Ketika Inka Menjadi Inka

Ketika Inka Menjadi Inka
08


__ADS_3

Kanigara memperhatikan raut wajah Inka yang sama sekali tak berubah setelah mendengar perkataan dari lelaki itu.


"Deal!" jawaban Inka santai sambil tersenyum simpul yang lagi-lagi membuat Kanigara menaikkan sebelah aslinya.


Menarik! pikirnya sambil tersenyum sinis. Inka sama sekali tak menunjukkan ekspresi berlebihan selama waktu kebersamaan mereka. Ia lebih banyak diam, seolah sedang menilai seorang Kanigara atau sengaja berdiam diri agar Kanigara penasaran akan kepribadian calon istrinya itu.


"Kamu sendiri, apa ada permintaan yang ingin kamu ajukan? Aku tak ingin terlihat seperti suami yang mendominasi istri. Mari bersikap adil, karena pernikahan hanyalah masalah kompromi! Tak harus ada cinta di dalamnya, agar suatu ikatan pernikahan bisa bertahan sampai akhir!" ujar Kanigara yang membuat Inka tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya.


"Aku cuma punya satu permintaan, kalo memang diperbolehkan. Ehmmm, aku ingin punya kamar tidur sendiri, mengingat kita tak akan bisa punya anak karena keinginan kakak tadi. Setidaknya kakak bisa bersikap adil dengan memberi aku keleluasaan untuk memiliki area pribadi yang hanya bisa dimasuki oleh staf rumah yang aku pilih sendiri!" ujar Inka santai yang membuat Kanigara mengernyitkan dahi. Kanigara terdiam sesaat dan mencoba mempertimbangkan permintaan calon istrinya itu.


"Deal!" ujar Kanigara pada akhirnya karena menurut dirinya permintaan Inka tersebut wajar bila mengingat ia tak ingin memiliki anak dari wanita itu.


****


"Gimana pertemuan kamu dengan Gara tadi, sayang?" tanya Elisha saat ia dan keluarganya sedang makan malam.


"Biasa aja, Mi. Kitanya banyak ngobrol aja, biar lebih saling kenal," balas Inka sambil tersipu yang Elisha tertawa senang. Ia bahagia karena putrinya akan segera menikah dengan lelaki yang dicintai, walau ada sebersit rasa khawatir mengingat Inka dan Kanigara hanya punya waktu sedikit untuk lebih saling mengenal. Namun firasat sang ibu mengatakan bahwa Inka akan bahagia bila hidup bersama Kanigara. Oliver dan Asher juga terlihat senang mendengar cerita tentang pertemuan Inka dan Kanigara.

__ADS_1


Keesokan harinya Inka dan Kanigara pergi bersama dengan Elisha untuk memesan busana yang akan mereka kenakan saat upacara dan resepsi pernikahan. Kanigara sedikit takjub karena Inka lebih memilih memakai kebaya daripada gaun pengantin padahal setahu Kanigara, Inka cukup lama berada di luar negeri tetapi ia masih lebih mencintai budaya Indonesia. Desain yang diajukan oleh Inka juga sopan dan hal itu menjadi nilai tambah bagi seorang Inka di mata Kanigara.


Walau Kanigara mempunyai relasi yang luas dan sudah bertemu dengan banyak wanita dengan berbagai kepribadian yang mereka tunjukkan, tetapi Kanigara termasuk lelaki yang anti bila wanita yang akan menjadi miliknya berpakaian seksi dan menjadi sasaran empuk banyak mata lelaki. Terlepas dari syarat yang Kanigara ajukan sebelumnya terkait masalah keturunan, tetapi ia tetap tidak ingin wanita yang menyandang nama keluarga besarnya kelak tidak bisa merepresentasikan martabat keluarganya.


Wanita yang menikah dengan Kanigara harus bisa menjaga nama baik dan harga diri keluarga besar Janu. Ia yakin bahwa Inka akan bisa mengemban tanggung jawabnya itu dengan baik. Walau ia tak punya perasaan lebih kepada Inka, tetapi ia mengetahui bahwa mereka bisa menjadi partner hidup yang baik. Ia tak bisa menjanjikan cinta untuk Inka, karena ia sama sekali tak mempercayai satu kata itu. Namun ia bisa menjamin kehidupan yang layak buat gadis itu, walau ia tahu Inka sendiri memang berasal strata keluarga yang sederajat dengan dirinya.


"Baiklah, minggu depan kita bisa balik ke sini untuk fitting baju pengantin kalian. Kita bisa mempercayakan hasil terbaik kepada desainer kesayangan mami ini," ujar Elisha sambil menepuk sayang lengan sang desainer yang merupakan desainer langganan keluarga besar Alora sejak dahulu.


"Aihhh, tenang aja mamiku sayang. Mba Inka pasti akan jadi pengantin paling cantik di hari H nya. Dan Mas Kanigara juga engga usah ditanya deh, engga pake baju juga tetap ganteng sih kayaknya," goda sang desainer yang membuat mereka tertawa.


