Ketika Inka Menjadi Inka

Ketika Inka Menjadi Inka
11


__ADS_3

Seperti dugaan Inka, dua hari setelah ia dan Kanigara terbang untuk berbulan madu di Labuan Bajo, Leticia tanpa tahu malu mendatangi vila dimana Inka dan Kanigara menginap. Kanigara menyambut Leticia dengan senang hati, tanpa memperdulikan perasaan Inka. Inka hanya mendengus saat melihat gadis itu muncul di ruang tamu.


"Inka sayang, maafin aku ya karena ganggu bulan madu kalian. Aku engga punya banyak waktu di Indonesia karena seminggu lagi aku harus balik ke London. Aku pengen kenal dengan kamu lebih dekat, jadi aku lancang datang ke sini," ujar Leticia dengan nada memelas yang membuat Inka tersenyum ramah.


"Gapapa kok, Leti. Aku nerima kamu dengan senang hati di sini dan kediaman Janu ke depannya. Datang aja kapan pun kamu kangen," balas Inka sembari menawarkan teh kepada Leti. Tetapi bukannya menerima teh yang ditawarkan oleh Inka, Leticia malah sibuk mengobrol dengan Kanigara dan seolah mengabaikan keberadaan Inka di ruangan itu.


Inka dengan santai meminum tehnya sembari tersenyum sinis di balik gelas yang berada di dekat bibirnya. Inka sudah menperhitungkan semua dan ia sudah siap untuk menghadapi gadis itu secara langsung.


Tiba-tiba bel pintu vila berbunyi. Pelayan yang melayani Kanigara dan Inka di vila itu dengan sigap membukakan pintu.


"Maaf, Nona Muda ada kiriman buat nona...," ujar Bi Uti sang pelayan.


"Ooo, iya bi. Makasih, saya ke depan sekarang!" ujar Inka lembut dan ia segera berlalu menuju ke pintu depan dan meninggalkan Leticia dan Kanigara berduaan.


"Inka lembut banget ya, aku suka sama dia!" ujar Leticia sembari membelai lengan Kanigara seolah itu adalah sentuhan biasa tanpa maksud apapun. Kanigara hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan Leticia itu. Kanigara memang menyadari bahwa sikap Inka sangat lembut bahkan terkesan seolah tak memiliki emosi. Sang istri lebih sering menyunggingkan senyum simpul dengan sorot mata yang tak bisa ditebak. Terlalu dalam, terlalu misterius yang terkadang membuat Kanigara penasaran dengan isi kepala istrinya itu.


****


Sementara itu, Inka tertawa senang saat melihat Asher, Niskala, Gianna dan Segara muncul di depan pintu vila.


"Wahhh, bakalan rame deh di sini, Leticia juga baru nyampe," ujar Inka yang membuat ketiga lelaki itu saling bertatapan, sedangkan Gianna memilih diam karena ia sudah mengetahui hal itu sebelum Leticia muncul. Giannalah yang mempunyai ide untuk mengunjungi Kanigara dan Inka di tengah bulan madu mereka karena ada barang yang harus diberikan oleh Gianna kepada sahabatnya itu.


Leticia dan Kanigara terkejut dengan kehadiran keempat orang yang kini berada di hadapan mereka dengan senyum merekah. Leticia menyumpahi mereka dalam hati karena kedatangan keempat orang itu bisa menggagalkan rencananya untuk merusak bulan madu Kanigara.

__ADS_1


"Hai Kak Gara, maaf ya kami ganggu bulan madunya tapi aku udah kadung kangen sama Inka jadi aku bawa tiga kesatria ini nyusul ke sini. Tenang aja kak, kami akan seperti invisible team pokoknya. Iya kan kakak-kakak?" ujar Gianna sambil cengengesan.


"Betul," jawab Asher, Niskala dan Segara bersamaan yang membuat Kanigara mendesah lelah. Inka segera menunjukkan kamar keempat orang yang dikasihinya itu. Leticia sudah lebih dahulu meminta Kanigara menunjukkan kamar untuknya yang sengaja ia pilih berdekatan dengan kamar utama yang ditempati oleh Kanigara dan Inka.


****


Keesokan harinya demi menghindari kecurigaan Niskala dan yang lainnya Kanigara mengajak mereka untuk berkeliling di Labuan Bajo. Inka hanya tersenyum simpul karena ternyata seorang Kanigara bisa bersandiwara sedemikian baik di kehidupan kali ini, karena di kehidupan pertama mereka bersama, Kanigara bahkan tak mau repot untuk mengajak Inka berbulan madu dengan alasan ia tak bisa meninggalkan kesibukannya di kantor karena ada pekerjaan penting yang sedang suaminya itu tangani.


