan gegabah dalam bertindak! Silakan laporkan saja, tapi aku punya video tentang kemesraan kita tadi malam, sayangku! Kalo kamu engga mau nikahin aku, aku bisa sebarkan video itu dengan senang hati." Perkataan lelaki itu sontak membuat Leticia terkejut. Ia mengeratkan pegangannya pada selimut yang menyelimuti tubuhnya.


Lelaki itu keluar dari selimutnya dengan santai yang membuat Leticia mengumpat dan menutup matanya dengan selimut.


Bajingan! Awas kau! Kau belum tau berurusan dengan siapa! batin Leticia sembari menggeretakkan giginya. Leticia segera mengenakan seluruh pakaiannya, saat lelaki itu sibuk membersihkan diri di kamar mandi hotel.


Leticia mencari dompet lelaki itu untuk mengambil foto kartu tanda pengenal lelaki itu, tetapi Leticia tak bisa menemukan ponsel atau tas miliknya. Ia melihat ada kartu nama di dompet pria yang sudah tidur dengannya itu.


"Bimantara Yoga! Awas kau!"


Leticia segera melarikan diri dari kamar itu. Bimantara yang mengetahui hal itu hanya tersenyum dan melanjutkan acara berendamnya. Ia merasa lelah sekaligus puas dengan aktivitas malamnya bersama Leticia.


****


"Argghhhh!!!" Leticia memecahkan beberapa vas mahal yang ada di kamarnya. Saat ini, ia sedang berada di kediaman keluarga Aru. Sejak kejadian semalam, ia masih tak ingin menginjakkan kakinya di kediaman keluarga Janu. Ia merasa tak akan sanggup untuk melihat wajah Kanigara tanpa merasa bersalah akibat tak bisa menjaga dirinya dan berakhir dengan tidur bersama lelaki lain.

__ADS_1


"Non, Non Leticia kenapa?" seru Merry, salah satu staf di kediaman keluarga Aru.


"Diam!!! Pergi jangan ganggu aku!" balas Leticia penuh amarah yang membuat Merry ketakutan. Ia mengetahui tabiat sang nona bila sedang marah, sehingga ia tak ingin mengambil resiko dan menjadi bulan-bulanan putri tuannya itu.


"Tuan Besar, Nona Leticia sudah kembali ke kediaman ini. Tapi Nona Leticia saat ini sedang mengamuk di kamarnya." Merry memberikan laporan kepada Buana. Merry adalah salah satu orang kepercayaan Buana dan sudah beberapa tahun menjadi staf pribadi Leticia.


Buana menghela nafas berat saat mendengarkan laporan dari Merry. Ia tahu Leticia pasti akan terlibat masalah lagi. Buana meminta Merry menyuruh beberapa anak buahnya agar berjaga di depan kamar Leticia untuk memastikan Leticia tak melakukan tindakan bodoh lainnya.


****


"Bos, target udah ada kembali ke kediamannya. Video, foto udah aku kirimkan via chat. Selamat menikmati, kamu pasti terkejut dengan siapa target menghabiskan malam puanaznya! Waktunya tidur cantik! Bye!" Seorang gadis merebahkan tubuhnya dengan santai sembari tersenyum puas melihat hasil kerja kerasnya semalam.


Sementara orang yang dipanggil bos itu, menutup matanya sambil tertawa sinis.


"Leticia! Leticia! Cara yang sama, tapi hasilnya berbeda! Obat ganti obat, bukankah adil?! Fressy, dendammu sudah terbalaskan sayangku, tidurlah dalam tenang. Sampai jumpa di tempat teduh itu!" ujar seseorang sembari menutup mata dan membiarkan air mata mengalir membasahi pipinya.


Sang adik, meregang nyawa karena mengalami overdosis akibat menenggak obat tidur dengan jumlah yang sangat banyak. Sang kakak yang menyaksikan kepergian semua orang yang disayanginya, memilih untuk menutup perusahaan milik sang ayah, menjual seluruh aset mereka yang ada di London dan kembali ke Batam, tempat asal ayahnya untuk mengejar musuhnya itu.


****


"Murni, Leticia sudah kembali?" tanya Inka saat melihat Leticia tidak muncul di ruang makan sejak sarapan tadi pagi.


"Belum, Nyonya Muda." Jawaban Murni membuat Inka mengangguk sembari menghubungi seseorang dengan mengirimkan sebuah pesan singkat.


Update?!


Pesan singkat Inka membuat Gianna mencebik kesal.

__ADS_1


Bu bos, kita keduluan orang lain, say! Ntah itu musuh Leticia atau lelaki yang tidur bersamanya malam itu. Kenneth bilang, ada yang masukin obat ke dalam minuman, si nenek lampir! Aku cuma dapat update muka si laki-laki doang!


Inka tertegun saat membaca balasan dari Gianna. Ia tak menyangka bahwa Leticia mempunyai musuh lain, selain dirinya. Inka membuka pesan gambar yang dikirimkan oleh sahabatnya itu.


Bimantara?! Deg....


Inka terkejut saat melihat wajah musuhnya itu. Inka sudah mengetahui bahwa Leticia akan segera bertemu dengan Bimantara, tetapi ia tidak mengetahui apa yang melatarbelakangi pertemuan mereka di masa lalu. Pada akhirnya ia tersenyum, saat mengingat bahwa semesta membantunya melalui tangan orang lain untuk membalas Leticia kali ini dan ia juga mendapat jawaban dari pertanyaannya selama ini.


Siapa ya? batin Inka mencoba menggali ingatannya di masa lalu terkait dengan musuh Leticia yang mungkin terlewatkan oleh Inka


Inka masih bekerja dari rumah karena gips kakinya belum bisa dilepas. Kanigara juga menemani Inka dengan ikut bekerja di rumah. Inka sudah mengatakan bahwa ia sudah baik-baik saja, tetapi sang suami sama sekali tidak mengindahkan perkataannya.


****


Edward mendapat tugas dari Bimantara untuk mencari keberadaan Leticia. Ia tahu bahwa Leticia masih berada di Batam dan bukan hal sulit bagi asistennya itu untuk melacak keberadaan Leticia. Bimantara menikmati permainan kucing-kucingan dengan gadis cantik itu.


Bimantara juga meminta Edward untuk melakukan pencariannya dengan santai, agar memberi Leticia ruang dan waktu untuk memikirkan tawaran dari dirinya. Bimantara sudah mendapatkan data tentang Leticia yang membuat ia semakin bersemangat untuk memiliki Leticia.


"Ehmmm, sahabat seorang Kanigara Janu! Kejutan tak terduga tapi sangat menyenangkan. Leticia Aru, anak dari Buana Aru!" Bimantara menyeringai licik saat membaca data yang baru saja dikirimkan oleh Edward.


Bimantara sudah menyiapkan kejutan menyenangkan buat seorang Kanigara Janu. Pemikirannya tentang reaksi dari musuhnya itu, membuat lelaki itu merasa sangat bahagia.


"Leticia Aru akan segera menjadi Leticia Yoga!"


****


****

__ADS_1


__ADS_2