KITA Hanya MENIKAH

KITA Hanya MENIKAH
Teddy Bear untuk Rea


__ADS_3

" Emm..mungkin kita bisa ke bagian rak boneka , sebagian besar bayi perempuan menyukai boneka " ucap pelayan memberi saran , " dan Gema langsung mengangguk setuju "


" Ayo Tuan , Nyonya , saya akan menunjukkan letak raknya "


" Ayo sayang " ajak Gema sambil menarik tangan Rea , tanpa permisi terlebih dahulu pada pemiliknya , membuat Rea kembali tersentak.


" Hentikan akting ini " ucap pelan Rea , namun tanpa melepas genggaman tangan Gema pada tangannya , " Biarkan saja , jangan membuat pelayan ini kecewa dengan tebakannya " ujar Gema tertawa sambil terus berjalan dan sesekali melihat kearah Rea dengan tersenyum.


" Apa bayi kalian suka teddy Bear ? "


" emmm..sebenarnya kita bukan.."


" Kami belum tahu , dia terlalu kecil untuk mengetahui apa kesukaannya " potong Gema ,membuat Rea kembali menatapnya dengan tajam ,


" apa dia alergi bulu ? " tanya pelayan.


" Apa bayi kita alergi bulu sayang ? " sambung Gema pada Rea ," emmmm.. sepertinya tidak " sahut perempuan itu dengan sedikit canggung.


" Berarti boneka besar ini pilihan yang tepat " ucap pelayan sambil menunjuk kearah boneka Teddy Bear berwarna coklat tua ,


Mata Rea berbinar menatap boneka kesukaannya , yang selalu dia inginkan dari dulu , dari dirinya masih begitu miskin.


Namun setelah memeluk sebentar boneka itu , ia kembali menyimpannya di dalam rak , " apa kau menyukainya ? " tanya Gema yang memang sejak tadi tidak lepas menatap kearah perempuan itu , " tentu bahkan aku sangat menyukainya " jawabnya tersenyum , lalu beranjak menuju rak yang lain.


" Jadi kau setuju jika kita membeli ini untuk Rania ? "


" itu pemberianmu , dan aku tidak berhak untuk memutuskannya " sahutnya tersenyum dan menatap sekilas kearah Gema , lalu kembali melihat-lihat lebih lanjut isi di dalam tokoh.


~


" Sudah selesai ? " tanya Rea menghampiri Gema yang sedang berada di depan meja kasir , " ya sayang " sahut laki-laki itu begitu enteng.


" Gem , hentikan " ujar Rea dengan pipih yang kembali memerah.


" Kami akan membantu membawanya ke mobil anda tuan " ucap pelayan.


" Tidak terimakasih , kami bisa membawany sendiri " sahut Gema.


" ini barang pembelian anda Tuan " ucap salah satu pelayan yang baru saja datang membawa boneka Teddy Bear dengan ukuran yang begitu besar sesuai dengan pesanan lelaki itu ,mata Rea terkesiap saat melihat satu melayan kembali menyusul dengan membawa barang yang sama.


" Kau membeli dua boneka ini ? " tanyanya dengan mata sedikit membesar dan laki-laki itu menganggukkan kepalanya sambil memberikan Credit Card pada pelayan kasir.


" Devita pasti kebingungan dimana ia akan meletakan dua boneka besar ini ? " gumamnya sambil tertawa , " aku hanya membeli satu untuk Rania " sambung Gema yang mendengar gumaman perempuan itu.

__ADS_1


" Oh.." serunya begitu malu.


" Jadi satunya untuk Bella ? " tebaknya tersenyum , namun Gema terlihat tidak menanggapinya , " terimakasih " ucap Gema pada pelayan kasir setelah menerima struk pembeliannya , " biar aku bantu membawanya " kata Rea dan langsung mengambil alih salah satu boneka ,


" jadi kau memilih itu " ucap Gema , dengan susah paya Rea mencari cela dari tangan besar boneka itu untuk melihat kearah laki-laki yang sedang berbicara padanya , " maksudmu ? " tanyanya bingung.


" Jadi kau memilih itu ? " ulang laki-laki itu.


" Aku hanya membantu membawanya ke dalam mobil , kenapa aku harus memilih "


" Tapi aku membelikan satu boneka ini untukmu " jelas Gema.


" Baiklah , jadi kau memilih boneka itu " tambahnya lalu membawa boneka satunya lagi dan menggendongnya menuju mobil , Rea masih terdiam dan mencernah dengan baik ucapan laki-laki itu.


