
"Sayang! Sayang! Kamu kenapa?" tanya Kanigara panik saat tiba-tiba saja Inka terkulai lemah dalam pelukannya. Gianna dan Niskala juga terkejut karena Inka yang tiba-tiba pingsan di pelukan Kanigara.
Mereka langsung melarikan Inka ke rumah sakit, tetapi di tengah perjalanan Inka sadar dan meminta mereka untuk membawanya kembali ke rumah. Kanigara sempat mendebat Inka, tetapi sang istri tetap memaksa yang membuat Kanigara akhirnya mengalah.
Melanie muncul di kediaman keluarga Janu. Niskala dan Gianna segera keluar dari kamar Kanigara setelah Melanie masuk. Melanie mengernyitkan dahinya yang membuat Inka tersenyum samar. Ia tidak mengutarakan isi pikirannya, ia hanya mengatakan bahwa Inka kelelahan yang membuat Kanigara merasa sedikit lega.
Kanigara takut Inka menderita penyakit yang mematikan sehingga istrinya itu sering kali pingsan. Tiba-tiba Kanigara pamit keluar ruangan karena ada panggilan penting yang masuk ke ponselnya.
"Baiklah, Nona Inka Alora lebih tepatnya Inka Janu, katakan alasannya kenapa kamu berpura-pura pingsan?" ujar Melanie to the point yang membuat Inka tersenyum simpul.
"Jadi sekutuku, aku akan jelaskan alasan aku dan aku akan menjadi cupid untuk dirimu dan kakak, gimana?" ujar Inka melakukan penawaran dengan Melanie yang membuat dokter muda itu memicingkan matanya.
"Deal!" ujar Melanie yang membuat Inka tersenyum puas. Inka pun menceritakan tentang perbuatan Leticia terdahulu, yang membuat Melanie terkejut. Ia tak menduga bahwa calon adik iparnya itu mengalami kejadian tidak menyenangkan selama menjadi istri Kanigara yang diakibatkan oleh sahabatnya Kanigara sendiri.
"Tadi ada yang menaruh racun di minumanku, dan aku tau dengan pasti itu perbuatan siapa! Sejak kami berangkat hingga kembali ke kantor, ada mobil yang mengikuti kami! Jadi aku berpura-pura pingsan agar mereka tak curiga!" jelas Inka yang membuat Melanie mengangguk paham.
"Asher tau?" tanya Melanie yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Inka. Inka melarang Melanie untuk menceritakan hal itu pada keluarganya karena ia tak ingin kedua orang tua dan kakaknya menjadi khawatir. Melanie bisa memahami alasan Inka itu, dan berjanji akan menutup mulutnya dengan rapat.
****
"Inka bodoh, selalu saja bodoh! Kita lihat berapa lama ia akan sadar dari pingsannya!" ujar Leticia yang sedang tersenyum puas di kamarnya. Kali ini ia merasa bahwa ia mendapat dukungan yang cukup untuk membalaskan dendamnya karena sang suami juga mempunyai tujuan yang sama.
Bimantara membebaskan Leticia untuk memerintah bawahannya, hal itu membuat gadis itu merasa ponggah. Ia seolah lupa bahwa masih ada langit di atas langit.
"Apakah kau bersenang-senang hari ini, sayangku?" ujar Bimantara saat ia memasuki kamar mereka. Leticia langsung berlari memeluk sang suami karena hari itu ia merasa sangat bahagia.
"Jangan terlalu cepat merusak kesenangan kita, sayangku. Kita bisa bermain sedikit lama dengan istri Kanigara itu. Biarkan lelaki itu menikmati cinta bersama sang istri sebelum akhirnya rasa kehilangan itu membunuhnya. ******* yang membahagiakan bukan?" Seringaian Bimantara membuat Leticia sedikit bergidik, tetapi ia tahu bahwa perkataan Bimantara itu benar adanya.
__ADS_1
Dan Leticia akan datang sebagai obat penawar duka Kanigara akibat kehilangan sang istri. Hal itu membuat Leticia merasa sangat bahagia.
****
"Papi, mami, Kak Asher...," seru Inka saat menyambut kedatangan keluarganya. Ia dan Kanigara menjemput ketiga anggota keluarga Alora ke bandara. Setelah berpelukan untuk melepas rindu, mereka pun kembali ke kediaman mereka.
"Dek, udah ngomong belum sama papi dan mami?" tanya Asher saat ia memiliki kesempatan untuk berduaan dengan sang adik.
