
Bimantara merasa terkejut saat mendapatkan pesan dari seseorang yang berasal dari masa lalunya. Keterkejutannya berganti menjadi seringaian karena merasa kali ini keberuntungan sedang ada di pihaknya. Tanpa ia minta, ia mendapat bala bantuan dari sekutu terkuatnya yang dulu merupakan rekannya dan salah satu musuh besar dari Niskala.
"Lama tak berjumpa, kawan!" ujar seseorang yang sudah berdiri di depan Bimantara. Bimatara yang langsung menyambut dan memeluknya. Lelaki yang memiliki bekas luka memanjang pada pipi kanannya itu membalas pelukan dari sahabat lamanya itu.
"Kapan keluar?" tanya Bimantara, yang membuat lelaki yang lebih tua itu menyeringai.
"Hahaha, aku hanya jalan-jalan keluar sebentar, karena aku dengar bisnismu hampir bangkrut! Perlu bantuankah? Waktuku engga lama, karena aku harus kembali dan melanjutkan masa hukumanku dengan tenang," ujar lelaki yang duduk di hadapan Bimantara itu.
Bimantara terkejut saat mendengar penuturan dari sahabat lamanya itu.
"Kau kabur?!" seru Bimantara dengan wajah tak percaya. Lelaki itu hanya tertawa keras saat mendengar perkataan Bimantara itu. Bimantara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan lelaki yang sudah dikenalnya saat masih duduk di bangku SMP itu.
Lelaki itu bernama Paolo, tetapi lebih sering dipanggil dengan sebutan Ucok. Ucok adalah tangan kanan ayah Bimantara pada masanya. Namun karena membunuh seseorang Ucok ditangkap dan di penjara dengan hukuman seumur hidup. Bimantara tak menyangka Ucok masih punya nyali untuk kabur dari penjara.
Bimantara sangat mengetahui sepak terjang Ucok selama menjadi tangan kanan ayahnya. Ucok juga merupakan mentor Bimantara dalam hal bela diri dan persenjataan. Keahlian Ucok sangat banyak. Ucok memiliki latar belakang militer, karena sesuatu hal ia memutuskan keluar dan mengabdi pada ayah Bimantara.
"Culik wanita yang bernama Inka. Aku akan beritahu semua informasi tentang wanita itu. Aku yakin kau akan senang ketemu dengan adik ipar Niskala Janu itu!" Ucok langsung menyeringai licik saat mendengar informasi yang diberikan oleh anak dari majikannya itu.
Saatnya balas dendam! batin Ucok senang, karena ia masih menyimpan dendam kepada Niskala, karena lelaki itulah yang menyebabkan ia dijebloskan ke penjara.
****
Gianna kembali beraktivitas seperti biasa. Ia sudah memberanikan diri, untuk kembali ke toko bunga miliknya tanpa Inka. Namun, beberapa pengawal pribadi yang ditugaskah oleh Kanigara, tetap melindungi Gianna secara tersembunyi.
__ADS_1
"Ehmm, apa aku mengganggu?" tanya seseorang yang sudah berdiri di depan meja kerja Gianna, di mana gadis itu sedang sibuk merangkai bunga, pesanan dari pelanggannya.
"Ehhh, hai Kei..., tumben kamu mampir ke sini?" tanya Gianna, kala melihat lelaki yang menyapanya saat pesta pernikahan Asher beberapa waktu yang lalu. Keizaro menyampaikan maksud kedatangannya yang membuat mata Gianna membola, lalu ia tertawa kecil karena merasa Asher tidak bercanda saat mengatakan akan membantu dirinya.
Keizaro duduk di depan Gianna dan mengajak gadis manis itu untuk mengobrol sembari mengeluarkan beberapa lelucon yang membuat Gianna tertawa. Tanpa mereka sadari, di depan pintu toko bunga, seseorang sedang memandang mereka dengan tajam. Ia tak menyangka bahwa Gianna tetap berhubungan dengan lelaki yang baru dikenalnya, saat pernikahan Asher.
"Wahhh, kelihatannya lagi asyik nih?" tanya seseorang yang membuat Gianna dan Keizaro menoleh.
"Segara?!" ujar Gianna tak percaya sembari melihat ke arah Keizaro yang sedang tersenyum simpul ke arahnya. Raut wajah Gianna berubah menjadi dingin, yang membuat Segara mendadak merasa kesal. Gianna menanyakan maksud kedatangan Segara dengan nada datar yang membuat Segara mengerutkan dahinya.
Ia bisa melihat perbedaan sikap yang ditunjukkan oleh Gianna terhadapnya dan lelaki yang sedang berdiam diri sembari memperhatikan mereka. Entah mengapa, Segara merasa Gianna menunjukkan sikap bermusuhan setelah peristiwa dimana Gianna melamar dirinya kala itu.
