
Tepat dua minggu kemudian, pernikahan antara Asher dan Melanie dilangsungkan secara tertutup, yang hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat mereka. Melanie dan Asher terlihat sangat bahagia, senyuman dan tawa tak lekang dari wajah mereka. Melanie merasa hari itu adalah hari yang paling membahagiakan baginya, karena akhirnya ia resmi menjadi Nyonya Melanie Alora, istri sah dari Tuan Asher Alora yang sangat ia cintai.
Inka juga merasa sangat bahagia karena misinya untuk mempersatukan Asher dan Melanie berhasil. Ia berdoa agar sang kakak dan kakak iparnya itu, bisa berbahagia selamanya. Elisha juga terlihat sang berbahagia dengan pernikahan sang putra serta kehamilan Inka. Ia merasa semuanya sudah terasa lengkap, walau ia kehilangan sang suami, tetapi Tuhan memberikan anggota keluarga baru kepadanya.
Oliver sayang, aku tahu kamu melihat dari atas sana. Kamu juga bahagia dengan kebahagiaan putra, putri kita, kan? Kali ini tak ada ada penyesalan bila Tuhan memutuskan aku untuk menemanimu di atas sana. Tunggu aku, sayang! batin Elisha sembari tersenyum menatap langit. Setetes air mata kebahagiaan yang berbalut kerinduan mengalir dari mata wanita paruh baya itu.
Di antara kebahagiaaan yang mewarnai hari itu, ada dua orang insan yang sejak tadi terlihat saling menghindari. Hal itu membuat Inka merasa curiga. Ia menyipitkan mata sembari menatap kedua sahabatnya secara bergantian. Inka merasa ada yang salah, ia ingin sekali menemui kedua sahabatnya dan menanyakan hal itu, tetapi ia tak merasa hari itu adalah saat yang tepat.
Gianna yang menyadari tatapan menyelidik dari Inka, berusaha untuk berpura-pura tidak melihat sahabatnya itu. Gianna mengetahui insting Inka yang sangat tajam, dan ia yakin bahwa ia tak akan mampu berbohong di hadapan istri dari Kanigara itu.
Tunggu aja kalian berdua! batin Inka yang merasa baik Gianna dan Segara sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
****
"Ehmmm, maaf..., kamu Gianna Naomi kan?" tanya seseorang yang tiba-tiba berdiri di hadapan gadis itu.
"Ehmm, iya..., saya Gianna. Maaf sebelumnya, apakah kita saling mengenal?" tanya Gianna yang merasa asing dengan wajah lelaki yang cukup tampan dan sedang tersenyum ke arahnya itu. Gianna merasa tak pernah bertemu dengan lelaki itu sebelumnya.
Secara tiba-tiba lelaki itu mendekatinya, dan membisikkan sesuatu yang membuat Gianna melihat ke arah Asher yang sedang tersenyum sembari bermain mata ke arah sahabat Inka itu. Gianna menatap Asher dengan tatapan sayang dan haru.
"Start the show," ujar Asher tanpa suara yang membuat Gianna mengangguk mantap. Gianna mulai tersenyum ke arah lelaki tadi dan berusaha terlihat akrab. Interaksi kecil yang terjadi di antara Asher dan Gianna, tak luput dari perhatian Inka dan ia pun menyadari bahwa sang kakak mengetahui sesuatu. Inka juga mengetahui bahwa lelaki yang ada di hadapan Gianna adalah kenalan dari Asher.
Tatapan Inka beralih seperti sedang mencari sesuatu.
__ADS_1
Ketemu! batin Inka kala melihat Segara yang sedang duduk bersama Niskala, Jordan, dan Rhode. Inka berpura-pura mengangkat gelas jusnya, sembari terus memperhatikan gerak-gerik dari Segara. Ia bisa melihat Segara beberapa kali melihat ke arah meja di mana Gianna terlihat sedang asyik mengobrol dengan lelaki asing tadi. Inka tersenyum geli melihat perubahan ekspresi yang beberapa kali tercetak di wajah Segara.
Inka akhirnya menyadari bahwa Asher memberi bantuan kepada Gianna, untuk memancing reaksi dari Segara. Inka memilih menikmati tontonan yang menarik itu. Kanigara memperhatikan arah tatapan Inka yang membuat, Kanigara mengerutkan keningnya.
"Apakah ada yang menarik sampai kamu mengabaikan suami tampanmu ini, sayang?" tanya Kanigara yang membuat Inka menoleh ke arah sang suami. Inka mengetahui makna tatapan tajam dari Kanigara yang ditujukan untuknya. Inka tersenyum geli, lalu langsung merangkul lengan suaminya. Ia membisikkan sesuatu yang membuat Kanigara melihat ke arah yang Inka maksud.