Elisha mengajak Kanigara untuk makan bersama di kediaman Alora. Namun Kanigara terpaksa menolak tawaran calon ibu mertuanya itu karena ia harus bergegas ke bandara, ia harus terbang kembali ke Batam karena ada rapat penting yang tak bisa dilewatkannya. Elisha dan Inka pun tersenyum maklum. Kanigara berpamitan kepada kedua wanita dari keluarga Alora itu. Sebelum memasuki mobil Kanigara sempat memegang puncak kepala Inka sambil tersenyum simpul yang membuat Elisha tertawa pelan dan Inka mematung di tempat.


****


Inka terus merasa ada yang berbeda dengan Kanigara yang ia temui di kehidupannya yang kedua. Kanigara memang masih dingin, tapi sorot mata yang ditunjukkan oleh Kanigara kepadanya terasa berbeda. Kali ini ada sorot penasaran yang terkadang Inka lihat dalam tatapan yang Kanigara yang tujukan padanya. Inka menghubungi Gianna, dan memintanya menghubungi Kenneth dan memberi tambahan tugas untuk mengintai pergerakan Kanigara secara lebih intens.


"Bilang kita akan menaikkan komisinya tiga kali lipat tapi ia harus mengupdate kegiatan Kanigara setiap harinya. Ada yang aneh dengan tingkah Kanigara kali ini, aku merasa dia merencanakan sesuatu," ujar Inka saat menghubungi Gianna.

__ADS_1


"Asyiapp sayangku, serahkan padaku. Gimana urusan baju pengantin tadi, Ka? Udah bereslah kalo Tante Elisha turun tangan ya?!" tanya Gianna. Inka pun menceritakan tentang yang kejadian tadi pagi, yang membuat Gianna histeris. Ia tak percaya Kanigara melakukan "skinship" - istilah sekarang pada Inka, karena sepengetahuan Gianna berdasarkan cerita Inka bahwa Kanigara tak pernah menyentuhnya sekalipun selama mereka dalam fase bertunangan.


Gianna merasa wajar bila Inka bersikap waspada terhadap sikap Kanigara yang tak biasa itu, karena banyak alur cerita yang mengalami perubahan dari kehidupan awal Inka bila dibandingkan dengan kehidupan keduanya kali ini. Inka juga sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan para kawan dan lawan dari masa lalunya lebih awal, karena pernikahannya dengan Kanigara mengalami percepatan waktu satu tahun dari yang seharusnya.


Inka memang sengaja melakukannya karena ia ingin segera menyelesaikan semua duka, penyesalan dan luka masa lalunya. Ia tak ingin ada perlambatan yang terjadi kecuali memang itu takdir baru yang harus Inka terima dari Sang Pencipta dan tak bisa ia hindari.


****


Seminggu kemudian Inka dan Kanigara melakukan fitting untuk busana pengantin mereka yang dibuat dengan waktu yang sangat singkat. Baik Inka maupun Kanigara puas setelah melihat busana pengantin mereka yang hampir selesai itu. Namun anehnya saat fitting, Inka sama sekali tak menunjukkan kebaya yang ia kenakan kepada calon suaminya itu. Inka beralasan bahwa ia ingin memberikan kejutan untuk sang suami, padahal yang sebenarnya terjadi Inka tak ingin memberikan kesan sentimentil dari kegiatan itu. Ia hanya tak ingin mengulang masa lalu dimana saat kejadian yang sama terjadi kala itu, Kanigara hanya menatapnya tanpa minat yang membuat Inka harus menelan pil pahit yang bernama perasaan terabaikan dan cinta sepihak yang perih.


Inka mencoba mengatur nafasnya yang mulai tersengal karena mengingat kejadian lampau yang masih menyisakan sedikit perih dalam hatinya.


Tenang Inka, kamu bukan Inka yang dulu. Ingat tujuanmu, kamu akan baik-baik saja! Ingat perjuanganmu! batin Inka yang berusaha menemukan kembali kestabilan emosinya.


Setelah fitting selesai, Kanigara mengantarkan Inka dan Elisha ke kediaman Alora. Kedatangan Kanigara kali itu juga bertujuan untuk memfinalisasi tamu yang akan diundang oleh kedua belah pihak keluarga. Total undangan kedua belah pihak tak lebih dari seratus orang karena mempertimbangkan permintaan Inka sebelumnya. Inka sama sekali tak terlihat keberatan dengan angka yang sepakati oleh Kanigara dan Oliver.


Inka mengecek satu per satu nama-nama undangan yang berasal dari pihak Kanigara. Ia tersenyum sinis saat melihat ada nama beberapa orang yang berasal dari masa lalu mereka.

__ADS_1


Selamat datang di permainan maut ini, teman-teman. Tunggu pembalasanku!


****


__ADS_2