
"Selamat pagi, Inka sayang!" seru Leticia yang terlihat terlalu ceria untuk orang yang baru saja mengalami kemalangan. Inka hanya tersenyum, mencium pipi Kanigara dan duduk di samping Kanigara saat akan sarapan pagi. Leticia membelalak saat melihat adegan mesra yang dipertontonkan Inka pagi itu.
Leticia berang tetapi berusaha menahan emosinya karena Inka sudah berani bertindak lebih jauh dengan menyentuh bagian tubuh Kanigara. Selama ini setahu Leticia, Inka bersikap sangat pasif dan hanya menerima perlakuan manis dari Kanigara.
"Gara sayang, gimana sarapan buatan aku?" tanya Leticia yang seolah ingin memanas-manasi Inka dengan perkataannya.
"Enak," ujar Kanigara singkat sembari melirik Inka dengan ekor matanya. Inka bergeming, ia hanya menyantap sarapannya seolah tak perduli dengan drama yang sedang dimainkan oleh Leticia.
Well, well, lagi mainin drama keluarga kecil bahagia, emmm! batin Inka sembari tersenyum sinis dalam hati.
"Dulu aku sering buatin Gara, sarapan waktu aku main ke Batam atau Gara ngunjungi aku ke London. Gapapa kan kalo aku buatin Gara sarapan, Inka sayang? Kamu pasti sibuk jadi engga bisa buatin Gara sarapan...," sindir Leticia secara halus yang membuat Inka tersenyum simpul.
"Gapapa, Kak. Lagian kegiatan kecil kayak gitu bisa ngebantu buat kakak lupa kalo semalam kakak baru aja ngalamin kesedihan!" ujar Inka dengan lembut, tetapi penuh penekanan yang membuat raut wajah Leticia berubah karena merasa sebenarnya Inka sedang menyindir balik dirinya. Kanigara yang sejak tadi mendengar pembicaraan kedua gadis itu hanya bisa menghela nafas pelan.
"Adik kecil, mau berangkat bareng aku engga? Kebetulan aku ada pertemuan dengan klien dekat kantor kamu," ujar Niskala yang tiba-tiba
muncul di ruang makan dengan wajah datarnya.
"Boleh kak! Ehmm, tapi kakak engga sarapan dulu nih?" tanya Inka.
"Ntar aja, lagi engga nafsu makan! Gar, aku aja yang nganterin Inka!" ujar Niskala santai dan langsung meninggalkan ruang makan itu tanpa menoleh sedikit pun ke arah Leticia yang membuat gadis itu menggeretakkan giginya.
"Sayang aku duluan ya, kamu hati-hati ntar. Nanti tolong jemput aku waktu pulang kantor ya?" ujar Inka sembari kembali mencium pipi Kanigara dan memeluk tubuh suaminya dari samping yang membuat baik Leticia dan Kanigara sendiri terkejut. Inka juga berpamitan dengan Leticia sambil tersenyum simpul.
"Aku antar ke depan," ujar Kanigara tiba-tiba yang membuat Inka menghentikan langkahnya dan menunggu sang suami berdiri dan mendekati dirinya. Ia mengalungkan lengannya di lengan Kanigara dan berjalan bersisian dengan sang suami. Leticia mengepalkan tangannya karena geram.
Bukannya tadi malam mereka bertengkar, tapi kenapa begitu mesra pagi ini?! Batin Leticia yang mulai meragukan informasi yang ia terima.
__ADS_1
****
Sementara itu, Kanigara menatap tautan lengan mereka saat berjalan bersama Inka. Ia masih mengingat pertengkaran mereka tadi malam, bahkan Inka memilih tidur di kamar pribadinya. Namun mengapa pagi ini ia merasa sang istri bertingkah berbeda.
Apa karena Leticia? Apa Inka tau Leticia mencintai aku! Batin Kanigara yang entah mengapa merasa senang. Ia merasa Inka sedang melabeli dirinya sebagai suami dari seorang Inka Alora. Kanigara menyukai sikap yang baru Inka tunjukkan itu, karena merasa Inka tak sepasif biasanya.
Kanigara juga membutuhkan partner yang bisa menempatkan dirinya sebagai istri seorang Kanigara Janu, bahkan Kanigara tidak keberatan pasangannya melabeli dirinya sebagai milik gadis itu. Kanigara sebenarnya sudah muak dengan semua gangguan yang ia terima dari para gadis yang mencoba menarik perhatiannya.
Salah satu alasan ia menikah Inka adalah untuk menyelesaikan masalahnya terkait hal itu. Dalam dunia bisnis, Keluarga Alora merupakan salah satu pebisnis yang punya nama besar sehingga memiliki label sebagai menantu Oliver Alora sudah cukup membuat beberapa keluarga yang sibuk menjodohkan anak gadisnya dengan Kanigara memilih mundur teratur.
