Ketika Inka Menjadi Inka

Ketika Inka Menjadi Inka
33


__ADS_3

"Kak Kani?!" ujar Inka yang tak percaya bahwa sang suami sudah berada dibelakangnya dan memeluk pinggang gadis itu yang membuat Inka tersipu. Segara yang melihat adegan mesra itu hanya bisa tertawa miris dan segera memalingkan wajahnya.


"Kenapa kakak bisa di sini, Kak Leti gimana?" tanya Inka lagi yang membuat Kanigara mencibir.


"Kenapa aku bisa di sini? Karena aku ingin. Leti udah balik, dia kirim salam sama kamu dan minta maaf juga buat kejadian kemarin," jelas Kanigara yang membuat Inka terdiam. Ia tahu motif Leticia yang sebenarnya, dan bagi dirinya itu malah menguntungkan karena setidaknya alur kisah mereka kembali ke jalur yang seharusnya.


Ia tak sabar menanti kejutan yang akan diberikan oleh musuhnya itu. Namun yang ia pikirkan saat ini adalah perubahan sikap yang ditunjukkan oleh lelaki yang berada di belakangnya saat itu. Inka masih tak mengerti mengapa sikap Kanigara sangat berubah sehingga Inka terkadang tak tahu harus bersikap bagaimana menghadapi suaminya itu.


Ia masih bisa merasakan sakit yang harus ia derita karena sikap abai sang suami yang menyebabkan ia merasakan penyiksaan yang tak seharusnya ia tanggung. Ia mengingat bagaimana Kanigara mempercayai perkataan Leticia sepenuhnya tentang penyakit kejiwaannya yang menyebabkan Kanigara menghindari Inka dan lebih sering berada di luar negeri daripada di Batam.


Kanigara mempercayakan semua perawatan Inka kepada Leticia yang semakin memperparah keadaan Inka. Tiba-tiba nafas Inka tersengal dan tubuhnya bergetar saat mengingat duri yang masih melekat dalam benaknya itu. Kanigara yang melihat perubahan gestur sang istri langsung turun dari jet ski dan memeriksa kondisi Inka. Inka mencengkeram baju pelampungnya dengan erat.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Kanigara yang mencoba menyentuh wajah Inka, tetapi Inka menepisnya dengan tenaganya yang tersisa dan membuat Kanigara terkejut. Asher, Niskala dan Segara yang melihat kejadian itu langsung berlari mendekati Kanigara dan Inka.


Asher langsung menggendong tubuh Inka, karena saat ia tiba Inka langsung mengulurkan tangannya ke arah sang kakak untuk meminta pertolongan. Kanigara yang melihat adegan itu mengerutkan dahinya dan sempat terdiam beberapa saat bahkan setelah Asher berlari menuju mobil untuk membawa Inka ke rumah sakit.


Di..., dia menolak bantuanku? Batin Kanigara. Niskala menepuk bahu Kanigara untuk membuat Kanigara tersadar dari lamunannya.


"Ayo Gar, saatnya kamu bertindak sebagai suami yang baik!" ujar Niskala yang membuat Kanigara melihat sang kakak dengan tatapan penuh arti. Ia masih bingung dengan maksud perkataan Niskala.


Apa kakak tau tentang perjanjian aku dan Inka? tanya Kanigara sembari berlari mengejar Niskala yang sudah terlebih dahulu lari mengejar Asher.

__ADS_1


****


Inka sudah berada di ruang rawat inap, ditemani oleh Kanigara, Asher, Niskala dan Segara. Inka belum sadarkan diri sejak ia pingsan saat masih berada di dalam mobil. Kanigara terus duduk di samping bangsal Inka sambil menggenggam tangannya.


Sementara Asher dan kedua lelaki lainnya memilih untuk duduk di sofa. Tak lama Melanie datang dengan wajah sedikit cemas, karena ia baru saja tiba di rumah sakit. Hari itu adalah jadwal liburnya sehingga ia tak berada di rumah sakit saat Inka dibawa ke IGD.


"Apa Inka udah siuman?" tanya Melanie sembari mendekati bangsal Inka untuk memeriksa keadaannya. Kanigara hanya menjawab dokter keluarganya itu dengan gelengan kepala yang membuat Melanie menghela nafas berat. Melanie menatap sekilas ke arah Asher yang berada di sofa lalu kembali memusatkan perhatiannya kepada Inka.


"Ehmm, Pak Asher bisa kita bicara sebentar?" ujar Melanie yang membuat Asher mendengus kasar tetapi menganggukkan kepalanya. Niskala hanya tersenyum maklum saat melihat tingkah Asher itu.


