
"Leticia!" seru Kanigara dan Niskala kebingungan karena alih-alih menemukan Inka, mereka malah dihadapkan dengan penampakan Leticia yang sedang duduk di tengah ruangan dengan tangan dan mulut yang terikat.
Apa-apaan ini?! batin Kanigara yang seketika menjadi kesal. Kanigara segera meninggalkan tempat itu setelah anak buah mereka datang membantu. Hal itu membuat mata Leticia terbelalak karena tak percaya Kanigara akan meninggalkan dirinya yang tengah disekap oleh kawanan preman.
Kamu dimana, Sayang? batin Kanigara putus asa yang merasa semakin cemas karena tak menemukan Inka di tempat itu. Kanigara mencoba menghubungi ke kediaman mereka untuk memastikan apakah Inka telah kembali.
"Maaf Tuan Muda tapi nyonya muda belum ada kembali ke rumah," ujar Pak Gugun. Kanigara menjambak rambutnya karena frustasi, ia menghubungi anak buahnya yang mereka minta untuk mencari keberadaan sang istri tetapi mereka juga belum menemukannya.
Tiba-tiba ada panggilan masuk yang berasal dari Asher.
"Inka di rumah sakit S*loam. Dia ngalamin kece...," Kanigara langsung memutuskan panggilan dari Asher yang membuat Asher merutuk kesal tetapi memahami tindakan sahabatnya itu.
****
"Pasien atas nama Inka Alora ada di ruang berapa?" tanya Kanigara begitu tiba di depan resepsionis rumah sakit dimana Inka dirawat.
"Lantai 3, ruangan VIP 01, Pak!" ujar sang resepsionis ramah. Kanigara langsung bergegas memasuki lift dan memencet tombol menuju ke lantai tiga.
"Inka!" seru Kanigara saat memasuki ruangan. Inka yang tengah asyik menonton melambaikan tangannya sambil tersenyum manis ke arah sang suami. Kanigara menghela nafas panjang karena lega, ternyata sang istri baik-baik saja. Namun kelegaan itu hanya berlangsung sebentar karena Kanigara langsung membombardir Inka dengan banyak pertanyaan yang membuat kepala istrinya itu menjadi pusing.
"Satu-satu kak nanyanya, aku pusing kalo kebanyakan. Kenapa aku bisa sampai ke sini karena aku nyetop taxi yang lewat. Karena rem mobilnya blong jadi aku sengaja nabrakkan mobilnya ke pohon, kebetulan tadi jalanannya agak lengang. Setelah aku arahin ke pohon, aku langsung lompat . Hape aku pecah karena pas aku lompat hapenya jatuh. Kebetulan ada taxi lewat, aku minta diantarkan ke rumah sakit terdekat karena ngerasa ada yang salah dengan kakiku," jelas Inka panjang lebar.
"Jadi kenapa kamu harus nghubungi Asher bukan aku?!" tanya Kanigara dengan intonasi meninggi karena kesal.
"Aku engga hafal nomor kakak atau Kak Niskala, jadi aku minta Kak Asher hubungin kakak. Tadi aku juga terpaksa minjam telepon rumah sakit karena hape aku rusak, kan!" balas Inka sambil tertawa malu. Tanpa aba-aba Kanigara langsung memeluk Inka dengan erat yang membuat sang istri terkejut.
"Mulai besok kemana-mana kamu harus bareng aku! Kamu engga tau gimana kagetnya aku waktu kamu bilang rem kamu blong, trus aku engga bisa nemuin kamu di lokasi kejadian bahkan ada telepon yang neror aku, aku kira kamu yang diculik! Ternyata Leticia yang diculik preman!" Perkataan Kanigara membuat Inka tersenyum simpul sambil membalas pelukan lelaki itu.
__ADS_1
"Maaf!" bisik Inka lirih dan merasa bersyukur karena ia masih bisa melihat suaminya lagi.
Leticia di culik?! batin Inka yang sedikit terkejut saat mendengar informasi itu. Ia berpura-pura menanyakan keadaan Leticia, Kanigara hanya mengatakan bahwa Niskala dan anak buah merekalah yang akan mengatasi hal itu.
****
Sementara itu di kompleks pergudangan, Niskala hanya duduk manis saat melihat anak buahnya menghajar habis-habisan para preman yang menculik Leticia. Setelah anak buahnya mengamankan para preman, Niskala mendekati Leticia sembari menanyakan keadaannya.