Apalagi bila mereka melihat sosok sang istri yang sangat mempesona, banyak gadis akan mundur karena takut kalah bersaing dengan aura yang dimiliki gadis cantik dan anggun yang sedang berjalan di sampingnya itu.
"Jaga istriku, Kak! Nanti aku jemput, sayang!" tegas Kanigara yang dengan berani mencuri ciuman di bibir Inka yang membuat gadis itu terkejut dengan wajah yang mendadak memerah karena malu. Sedangkan Niskala hanya tertawa kecil karena ia tahu Kanigara sedang memperingatkan Niskala secara tersirat bahwa Inka Alora adalah istrinya.
****
"Belum kak. Kakak mau ngajakin aku ke sana sekarangkah? Tapi bukannya kakak ada pertemuan dengan klien?!" tanya Inka bingung yang membuat Niskala tersenyum geli.
"Bohong putih, adik kecil. Aku lagi malas sarapan di rumah! Ehmm, btw, Ibu CEO kita sibukkah hari ini? Bisakah kakak culik untuk beberapa jam?" tanya Niskala yang membuat Inka tertawa. Inka mengabari Sellah bahwa ia akan masuk kantor pada siang hari dan mengikuti sang kakak ipar yang membawanya mengunjungi perusahaan milik keluarga Janu itu.
Inka merasa sangat senang karena di kehidupan pertamanya hingga ia meninggal, ia sama sekali tak punya kesempatan untuk menapakkan kakinya di perusahaan milik kedua kakak beradik keluarga Janu itu. Ternyata kali ini, Tuhan memberi jalan agar Inka bisa mengunjungi tempat itu.
****
"Kak Inkaaa!" seru Jordan yang terkejut saat melihat penampakan Inka di kantor mereka bersama dengan Niskala. Jordan langsung memeluk Inka, tetapi langsung melepas pelukannya saat melihat Niskala sedang memperhatikan mereka.
Niskala meminta Jordan agar tidak memberitahukan Kanigara tentang kedatangan Inka, yang membuat Jordan langsung mengangguk paham sambil tersenyum penuh arti. Niskala mengajak Inka berkeliling ke seluruh area kantor dan pabrik milik perusahaan mereka sembari menjelaskan semuanya kepada Inka. Inka sangat tertarik mendengar semua penjelasan sang kakak ipar.
__ADS_1
Lalu Niskala mengajak Inka menuju ke kantor Kanigara dimana Jordan sudah terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Niskala juga mengenalkan Inka kepada seluruh petinggi di kantor suaminya itu. Tempat terakhir yang diperlihatkan Niskala kepada Inka adalah ruang kerjanya.
"Nah, ini...," ujar Niskala yang langsung terputus karena mendengar suara dua gadis yang berseru bersamaan.
"Kamuuu?!" Inka tak percaya bisa melihat Rhode Keila musuh bebuyutannya saat SMA sedang duduk manis di ruang kerja kakak iparnya.
"Inka Alora?" tanya gadis yang sedang menatap Inka dengan lekat seolah tak percaya ia bisa melihat musuhnya itu di kantor tempat ia bekerja.
"Kalian saling kenal?" tanya Niskala yang terkejut melihat reaksi kedua gadis cantik itu.
"Iya Pak, Inka teman SMA saya!" jelas Rhode yang menatap Inka dengan pandangan yang aneh.
"Bu Inka, Rhode. Inka adik ipar saya, sekaligus istri dari Kanigara!" balas Niskala yang membuat Rhode terkejut bukan main. Inka tertawa sinis melihat reaksi musuhnya itu. Inka sama sekali tak menyangka bahwa gadis sombong yang dulu selalu membanggakan harta kekayaan keluarganya bisa berakhir bekerja sebagai asisten Niskala.
Rhode yang melihat tatapan meremehkan yang terpancar di wajah Inka, hanya bisa menekan perasaannya saat itu karena atasannya sedang memperhatikan mereka berdua apalagi ternyata Inka memiliki hubungan spesial dengan Kanigara dan Niskala.
****
"Pagi!" ujar Kanigara saat memasuki ruang kerjanya. Jordan langsung menyambut Kanigara dengan sumringah yang membuat Kanigara mengernyitkan dahinya karena melihat reaksi Jordan yang tak biasa itu.
"Kamu sehat, Jo?" tanya Kanigara.
"Sehat, Pak. Pake banget lagi!" balas Jordan penuh semangat yang membuat Kanigara memandangnya dengan tatapan aneh. Kanigara meletakkan tasnya di meja kerjanya.
"Pagi sayang!" ujar seseorang di balik kursi kerja Kanigara.
"Inka!"
__ADS_1
****