Melanie menanyakan beberapa hal tentang kesehatan Inka sebelumnya dan Asher menceritakan semuanya kepada Melanie tanpa ada yang ditutupinya. Penjelasan Asher membuat Melanie menganggukkan kepalanya paham.


"Ehmmm, kamu apa kabar?" ujar Melanie ragu yang membuat Asher menatapnya tajam.


"Tapi kamu salah paham waktu itu, Sher! Ak...," Perkataan Melanie terputus karena Asher langsung meminta gadis itu untuk diam.


"Cukup! Semua udah masa lalu! Aku engga perduli dengan apa yang mau kamu jelaskan lagi! Cerita kita udah tutup buku! Jalani kehidupan masing-masing tanpa saling mengganggu! Buat aku, kamu udah mati!" ujar Asher sembari meninggalkan Melanie dengan mata yang berkabut karena dipenuhi air mata yang bersiap untuk ditumpahkan. Ia tak menyangka Asher mampu mengatakan hal semenyakitkan itu kepada dirinya.


****


"Kakak...," seru Inka lemah tetapi masih bisa di dengar Asher dan Kanigara yang malam itu berjaga di rumah sakit.

__ADS_1


"Sayang, kamu udah sadar?" ujar Asher yang langsung mendekati Inka. Kanigara juga langsung menggenggam tangan Inka, tetapi gadis itu menarik tangannya dari genggaman Kanigara secara perlahan yang membuat Kanigara terdiam, tetapi membiarkan tindakan Inka itu. Asher yang melihat kejadian itu hanya bisa berdiam diri karena tak ingin mencampuri urusan rumah tangga sahabatnya dan Inka, sang adik.


Inka meminta minum tapi menolak saat Kanigara bermaksud menyuapi dirinya. Sehingga Asher terpaksa turun tangan dan membantu Inka. Kanigara merasa kesal dengan tingkah Inka yang tiba-tiba berubah, padahal tadi pagi gadis itu telah mencium pipinya dengan mesra. Ia berusaha menekan emosinya karena melihat kondisi Inka yang masih lemah. Tapi ia berjanji akan segera menyelesaikan masalahnya dengan Inka, begitu mereka kembali ke kediaman keluarga Janu.


Asher dan Segara terpaksa menunda kepulangannya karena kondisi Inka, tetapi Asher tidak memberitahukan alasan sebenarnya dari penundaan kepulangan mereka kepada kedua orang tuanya karena tak ingin membuat Elisha dan Oliver khawatir.


"Kamu yakin engga ada masalah kan, sayang? Adik kamu juga baik kan?" tanya Elisha yang membuat Asher merasa bersalah karena telah membohongi kedua orang tuanya.


"Semua aman mi, Inka meminta penambahan waktu dua hari untuk serah terima kerjaannya. Inka juga minta ditemanin ke proyek baru kita karena kemarin si adek engga sempat ikut waktu aku sama papi ninjau lokasinya kan, Mi?" jelas Asher berusaha memberikan penjelasan yang masuk akal, setelah sebelumnya mereka berlima yang mengetahui tentang sakitnya Inka, menyepakati bahwa akan satu suara terkait masalah penundaan kepulangan Asher dan Segara ke Jakarta.


Keesokan harinya, Leticia mengunjungi Inka ke rumah sakit yang membuat Inka jengah. Ia menatap Kanigara dengan lekat karena ia tahu pasti bahwa Kanigara yang memberitahukan Leticia tentang keadaannya. Kanigara hanya bersikap tenang saat Inka memandangnya dengan tatapan menuduh.


"Inka sayang, kenapa kamu sakit lagi? Aku baru tau kamu masuk rumah sakit dari staf di kediaman kalian! Tadi aku ke sana tapi kalian semua engga ada di rumah, terus katanya kamu dirawat di sini," jelas Leticia yang membuat Inka merasa bersalah kepada Kanigara.


Ternyata bukan dia! batin Inka sembari menatap Kanigara dengan tatapan meminta maaf yang membuat Kanigara tersenyum samar.


"Aku dengar kamu kemarin sesak nafas, gemetar, baru pingsan ya? Aduh kasian banget! Ehm, katanya kamu...," ujar Leticia terputus saat suara Gianna menggema di dalam ruangan itu.


"Inka..., kamu kenapa nak?! Sorry aku baru datang, karena baru dapat info dari Segara lelet itu!"


****

__ADS_1


****


__ADS_2