Keizaro yang merasa bahwa Segara akan berbicara sesuatu yang penting dengan Gianna, memilih untuk pamit undur diri. Keizaro menyapa Segara dengan ramah, tetapi Segara hanya membalasnya dengan datar seolah tak menyukai kehadiran lelaki itu.
"Pelanggan," balas Gianna singkat yang membuat Segara mencibir. Gianna menaikkan sebelah alisnya kala melihat reaksi dari sahabatnya itu. Gianna menatap Segara dengan tatapan kesal.
"Apa maksud cibiran kamu, barusan?" tanya Gianna sembari melipat tangannya. Segara sama sekali tak menjawab pertanyaan dari Gianna. Alih-alih menjawab, Segara malah mengalihkan pembicaraan ke arah lain. Segara menanyakan tentang rencana kepindahan sementara Gianna, Inka dan Elisha ke vila rahasia milik keluarga dari Kanigara.
Gianna membenarkan soal rencana itu. Segara berdiam diri cukup lama, lalu menatap Gianna dengan lekat yang membuat Gianna merasa sedikit risih.
"Setelah kalian kembali ke Jakarta, menikahlah denganku!"
****
__ADS_1
"Baiklah, kita berangkat sekarang," ujar Kanigara. Kanigara, Inka, Elisha dan Gianna, akan bertolak ke bandara menuju vila rahasia milik keluarga Janu. Asher, Melanie dan Segara hanya mengantar mereka sampai di depan pintu kediaman keluarga Alora agar tidak terlihat terlalu mencolok dan diketahui oleh pihak musuh.
"Hati-hati di sini, sayangku. Jaga istri kamu!" ujar Elisha sembari memeluk Asher dan Melanie secara bergantian. Elisha merasa bersedih karena harus berpisah dengan sang putra dan anak menantu barunya. Inka dan Gianna juga memeluk sang kakak dan kakak ipar serta Segara. Gianna memeluk Segara sedikit lebih lama, yang membuat kelima orang lainnya tersenyum maklum.
Mereka sudah mengetahui perihal lamaran Segara yang diterima oleh Gianna beberapa hari yang lalu. Segara segera menemui Asher setelah melihat kedekatan Gianna dan Keizaro saat di pesta pernikahan kakak dari Inka itu. Hal itu membuat Asher tertawa dan meminta Segara untuk memikirkan secara saksama tentang perasaan yang ia miliki terhadap Gianna.
Asher juga memperingatkan Segara, bahwa Gianna adalah tipe yang sangat cocok dijadikan istri dan pasti banyak pria yang akan dengan senang hati mengejarnya. Asher juga memberitahu rahasia yang sudah lama ia ketahui, bahwa Gianna menaruh hati kepada Segara sudah sejak lama.
Segara memikirkan semua perkataan dari Asher. Ia berniat untuk menemui Gianna dan memastikan perasaannya pada sahabatnya itu. Namun penampakan Gianna yang tertawa lepas saat bersama dengan Keizaro malah membuatnya merasa sangat kesal. Tanpa ia sadari, ada ketakutan yang ia rasakan kala melihat pemandangan itu.
Selama ini, Segara mengetahui bahwa Gianna saat menjaga jarak dari lelaki, kecuali dirinya, Asher dan Jordan, adiknya. Namun setelah Segara memikirkan semuanya, ia bisa mengingat bahwa Gianna sebenarnya sering menolak perhatian yang diberikan oleh lelaki lain. Segara menyadari bahwa ia terlalu berfokus pada Inka, sehingga tak bisa melihat cinta di mata Gianna yang ditujukan untuknya.
Pada hari dimana, Segara berbalik dan melamar Gianna, gadis itu menangis dan langsung mengiyakan ajakan Segara untuk menikah. Segara merasa sangat lega, karena Gianna menerima lamarannya. Segara langsung mengajak keluarganya untuk menemui keluarga Gianna guna melamar gadis itu secara resmi. Kanigara dan keluarga Alora juga turut menjadi tamu dalam acara pertunangan kecil itu.
"Kamu hati-hati di sana ya, sayang! Terus kabari aku!" bisik Segara yang membuat Gianna merona. Gianna memeluk Segara lebih erat seolah enggan meninggalkan lelaki yang telah resmi menjadi tunangannya itu.
"Tunggu aku!"
****
"Ucok kabur dari penjara, dan saat ini berada di kediaman Bimantara!" ujar seseorang yang membuat wajah lelaki yang berada di hadapannya menggelap.
"Kirim si kembar ke vila dimana Inka berada!"
__ADS_1
****