"Kamu gapapa?" tanya Niskala setelah membuka ikatan sapu tangan yang menutupi mulut Leticia. Niskala mengernyitkan dahinya saat melihat bentuk ikatan tali yang mengikat tangan Leticia.
Ehmmm! batin Niskala, tetapi tetap membuka ikatan tali yang membelit tangan gadis itu. Leticia langsung memeluk Niskala setelah ikatan di tangannya terlepas.
" Kak Nis, aku ta..., takut kak! Aku takut bangettt!" Tubuh Leticia bergetar dalam pelukan Niskala sambil terisak. Niskala menghela nafas lelah sembari menepuk punggung Leticia pelan, untuk menenangkan gadis itu.
****
"Apa?! Inka kecelakaan Kak?" tanya Leticia dengan ekpresi terkejut saat Niskala menjelaskan mengapa Kanigara meninggalkan mereka tadi.
Ada yang janggal! batin Niskala, tetapi lelaki itu memilih diam dan membawa Leticia ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Leticia menoleh ke tempat ia disekap tadi dengan tatapan aneh lalu mengikuti Niskala meninggalkan tempat itu.
Ponsel Niskala berdering.
"Kak, Inka aman. Kami lagi di rumah sakit S*loam," ujar Kanigara yang berada di seberang panggilan.
"Oke, kami ke sana!" balas Niskala singkat lalu memutuskan panggilan dari adiknya itu.
****
__ADS_1
"Inka sayang, kamu gapapa? Aku dengar kamu kecelakaan ya?" ujar Leticia ketika mereka memasuki ruang rawat inap dimana Inka berada. Ia langsung menggenggam tangan Inka dengan memperlihatkan wajah sedihnya. Inka hanya tersenyum simpul.
"Aku gapapa kak, cuma lecet sama ini...," ujar Inka menunjukkan kakinya yang digips. Niskala yang berada di dekat Inka langsung memeluk adik iparnya itu.
"Terima kasih karena kamu selamat, adik kecil," ujar Niskala pelan dengan suara bergetar yang membuat Inka bisa merasakan kesedihan sekaligus kelegaan dari suara kakak iparnya itu. Inka memeluk Niskala sambil menepuk punggungnya untuk menenangkan lelaki itu.
Leticia yang melihat keakraban dari Inka dan Niskala, merasa sangat geram karena saat Leticia disekap tadi, dialah yang memeluk Niskala. Niskala sama sekali tak berinisiatif untuk memeluknya.
Inkaaaa, semua orang yang dulu menyayangiku kau rebut! Kenapa kau engga mati saja?! Leticia mengutuki Inka dalam hatinya.
Kanigara meminta Niskala untuk menemani Leticia menjalani pemeriksaan pasca penculikan dirinya tadi. Inka memperhatikan tampilan Leticia dari atas ke bawah, lalu tersenyum samar. Ia tahu apa yang terjadi dengan musuhnya itu dengan sangat baik.
****
Sementara di tempat lain, seorang lelaki sedang memukuli lelaki lainnya hingga hampir mati.
"Dasar tak becusss! Kenapa kau tak memotong selangnya dengan benarrr, lagi-lagi perempuan s*alan itu selamat! Dan kenapa kalian harus ngikutin perintah nona kalian, tanpa memberitahu aku?!" ujar lelaki tua itu sambil menendang keras tubuh lelaki yang sudah penuh dengan lebam dan luka itu.
"Ma..., maaf Tuan Besar..., ta..., tapi Nona Leticia mengatakan bahwa Tuan Besar sudah menyetujui rencana itu!" ujar bawahan lelaki itu dengan terbata-bata.
"Arghhhhh, Leticia b*doh! Kenapa dia bertindak gegabah seperti itu! Kali ini kedua putra dari Janu itu tak akan tinggal diam!" ujar Buana ayah dari Leticia itu.
Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya yang membuat Buana terpaku sambil menggenggam ponselnya dengan keras hingga suara patahan terdengar jelas di ruangan itu.
JANGAN USIK KELUARGA KAMI, OM! ATAU KAMU AKAN TAU APA YANG BISA KAMI LAKUKAN KE DEPANNYA! KAKI GANTI KAKI! NYAWA GANTI NYAWA!
Dorrrrr....
__ADS_1
Lelaki yang penuh luka itu, meregang nyawa di tangan atasannya yang sedang murka.
****