Ketika Inka Menjadi Inka

Ketika Inka Menjadi Inka
20


__ADS_3

"B*rengsek!" Teriak Leticia penuh emosi sambil menghempas semua barang yang terletak di atas meja yang ada di kamarnya. Ia sudah kembali ke kediaman mereka setelah mengantarkan Inka pulang. Leticia menggeretakkan giginya menahan kesal karena rencananya bisa digagalkan dengan sangat mudah oleh Inka. Ia juga terkejut dengan kemampuan bela diri Inka. Inka sama sekali tak kelihatan takut menghadapi para preman sewaannya dan menghajar mereka hingga babak belur yang membuat Leticia malu karena melihat lelaki sangar, brewok, dan bertubuh besar bisa dikalahkan oleh wanita yang terkesan sangat rapuh itu.


Ia masih teringat senyum manis yang terus menghiasi wajah perempuan yang sudah merampas Kanigara dari dirinya, seolah sedang mengolok-olok dirinya betapa Leticia adalah wanita yang bodoh dan menyedihkan.


"Inka s*alan!!! Tunggu saja, aku akan mencabut nyawamu secara perlahan setelah puas melihatmu menderita dan dicampakkan oleh semua orang yang menyayangimu. Pastinya Kanigara tak akan sudi melihat wajah perempuan m*rahan sepertimu!" teriak Leticia lagi meluapkan semua amarah dan kesedihan yang menghimpit dadanya. Ia menangis sejadi-jadinya karena mengingat wajah tampan Kanigara yang selama 10 tahun menjadi satu-satunya wajah pria yang berhasil bertahta dalam hatinya. Ia bersumpah akan merebut kembali lelakinya itu dari tangan Inka yang sudah ia tetapkan menjadi musuh abadinya.


****


"Dasar b*nc*ng! Badan aja besar tapi tenaga tak ada! Bagaimana kalian bisa kalah menghadapi perempuan yang ukuran tubuhnya jauh lebih kecil dari Kalian?!" seru Buana sambil melemparkan asbak ke arah kepala seorang laki-laki yang merupakan bos dari kelima lelaki yang menyerang Inka tadi siang. Asbak itu tepat mengenai kepala lelaki itu yang membuat ia semakin menunduk dan meminta maaf kepada ayah dari Leticia yang merupakan atasan mereka.


Ayah Leticia adalah mantan preman jalanan yang berhasil menggoda ibu Leticia yang merupakan putri tunggal dari pemilik ruko yang berada di pasar tempat dimana Buana menjadi preman yang paling disegani kala itu. Berkat kelicikannya, ia berhasil meyakinkan kedua orang tua Leticia bahwa ia adalah pria baik-baik dan bertanggung jawab. Ia menggunakan semua anak buah yang ia miliki untuk menjaga semua ruko yang menjadi milik sang calon mertua dengan baik.


Yemima, kembang desa putri pemilik ruko terbesar di pasar Kuningan yang merupakan pasar terbesar yang berada di kampung Makmur, jatuh cinta pada pandangan pertama pada kepala preman di pasar itu. Kisah cinta dua insan beda strata itu menghasilkan Leticia.


Kecekatan dan kegigihan Buana dalam berbisnis, serta dukungan dana yang berasal dari mertuanya, membuat Buana naik kelas dari seorang preman menjadi pebisnis yang menjalankan bisnis halal dan haram secara bersamaan. Bagi rekanan bisnis Buana, lelaki itu adalah pebisnis yang menjalankan bisnis dengan baik dan lurus, walau pada kenyataanya semua tak semurni yang terlihat.


"Papiii!" seru Leticia memasuki ruang kerja sang ayah yang langsung mencibir saat melihat kelima lelaki sewaannya itu sedang berlutut di depan Buana.


"Kenapa sayang?" ujar Buana yang langsung berdiri dan menyambut Leticia dengan pelukan hangat. Leticia menyambut pelukan sang ayah sambil menatap kejam ke arah lima lelaki yang semakin menunduk saat melihat kedatangan gadis yang sedang murka itu. Leticia mengambil gelas kopi yang ada di meja Buana dan melemparkannya sembarangan dan mengenai kepala salah seorang dari lelaki itu yang menyebabkan lelaki itu terluka.

__ADS_1


"Papi, lain kali kalo memilih bawahan yang bener dong. Ini badan doang yang gede! Otak sama tenaga NOL besar!" teriak Leticia yang membuat Buana menutup telinganya karena tak siap mendengar suara melengking sang putri yang sepertinya bersiap untuk memekakkan telinganya.


