
"Bisa jelaskan rencana kalian selanjutnya? Dan kalo boleh aku tau, siapa aja yang terlibat dalam rencana kamu ini?" tanya Kanigara setelah mereka duduk berdua di ruang kerja milik Inka. Inka pun menekan sebuah tombol yang ada di bawah meja kerjanya lalu terbuka suatu ruangan rahasia tempat Inka menyimpan semua rahasianya selama ini.
Kanigara begitu terkejut saat melihat yang awalnya adalah sebuah rak buku, bergeser secara perlahan dan membentuk sebuah pintu rahasia. Kanigara melihat Inka dengan tatapan tak percaya. Ia tak menyangka istrinya yang manis itu, seolah mempunyai kepribadian ganda. Ia tak pernah berpikir bahwa Inka akan memiliki sebuah ruangan rahasia seperti ruangan di kediaman abad pertengahan.
Inka menjelaskan bahwa ia memang sengaja meminta dibuatkan ruangan khusus dalam ruang kerjanya yang seharusnya menjadi tempat penyimpanan semua lukisan miliknya. Namun ia mengalih fungsikan ruangan itu menjadi ruang rahasia.
Di ruangan itu, Kanigara kembali dikejutkan dengan penampakan ruangan yang di desain seperti sebuah ruangan detektif lengkap dengan papan tulis, berbagai foto, kertas-kertas yang ditempelkan di dua buah papan, sofa-sofa, meja kerja yang dipenuhi dengan beberapa PC dan perlengkapannya.
"Kamu nyiapin semua inidemi rencana pembalasan dendam kamu kah?" tanya Kanigara sembari memandang Inka dengan tatapan yang sulit diartikan. Inka hanya mengangguk sambil tersenyum simpul. Inka sama sekali tidak ingin menebak isi kepala Kanigara malam itu, walau ia tahu Kanigara cukup terkejut dengan ruangan rahasianya itu karena sejauh ini hanya Gianna sajalah yang pernah memasuki ruangan itu.
Kanigara berkeliling melihat ruangan itu dan menemukan beberapa foto yang diduga adalah target rencana Inka. Ia menyipitkan matanya kala melihat salah satu foto yang sangat dikenalnya, lalu melihat ke arah Inka untuk meminta penjelasan.
"Aku? Aku adalah salah satu target kamu?!" tanya Kanigara yang membuat Inka tersenyum geli lalu mengangguk. Kanigara merubah ekspresinya dan menatap Inka dengan tajam sembari menunggu penjelasan dari istrinya itu.
"Target aku adalah untuk membuat kamu mencintai aku, seperti aku telah lebih dulu mencintai kamu sejak lama. Asal kamu tau kak, aku mencintai kamu sejak aku kenal arti menyukai lawan jenis, tapi kamu sama sekali engga pernah menganggap aku ada. Bagi kamu aku adalah Inka, adik sahabat baik kamu!" ujar Inka dengan nada yang lirih.
Kanigara tak menyangka bahwa Inka sudah mencintai dirinya dalam rentang waktu yang sangat lama. Ia segera memeluk sang istri dan meminta maaf karena Kanigara tak menyadari perasaan gadis itu sejak awal. Ia menyesal karena tak berusaha untuk mendekati gadis semanis dan sebaik Inka. Kanigara menyadari bahwa perkataan Inka sebagian besar adalah kebenaran.
"Sebenarnya ada satu hal yang tak kamu ketahui istriku sayang, karena kamu adik dari Asher maka langkahku terasa berat untuk mendekati kamu dan menahan perasaanku selama ini," bisik Kanigara di telinga Inka yang membuat mata gadis itu tiba-tiba berkabut.
__ADS_1
Apakah di kehidupan pertama kita, kamu juga sudah menyukaiku sejak lama? Tetapi kenapa sikap kamu begitu dingin dan bahkan terkesan mengabaikan diriku sepenuhnya, Kanigara?!
*****
Kanigara tak bisa memejamkan matanya hingga dini hari. Rahasia besar yang selama ini dipendam oleh Inka, membuat dirinya sama sekali tak bisa tidur. Dua ruang rahasia yang ditunjukkan oleh Inka sudah cukup untuk membuat Kanigara memikirkan banyak hal yang terasa di luar dari penalarannya.
Ruang seperti detektif, bahkan laboratorium mini untuk menguji dan membuat racun! Apa sebenarnya yang ada dipikiran Inka? Apakah ia memang Inka yang aku kenal dulu? batin Kanigara sembari menatap wajah Inka yang sedang tertidur pulas.