Kanigara terlihat malu, karena sudah sempat berpikir aneh tentang sang istri. Selama ini, Kanigara sebenarnya sangat iri melihat kedekatan Inka dengan sang kakak, atau pun Segara sahabatnya itu. Ia merasa kedua lelaki itu, lebih mengenal Inka daripada dirinya, yang notabene adalah suami dari seorang Inka. Ia memang tak menunjukkan perasaan itu secara terang-terangan kepada Inka, ia hanya berharap Inka bisa mengetahui isi hatinya terkait hal itu.
"Aku hanya mencintaimu, Kanigara sayang!" bisik Inka yang membuat Kanigara berusaha menahan diri untuk tidak menggendong sang istri dan meninggalkan tempat itu, agar ia memiliki waktu pribadi dengan sang istri.
****
Setelah acara resepsi pernikahan selesai, Asher dan Melanie segera bertolak ke Jepang untuk berbulan madu. Melanie terlihat sedikit lelah yang membuat Asher meminta sang istri untuk tidur selama penerbangan menuju Negeri Sakura itu. Asher menatap Melanie yang sudah terlelap, ia merasa begitu bahagia karena pada akhirnya Melanie resmi menjadi miliknya.
Sejak tadi, sebenarnya Melania tak terlelap, ia hanya menutup matanya agar Asher tidak terus menyuruh dirinya untuk tidur. Ia memang merasa lelah, tetapi perasaan yang menyelimuti dirinya hari itu membuatnya sulit tidur. Ia terlalu bahagia dan tegang untuk tidur. Ia masih tak menyangka bahwa cincin pernikahan dirinya dan Asher sudah melingkar manis di jarinya.
Ia juga tak menyangka bahwa ia begitu rakus, sehingga sejak tadi ia sama sekali tak melepas genggaman tangannya yang bertautan dengan tangan Asher. Ia ingin sekali berteriak bahwa ia begitu berbahagia, tetapi ia terlalu malu untuk melakukan hal itu.
Semoga cinta kami selalu bersemi, seperti Bunga Sakura. Tak mengenal musim, tetapi abadi.
****
Leticia melarikan diri dari rumah sakit tempat ia dirawat. Mohon berhati-hati untuk semua!
__ADS_1
Semua pesan dikirimkan ke beberapa orang, yang membuat orang yang menerima pesan itu menjadi siaga.
"Sayang, aku rasa mami lebih baik kita pindahkan ke vila milik keluargaku. Tempat itu sangat tersembunyi dan takkan ada yang tau. Kamu dan Gianna bisa menemani mami di sana. Aku merasa lebih tenang bekerja bila kalian di sana. Aku sangat mengenal sifat Leticia, aku tahu alasan kenapa dia melarikan diri dari rumah sakit!" ujar Kanigara saat mereka sudah beristirahat di kamar. Inka merasa keberatan dengan permintaan Kanigara itu, karena bila ia harus bersembunyi di vila milik keluarga Janu itu, berarti ia tak akan bisa menyelesaikan misi-misinya.
Namun sepertinya keputusan dari Kanigara itu sudah mutlak dan tak bisa diubah. Setelah mempertimbangkan hal itu secara matang, akhirnya Inka menyetujui usulan dari Kanigara itu. Ia juga segera mengkonfirmasi hal itu kepada Gianna, dan Gianna sama sekali tak keberatan dengan permintaan Kanigara itu.
Mereka akan melaksanakan rencana mereka itu, setelah Asher dan Melanie kembali dari acara bulan madu mereka.
****
Sementara itu, di kediamannya Bimantara merasa ada yang salah dengan situasi beberapa minggu belakangan ini. Hal itu disebabkan karena pihak musuh terlihat begitu tenang, bahkan tak ada serangan balasan yang sudah ditunggunya sejak kejadian penculikan Gianna itu.
"Kamu yakin tak ada pergerakan yang mencurigakan dari pihak musuh?" tanya Bimantara kepada Edward, tangan kanannya.
"Tidak ada, Pak. Mereka hanya bekerja dan beraktivitas seperti biasa!" balas Edward yang membuat Bimantara mengelus dagunya. Perasaan tak tenang terus membayangi dirinya, selama beberapa hari ini. Namun, ia terus mendapatkan informasi bahwa baik keluarga Janu maupun Alora sama sekali tak melakukan tindakan apapun. Bahkan kejadian penculikan Gianna, tidak mereka laporkan kepada pihak berwajib.
Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel milik Bimantara.
AKU KEMBALI!
Deg!!!
****
__ADS_1