"Sabar sayangku, gini aja kamu, papi kasih uang untuk belanja apa yang kamu mau ya..., Sekarang biar papi aja yang ngasih pelajaran buat mereka gimana? Papi engga mau wajah cantik putri tunggal papi ini sampe kusut dan tanam benang kamu kemarin gagal karena urusan remeh kayak gini," bujuk Buana sembari merengkuh tubuh sang putri dan membawa Leticia keluar dari ruang kerjanya.


****


Sementara itu di kediaman Kanigara, Inka sedang duduk manis dalam ruang kerja dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Ia merasa puas karena sudah memberikan peringatan pertama kepada Leticia bahwa ia bukanlah lawan yang mudah seperti dugaan musuhnya itu. Namun Inka menyadari bahwa rencana balas dendamnya tak semudah yang ia bayangkan karena banyak alur yang berubah bahkan tak terprediksi olehnya, seperti penyerangan hari ini. Dalam kehidupan pertamanya tak ada kejadian seperti itu. Hal itu membuat Inka harus menyiapkan rencana cadangan untuk menghadapi kejutan tak terduga yang pasti akan datang lagi.


Tek!


Suara lemparan terdengar di balkon kamar Inka yang membuat gadis itu terkejut. Ia langsung bersikap waspada, mencurigai adanya serangan balasan yang berasal dari kubu Leticia. Namun saat Inka memeriksa ke arah balkon tak ada apa-apa yang ia temui di sana. Kecuali remasan kertas yang diikat dalam sebuah batu.


JANGAN MAKAN SUP YANG DIHIDANGKAN UNTUK KAMU, MALAM INI!


Apa ini?! Apakah Tuhan mengirimkan malaikat pelindung untuk dirinya kali ini?! Batin Inka tak percaya bahwa ia akan mengalami kejutan lain secepat itu. Ia mengambil pemantik yang ia simpan di laci meja kerja dan membakar surat kaleng misterius itu.


Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar pintu kamar Inka.


"Masuk!" ujar Inka setelah ia mengunci kembali pintu balkon kamarnya.

__ADS_1


"Nona Muda, saatnya makan malam!" ujar Rima yang mendapatkan anggukan singkat dari Inka. Inka meninggalkan kamarnya dan bersiap menghadapi serangan berikutnya bila surat kaleng yang ia terima merupakan kiriman seorang yang menempatkan diri sebagai sekutu Inka walau secara terselubung.


Inka duduk dengan santai sambil menunggu kedatangan Kanigara dan Niskala. Setelah kedua lelaki itu datang, mereka pun memulai santap malam bersama. Inka tersenyum samar saat melihat ada sup yang dihidangkan khusus untuknya.


"Gimana jalan-jalannya tadi, adik ipar? Kamu happy?" tanya Niskala lembut yang langsung mendapatkan anggukan senang dari Inka. Kanigara hanya diam saat sang kakak memulai pembicaraan.


"Maafin suami kamu yang kurang gercep ini ya, makanya Leticia harus jadi tour guide kamu di Batam," sindir Niskala yang membuat Kanigara berdecak kesal.


"Besok pagi, kamu siapan..., aku mau ngajakin kamu ke beberapa tempat!" ujar Kanigara datar yang membuat Niskala mendengus kesal. Inka menghidu sup yang sudah ia sendokkan, dan tersenyum simpul karena mengetahui bahwa surat kaleng itu memberikan informasi yang valid.


Ada dua pasang mata yang menatap Inka yang sedang menyeruput sup itu dengan reaksi yang berbeda.


Apa dia tidak menemukan surat yang aku lemparkan tadi? Batin seseorang yang terkejut karena melihat Inka tetap memakan sup itu. Ia meremas tangannya karena mengkhawatirkan kondisi Inka setelah meminum sup itu.


Bagus, habiskan sup yang khusus aku siapkan untuk j*lang sepertimu! Batin orang yang mempersiapkan sup itu khusus untuk Inka.


****


"Hoek, hoek!" terdengar suara seseorang yang sepertinya sedang memuntahkan sesuatu di kamar mandi. Nafas Inka tersengal-sengal saat selesai memuntahkan semua isi perutnya yang membuat dirinya lemas dan harus menduduk dirinya di lantai kamar mandi.

__ADS_1


"S*alan! Dosisnya ditambah!"


****


__ADS_2