"Belum kak! Maaf ya, aku lupa karena sibuk. Siapa suruh ngasih proyek baru dadakan kayak gitu? Yang kemarin aja belum kelar!" sungut Inka yang membuat Asher tertawa kecil sembari meminta maaf dan merangkul lembut sang adik.
"Aku pinjamkan Segara sebulan gimana?" bisik Asher yang membuat mata Inka berbinar bahagia.
"Tapi ada syaratnya! Batalkan perjodohan kakak dengan Melanie!" lanjut Asher yang membuat Inka memutar bola matanya.
"Engga janji!" bisik Inka sembari terkikik lalu berlari kecil dan mengalungkan lengannya ke lengan Kanigara yang sedang berjalan sambil berbincang dengan kedua orang tuanya. Kanigara menoleh ke arah sang istri yang terlihat sedang bahagia itu.
Inka yang melihat pandangan Kanigara yang menerawang menarik lengan baju sang suami dengan pelan yang membuat Kanigara tersadar. Ia menatap Inka yang sedang melihatnya dengan tatapan bertanya, ia hanya menggelengkan kepalanya sembari menepuk pelan tangan Inka yang dikalungkan di lengannya dengan lembut untuk menenangkan istrinya itu.
Ketiga keluarga Alora yang menatap interaksi manis itu, saling bertatapan sambil tersenyum bahagia. Mereka tahu bahwa gadis kesayangan mereka sudah bertemu dengan belahan jiwanya. Mereka bisa melihat binar bahagia dalam tatapan pasangan itu dan mereka juga turut merasakan perasaan itu.
****
"Apaaa??? Tak sampai sehari Inka sudah sadar?!" teriak Leticia di seberang panggilan.
"I..., iya..., iya nyonya!" ujar seseorang dengan takut.
"S*alan! Kenapa stamina perempuan m*rahan itu kuat sekali?! Ingat tugas kamu! Paham! Kabari aku setiap hari!" tegas Leticia lalu memutuskan panggilannya.
__ADS_1
Leticia mulai menggigiti kukunya karena merasa sangat kesal. Ia tak menyangka bahwa racun dengan dosis yang cukup tinggi sama sekali tak berpengaruh banyak kepada tubuh Inka.
Apa dia engga minum racun itu? Engga mungkin! Anak buah Bimantara sudah memastikan bahwa minuman itu diminum oleh p**acur itu! batin Leticia.
Ia mencari sesuatu di laci meja riasnya, ia mengambil barang yang dicarinya. Lalu mulai menusuk barang itu dengan liar. Semakin ia menusuk barang itu, seringaian puas perlahan menghiasi wajahnya.
MATI!
****
Malam itu, Inka dan seluruh keluarganya baik dari keluarga Alora dan Janu berangkat ke kediaman keluarga Melanie. Malam itu adalah kunjungan resmi pertama keluarga Alora dengan tujuan melamar Melanie untuk Asher. Asher sudah lelah membujuk kedua orang tuanya untuk membatalkan rencana mereka, tetapi Oliver dan Elisha sama sekali tak menggubris permintaannya itu.
Asher beberapa kali memberi kode kepada Inka, tetapi sang adik seolah sengaja mengabaikan sinyal darinya itu.
Apa Inka bersekutu dengan papi dan mami? tebak Asher. Tetapi pemikirannya segera teralihkan karena mereka telah tiba di kediaman Melanie. Melanie ditemani oleh tantenya menyambut keluarga Alora dan Janu dengan ramah.
"Sayangku, apa kabarnya?" seru Elisha sembari memeluk Remaya, tante Melanie yang merupakan sahabat lama dari ibu Inka.
"Si cantik yang tetap cantik, seperti biasa!" ujar Elisha yang lanjut memeluk Melanie yang membalas pelukannya dengan hangat.
Asher hanya melemparkan tatapan dingin kepada Melanie yang membuat gadis itu menghela nafas berat. Tatapan yang sarat kebencian itu membuat dada Melanie terasa nyeri. Inka yang menyadari hal itu, menggenggam tangan Melanie sekilas sambil tersenyum lembut ke arah calon kakak iparnya itu.
Melanie membalas senyuman lembut itu dengan anggukan kepala.
"Angkat kepalamu, sayang! Menangkan hatinya sekali lagi! Kami mendukungmu!" bisik Niskala sembari merangkul Melanie saat memasuki kediaman gadis itu yang membuat mata Melanie berkaca-kaca.
Maaf bila dulu aku tak ada untuk kalian! Kali akan berbeda, sayang!
__ADS_1
****