"Gar...," ujar Leticia yang sepertinya ingin memeluk lengan Kanigara tapi Gianna langsung menarik gadis itu agar menjauh dari Inka dan Kanigara yang sedang berjalan bersisian.


"Kak Let, liat itu pemandangannya bagus banget kan ya?" ujar Gianna sambil berlari kecil dan menarik Leticia untuk mengikuti langkahnya. Leticia ingin sekali mencekik leher Gianna saat itu juga karena sejak tadi sepertinya Gianna secara sengaja berusaha menjauhkan dirinya dari Kanigara dan Inka.


S*alan nih cewek, mau main-main sama Leticia ya? Cihhh! Batin Leticia.


"Kenapa kak? yang mana yang sakit?" tanya Gianna yang terlihat cemas.


"Kaki aku, tadi kayaknya mijak sesuatu," keluh Leticia. Kanigara dan Inka berjalan mendekati mereka yang membuat Leticia semakin memperkeras suara rintihannya. Ia segera mendudukkan dirinya di pasir sambil memegangi kakinya.


"Kamu kenapa, Leti?" tanya Kanigara yang sudah berjongkok dan mencoba memeriksa kaki Leticia.


"Aww, sakit Gar! Kayaknya aku mijak sesuatu atau apa aku keseleo ya?" ujar Leticia dengan nada manja yang membuat Inka dan Gianna ingin muntah. Leticia terus mengaduh dan mengatakan bahwa ia tak sanggup berjalan sehingga Kanigara berinisiatif untuk menggendong Leticia yang membuat gadis itu bersorak penuh kemenangan dalam hatinya.


Gianna mengepal tangannya kesal karena merasa Leticia sedang berakting untuk mendapatkan perhatian dari suami Inka itu. Inka mengalungkan tangannya sambil tersenyum ke arah Gianna dan mengajaknya berjalan menjauhi Kanigara dan Leticia.

__ADS_1


Tak perlu waktu lama Gianna menemukan kembali sikap riangnya karena Segara dan Asher mengajak gadis itu bermain air. Niskala pun ikut serta dalam keseruan itu. Inka memilih untuk duduk manis di atas pasir putih dan memandang ke kejauhan.


Kanigara yang melihat sang istri duduk sendirian, memutuskan untuk mendekati Inka yang membuat Leticia menggeram karena kesal.


"Kamu ngapain sendirian di situ? Kenapa engga gabung dengan yang lain?" tanya Kanigara dan duduk di samping Inka. Inka sempat bertanya dalam hati mengapa lelaki itu duduk di sampingnya dan meninggalkan sahabatnya itu karena dulu Kanigara akan tetap mengutamakan Leticia dibandingkan dirinya.


"Lebih nyaman di sini," ujar Inka singkat sambil memainkan jarinya di pasir. Kanigara tak lagi mengatakan apapun, mereka hanya diam dan duduk bersisian.


"Gar...," seru Leticia yang terputus karena Gianna berteriak ke arahnya.


"Kak Leti, awas ada ularrr!" seru Gianna yang membuat Leticia berdiri dan berlari menjauhi pondok dimana ia duduk sebelumnya.


"Ma, mana ularnya?" seru Leticia histeris yang membuat Gianna harus menahan tawanya. Gianna dan Asher berjalan mendekati pondok itu, Gianna berakting seolah mengelus dadanya.


"Ternyata tali Kak, bukan ular! Ehhh, tapi kakak kaki udah sembuh ya?" sindir Gianna yang membuat Leticia baru menyadari kebohongannya ketahuan. Inka mengulum senyum, sedangkan Kanigara hanya memicingkan matanya kala menatap wajah Leticia yang memerah karena malu. Ia berusaha memutar otaknya untuk menutupi kegugupannya. Niskala dan Asher hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Leticia dan Gianna.


****


"M*mpus, tuh iblis betina! Dia pikir dia bisa ngibulin seorang Gianna!" seru Gianna saat ia dan Inka sedang bersama di kamarnya setelah mereka pulang dari berdarmawisata tadi. Inka hanya tertawa mendengar perkataan Gianna tadi.


"Dulu waktu kehidupan pertama kamu, kejadian kayak gini adakah, say?!" tanya Gianna sambil memeluk Inka dari samping. Inka menggeleng lalu menceritakan beberapa kejadian lain yang ia ingat yang belum pernah ia ceritakan pada Gianna. Tak ada respon yang terdengar dari sahabatnya itu yang membuat Inka menoleh ke arah Gianna.


"Ya ampun, Gianna!"

__ADS_1


****


__ADS_2