Bila mengingat Inka yang dulu, Kanigara pasti tak akan mempercayai bahwa gadis itu mampu melakukan hal yang tak akan bisa dilakukan oleh seorang wanita biasa. Ia merasa bahwa masih ada hal yang dirahasiakan oleh Inka kepada dirinya. Ia memilih untuk menyimpan pemikirannya itu sampai Inka sendiri yang akan membuka tabir kebenaran yang masih sang istri tutupi itu. Namun Kanigara berubah pikiran.
Kanigara bangkit dari ranjang dan mengambil ponsel lalu mengetikkan sesuatu.
Kanigara mengirimkan pesan kepada seseorang karena merasa ia tak bisa menunggu dalam diam. Ia memilih untuk menyelidiki sepak terjang sang istri agar semua tanya yang tak terjawab dalam hatinya bisa segera mendapatkan penyelesaian. Ia sudah beberapa kali memancing agar Inka membuka semua rahasia yang ia simpan tetapi istrinya itu sama sekali tak terpancing dan terlihat sangat berhati-hati ketika menjelaskan semuanya kepada Kanigara
Maaf sayang, aku tak bisa menunggu sampai kamu sepenuhnya jujur sama aku!
****
"Bolehkah aku yang menyelesaikan urusan ini dengan perempuan itu? Aku rasa dendamku lebih besar terhadap perempuan iblis itu! Aku akan menyerahkannya kepada Buana setelah aku puas memperkenalkan neraka kepada p***cur itu, Buana yang tinggal mengeksekusi di bagian akhir saja! Bukankah kedua pihak mendapatkan kepuasan yang sama?!" ujar Rhode saat sedang dihubungi oleh Gianna. Suara dingin Rhode membuat bulu kuduk Gianna merinding.
__ADS_1
Engga Inka, engga Rhode, kenapa aura kelam keduanya terasa sangat menakutkan?! Errrr..., batin Gianna sembari mengingatkan dirinya untuk tak mencari masalah dengan kedua wanita penuh dendam itu.
"Bangun, Seilaaaa!" desis seseorang setelah menyiramkan air ke wajah Seila yang tadinya masih tertidur. Seila membuka matanya dengan perlahan seolah ia tak lagi punya tenaga untuk mengangkat wajahnya. Tiba-tiba sebuah proyektor dihidupkan dan menampakkan beberapa video singkat dari orang yang dikenal oleh Seila dengan baik. Seila terkejut melihat penampakan gadis yang pernah dekat dengan dirinya beberapa waktu yang lalu.
"Frissy?!" Bibir keringnya mengucapkan nama itu dengan lirih. Ia tak menyangka akan melihat lagi wajah gadis yang pernah menjadi sahabatnya itu. Gadis yang mengkhianati persahabatan mereka dan memilih tidur dengan Bimantara, padahal Frissy tahu bahwa Seila mencintai anak majikannya itu.
"Kenapa kamu mengkhianati persahabatan kita?! Kenapa kamu tidur dengan lelaki yang aku cintai, Frissy s*alan!" teriak Seila dengan sisa tenaganya lalu jatuh pingsan. Sementara di tempat lain, orang yang melihat dan mendengar perkataan Seila itu, tak bisa menutupi keterkejutannya.
Frissy mengkhianati gadis s*alan itu? Apa maksudnya semua ini? batin Rhode sembari menggenggam pena yang ada ditangannya dengan erat hingga patah dan membuat tangan Rhode terluka. Ia harus menyelidiki ulang masalah itu, walau ia masih ragu dengan perkataan Seila itu, tetapi ia merasa harus menilik ulang kejadian yang sebenarnya agar ia mengetahui kambing hitam di balik tragedi yang menimpa keluarganya.
****
Suara gelas pecah terdengar di kediaman Buana.
"Bimantaraaaaaaa!!! Berani sekali laki-laki b**ingan itu menyelingkuhi putriku! Kerahkan semua anggota kita, serang semua usaha yang dimiliki oleh b**ebah s*alan itu agar ia tak jangan macam-macam dengan keluarga Buana! Cari juga j*lang yang bersama dengan si b*ngsat" Teriakan penuh amarah dari Buana terdengar menggelegar di seantero kediamannya. Buana sudah mendapatkan kiriman bukti perselingkuhan Bimantara dari ajudan Rhode yang membuat emosi lelaki itu meledak.
Buana tak penah menyangka bahwa sang putri akan mengalami nasib sesial itu, walau ia mengetahui siapa Bimantara sebenarnya. Ternyata tatapan penuh cinta yang terlihat di mata lelaki itu untuk sang putri, hanyalah sebuah tindakan kamuflase untuk menutupi kebusukan dari menantunya itu.
"Satu hal lagi, bawa pergi Leticia diam-diam!"
__ADS_1
****