" Gem ,maksudmu boneka ini untukku ? " tanyanya dengan berteriak dan tidak peduli pada tatapan beberapa pelayan tokoh padanya , " sayang jangan membuatku malu , semua orang akan mengira kalau aku tidak pernah memberi apapun padamu " ucap Gema yang baru saja kembali dan mengambil alih boneka dari tangan Rea.


" Gem , aku serius "


" Aku juga serius sayang " sahut laki-laki itu begitu lembut.


" Maafkan istriku ,dia memang selalu seperti ini ketika aku membelikan sesuatu untuknya " ucap Gema pada pelayan ,mendengar itu Rea semakin membulatkan matanya.


" tidak apa-apa tuan , kami sangat mengerti dan Nyonya begitu beruntung mempunyai suami yang begitu romantis " ujar pelayan , membuat Gema melipat sempurna bibirnya menahan untuk tertawa ," kau dengar sayang , kau begitu beruntung memiliki aku " sahutnya.


" Kami bukan pasa..." seru Rea yang ingin meluruskan ke salah pahaman antara pelayan pada mereka , namun ucapannya terhenti karena tangan Gema yang tiba-tiba mendekap mulutnya.


" sampai bertemu lagi , tuan dan Nyonya " ucap pelayan dan Gema menganggukkan kepalanya sambil membawa tubuh Rea dengan terus mendekap mulut perempuan itu .


~


Dengan tersengal Rea berusaha mengatur nafasnya , " apa kau ingin membunuhku " geramnya setelah tangan laki-laki itu terlepas dari mulutnya.


" Maafkan aku , tapi kau terlalu banyak bicara " ujar Gema.


" Banyak bicara kau bilang ? , kau yang gila dengan teganya terus membohongi semua pelayan disana "


" Aku tidak berbohong , mereka yang pertama kali menyebut kita pasangan suami istri "


" Tapi kau bisa membantahnya Gema "


" untuk apa , membantah dan membiarkan saja , sama-sama tidak merugikan dan tidak menguntungkan " sahutnya , membuat Rea menghela nafas.


" Tapi tidak baik membohongi orang lain "

__ADS_1


" Terserahlah " sahut Gema tersenyum ,lalu menutup pintu mobil yang berada di sisi Rea dan menuju kearah pintu kemudi.


" Tunggu Gem " kata Rea menghentikan gerak laki-laki itu yang hendak melajukan mobilnya ,


" ada apa ? "


" emm..apa benar bone... "


" ya , itu untukmu " sahut Gema.


" Pertanyaanku belum selesai " ucap Rea kesal.


" Tapi aku sudah tahu apa yang ingin kau tanyakan " jelas Gema , membuat Rea kembali lagi-lagi menghela nafas dan kali ini memilih untuk tidak lagi bicara.


" Terimakasih " ucapnya , setelah beberapa menit suasana nampak hening.


" Ya " jawab singkat Gema tanpa melihat kearahnya.


" Kenapa kau membelikan aku boneka itu ? "


" Apa aku harus punya alasan untuk memberikan sesuatu padamu "


" Bukan begitu , hanya saja ini terdengar aneh dan aku takut Bella akan benar-benar salah paham" jelasnya , membuat Gema kini melihat kearahnya , " kau terlalu sibuk memikirkan orang lain Rea " ucapnya dengan menatap begitu dalam pada perempuan itu.


" Tapi hati Bella memang pantas di pikirkan , dia kekasihmu dan jika aku berada di posisinya mungkin aku juga akan salah paham "


" Benarkah , tapi kau terlihat bukan seperti wanita yang pencemburu "


" Itu karena aku pintar menutupinya " sahutnya dengan tertawa , membuat bibir Gema ikut melengkung dengan sempurna , " kau ada bakat jadi artis " ujarnya tertawa.


" Tapi kau terlihat jauh berbakat dari pada aku "


" Tidak , aku tidak pintar berakting " bantah Gema.


" Ceh , lalu yang tadi membohongi pelayan itu apa huh ? "


" Itu perbuatan tanpa di sadari " sahutnya lagi.


" Kau memang pintar berkilah Gema "


" Aku belajar darimu "


" Kau benar-benar menyebalkan , tapi terimakasih untuk bonekanya " ucap Rea dan Gema membalasnya dengan mengangguk , " aku harap kau menjaga dengan baik pemberianku " ucapnya dan kini perempuan itu yang kembali mengangguk.

__ADS_1


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2